Sorry, we're closed Opens today at 9:00 am

Polri

IMG-20250805-WA0115

Satpolairud Bersama Tim SAR Gabungan Berhasil Menemukan Korban Tenggelam di Aliran Sungai Kalisetail,

Banyuwangi, Jejak - Indonesia.id | Setelah melakukan pencarian intensif selama tiga hari. Tim SAR Gabungan yang terdiri dari Satpolairud, TNI, BPBD, Basarnas Kabupaten Banyuwangi, Polsek Gambiran, instansi terkait dan masyarakat berhasil menemukan korban atas nama Mohammad Davin F.A, (9) yang tenggelam di aliran sungai Kalisetail, Desa Gambiran, Kecamatan Gambiran dalam keadaan meninggal dunia. Selasa, (5/8/2025).

Dalam pencarian tersebut Tim SAR Gabungan bersama masyarakat melakukan penyisiran disepanjang aliran sungai yang menjadi titik awal dari lokasi awal korban tenggelam. Setelah melakukan pencarian selama tiga hari. Tim SAR berhasil menemukan korban dalam kondisi MD (Meninggal Dunia).

Saat di konfirmasi melalui media WhatsApp Bripka Agam anggota Satpolairud Polresta Banyuwangi mengatakan penemuan korban berjarak ±1,7 KM dari lokasi awal korban tenggelam.

Dari keterangan saksi mata awalnya korban bersama temennya hendak bermain pasir dipinggir sungai sebelah utara jembatan Wiroguno. Setelah bermain pasir, saksi dan korban mandi di aliran sungai Kalisetail, Desa Gambiran, Kecamatan Gambiran yang pada waktu itu arus sungai cukup deras.

Awalnya saksi atas nama Azka APW, (10) melompat ke sungai yang di ikuti korban. Setelah melompat ke sungai korban Davin tenggelam. Melihat korban tenggelam saksi mencoba menolong korban dengan menarik korban ke pinggir namun usahanya sia-sia dikarenakan saksi tidak kuat menarik tubuh korban. Mengetahui korban tenggelam, saksi pulang kerumahnya untuk tidur dan tidak melaporkan kejadian tersebut kepada orang tuanya maupun orang lain," terang Bripka Agam dari keterangan saksi.

Melihat anaknya belum pulang kerumah, sekira pukul 16.00 WIB, ayah korban mencari anaknya keliling kampung tempat biasa Korban bermain dan pukul 19.00 WIB ayah korban mendatangi rumah saksi Azka untuk menanyakan keberadaan Davin. Setelah ditanya, Azka memberitahukan bahwa Davin tenggelam pada saat mandi, mengetahui hal tersebut, ayah korban atas nama Syaiful Rokhman, (36) langsung melaporkan kejadian tersebut kepada warga sekitar yang dilanjutkan melaporkan kepada pihak keamanan untuk meminta tolong mencari keberadaan anaknya yang tenggelam," tambahnya.

Untuk saat korban sudah diketemukan dan jenazah sudah dibawah kerumah duka untuk dibersihkan dan dikebumikan. (GP)

IMG-20250805-WA0028

Tanamkan Cinta Tanah Air Polres Pelabuhan Tanjungperak Ajak Kibarkan Bendera Merah Putih Sambut Hari Kemerdekaan RI ke -80

TANJUNGPERAK || jejakindonesia.id - Dalam suasana menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia, Satlantas Polres Pelabuhan Tanjung Perak Polda Jatim menggelar kegiatan sosialisasi dan himbauan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas) yang dibalut dengan semangat nasionalisme.

Bertempat di buffer area parkir Jalan Perak Barat, Tanjung Perak, Surabaya, pada Senin (4/8/2025), sejumlah pengemudi truk angkutan barang diajak untuk menunjukkan rasa cinta tanah air melalui tindakan nyata di jalan raya.

Kasat Lantas Polres Pelabuhan Tanjung Perak, AKP Imam Saifudin Rodji, bersama jajaran pejabat utama (PJU) dan anggota Satlantas, turun langsung untuk berdialog dengan para pengemudi.

Dalam arahannya, AKP Imam mengajak seluruh pengemudi dan pemilik kendaraan untuk turut serta memeriahkan hari kemerdekaan dengan memasang atribut seperti bendera Merah Putih pada kendaraan mereka.

