Sorry, we're closed Opens Senin at 9:00 am

Peristiwa

PURWOREJO || Jejak-indonesia.id – Sebuah peristiwa yang menjadi perbincangan di media sosial terjadi di Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah. Seorang perangkat desa berinisial S (56) bersama seorang perempuan berinisial SY (43) digerebek warga setelah keduanya diketahui berada di dalam toilet sebuah kedai makan selama beberapa waktu.

Menurut informasi yang beredar, sejumlah warga dan pengunjung kedai merasa curiga karena kedua orang tersebut masuk ke dalam toilet secara bersamaan dan tidak segera keluar. Kecurigaan itu mendorong beberapa warga mendatangi lokasi dan membuka pintu toilet.

Setelah pintu terbuka, kedua orang tersebut ditemukan berada di dalam toilet. Situasi di lokasi sempat menjadi ramai karena banyak warga berkumpul dan mempertanyakan alasan keduanya berada di dalam ruangan tersebut.

Informasi yang beredar menyebutkan bahwa keduanya merupakan warga Desa Sidodadi, Kecamatan Kemiri, Kabupaten Purworejo. Pria tersebut disebut berstatus sebagai perangkat desa, sedangkan perempuan yang bersamanya diketahui merupakan seorang warga setempat.

Hingga berita ini disusun, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian maupun pemerintah desa mengenai kronologi lengkap, dugaan pelanggaran yang terjadi, maupun hasil pemeriksaan terhadap kedua pihak. Oleh karena itu, motif maupun aktivitas yang sebenarnya dilakukan di dalam toilet tersebut belum dapat dipastikan.

Masyarakat diimbau untuk tidak terburu-buru menarik kesimpulan atau menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. Asas praduga tak bersalah harus tetap dikedepankan sampai terdapat penjelasan resmi dari pihak yang berwenang.

Apabila nantinya terdapat keterangan resmi dari kepolisian atau pemerintah desa, pemberitaan dapat diperbarui sesuai perkembangan fakta yang telah terverifikasi.

BANYUWANGI || Jejak-indonesia.id – Gelombang digitalisasi menuntut para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk tidak hanya lihai dalam memasarkan produk secara online, tetapi juga wajib memahami keamanan data. Menjawab tantangan tersebut, Rumah Aspirasi Anggota DPR RI Sonny T. Danaparamita, S.H., M.H., (Biasa disebut Rumah Aspirasi Garasi) berkolaborasi dengan The Asia Foundation menggelar pelatihan bertajuk “Keamanan Digital Marketing bagi Pelaku UMKM”.

Kegiatan yang berlangsung tertib dan antusias ini diselenggarakan di Aula Rumah Aspirasi Sonny T. Danaparamita, Desa Gentengkulon, Kecamatan Genteng, Banyuwangi. Tak kurang dari 50 pelaku UMKM dari berbagai sektor di wilayah sekitar turut hadir menjadi peserta guna meningkatkan kapasitas bisnis mereka.

Acara hari ini,16 juli 2026 secara resmi dibuka oleh Koordinator Rumah Aspirasi Garasi, Prayogi Adi Pratama. Dalam sambutannya, Prayogi menyampaikan permohonan maaf sekaligus pesan mendalam dari Sonny T. Danaparamita yang berhalangan hadir secara fisik di lokasi.
“Bapak Sonny T. Danaparamita sebenarnya sangat ingin hadir secara langsung untuk bertatap muka dan berdiskusi dengan Bapak/Ibu pelaku UMKM sekalian hari ini. Namun, karena adanya tugas konstitusional negara yang mendesak dan tidak dapat ditinggalkan di Jakarta, beliau menitipkan salam hangat dan dukungan penuhnya untuk kesuksesan acara ini,” ujar Prayogi saat membuka acara.

Prayogi menambahkan bahwa pelatihan ini merupakan wujud nyata komitmen Sonny T. Danaparamita sebagai wakil rakyat untuk terus mendorong UMKM naik kelas secara aman dan berkelanjutan di era digital.

