Sorry, we're closed Opens Senin at 9:00 am

Video

BANYUWANGI || Jejak-indonesia.id – Aparat Penegak Hukum (APH) melakukan inspeksi mendadak (sidak) di SPBU Genteng Wetan berkode 54.684.15, Kabupaten Banyuwangi, pada Senin (22/6/2026) sekitar pukul 11.30 WIB. Dalam kegiatan tersebut, satu unit mobil tangki Pertamina bernomor polisi B 9670 TEI diamankan, sementara noksel pengisian Bio Solar di SPBU tersebut turut disegel untuk kepentingan pemeriksaan lebih lanjut.

Berdasarkan informasi yang dihimpun di lokasi, petugas melakukan serangkaian pemeriksaan terhadap kendaraan pengangkut BBM beserta muatan yang dibawanya. Pengemudi mobil tangki juga dimintai keterangan guna mendukung proses penyelidikan yang tengah berlangsung.

Sejumlah saksi menyebutkan bahwa petugas melakukan pemeriksaan secara menyeluruh, termasuk pengecekan fisik terhadap tangki kendaraan dan isi muatan BBM.

“Saya melihat petugas naik ke atas tangki untuk melakukan pengecekan dan memeriksa isi muatan,” ungkap seorang saksi mata yang meminta identitasnya dirahasiakan.

Informasi yang berkembang di lapangan menyebutkan sidak tersebut diduga berkaitan dengan adanya indikasi ketidaksesuaian dalam proses distribusi BBM dari mobil tangki ke tangki pendam SPBU. Namun demikian, hingga saat ini belum terdapat kesimpulan resmi terkait adanya pelanggaran ataupun unsur tindak pidana.

Penyidik masih melakukan pengumpulan data, klarifikasi, serta pemeriksaan terhadap sejumlah pihak untuk memastikan fakta yang sebenarnya terjadi.

Saat dikonfirmasi awak media pada Selasa (23/6/2026), Kanit Pidsus Satreskrim Polresta Banyuwangi, Azmal Rahadian, menegaskan bahwa perkara tersebut masih dalam tahap penyelidikan.

“Masih pendalaman intensif,” ujarnya singkat.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa penyidik masih melakukan verifikasi dan pencocokan data sebelum menentukan langkah hukum berikutnya.

Secara hukum, apabila dalam proses penyelidikan ditemukan adanya penyimpangan dalam pengangkutan maupun niaga BBM bersubsidi, maka perbuatan tersebut berpotensi melanggar ketentuan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi sebagaimana telah diubah melalui Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023. Dalam Pasal 55 UU Migas, penyalahgunaan pengangkutan dan/atau niaga BBM bersubsidi dapat dikenakan pidana penjara paling lama enam tahun dan denda paling tinggi Rp60 miliar.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak pengelola SPBU maupun perwakilan resmi [Pertamina (https://www.pertamina.com?utm_source=chatgpt.com) belum memberikan keterangan resmi terkait penyebab dilakukannya pemeriksaan tersebut.

Di lokasi kejadian, awak media juga menemui BKO Pertamina, Aris Widodo. Namun, ia mengaku belum mengetahui secara rinci alasan dilakukannya sidak maupun tindakan pengamanan terhadap mobil tangki tersebut.

“Sampai saat ini kami belum mengetahui secara detail penyebab dilakukan pemeriksaan dan penyegelan,” katanya.

Sementara itu, Arvi, yang disebut sebagai pemilik SPBU Kembiritan, telah dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp. Namun hingga berita ini dipublikasikan, yang bersangkutan belum memberikan tanggapan maupun klarifikasi.

Langkah APH melakukan pemeriksaan ini mendapat perhatian masyarakat. Warga berharap proses penyelidikan berjalan secara profesional, transparan, dan objektif sehingga fakta yang sebenarnya dapat terungkap.