"Pemasangan atribut ini harus dilakukan secara tertib, aman, dan yang terpenting tidak mengganggu konsentrasi serta keselamatan berkendara," tegas AKP Imam .

Ia menekankan bahwa semangat patriotisme harus sejalan dengan tanggung jawab untuk menjaga keselamatan diri sendiri dan pengguna jalan lainnya.

Untuk membangkitkan kebanggaan profesi dan kecintaan pada negara, Satlantas Polres Pelabuhan Tanjung Perak juga menggaungkan slogan khusus bagi para pengemudi 'Bangga Jadi Sopir Truk, Cinta Tanah Air, Tertib Berlalu Lintas'.

"Slogan ini diharapkan dapat menjadi pengingat bagi para pejuang jalanan untuk senantiasa menjaga ketertiban dan mencintai pekerjaan mereka,"ungkap AKP Imam.

Lebih dari sekadar simbol, kegiatan ini juga menekankan pentingnya perilaku yang mencerminkan jiwa kebangsaan.

Para pengemudi diimbau untuk menjaga kebersihan dan kerapian kendaraan sebagai salah satu bentuk penghormatan terhadap perjuangan para pahlawan.

"Semangat nasionalisme dan persatuan dapat kita tumbuhkan dengan hal-hal sederhana di jalan, seperti menjaga sikap sopan santun, menghormati sesama pengguna jalan, serta mentaati seluruh aturan lalu lintas yang berlaku," tambah Kasat Lantas.

Dalam kesempatan tersebut, AKP Imam juga mengingatkan agar tidak menggunakan atribut yang berpotensi menimbulkan risiko kecelakaan, seperti hiasan yang menjuntai dan dapat mengganggu pandangan atau tersangkut pada kendaraan lain.

"Mari kita tunjukkan rasa cinta tanah air kita, tidak hanya dengan simbol, tetapi juga dengan perilaku di jalan raya yang mencerminkan jiwa patriotisme dan kedewasaan kita dalam berbangsa," tutupnya.

IMG-20250805-WA0027

Workshop dan Kampanye “Rise and Speak” di Hong Kong: Polri Tegaskan Komitmen Lindungi PMI dari Ancaman TPPO dan TPKS

Hong Kong — Direktorat Tindak Pidana Pelindungan Perempuan dan Anak serta Pemberantasan Perdagangan Orang (Dittipid PPA dan PPO) Bareskrim Polri menggelar kegiatan workshop dan kampanye "Rise and Speak" bertajuk "Berani Bicara, Selamatkan Sesama" di Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Hong Kong pada Senin (4/8). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya proaktif Polri dalam memperkuat kerja sama internasional dan perlindungan terhadap Pekerja Migran Indonesia (PMI), khususnya dari ancaman Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dan Kekerasan Seksual (TPKS).

Acara ini dihadiri oleh sejumlah pejabat penting, termasuk Dir PPA PPO Bareskrim Polri Brigjen. Pol. Dr. Nurul Azizah, perwakilan Konjen RI Hong Kong Baskara Pradipta, serta jajaran kepolisian dari Polda Sumatera Utara dan perwakilan Satgas Perlindungan WNI.

Dalam sambutannya, Kepala Kanselerai KJRI Hong Kong Baskara Pradipta menyampaikan data kejahatan seksual yang terjadi di Hong Kong selama tahun 2025, yakni sebanyak 13 kasus pemerkosaan dan 255 kasus pelecehan seksual. Ia menekankan bahwa isu TPKS dan TPPO bukan hanya persoalan hukum, tetapi juga persoalan keadilan, kemanusiaan, dan empati.

“TPPO bukan sekadar pelanggaran hukum biasa, tetapi kejahatan lintas negara yang memanfaatkan kerentanan manusia untuk eksploitasi. Oleh karena itu, kami menyambut baik kehadiran tim dari Polri yang menunjukkan komitmen kuat terhadap perlindungan WNI di luar negeri,” ujar Baskara.

Sementara itu, Brigjen. Pol. Dr. Nurul Azizah dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar kunjungan, melainkan bagian dari misi kemanusiaan dan wujud nyata kepedulian Polri terhadap para PMI di luar negeri.