Hadir sebagai narasumber utama dalam pelatihan ini adalah pakar ekonomi dan manajemen, Elok Rosyidah, S.E., MM. Dalam paparannya, Elok menekankan bahwa digital marketing bak pisau bermata dua. Di satu sisi membuka pasar yang luas, namun di sisi lain menyimpan risiko kejahatan siber jika tidak dibentengi dengan pemahaman keamanan yang baik.

“Keamanan digital bukan lagi sebuah pilihan, melainkan kebutuhan primer bagi UMKM saat ini. Ketika akun bisnis kita aman, kepercayaan konsumen akan meningkat, dan keberlanjutan usaha dapat lebih terjamin,” jelas Elok Rosyidah di hadapan para peserta.

Pelatihan ini disambut positif oleh lebih dari 50 peserta yang hadir. Interaksi dua arah terjadi sangat aktif saat sesi tanya jawab, di mana para pelaku UMKM banyak berkonsultasi mengenai kendala teknis dan pengalaman mereka selama berjualan di platform digital.

Melalui kolaborasi strategis antara Rumah Aspirasi Sonny T. Danaparamita dan The Asia Foundation ini, diharapkan para pelaku UMKM di Kecamatan Genteng dan sekitarnya tidak hanya menjadi pelaku digital yang aktif, tetapi juga cerdas dan tangguh dari berbagai ancaman kejahatan siber.(Inv82)

PELALAWAN || Jejak-indonesia.id – Sebuah lokasi yang diduga dijadikan gudang penimbunan bahan bakar minyak [BBM] bersubsidi jenis solar di Jalan Koridor RAPP, Kelurahan Pangkalan Kerinci Barat, Kecamatan Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau menjadi sorotan. Dugaan tersebut mencuat setelah masyarakat menyebut aktivitas bongkar muat solar berlangsung secara rutin dengan melibatkan berbagai jenis kendaraan. Rabu, 15/7/2026.

Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, lokasi tersebut diduga kerap didatangi bus karyawan, dump truck, hingga mobil colt diesel yang diduga melakukan pembongkaran solar bersubsidi. Aktivitas itu disebut-sebut berlangsung hampir setiap hari dan menimbulkan tanda tanya di kalangan warga mengenai legalitas operasional gudang tersebut.

Foto yang diterima media memperlihatkan sebuah area berpagar seng di tepi Jalan Koridor RAPP yang diduga menjadi lokasi aktivitas bongkar muat. Meski dari foto tidak dapat dipastikan adanya penimbunan BBM, warga berharap aparat penegak hukum melakukan penyelidikan untuk memastikan apakah lokasi tersebut memiliki izin resmi atau terdapat dugaan penyalahgunaan distribusi BBM bersubsidi.

Sejumlah warga mengaku heran karena aktivitas yang diduga berlangsung cukup lama itu dinilai belum terlihat adanya tindakan maupun pengawasan yang tegas dari aparat penegak hukum maupun instansi terkait. Kondisi tersebut memunculkan dugaan bahwa aktivitas di lokasi tersebut luput dari pengawasan.

Salah seorang warga mengatakan aktivitas di lokasi tersebut sudah lama menjadi perhatian masyarakat.
“Hampir setiap hari kami melihat bus karyawan, dump truck, dan colt diesel keluar masuk lokasi itu. Yang kami lihat sering ada aktivitas bongkar muat solar. Kami berharap aparat segera turun mengecek agar semuanya terang-benderang. Kalau memang legal silakan dijelaskan, tetapi kalau ada pelanggaran harus ditindak sesuai hukum,” ujar warga yang enggan disebutkan namanya.

*Tanggapan Ketua PW FRN Riau*
Ketua PW FRN Riau, Adam, menyoroti dugaan pembiaran terhadap aktivitas tersebut.

“Kami menerima banyak laporan dari masyarakat. Jika benar ini gudang penimbunan solar subsidi, maka ini jelas merugikan rakyat kecil yang berhak. Yang kami sayangkan, aktivitas sebesar ini diduga luput dari pengawasan APH. Jangan sampai ada pembiaran,” ujar Adam.

Adam mendesak Polres Pelalawan, BPH Migas, Pertamina, dan Ditreskrimsus Polda Riau segera turun ke lapangan.

