Sorry, we're closed Opens Selasa at 9:00 am

Bulan: Agustus 2025

Kunker ke Polres Karangasem, Kapolda Bali : Tingkatkan Kinerja Pelayanan Kepada Masyarakat

Karangasem, Jejak - Indonesia.id | Didampingi Ketua Bhayangkari Daerah Bali, Ny. Didit Daniel Adityajaya dan Pejabat Utama (PJU) Polda Bali, Kapolda Bali, Irjen Pol. Daniel Adityajaya, S.H., S.I.K., M.Si. melaksanakan Kunjungan Kerja (Kunker) ke Polres Karangasem, Rabu (6/8/2025).

Kedatangan Kapolda Bali di Polres Karangan disambut langsung oleh Kapolres karangasem AKBP. Joseph Edward Purba, S.H., S.I.K., M.H., dan Pejabat Utama Polres Karangasem beserta Kapolsek jajaran.

Dalam sambutannya, Kapolda Bali menekankan pentingnya peningkatan kinerja serta pelayanan terhadap masyarakat, khususnya dalam hal menjaga keamanan dan ketertiban.

"Citra Polri bukan dibangun dari banyaknya iklan Promosi, namun dari kehadiran dan tindakan nyata yang bermanfaat setiap hari, tingkatkan kinerja serta pelayanan terhadap masyarakat sehingga menjadi Polisi yang dicintai dan dibanggakan oleh masyarakat," kata Kapolda Bali.

Irjen Pol. Daniel Adityajaya, S.H., S.I.K., M.Si. juga menekankan kepada personel Polres Karangasem untuk meningkatkan intensitas patroli, khususnya pada jam-jam dan lokasi yang rawan terjadinya tindak kejahatan.

"Tingkatkan kehadiran Polisi di tengah masyarakat, terutama di titik-titik rawan. Patroli yang tepat sasaran akan memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat,” ujar Kapolda Bali.

Di akhir kegiatan Kapolda Bali berkesempatan menyerahkan tali asih kepada personel Polres Karangasem yang sedang mengalami sakit, sebagai wujud empati dan dukungan moril dari pimpinan kepada anggotanya. (red)

Rekonstruksi Produksi Beras PT Padi Indonesia Maju, Satgas Pangan Polri Temukan Pelanggaran Standar Mutu

SERANG BANTEN || jejakindonesia.id – Satgas Pangan Polri menggelar rekonstruksi lapangan terkait produksi beras yang diduga tidak sesuai standar mutu di PT Padi Indonesia Maju, Kawasan Industri Terpadu Wilmar, Serang, Banten. Kegiatan ini dilakukan untuk memastikan proses produksi berjalan sesuai ketentuan dan memenuhi standar kualitas pangan nasional.

Dalam kesempatan tersebut, Dirtipideksus Bareskrim Polri BJP Helfi Assegaf, sekaligus Kasatgas Pangan Polri, menjelaskan bahwa proses produksi di PT Padi Indonesia Maju melibatkan mesin otomatis dengan kapasitas produksi mencapai sekitar 300 ton beras per hari. Mesin-mesin tersebut meliputi pengering gabah, pemecah kulit gabah, pemulus beras, pemisah warna, pemisah beras utuh dan pecah, serta mesin pengemas dengan timbangan otomatis.

“Proses produksi memakan waktu sekitar 20 jam dari bahan baku hingga pengemasan, dengan pengawasan ketat melalui ruang kendali dan laboratorium yang terintegrasi. Setiap dua jam seharusnya dilakukan uji sampling oleh Quality Control (QC) untuk memastikan kualitas produk,” ujar Helfi.

Namun, pengawasan tersebut belum berjalan optimal. Satgas menemukan bahwa uji sampling QC hanya dilakukan satu hingga dua kali, jauh dari frekuensi ideal yang diatur dalam SOP. Akibatnya, produk akhir masih mengandung sisa menir, walaupun jumlahnya kecil, yang seharusnya dapat diminimalisir.

“Meski produksi menggunakan sistem otomatis, hasil 100 persen sempurna sulit dijamin. Temuan sisa menir ini menjadi catatan penting dan PR bagi manajemen untuk segera melakukan perbaikan agar produk akhir benar-benar bersih dan sesuai dengan label beras premium yang dipromosikan,” tegas Helfi.