Perlu ditegaskan bahwa hingga saat ini belum ada pihak yang ditetapkan sebagai tersangka. Seluruh pihak yang disebut dalam pemberitaan ini tetap harus dianggap tidak bersalah sampai terdapat hasil penyelidikan resmi dan putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap.

Kasus ini masih dalam tahap pendalaman oleh Satreskrim Polresta Banyuwangi. Publik kini menunggu hasil investigasi resmi guna memastikan penyebab diamankannya mobil tangki Pertamina di SPBU Genteng Wetan serta ada atau tidaknya pelanggaran dalam distribusi BBM bersubsidi.

(Redaksi Jejak-Indonesia.id)

PASURUAN || Jejak-indonesia.id – Nilai-nilai dan tradisi budaya Jawa terus dijaga kelestariannya di kawasan Gunung Arjuno. Tepatnya di dusun tambak watu desa tambak sari kecamatan Purwodadi kabupaten Pasuruan Salah satu upaya nyata dilakukan oleh Komunitas Gesang Kasunyatan di bawah pimpinan Bopo Makrus, melalui kegiatan selamatan di sumber mata air Sendang Dewi Kunti.

Kegiatan ini diadakan secara rutin sebagai wujud kepedulian menjaga warisan leluhur sekaligus merawat kelestarian alam di wilayah pegunungan tersebut. Dalam kesempatan itu, Bopo Makrus menekankan makna mendalam di balik tradisi yang dijalankan.

“Selamatan sumber mata air ini murni bertujuan melestarikan budaya nenek moyang. Selain itu, momen ini menjadi sarana mengucapkan puji syukur kepada Allah SWT, karena telah melimpahkan karunia berupa air yang senantiasa mengalir dan bermanfaat bagi kehidupan sekitar,” ujarnya.

Menurut Bopo Makrus, tradisi seperti ini penting terus dijalankan agar tidak hilang ditelan zaman. Di sisi lain, kegiatan ini juga mengingatkan masyarakat untuk senantiasa menjaga kebersihan dan kelestarian sumber daya alam, mengingat air adalah kebutuhan pokok yang sangat berharga.

Kegiatan berlangsung dengan khidmat dan penuh kekeluargaan, dihadiri anggota komunitas serta warga sekitar. Semangat menjaga budaya dan rasa syukur kepada Sang Pencipta menjadi inti dari seluruh rangkaian acara tersebut.

Diharapkan, upaya Komunitas Gesang Kasunyatan dapat menginspirasi lebih banyak pihak untuk turut serta menjaga warisan budaya sekaligus merawat kelestarian lingkungan di kawasan Gunung Arjuno dan sekitarnya.(LIMBAD86)

BANYUWANGI || Jejak-indonesia.id – Usia Harapan Hidup (UHH) penduduk Banyuwangi terus meningkat, dari 74,13 tahun pada 2024 menjadi 74,43 tahun pada 2025. Kenaikan ini menunjukkan membaiknya kualitas kesehatan dan kesejahteraan masyarakat, sekaligus menjadi salah satu indikator keberhasilan pembangunan daerah.

Di momentum peringatan Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) 2026, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani terus berkomitmen meningkatkan kualitas hidup lansia. Berbagai program terus digarap Pemkab Banyuwangi untuk meningkatkan kesejahteraan lansia.

Mulai program pelayanan kesehatan, pemberdayaan sosial, pembinaan keluarga, penguatan Posyandu Lansia, pelayanan kesehatan berbasis komunitas. “Berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan juga terus kami dorong agar para lansia tetap sehat, mandiri, aktif, dan bahagia,” kata Ipuk saat bertemu puluhan lansia di Pendopo Sabha Swagata Blambangan, Selasa (23/6/2026).

Selain itu, kata Ipuk, lansia di Banyuwangi juga dilibatkan dalam perumusan pembangunan melalui program “Rembang Lansia”, sebuan forum bersama untuk menentukan arah kebijakan pembangunan yang lebih responsif terhadap kebutuhan lansia.