“Usut tuntas. Cek izinnya, cek asal solarnya, dan cek siapa penadahnya. Kalau terbukti melanggar, sita dan proses hukum. Jangan sampai solar subsidi yang diperuntukkan nelayan dan petani malah ditimbun untuk kepentingan segelintir orang,” tegasnya.

Apabila benar terjadi penyalahgunaan atau penimbunan BBM bersubsidi, perbuatan tersebut berpotensi melanggar *UU No. 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi* serta dapat merugikan masyarakat yang berhak dan mengganggu distribusi energi yang telah diatur pemerintah.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian maupun pemilik atau pengelola lokasi terkait dugaan tersebut. Kasat Reskrim Polres Pelalawan AKP Bayu Ramadhan Effendi, S.T.K., S.I.K., M.H, sudah dikonfirmasi melalui chat WhatsApp tetapi masih belum memberikan tanggapannya.

PW FRN Riau menyatakan siap menyerahkan dokumentasi foto, video, dan titik koordinat lokasi kepada aparat penegak hukum untuk ditindaklanjuti.

BADUNG || Jejak-indonesia.id – Kepolisian Negara Republik Indonesia terus memperkuat kemitraan dengan berbagai elemen masyarakat sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Komitmen tersebut diwujudkan melalui Silaturahmi Sabuk Kamtibmas bersama komunitas ojek online dan pecalang yang digelar di Kabupaten Badung, Bali, Kamis (16/7/2026).

Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ruang mempererat hubungan kemitraan, tetapi juga memperkuat kolaborasi dalam mendukung terciptanya situasi kamtibmas yang aman, tertib, dan kondusif.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo menegaskan bahwa pecalang dan komunitas ojek online merupakan mitra strategis Polri atau sabuk kamtibmas yang memiliki peran penting dalam membantu menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat.

Menurut Kapolri, tantangan keamanan yang semakin dinamis menuntut hadirnya sinergi yang semakin kuat antara Polri dengan seluruh komponen masyarakat.

Bagi masyarakat Bali, keberadaan pecalang selama ini bukan sekadar perangkat pengamanan adat, melainkan representasi nilai-nilai kearifan lokal yang menjaga harmoni kehidupan masyarakat. Dengan pemahaman yang kuat terhadap adat, budaya, dan karakter wilayahnya, pecalang menjadi bagian penting dalam membangun rasa aman sekaligus menjaga keseimbangan sosial di tengah kehidupan masyarakat yang majemuk.

Di sisi lain, komunitas ojek online memiliki mobilitas yang tinggi dan berinteraksi langsung dengan masyarakat di berbagai wilayah. Posisi tersebut menjadikan komunitas ojek online sebagai mitra strategis dalam mendukung deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan, sekaligus menjadi penghubung informasi yang mampu memperkuat respons cepat kepolisian di lapangan.

Kapolri menekankan bahwa kegiatan silaturahmi seperti ini perlu terus dilaksanakan sebagai sarana memperkuat koordinasi, komunikasi, dan pertukaran informasi antara Polri dengan pecalang maupun komunitas ojek online. Hubungan yang terjalin secara erat diyakini akan semakin memperkuat kolaborasi dalam menjaga stabilitas keamanan, meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat, serta mendukung keberhasilan berbagai agenda pembangunan nasional.

Selain itu, Kapolri berharap komunitas ojek online dapat menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas sekaligus berperan aktif melaporkan setiap kejadian maupun potensi gangguan keamanan kepada kepolisian. Dengan jaringan yang luas dan aktivitas yang menjangkau berbagai wilayah, komunitas ojek online diharapkan mampu menjadi bagian dari sistem deteksi dini yang mendukung terciptanya situasi kamtibmas yang kondusif.

Penguatan sinergi antara Polri, pecalang, dan komunitas ojek online mencerminkan pendekatan pemeliharaan keamanan yang mengedepankan kemitraan, partisipasi, dan pemberdayaan masyarakat. Kolaborasi tersebut menjadi implementasi community policing, di mana keamanan dibangun melalui kepercayaan, komunikasi, dan keterlibatan aktif seluruh elemen bangsa dalam menjaga lingkungan masing-masing.