Selain itu, Satgas juga menyoroti soal berat kemasan beras yang secara sengaja ditambah 200 gram per karung 25 kg untuk menghindari penolakan oleh sistem otomatis di mesin pengemas. Hal ini menandakan perlunya pengawasan lebih ketat agar konsumen mendapatkan produk dengan bobot yang tepat.

Lebih jauh, Helfi menyatakan bahwa dari 22 orang petugas QC, hanya satu yang telah tersertifikasi. Kondisi ini menjadi tanggung jawab manajemen untuk segera melakukan pelatihan dan sertifikasi demi menjaga mutu produksi.

“Tiga orang terkait kasus ini saat ini tidak berada di lokasi dan tengah menjalani proses hukum. Namun operasional dan distribusi perusahaan tetap berjalan normal,” pungkas Helfi.

Rekonstruksi lapangan ini juga menjadi bagian dari pengawasan berkelanjutan terhadap seluruh produsen beras di Indonesia guna menjaga kualitas dan keamanan pangan nasional.

Penanaman Jagung Bersinergi Dengan Ponpes, Bukti Nyata Seluruh Komponen Bangsa Wujudkan Swasembada Pangan

JOMBANG || jejakindonesia.id - Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo diwakili Irwasum Polri Komjen Pol. Dedi Prasetyo memimpin penanaman jagung di lahan pondok pesantren. Penanaman ini langsung dipimpin oleh Irwasum dari Jombang dan terhubung virtual ke sejumlah pondok pesantren lainnya.

Penanaman jagung yang dipimpin langsung Irwasum Polri adalah lahan milik Pondok Pesantren Tebuireng Jombang, Jawa Timur. Luas lahannya yang ditanami jagung mencapai 10 hektare.

“Alhamdulillah hari ini kita sudah melakukan kegiatan tanam serentak jagung dengan berkolaborasi, bersinergi dengan seluruh pondok pesantren. Baik khususnya di Jawa Timur ada kurang lebih 264 pondok pesantren dengan luas tanah 500 hektare,” jelas Irwasum Polri, Rabu (6/8/25).

Menurut Irwasum, untuk jumlah secara keseluruhan yang melakukan penanaman jagung serentak ini memiliki target di kuartal tiga di 200.000 hektare. Penanamannya pun bersinergi dengan seluruh pondok pesantren yang ada di Indonesia.

Dijelaskan Irwasum Polri, sebelumnya sinergitas penanaman jagung ini juga dilakukan bersama Kementerian Perhutanan. Lahan perhutanan sosial yang telah ditanami jagung seluas 330.000 hektare dari target 700.000.

“Kuartal 3 ini sudah ditanam jagung di lahan seluas 440.000 hektare dari target 1 juta hektar oleh Polri bersinergi dengan seluruh komponen bangsa,” ungkap Komjen Pol. Dedi.

Jenderal Bintang 3 yang ditunjuk sebagai Wakapolri itu menyampaikan, jika target 1 juta lahan ditanami jagung berhasil dilakukan, maka produksi tahun ini mencapai 4 juta ton. Angka tersebut meningkat dari sebelumnya.

“Sesuai dengan program Bapak Presiden, bapak Kapolri berkomitmen bersama-sama menjalankan program ini,” ujar Irwasum Polri.

Kemerdekaan Indonesia Hanya Dulu, Penjajah Masih Ada Bermarkas Dilobang Tambang Emas Saat ini

Banyuwangi, Jejak - Indonesia.id | Aktivis Filsafat logika berfikir. Raden Teguh Firmansyah, menilai Indonesia belum merdeka secara ekonomi maupun politik. Terkait ekonomi, masih banyak orang miskin sedangkan secara politik bangsa ini belum merdeka dari jeratan presidential threshold 20 persen.

“Kesimpulan saya, Indonesia tidak merdeka baik secara ekonomi dan politik. Sebab kejahatan ekonomi-politik dapat disembunyikan dari CCTV, tapi tidak dapat disembunyikan dari kecerdasan akal logisnya berfikir, seharusnya Indonesia merdeka membangun Ekonomi, Politik, dan Hukum yang Beradab,” ucapnya dalam diskusi santai bersama para aktivis Banyuwangi dan awak media, di kafe Banyuwangi. Rabu 6 Agustus 2025.

Raden juga menyampaikan dengan ilmu idealismenya, bahwa Indonesia sedang diujung kehancuran, terutama bagian Jawa Timur Banyuwangi

"Permainan akan berakhir, itu memang sedang terjadi," ujar Raden dengan logika berfikirnya.