“Sebuah keberhasilan pembangunan salah satunya dilihat dari rata-rata usia harapan hidup. Maka kami terus berupaya menjaga pembangunan yang inklusif. Karena kami meyakini, pembangunan yang baik adalah pembangunan yang ramah terhadap seluruh kelompok masyarakat, termasuk para lansia,” tutur Ipuk.

Ipuk menambahkan, HLUN 2026 mengusung tema “Lansia Tangguh, Indonesia Tumbuh”, mengandung makna bahwa lansia bukanlah kelompok yang harus dipandang sebagai beban pembangunan, melainkan aset sosial yang memiliki pengalaman, kearifan, dan nilai-nilai kehidupan yang sangat berharga.

Banyak lansia yang masih aktif berkarya, menjadi penggerak sosial, tokoh masyarakat, pelaku usaha, pengajar, pengasuh keluarga, bahan menjadi sumber inspirasi bagi generasi muda.

“Karena itu, paradigma terhadap lansia terus kita ubah. Lansia bukanlah objek pembangunan. Lansia adalah subjek dari pembangunan itu sendiri,” sambung Ipuk.

Dalam acara tersebut, Ipuk turut mewisuda sebanyak 30 lansia yang telah lulus program Sekolah Lansia Tangguh (Selantang). Ipuk menyampaikan penghargaan kepada seluruh lansia Banyuwangi atas pengabdian, kerja keras, keteladanan, dan nilai-nilai kehidupan yang telah diwariskan kepada generasi penerus.

Plt Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan KB Banyuwangi, Puguh Setyo Widodo menerangkan, Selantang merupakan program pendidikan nonformal dari Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) untuk mewujudkan lansia yang SMART (Sehat, Mandiri, Aktif, Produktif, dan Bermartabat).

“Program ini membekali lansia dengan pengetahuan tentang kesehatan, keterampilan, interaksi sosial, psikologi, hingga kewirausahaan. Dengan bekal tersebut, mereka diharapkan memiliki motivasi, kesiapan mental, dan kemampuan yang lebih baik sehingga dapat menikmati masa tua dengan lebih nyaman, bahagia, dan bermakna,” kata Puguh. (*)

SIBOLGA || Jejak-indonesia.id — Dalam rangka menyambut Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026, Polres Sibolga menggelar kegiatan bakti kesehatan berupa pemeriksaan kesehatan gratis bagi masyarakat dan personel kepolisian di Pelabuhan Lama Sibolga (Anggar), Kecamatan Sibolga Kota, Selasa (23/6/2026).

Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 WIB tersebut dipimpin langsung oleh Kapolres Sibolga AKBP Eddy Inganta, SH, SIK, MH, didampingi Wakapolres Sibolga Kompol Arifin B. Tampubolon, SH, serta diikuti para Pejabat Utama, personel Polres Sibolga, Ketua Bhayangkari Cabang Sibolga Ny. Laura Eddy Inganta, pengurus Bhayangkari, tim medis, dan masyarakat Kota Sibolga.

Melalui kegiatan ini, Polres Sibolga menyediakan layanan pemeriksaan kesehatan gratis sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi kesehatan masyarakat sekaligus upaya meningkatkan kesadaran akan pentingnya deteksi dini terhadap berbagai gangguan kesehatan.

Kapolres Sibolga AKBP Eddy Inganta mengatakan, bakti kesehatan merupakan salah satu rangkaian kegiatan sosial yang dilaksanakan Polres Sibolga menjelang peringatan Hari Bhayangkara ke-80. Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi sarana pelayanan kesehatan, tetapi juga menjadi wadah mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin hadir lebih dekat dengan masyarakat serta memberikan manfaat nyata di bidang kesehatan. Kesehatan merupakan kebutuhan dasar yang sangat penting dalam menunjang aktivitas sehari-hari dan kualitas hidup masyarakat,” ujar Kapolres.

