Sorry, we're closed Opens Senin at 9:00 am

Polri

BONDOWOSO || Jejak-indonesia.id – Komitmen penegakan hukum yang transparan dan berintegritas kembali ditegaskan melalui pemusnahan barang bukti perkara pidana yang telah berkekuatan hukum tetap. Langkah ini menjadi simbol nyata bahwa proses hukum tidak berhenti di putusan, tetapi berlanjut hingga tahap akhir yang akuntabel.

Kegiatan pemusnahan digelar pada Rabu, 8 April 2026, di halaman Kejaksaan Negeri Bondowoso, mulai pukul 10.00 WIB. Barang bukti yang dimusnahkan merupakan hasil penanganan perkara sepanjang Januari hingga April 2026 yang telah memiliki putusan pengadilan inkrah.

Polres Bondowoso bersama Kejaksaan Negeri Bondowoso memimpin langsung kegiatan ini dengan melibatkan berbagai unsur penegak hukum dan instansi terkait. Hadir dalam kesempatan tersebut Kepala Kejaksaan Negeri Bondowoso, perwakilan Pengadilan Negeri, Lapas Kelas IIB Bondowoso, Dinas Kesehatan, serta jajaran pejabat utama Polres Bondowoso.

Wakapolres Bondowoso, Kompol I Gede Suartika, S.H., M.H., yang mewakili Kapolres Bondowoso, menegaskan bahwa pemusnahan barang bukti merupakan bagian penting dari rangkaian penegakan hukum yang tidak dapat diabaikan.

“Pemusnahan ini bukan sekedar kegiatan seremonial, tetapi bentuk nyata akuntabilitas penegakan hukum. Setiap barang bukti yang telah inkrah wajib diselesaikan secara tuntas sebagai wujud kepastian hukum dan perlindungan terhadap masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan, sinergi antar lembaga menjadi kunci utama dalam memastikan seluruh proses berjalan sesuai ketentuan perundang-undangan.

“Kolaborasi yang solid antara Polri, Kejaksaan, Pengadilan, dan instansi terkait mencerminkan keseriusan negara dalam menghadirkan keadilan. Ini bukan hanya penegakan hukum, tetapi juga penjagaan kepercayaan publik,” kata Kompol Gede Suartika dalam pernyataan yang tegas dan berimbang.

Pemusnahan barang bukti memiliki makna strategis dalam sistem peradilan pidana. Selain menghindari penyalahgunaan barang bukti, langkah ini memastikan bahwa seluruh proses hukum telah selesai secara utuh dan final. Tindakan tersebut juga menjadi bentuk kepastian hukum, sekaligus menunjukkan bahwa negara hadir dalam menegakkan aturan secara konsisten dan transparan.

Lebih dari itu, pemusnahan menjadi simbol bahwa setiap pelanggaran hukum telah diproses secara adil, serta memberikan efek jera bagi pelaku tindak pidana.

Kegiatan berlangsung kondusif, mencerminkan sinergi yang kuat antar penegak hukum di Kabupaten Bondowoso. Kehadiran lintas instansi mempertegas bahwa penegakan hukum merupakan tanggung jawab bersama, bukan kerja satu lembaga semata.

Dengan dilaksanakannya pemusnahan barang bukti ini, aparat penegak hukum di Bondowoso kembali meneguhkan komitmennya dalam menjaga supremasi hukum. Langkah tegas ini menjadi pesan jelas bahwa setiap perkara ditangani hingga tuntas, demi menghadirkan keadilan yang pasti, transparan, dan berkeadilan bagi seluruh masyarakat (msb)

SIMALUNGUN || Jejak-indonesia.id – Komitmen Polres Simalungun, Polda Sumatera Utara dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) kembali ditunjukkan secara nyata. Rabu, 08 April 2026, bertempat di Lapangan Mako Polres Simalungun, Jalan Jhon Horailam Saragih, Pamatang Raya, Kecamatan Raya, Kabupaten Simalungun, seluruh jajaran personel mengikuti Pelatihan Pengendalian Massa (Dalmas) yang dimulai sejak pukul 10.00 WIB hingga selesai. Kegiatan ini menjadi bukti kesungguhan institusi Polri dalam membangun personel yang tangguh, profesional, dan siap mengawal stabilitas keamanan di wilayah Simalungun.