Ini bukan karena voluntarisme kita, tetapi faktor-faktor sosiologis bergerombol untuk memastikan bahwa Indonesia sedang berada diujung kehancuran dibagian Jawa Timur paling timur, yaitu Banyuwangi, sekarang pilihannya kita bisa mencegah gak kehancuran itu,"ungkap Raden.

Masih lanjut Raden sambil menikmati wanginya kopi yang membangunkan pikiran akal sehatnya. Ia mengatakan bahwa perjuangan pahlawan masakini untuk menyadari penjajah berkedok struktur kepemerintahan daerah Banyuwangi yang bersarang di tambang emas tupang pitu, masih belum maximal atau memang penjajah asli model baru,

"Kita sudah berupaya keras dalam berfikir dan berjuang secara terbuka antara pemikir dan perampok halus atau bisa dibilang penjajah berkedok pejabat pemerintahan, yang kadang secara senyap merayap menguasai harta negara yang berada di gunung tupang pitu, kita tetap belum bisa mengatasi mereka itu, jadi biarin aja kan, logikanya begitu sebetulnya," kata kritikan Raden.

Menurut Raden, para pemikir setuju bahwa kehidupan kesetaraan harus dikembalikan dalam bernegara.

"Terlihat bahwa para pemikir besar pun setuju bahwa kita harus kembali kepada kehidupan kesetaraan manusia, solidarity," tutur Raden.

"Karena inti dari kemerdekaan Indonesia adalah sosial justis, gak terlihat!, dan itu yang akan menjadi tontonan untuk para pemekir, untuk tahu bahwa memang pemerintah ini mengeksploitasi rasialisme, benar gak pemerintah atau penjajah," tutup Raden Teguh Firmansyah dalam sebuah diskusi santai. (red)

Merah Putih di Jalanan Jember: Polisi Ajak Warga Sambut HUT RI ke – 80 Gelorakan Semangat Nasionalisme

JEMBER || jejakindonesia.id  - Jelang perayaan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80, semangat nasionalisme mulai terasa di berbagai sudut Kabupaten Jember. Salah satunya lewat aksi unik dan inspiratif dari Satlantas Polres Jember, Polda Jatim.

Nggak cuma menjaga ketertiban lalu lintas, kali ini mereka membagikan dan memasangkan bendera Merah Putih ke pengendara yang melintas di jalan Letjen. Panjaitan depan kantor Sat Lantas Jember.

Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kasat Lantas AKP B. Bagas Simamarta didampingi KBO Satlantas Polres Jember, Ipda E. Robert serta seluruh personel Satlantas lainnya.

Tak sekadar simbolik, aksi ini juga menjadi bentuk nyata dalam menanamkan jiwa Nasionalis kebangsaan kepada masyarakat untuk ikut merayakan dan memaknai 80 tahun kemerdekaan RI dengan penuh semangat.

Pengendara yang melintas tampak antusias saat dihampiri petugas. Bendera kecil berwarna merah putih langsung dipasangkan di spion sepeda motor ataupun mobil mereka.

Tak sedikit yang mengabadikan momen tersebut lewat foto, bahkan ada yang sempat ngobrol ringan dengan petugas sambil tersenyum.

Suasana yang biasanya tegang di jalan, berubah jadi hangat dan penuh semangat kebangsaan.

Kasat Lantas Polres Jember, AKP Bernardus Bagas Simarmata mengatakan kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkan dan memperkuat rasa cinta Tanah Air.

Menurut AKP Bagas, Merah Putih bukan hanya soal simbol negara, tapi soal identitas dan kebanggaan sebagai bangsa Indonesia.

"Lewat cara sederhana ini, kami ingin ajak warga untuk turut serta merayakan kemerdekaan dengan semangat positif,” ujarnya, Rabu (6/8).

AKP Bagas mengungkapkan, bendera kecil di kendaraan mungkin terlihat sepele, tapi maknanya besar.

"Bendera Merah Putih jadi pengingat bahwa kemerdekaan yang kita nikmati hari ini adalah hasil perjuangan panjang para pahlawan," ujar AKP Bagas.

Kasatlantas Polres Jember ini juga mengajak masyarakat menjaga, mengisi, dan terus menyalakan semangat kemerdekaan,meski lewat hal kecil seperti berkendara dengan Merah Putih berkibar.

error: Content is protected !!