Selain melayani masyarakat umum, pemeriksaan kesehatan juga diberikan kepada personel Polres Sibolga sebagai bentuk perhatian terhadap kesehatan anggota yang setiap hari menjalankan tugas pelayanan, perlindungan, dan pengayoman kepada masyarakat.

Kegiatan bakti kesehatan ini bertujuan membantu masyarakat memperoleh akses layanan kesehatan secara mudah dan gratis, meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga kesehatan, serta mendorong pola hidup sehat melalui pemeriksaan kesehatan secara berkala.

Terlihat jelas partisipasi warga yang memanfaatkan layanan kesehatan yang disediakan. Kehadiran tim medis memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk mengetahui kondisi kesehatannya sejak dini sekaligus mendapatkan edukasi kesehatan yang diperlukan.

Melalui kegiatan sosial dan kemanusiaan seperti ini, Polres Sibolga menunjukkan komitmennya untuk tidak hanya menjalankan fungsi penegakan hukum, tetapi juga hadir sebagai mitra masyarakat yang peduli terhadap kesehatan dan kesejahteraan warga.

PALANGKARAYA || Jejak-indonesia.id – Polda Kalimantan Tengah melalui Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) serta Rumah Sakit Bhayangkara Tingkat III Palangka Raya menggelar Puncak Bakti Kesehatan dalam rangka menyambut Hari Bhayangkara ke-80 yang dipusatkan di Gedung Graha Bhayangkara Mapolda Kalteng, Selasa (23/6/2026).

Kegiatan ini merupakan bagian dari Bakti Kesehatan Polri yang dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia dalam rangka menyambut Hari Bhayangkara ke-80. Melalui kegiatan tersebut, Polri menghadirkan berbagai layanan kesehatan dan sosial bagi masyarakat sebagai bentuk pengabdian serta kepedulian terhadap peningkatan derajat kesehatan masyarakat.

Kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80 tersebut dihadiri langsung oleh Kapolda Kalimantan Tengah Irjen Pol. Iwan Kurniawan, S.I.K., M.Si., didampingi Ketua Bhayangkari Daerah Kalimantan Tengah Ny. Maya Iwan Kurniawan. Turut hadir Wakil Gubernur Kalimantan Tengah H. Edy Pratowo, S.Sos., M.M., unsur Forkopimda Provinsi Kalimantan Tengah, pejabat utama Polda Kalteng, pimpinan instansi terkait, serta tamu undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Kapolda Kalimantan Tengah menyampaikan bahwa Bakti Kesehatan merupakan salah satu bentuk nyata pengabdian Polri kepada masyarakat. Menurutnya, kesehatan merupakan kebutuhan dasar yang harus mendapatkan perhatian bersama sehingga Polri hadir untuk memberikan kontribusi melalui pelayanan kesehatan yang mudah diakses, berkualitas, dan bermanfaat bagi masyarakat.

“Melalui kegiatan Bakti Kesehatan ini, kami ingin menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat. Kehadiran Polri tidak hanya dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga melalui berbagai kegiatan sosial dan kemanusiaan yang memberikan dampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat,” ujar Kapolda.

Pada kegiatan tersebut, masyarakat mendapatkan berbagai layanan kesehatan dan sosial secara gratis yang disiapkan oleh Biddokkes Polda Kalteng bersama Rumah Sakit Bhayangkara Tingkat III Palangka Raya. Adapun bakti kesehatan yang diberikan meliputi Operasi Bibir Sumbing dan Celah Lelangit, Operasi Katarak, Khitanan Massal, Donor Darah, Cek Kesehatan Gratis (CKG), Pemeriksaan Dokter Spesialis, Skrining Stunting, Pemeriksaan Ibu Hamil, serta Pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) dan Keluarga Berencana (KB).