“Kami hadir di sini untuk mendengarkan langsung suara para PMI, memahami tantangan yang mereka hadapi, dan mencari solusi bersama. Polri menggagas kampanye ‘Rise and Speak’ untuk mendorong keberanian para korban atau saksi kekerasan agar tidak diam. Suara kalian penting. Setiap bentuk kekerasan dan eksploitasi harus dilawan bersama,” tegas Brigjen Nurul.

Ia juga menambahkan bahwa Polri tengah menjajaki pengembangan community watch atau sistem saling jaga berbasis komunitas PMI untuk membentuk jejaring perlindungan yang lebih kuat.

“Kita ingin membangun kesadaran kolektif bahwa perlindungan itu dimulai dari komunitas. Dari kita untuk kita,” tambahnya.

Kegiatan ini juga diisi dengan sesi pemaparan materi dari berbagai unsur kepolisian:

- Ditreskrimum Polda Sumatera Utara menyampaikan strategi penindakan hukum terhadap sindikat TPPO berbasis daring, termasuk online scamming dan judi online.

- Dirnarkoba Polda Sumatera Utara memaparkan strategi penanggulangan TPKS dan keterlibatan PMI dalam jaringan peredaran narkotika.

- Kasubdit II PPA PPO Bareskrim Polri membawakan materi mengenai penanganan kasus TPKS serta membuka forum konsultasi hukum untuk para PMI.

Selain edukasi hukum dan pencegahan kejahatan, kegiatan ini juga menjadi ruang interaktif bagi para PMI untuk berbagi pengalaman dan mendapatkan pemahaman yang lebih dalam terkait hak-hak mereka serta mekanisme pelaporan apabila menjadi korban kekerasan atau perdagangan orang.

Dengan total populasi sekitar 175 ribu warga Indonesia di Hong Kong — di mana 155 ribu di antaranya adalah PMI, mayoritas perempuan — kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kesadaran dan kewaspadaan terhadap potensi kejahatan lintas negara yang kerap menyasar pekerja migran.

Direktorat PPA dan PPO Bareskrim Polri berharap kegiatan ini menjadi awal dari kolaborasi lebih luas antara institusi penegak hukum, perwakilan diplomatik, dan masyarakat Indonesia di luar negeri dalam menciptakan ekosistem perlindungan yang lebih kuat dan berkelanjutan.

IMG-20250805-WA0024

Semangat Kemerdekaan, Polres Magetan dan Forkopimda Magetan “Ngopi Bareng” Bersama Petani Kopi di Lereng Lawu

MAGETAN || jejakindonesia.id — Suasana hangat dan penuh semangat kebangsaan menyelimuti Desa Ngiliran, Kecamatan Panekan, saat Forkopimda Magetan menggelar acara “Ngopi Bareng” bersama para petani kopi, Senin (4/8).

Tidak sekadar menikmati seduhan kopi lokal, kegiatan ini menjadi ajang tukar pikiran inspiratif untuk menggali potensi besar kopi Panekan.

Kapolres Magetan, AKBP Erik Bangun Prakasa, mengatakan kegiatan ini sekaligus menggelorakan semangat kemerdekaan menjelang peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia.

"Kebersamaan dalam acara ini menjadi simbol kuat sinergi lintas sektor antara pemerintah dan masyarakat dalam mendorong kemajuan daerah," ujar AKBP Erik.

Acara ini dihadiri oleh jajaran Forkopimda Magetan, Forkopimca Panekan, para lurah, serta kepala desa se-Kecamatan Panekan.

Momentum diawali dengan pengibaran bendera Merah Putih oleh seluruh peserta, mencerminkan semangat nasionalisme yang tumbuh dari desa-desa produktif di lereng Gunung Lawu.

Dalam suasana yang santai namun sarat makna, diskusi mengalir membahas berbagai jenis kopi khas Panekan seperti robusta, arabika, hingga kopi unik seperti kopi nangka (excelsa) dan liberika.

Ditanam di dataran tinggi berhawa sejuk, kopi-kopi ini memiliki cita rasa khas yang menjanjikan nilai ekonomi tinggi sekaligus daya tarik wisata bagi daerah.

Kapolres Magetan, AKBP Erik Bangun Prakasa, dalam sambutannya juga menekankan pentingnya menjaga kelestarian alam sebagai penopang utama pertanian kopi di wilayah pegunungan.