Kasi Humas Polres Simalungun, AKP Verry Purba, saat dikonfirmasi pada Rabu, 08 April 2026, sekira pukul 17.40 WIB, menegaskan bahwa pelatihan ini bukan sekadar rutinitas, melainkan bagian dari strategi besar Polres Simalungun dalam memastikan kesiapan penuh personel di lapangan.

“Pelatihan Dalmas ini adalah bentuk nyata komitmen kami dalam menjaga Kamtibmas di wilayah Simalungun. Kami tidak ingin personel hanya siap secara administratif, tetapi harus benar-benar siap secara fisik, mental, dan teknis ketika situasi di lapangan menuntut tindakan cepat dan terukur,” ujar AKP Verry Purba.

Pelatihan yang berlangsung di lapangan Mako tersebut diikuti oleh seluruh komponen perwira dan bintara Polres Simalungun, termasuk personel dari Polsek-Polsek di seluruh jajaran wilayah hukum Polres Simalungun. Sejumlah pejabat utama turut hadir dan terlibat langsung dalam kegiatan ini, di antaranya Wakapolres Simalungun KOMPOL Imam Alriyuddin, S.H., M.H., Kabag Ops KOMPOL M. Manik, S.H., M.H., Kabag Log KOMPOL Pandapotan Butar Butar, S.H., serta PS. Kabag Ren AKP Tugono, S.H. Kehadiran pejabat utama dalam pelatihan ini sendiri menjadi sinyal kuat bahwa Polres Simalungun menempatkan kesiapan operasional sebagai prioritas utama.

Turut hadir pula Kasat Reskrim AKP Herison Manulang, S.H., Kasat Samapta AKP Heddy Marpaung, S.H., Kasat Binmas AKP Dorlan Pasaribu, Kasie Hukum KOMPOL Binsar Manik, S.H., Kasie Propam AKP Gomgom Silaen, serta Kasiwas AKP Sotarduga Panjaitan, S.H.

AKP Verry Purba menjelaskan bahwa pelaksanaan Pelatihan Dalmas ini bertumpu pada landasan hukum yang kokoh, yakni Undang-Undang RI Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia, Perkap Nomor 08 Tahun 2021 tentang Sistem, Manajemen dan Standar Keberhasilan Operasional Polri, Perkap Nomor 16 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengendalian Massa, serta Perkap Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penggunaan Kekuatan dalam Tindakan Kepolisian.

“Setiap langkah yang kami ambil dalam pengendalian massa selalu berpijak pada aturan yang berlaku. Personel kami dilatih untuk bertindak proporsional, humanis, namun tetap tegas demi menjaga ketertiban dan keselamatan masyarakat,” ucap AKP Verry Purba.

Lebih lanjut, AKP Verry Purba mengungkapkan bahwa kondisi sosial yang dinamis di Kabupaten Simalungun menuntut kesiapan personel yang tidak boleh kendur. Pelatihan Dalmas ini dirancang agar setiap personel memahami prosedur baku pengendalian massa, mulai dari formasi, teknik komunikasi di lapangan, hingga mekanisme penggunaan kekuatan secara bertahap dan bertanggung jawab.

“Kami ingin masyarakat Simalungun tahu bahwa Polri selalu hadir, selalu siap, dan selalu berdiri di garis terdepan untuk melindungi mereka. Kamtibmas yang kondusif adalah tanggung jawab kami, dan pelatihan seperti ini adalah investasi nyata untuk mewujudkan hal tersebut,” ungkap AKP Verry Purba dengan penuh keyakinan.

Polres Simalungun memastikan bahwa kegiatan pelatihan operasional seperti Dalmas akan terus digelar secara berkala sebagai bagian dari program peningkatan kapasitas personel yang berkelanjutan, demi terwujudnya wilayah Simalungun yang aman, tertib, dan kondusif bagi seluruh lapisan masyarakat.

MALANG || Jejak-indonesia.id — Media Indonesia Times | Upaya memperkuat sinergi dan menjaga stabilitas keamanan kota terus dilakukan Polresta Malang Kota Polda Jatim melalui pendekatan kepada elemen masyarakat secara humanis.

