Sorry, we're closed Opens Selasa at 9:00 am

Bulan: Agustus 2025

Polres Bondowoso Ungkap Kasus Laporan Palsu Ngaku Korban Begal

BONDOWOSO || jejakindonesia.id – Satreskrim Polres Bondowoso Polda Jatim berhasil mengungkap kasus laporan palsu yang dilakukan oleh seorang pria berinisial GKP (30). GKP diketahui membuat laporan palsu untuk menutupi perbuatannya yang telah menggadaikan sepeda motornya karena terlilit utang judi online.

Hal itu seperti disampakan oleh Kapolres Bondowoso, AKBP Harto Agung Cahyono kepada awak media di Mapolres Bondowoso, Rabu (6/8).

Ia menjelaskan bahwa kasus ini terungkap setelah serangkaian penyelidikan yang dilakukan oleh Polisi.

"Pada awalnya, tersangka melapor ke Polsek Wonosari dan mengaku menjadi korban begal atas satu unit sepeda motor Yamaha N-Max miliknya," kata AKBP Harto.

GKP yang diketahui sebagai security itu bahkan menunjukkan kaos yang robek di bagian lengan kanan untuk meyakinkan petugas.

Namun, setelah dilakukan pendalaman, ditemukan fakta bahwa kejadian tersebut tidak pernah terjadi.

Sepeda motor N-Max dengan nomor Polisi P 3290 tersebut ternyata telah digadaikan oleh GKP kepada seseorang di Situbondo.

"Tersangka nekat melakukan hal ini untuk menutupi perbuatannya dari keluarga karena terlilit utang pinjaman online akibat kecanduan judi online," jelas Kapolres Bondowoso.

Atas perbuatannya, GKP dijerat dengan dua pasal berlapis: Pasal 220 KUHP tentang tindak pidana membuat laporan atau pengaduan palsu, dengan ancaman hukuman penjara maksimal 1 tahun 4 bulan.

Selain itu, ia juga dijerat Pasal 45 ayat (3) Jo Pasal 27 ayat (2) UU RI Nomor 1 tahun 2024 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) terkait perjudian online, dengan ancaman hukuman penjara maksimal 10 tahun.

Pihak kepolisian telah mengamankan sejumlah barang bukti, diantaranya Satu lembar surat laporan pengaduan masyarakat (LPM) dari tersangka.

Satu buah kaos berwarna biru putih dengan robekan, satu unit sepeda motor Yamaha N-Max beserta STNK, BPKB, dan kuncinya, serta satu unit ponsel merk Pocco X3 NFC yang digunakan untuk bertransaksi judi online.

Atas kasus ini, Kapolres Bondowoso juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah tergiur dengan iming-iming keuntungan dari judi online.

"Judi online bukan hanya merugikan secara finansial, tetapi juga dapat memicu tindak kriminal lainnya, seperti kasus yang terjadi pada tersangka ini," tegasnya.

Peduli Stunting, Kapolres Madiun Salurkan Bansos untuk Masyarakat

MADIUN || jejakindonesia.id – Kapolres Madiun, AKBP Kemas Indra Natanegara kembali melanjutkan rangkaian kunjungan kerja ke Polsek jajaran Polres Madiun Polda Jatim, Selasa (5/8/2025.

Kali ini kunjungan dilaksanakan di Polsek Nglames dan Polsek Wungu dengan agenda utama mengecek kesiapan personel serta menyalurkan bantuan sosial kepada warga sebagai bentuk nyata kepedulian Polri terhadap pencegahan stunting.

Dalam kunjungan tersebut, Kapolres Madiun, AKBP Kemas Indra Natanegara melakukan pengecekan terhadap kesiapan anggota dalam pelaksanaan tugas pelayanan masyarakat.

Selain itu ia juga memberikan arahan dan motivasi kepada personel agar terus menjaga kedisiplinan serta meningkatkan sinergi dengan masyarakat.

AKBP Kemas Indra Natanegara juga menyalurkan bantuan sosial berupa paket sembako dan nutrisi tambahan kepada masyarakat yang rentan terdampak stunting.

“Upaya pencegahan stunting tidak hanya menjadi tugas pemerintah pusat maupun daerah, tetapi juga menjadi tanggung jawab kita bersama untuk mensukseskannya,” ujar AKBP Kemas.

Ia menegaskan bahwa kegiatan sosial ini merupakan bagian dari komitmen Polri dalam berperan aktif mendukung program nasional penurunan angka stunting, khususnya di wilayah Kabupaten Madiun.