Ia menyampaikan harapannya agar potensi kopi di Ngiliran tidak berhenti pada tahap hilirisasi, tetapi terus dikembangkan menjadi destinasi wisata kopi berskala nasional.

“Pesan saya, jaga hutan dari kebakaran. Kalau alam rusak, kopi tidak akan bertahan," ujar AKBP Erik.

Ia berharap jika hilirisasinya sudah bagus, potensi kopi di Ngiliran bisa dikembangkan lagi menjadi destinasi wisata kopi yang lebih besar.

"Agar dunia luar tahu, kopi di Magetan ini nikmat dan layak dibanggakan,” ungkap AKBP Erik.

Hal senada, Ketua DPRD Magetan, Kang Ratno turut memberikan pandangan mengenai pentingnya pemberdayaan wilayah penghasil kopi potensial.

Ia menyebut desa-desa seperti Ngiliran dan Sidomulyo harus terus didorong untuk menjadi sentra ekonomi baru yang mampu mengurangi tekanan lalu lintas di wilayah selatan Magetan sekaligus membuka lapangan kerja bagi masyarakat.

“Kita perlu dorong titik-titik potensial seperti Ngiliran dan Sidomulyo.Pangsa pasarnya sudah luas, bahkan tembus ke Jakarta, Bandung, hingga Surabaya,” jelasnya.

Selain mendorong pertumbuhan ekonomi, menurutnya juga bisa jadi solusi untuk mengurai kemacetan wilayah selatan Magetan.

Acara “Ngopi Bareng” ini bukan sekadar seremoni seremonial belaka, tetapi menjadi momentum strategis dalam mengangkat potensi daerah dan memperkuat jati diri bangsa melalui produk lokal.

Kehadiran petani kopi sebagai tokoh utama dalam forum ini menegaskan bahwa pembangunan yang berkelanjutan harus berangkat dari desa, dari akar rumput yang kuat.

Dengan semangat gotong royong dan kolaborasi yang dibangun, Forkopimda Magetan menunjukkan bahwa makna kemerdekaan tidak hanya diperingati setiap tahun, tapi diwujudkan melalui langkah nyata membangun masa depan yang lebih cerah.

Satu cangkir kopi dari lereng Lawu, menjadi satu langkah menuju kemandirian ekonomi dan kejayaan daerah.

IMG-20250805-WA0094

Satpolairud Polresta Banyuwangi Giat Pemantauan Bongkat Muat di Pelabuhan Marina Boom

Banyuwangi, Jejak - Indonesia.id | Dalam rangka mengantisipasi pelanggaran hukum dan kecelakaan kerja saat aktivitas bongkar muat. Polresta Banyuwangi melalui Satpolairud Polresta Banyuwangi jajaran Polda Jawa Timur melaksanakan giat patroli dan pengawasan aktivitas bongkar muat. Selasa, (5/8/2025).

Pemantauan yang dilakukan bertujuan untuk mencegah terjadinya pelanggaran hukum seperti penyelundupan barang ilegal seperti narkoba, minuman keras beralkohol, barang tekstil dan hewan langka yang dilindungi yang dikirim melalui laut.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Pos Satpolairud unit Kota Aipda Haerul Umam, S.H. mengatakan giat patroli dilaksanakan bersama BA Satpolairud Bripka Romi Eka Pranata dalam rangka untuk melakukan patroli dan pemantauan aktivitas bongkar muat.

Mengimbau Kepada Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) Pelabuhan Marina Boom Banyuwangi agar selalu mengutamakan penggunaan alat keselamatan saat bekerja (melakukan aktivitas bongkar muat) serta bersama-sama dalam menjaga kamtibmas.

Selain memberikan himbauan kepada buruh angkut pelabuhan, pada kesempatan tersebut Aipda Haerul Umam mengingatkan nelayan untuk tidak menaruh barang-barang sembarangan dan selalu berkoodinasi dengan pihak kepolisian.

Patroli dan pengawasan ini merupakan salah satu tugas pelayanan Polri untuk memberikan rasa aman, nyaman dan menciptakan situasi yang kondusif,” ucap Aipda Haerul Umam.

Segera laporkan kepada pihak keamanan atau menghubungi Call Center 110 atau bisa menghubungi call center Satpolairud di nomer telepon 08113448222 jika ada hal mencurigakan atau tindak kejahatan. (red)