Salah satunya dengan menggelar silaturahmi bersama komunitas ojek online (Ojol) yang tergabung dalam Perhimpunan Driver Online Indonesia (PDOI) di basecamp PDOI, Taman Merjosari, Kota Malang, Selasa, (07/04/2026)

Silaturahmi Polresta Malang Kota melalui Satuan Lalu Lintas (Satlantas) kali ini dipimpin langsung Kasatlantas AKP Rio Angga Prasetyo, didampingi Kanit Regident AKP Fiad Arizal, Kanit Kamsel Iptu Juana Gita, serta anggota Satlantas.

AKP Rio Angga mengatakan, pertemuan ini menjadi ruang untuk menyerap aspirasi sekaligus memperkuat kemitraan strategis antara Polri dan komunitas ojol yang berjumlah sekitar ±700 anggota di Kota Malang.

Pada kegiatan ini tidak hanya membahas Kamseltibcarlantas, tapi menjadi wadah membangun kesadaran kolektif menghadapi dinamika global yang berdampak hingga ke tingkat lokal.

“Di tengah isu global yang berkembang, termasuk kelangkaan BBM, kami mengajak rekan-rekan driver ojol untuk tidak mudah terpancing provokasi maupun euforia yang berpotensi merugikan diri sendiri dan mengganggu kondusivitas,” ujar AKP Rio.

Menurutnya, Driver ojol memiliki peran strategis sebagai mitra Kamseltibcarlantas sekaligus garda terdepan dalam menjaga stabilitas sosial di ruang publik.

Dengan mobilitas tinggi dan interaksi langsung dengan masyarakat, para driver diharapkan mampu menjadi agen ketertiban serta penyampai informasi yang positif.

“Kami mengajak seluruh driver ojol untuk bersama-sama menjaga situasi tetap aman dan kondusif,”tambahnya.

AKP Rio Angga kembali menegaskan, sesuai petunjuk dan arahan Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Putu Kholis Aryana bahwa Polresta Malang Kota siap menjadi rumah bagi ojol apabila menghadapi kendala atau gangguan dalam operasional di lapangan.

Sementara itu, Ketua PDOI Kota Malang, Puji Waluyo, menyambut baik langkah proaktif yang dilakukan Satlantas Polresta Malang Kota.

“Kami sangat mengapresiasi kepedulian dan keterbukaan dari Polresta Malang Kota dan siap mengajak seluruh anggota PDOI untuk turut menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban di Kota Malang, serta tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang belum tentu benar,” ungkap Puji

Ia juga menegaskan komitmen komunitasnya untuk terus mendukung upaya kepolisian menciptakan lalu lintas yang aman dan tertib.

“Silaturahmi ini menjadi bukti sinergi, soliditas, dan kemitraan yang kuat antara Polresta Malang Kota dan komunitas ojol,” pungkasnya. (Bagas)

SURABAYA || Jejak-indonesia.id – Upaya rekonsiliasi suporter di Jawa Timur terus diperkuat. Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nanang Avianto mempertemukan perwakilan Aremania dan Bonek dalam audiensi di Mapolda Jatim, Rabu (8/4/2026), guna memastikan pertandingan Arema FC kontra Persebaya Surabaya berlangsung aman dan damai.

Audiensi ini menjadi momentum penting dalam mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat komitmen bersama menjaga kondusivitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Kapolda Jatim Irjen Pol Nanang Avianto menyampaikan apresiasi atas kehadiran para suporter yang telah menunjukkan niat baik untuk membangun komunikasi yang positif.

“Kami mengucapkan terima kasih atas kehadiran rekan-rekan suporter dalam rangka menjalin silaturahmi dengan Polda Jawa Timur. Kita semua berharap setiap pertandingan sepak bola di Jawa Timur ke depan dapat berjalan dengan suportif dan aman,” kata Irjen Nanang.

Ia menekankan pentingnya mengubah stigma negatif terhadap sepak bola menjadi tontonan yang aman dan menyenangkan, serta menegaskan komitmen membangun sepak bola yang lebih humanis pasca Tragedi Kanjuruhan.

Polda Jatim juga memastikan kesiapan pengamanan dengan mengedepankan pendekatan humanis dan preventif guna mencegah potensi gesekan antar suporter.