“Melalui bantuan sosial ini, semoga dapat meringankan beban masyarakat sekaligus membantu pemenuhan gizi keluarga dengan harapan tumbuh kembang anak dapat berjalan secara normal,” terangnya.

Program Peduli Stunting Polres Madiun ini juga menunjukkan komitmennya dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia yang berkualitas dan menciptakan masa depan yang lebih baik bagi anak-anak Indonesia.

Satpolairud Polresta Banyuwangi Melaksanakan Giat Patroli Penyuluhan Kepada Kelompok Nelayan di Kawasan Pesisir Pantai Meneng

Banyuwangi, Jejak - Indonesia.id | Polresta Banyuwangi melalui Satpolairud Polresta Banyuwangi jajaran Polda Jatim melaksanakan giat patroli dan penyuluhan kepada masyarakat pesisir dan kelompok nelayan di kawasan pesisir pantai Meneng. Rabu, (6/8/2025).

Dalam kegiatan ini, Kajaga regu 2 Bripka I Nyoman Suma mengatakan giat patroli dan penyuluhan yang dilaksanakan bersama Aipda Ida Bagus Permadi, S.H dan Bripda Marvelino dalam rangka Untuk memberikan sosialisasi dan himbuan kepada kelompok nelayan tentang pentingnya penggunaan alat keselamatan pelayaran.

Selain himbuan keselamatan, pada giat tersebut Aipda Ida Bagus mengingatkan kepada masyarakat pesisir, pengunjung, dan penyedia perahu ojekan untuk selalu menjaga kebersihan kawasan dengan tidak membuang sampah sembarangan,dan tidak menggunakan bahan peledak pada saat melakukan aktivitas penangkapan ikan, selain dapat merusak ekosistem bawah laut, penggunaan bahan peledak dapat membahayakan keselamatan diri.

Dalam kegiatan ini, personel Polairud Polresta Banyuwangi melakukan kegiatan patroli harkamtibmas dengan sasaran masyarakat pesisir, penyedia jasa perahu ojekan, wisatawan dan kelompok nelayan yang berada dikawasan pesisir pantai meneng dan sekitarnya.

Segera laporkan kepada pihak keamanan atau menghubungi Call Center 110 atau bisa menghubungi call center Satpolairud di nomer telepon 08113448222 jika ada hal mencurigakan atau tindak kejahatan. (red)

Dinas Perikanan Banyuwangi Gelar Pendampingan untuk UMK Perikanan Skala Mikro dan Kecil

Banyuwangi, Jejak - Indonesia.id |  Dinas Perikanan Kabupaten Banyuwangi menggelar kegiatan pendampingan dan pembinaan bagi pelaku usaha perikanan skala mikro dan kecil (UMK) sebagai bentuk fasilitasi dan penguatan sektor ekonomi kerakyatan. Kegiatan ini dilaksanakan dan melibatkan puluhan pelaku usaha dari berbagai wilayah di Banyuwangi. Selasa, (05/08/2025).

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dan daya saing pelaku usaha perikanan mikro dan kecil, terutama dalam pengelolaan usaha, pengemasan produk, pemasaran, hingga pemanfaatan teknologi sederhana. Dinas Perikanan menilai bahwa sektor UMK perikanan memiliki potensi besar untuk berkembang dan menjadi motor penggerak ekonomi lokal, terutama di wilayah pesisir.

Peserta kegiatan terdiri dari pelaku usaha pengolahan hasil perikanan, serta pemilik UMK berbasis produk perikanan dari berbagai kecamatan. Selain itu, kegiatan ini juga melibatkan narasumber profesional dari bidang kewirausahaan, digital marketing, serta pendamping teknis dari Dinas Perikanan Banyuwangi.

Pendampingan ini berlangsung di halaman Villa Pakis Residence Kelurahan Pakis Kabupaten Banyuwangi, dengan suasana yang interaktif dan partisipatif.

Menurut Kepala Dinas Perikanan Banyuwangi, kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat sektor perikanan rakyat agar mampu bersaing secara sehat di pasar lokal maupun nasional. "Pelaku usaha skala kecil sering menghadapi kendala di aspek manajemen usaha dan pemasaran. Melalui pendampingan ini, kami berharap mereka bisa naik kelas dan lebih siap menghadapi tantangan pasar," ujarnya.

Selama kegiatan berlangsung, peserta mendapatkan materi seputar penguatan kelembagaan usaha, manajemen keuangan sederhana, strategi pemasaran, dan inovasi produk perikanan. Selain itu, peserta juga diajak berdiskusi dan berbagi pengalaman antar sesama pelaku usaha, serta mendapatkan akses informasi terkait program bantuan dan pembinaan lanjutan dari pemerintah.