Selain pelayanan kesehatan, pada kesempatan tersebut juga dilakukan penyerahan alat bantu kepada penyandang disabilitas, penyerahan Kartu Bhayangkara Prioritas, serta pembagian bantuan sosial (bansos) kepada masyarakat yang membutuhkan. Kegiatan ini menjadi bentuk kepedulian Polri dalam membantu meningkatkan kualitas hidup masyarakat, khususnya kelompok rentan dan masyarakat kurang mampu.

Kepala Rumah Sakit (Karumkit) Bhayangkara Tingkat III Palangka Raya AKBP dr. Anton Sudarto, M.A.R.S., M.H., menuturkan bahwa Puncak Bakti Kesehatan ini merupakan momentum untuk memperkuat pelayanan kesehatan kepada masyarakat sekaligus mendekatkan akses layanan kesehatan yang berkualitas kepada seluruh lapisan masyarakat.

“Bakti kesehatan ini bukan hanya tentang memberikan pelayanan kesehatan secara gratis, tetapi juga sebagai upaya meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan dan melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala. Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat nyata dan membantu masyarakat memperoleh pelayanan kesehatan yang optimal,” tuturnya.

Ia menambahkan bahwa seluruh pelayanan yang diberikan didukung oleh tenaga kesehatan profesional dari Biddokkes Polda Kalteng, Rumah Sakit Bhayangkara Tingkat III Palangka Raya, serta berbagai mitra kesehatan lainnya yang terlibat dalam kegiatan tersebut.

Antusiasme masyarakat terlihat sejak pagi hari. Ribuan warga dari berbagai kabupaten dan kota di Kalimantan Tengah memadati Gedung Graha Bhayangkara Mapolda Kalteng untuk memanfaatkan berbagai layanan kesehatan yang telah disediakan. Kehadiran masyarakat yang begitu tinggi menunjukkan besarnya kebutuhan akan layanan kesehatan yang mudah diakses dan terjangkau.

Sementara itu, Wakil Gubernur Kalimantan Tengah H. Edy Pratowo, S.Sos., M.M. mengapresiasi pelaksanaan Bakti Kesehatan yang diselenggarakan Polda Kalteng. Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan bentuk sinergi yang baik antara Polri, pemerintah daerah, tenaga kesehatan, dan seluruh pemangku kepentingan dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat.

“Kegiatan ini sangat membantu masyarakat, terutama dalam memperoleh akses pelayanan kesehatan. Kami mengapresiasi Polda Kalimantan Tengah yang terus menunjukkan kepedulian dan pengabdiannya kepada masyarakat melalui berbagai kegiatan sosial dan kemanusiaan,” ungkapnya.

Pelaksanaan kegiatan didukung oleh tenaga kesehatan dari Biddokkes Polda Kalteng, Rumah Sakit Bhayangkara Tingkat III Palangka Raya, Dinas Kesehatan, organisasi profesi kesehatan, serta berbagai mitra terkait lainnya. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan aman, tertib, dan lancar serta mendapat sambutan positif dari masyarakat yang hadir.

Melalui Puncak Bakti Kesehatan ini, Polda Kalimantan Tengah berharap dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan sekaligus mempererat hubungan yang harmonis antara Polri dan masyarakat. Kegiatan ini juga menjadi bukti nyata bahwa Polri terus hadir untuk melayani, melindungi, dan mengayomi masyarakat melalui berbagai program yang memberikan manfaat langsung bagi kehidupan masyarakat.

Dengan mengusung tema “Polri untuk Masyarakat”, Polda Kalimantan Tengah berkomitmen untuk terus menghadirkan program-program sosial, kemanusiaan, dan pelayanan kesehatan yang berdampak positif bagi masyarakat sebagai wujud pengabdian dalam momentum Hari Bhayangkara ke-80. Melalui kegiatan ini, Polri berharap dapat terus memperkuat kepercayaan publik serta berkontribusi dalam mewujudkan masyarakat Kalimantan Tengah yang sehat, sejahtera, dan berdaya. (Har)

error: Content is protected !!