“Saya tekankan kepada seluruh suporter agar menjunjung tinggi sportivitas dan tidak membawa rivalitas di luar lapangan,” tegasnya.

Kapolda Jatim menambahkan, tingginya antusiasme masyarakat terhadap sepak bola harus diimbangi dengan penyelenggaraan yang profesional agar turut mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Sementara itu, perwakilan Bonek Mania, Rafika, menyatakan kesiapan pihaknya menjaga kondusivitas serta mendukung terciptanya suasana damai.

“Bonek Mania dan Aremania siap menjaga stabilitas kamtibmas di Jawa Timur. Kami sepakat tidak ada lagi rivalitas di luar lapangan,” ungkapnya.

Hal senada disampaikan perwakilan Aremania, Gozali, yang menyatakan komitmennya untuk bangkit dan membangun sinergi.

“Aremania ingin bangkit dari trauma. Kami berkomitmen menjaga kondusivitas dan siap mengawal perjalanan tim Persebaya menuju Malang,” ujarnya.

Audiensi ini menjadi simbol kuat bahwa rivalitas suporter dapat diarahkan menjadi energi positif demi kemajuan sepak bola Jawa Timur yang aman, tertib, dan berkelas. (Bagas)

SURABAYA || Jejak-indonesia.id – Media Indonesia Times | Kapolda Jatim Irjen Pol. Drs. Nanang Avianto, M.Si menyebut situasi kamtibmas di Jawa Timur selama Triwulan I Tahun 2026 secara umum aman dan kondusif.

Meski begitu, seluruh jajaran diminta tetap siaga menghadapi berbagai agenda nasional dan potensi kerawanan untuk tetap menjaga kondusifitas

Hal itu disampaikan Irjen Nanang saat memimpin Gelar Operasional Anev Sitkamtibmas Triwulan I Tahun 2026 Polda Jatim, Rabu (8/4/2026).

“Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh jajaran karena situasi kamtibmas selama Januari sampai Maret 2026 dapat berjalan dengan aman, nyaman, dan kondusif. Pengamanan Ramadan, Nyepi, hingga Operasi Ketupat Semeru juga berjalan baik, termasuk arus mudik dan balik di Jawa Timur,” kata Irjen Nanang.

Data Anev mencatat jumlah kejahatan di Jatim pada Januari sebanyak 5.367 kasus, Februari 5.434 kasus, dan Maret turun menjadi 5.349 kasus.

Sementara total gangguan kamtibmas tercatat 6.348 kejadian pada Januari, 6.588 kejadian pada Februari, dan 6.773 kejadian pada Maret.

“Secara umum situasi kamtibmas masih terkendali. Namun seluruh satuan wilayah harus terus meningkatkan deteksi dini, kecepatan respons, dan efektivitas penyelesaian perkara,” tegas Irjen Nanang.

Ia juga memberi atensi pada sejumlah isu strategis, seperti May Day, dinamika buruh dan PPPK, potensi gesekan perguruan silat, sound horeg, stabilitas BBM, LPG, dan bahan pokok, pengamanan Liga 1, hingga potensi bencana cuaca ekstrem.

Selain itu, pengamanan Kunjungan Kerja Presiden RI di Nganjuk dalam rangka peresmian Monumen dan Museum Pahlawan Nasional Ibu Marsinah juga menjadi perhatian khusus.

“Saya minta seluruh jajaran melakukan mapping potensi kerawanan, khususnya menjelang May Day, dinamika buruh, serta pengamanan agenda VVIP Presiden. Hadapi secara humanis, jangan terpancing, tetapi tetap tegas dan terukur sesuai protap,” tutur Irjen Nanang.

Ia juga meminta jajarannya mengantisipasi potensi panic buying, kelangkaan BBM dan LPG, serta praktik penimbunan bahan pokok dan energi.

Di akhir arahannya, Irjen Nanang menegaskan pentingnya pelayanan prima, penguatan etika personel, serta menghindari arogansi dan tindakan yang dapat menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap Polri.

“Cegah keras arogansi anggota, pelanggaran, maupun tindakan yang berpotensi menurunkan public trust. Pelayanan harus komunikatif, mawas diri, dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” pungkas Irjen Nanang. (Bagas)

error: Content is protected !!