Pelara peserta merasa terbantu dan termotivasi dengan adanya kegiatan ini. "Saya bersyukur dan juga berterimakasih kepada Dinas Perikanan karena sudah mengadakan kegiatan seperti ini, dengan adanya kegiatan ini saya jadi lebih faham bagaimana cara pengolahan produk yang benar, pengemasan yang baik, digital marketing yang menarik mengikuti perkembangan teknologi" ujar luluk salah satu peserta dalam kegiatan ini.

Dinas Perikanan berharap kegiatan ini dapat menjadi stimulus awal bagi pelaku UMK perikanan untuk terus berkembang secara berkelanjutan. Selain peningkatan kapasitas individu, kolaborasi antar pelaku usaha dan penguatan kelembagaan kelompok juga menjadi target pembinaan jangka panjang. (red)

Kapolri Silaturahmi ke Ponpes Al-Hamidy Banyuanyar, Tekankan Sinergitas dan Persatuan

PAMEKASAN || jejakindonesia.id - Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo bersilaturahmi ke Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Hamidy Banyuanyar, Pamekasan, Jawa Timur. Turut mendampingi Irwasum Komjen Pol. Dedi Prasetyo, Kabaintelkam Polri Komjen Pol. Syahardiantono, As SDM Kapolri Irjen Pol. Anwar, Kadivpropam Polri Irjen Pol. Abdul Karim, dan Kadivhumas Irjen Pol. Sandi Nugroho.

"Alhamdulillah jadi walaupun terlambat tapi akhirnya kita semua diberikan kesempatan untuk bisa bersilaturahmi, tentunya kami semua berbahagia mendapatkan sambutan yang luar biasa, disambut dengan dua kuda yang sangat gagah pada saat masuk,” jelas Kapolri, Selasa (5/8/25).

Jenderal Sigit pun diiringi tiga ekor kuda saat memasuki pesantren. Pengasuh Ponpes Al-Hamidy Banyuanyar RKH Mohammad Rofi'i Baidhowi menyambut baik kedatangannya dan mengalungkan bunga di leher Kapolri.

“Saya sempat komplain ke sopir saya kenapa saya nggak turun malah dibawa masuk pakai mobil sampai di depan, harusnya saya tadi mengikuti pasukan kuda, jadi bisa menyapa para santri," ujar Jenderal Sigit.

Tak hanya bersilaturahmi, Kapolri juga memberikan paket santunan kepada 100 anak yatim. Paket bantuan itu berupa tas sekolah, buku tulis 2 lusin, alat tulis, dan sarung/mukena.

Jenderal Sigit juga memberikan plakat kepada Kyai Rofi'i. Kemudian, dilakukan penandatanganan lonceng.

Diungkapkan Kapolri, dirinya sangat senang dapat bersilaturahmi ke Ponpes Al-Hamidy Banyuanyar. Jenderal Sigit mengakui, silaturahmi ini sangat penting dalam menunjang kerja Polri menjaga keamanan di masyarakat.

"Yang jelas kami tentunya sangat bersyukur bisa diterima dan kami mewakili institusi Polri tentunya selalu berusaha bahwa Polri selalu bersama-sama dan dekat dengan ulama, karena bagi kami umaro dan ulama adalah penjaga utama terkait dengan masalah kamtibmas di dalam negeri dan NKRI," ujar Kapolri.

Diharapkan Kapolri, para kiai dan ulama lainnya yang hadir di acara itu bisa memberi masukan dan nasihat kepada anggota Polri. Polri pun menerima segala kritik demi menjadikan pelayanan masyarakat lebih baik lagi.

Diungkapkan Jenderal Sigit, jajarannya juga telah diperintahkan untuk selalu bersilaturahmi dan dekat dengan para tokoh, baik yang di tingkat Mabes, Polda, Polres, maupun Polsek. Hal itu karena dipercaya bahwa sinergitas dengan tokoh agaman akan mempermudah kerja Polri.

"Maka dari itu, dalam kesempatan ini kami sekaligus kami hadir, namun kami juga sekaligus titip anggota, anak buah kami yang sowan bersilaturahmi mohon untuk bisa diterima, dan apabila ada yang kurang mohon untuk diberikan masukan nasihat, karena kami yakin nasihat ulama sangat penting untuk kekuatan bagi kami semua dalam hal kami memberi pengabdian kepada masyarakat," ungkap Jenderal Sigit.

error: Content is protected !!