Momentum Silaturahmi Sabuk Kamtibmas di Kabupaten Badung akhirnya tidak hanya menjadi ajang mempererat hubungan antara Polri, pecalang, dan komunitas ojek online. Pertemuan tersebut menjadi penegasan bahwa sinergisitas seluruh elemen masyarakat merupakan fondasi penting dalam memperkuat kondusivitas wilayah, sehingga mampu menghadirkan rasa aman, nyaman, dan menjaga Bali tetap menjadi daerah yang aman serta kondusif bagi masyarakat maupun wisatawan.

MEDAN || Jejak-indonesia.id – Polda Sumatera Utara bersama Polrestabes Medan melakukan monitoring dan pengecekan distribusi bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah SPBU di Kota Medan, Kamis (16/7). Kegiatan yang dipusatkan di SPBU 14.202.130, Jalan Perintis Kemerdekaan, ini bertujuan memastikan distribusi BBM kepada masyarakat berlangsung aman, lancar, dan sesuai prosedur.

Monitoring tersebut dihadiri Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol. Dr. Ferry Walintukan, S.I.K., S.H., M.H., Kapolrestabes Medan Kombes Pol. Dr. Jean Calvijn Simanjuntak, S.I.K., M.H., Kasat Lantas Polrestabes Medan AKBP Sri Lestari Widodo, S.E., M.H., Wakapolsek Medan Timur AKP Krismanto Sinaga, serta Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Fahrougi Andriani Sumampouw.

Kapolrestabes Medan Kombes Pol. Dr. Jean Calvijn Simanjuntak mengatakan, pengamanan distribusi BBM dilakukan melalui dua langkah utama, yakni pengawalan armada mobil tangki dari Depo Pertamina menuju SPBU dan penempatan personel di lokasi pelayanan untuk memastikan proses penyaluran berlangsung tertib.

“Pagi ini Polrestabes Medan bersama Direktorat Lalu Lintas Polda Sumatera Utara dan Pertamina melaksanakan dua upaya kepolisian. Yang pertama adalah mengawal mobil tangki dari Depo Pertamina menuju SPBU-SPBU yang ada di Medan. Saat ini ada sebelas mobil tangki yang dikawal oleh kepolisian. Ada satu mobil tangki yang nantinya menuju Sidikalang, namun saat ini masih berada di wilayah Medan. Setiap mobil tangki dikawal oleh satu mobil patroli di depannya atau dua sepeda motor patroli di depannya,” ujar Kombes Jean Calvijn.

Selain pengawalan distribusi, kepolisian juga menempatkan personel di SPBU yang menjadi titik pelayanan masyarakat.

“Yang kedua, kami melakukan pengamanan dan pengaturan pelayanan di sebelas SPBU. Sebanyak sepuluh personel gabungan dari Polrestabes Medan, Polsek jajaran, dan Polda Sumatera Utara ditempatkan di setiap SPBU. Setidaknya ada tiga hal yang kami lakukan dalam memberikan pelayanan dan rasa aman kepada masyarakat, yaitu memastikan kehadiran petugas beserta kendaraannya di SPBU, memastikan personel melakukan pengaturan karena apabila tidak diatur antreannya akan cukup panjang, sehingga masyarakat merasa aman dan yakin akan mendapatkan pelayanan pengisian BBM dengan baik,” katanya.

Kapolrestabes menegaskan, hingga saat ini proses distribusi dan penyaluran BBM di wilayah Kota Medan berjalan dengan baik. Meski demikian, pihaknya akan terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan situasi guna memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan optimal.

“Sampai dengan saat ini prosesnya berjalan dengan baik, tetapi kami akan melihat perkembangan-perkembangan berikutnya,” ujarnya.

Terkait proses distribusi, Jean juga memastikan bahwa seluruh tahapan telah berjalan sesuai standar operasional yang berlaku.

“Saya telah memperhatikan pembongkaran tersebut. Kami melihat semuanya sudah sesuai dengan standar operasional prosedur. Mudah-mudahan tidak ada penyelewengan dalam kondisi saat ini,” tuturnya.

Melalui pengawalan distribusi, penempatan personel di SPBU, serta pengaturan arus kendaraan, Polda Sumut bersama Polrestabes Medan berharap penyaluran BBM kepada masyarakat tetap berjalan lancar, aman, dan tertib sehingga kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi tanpa hambatan.

error: Content is protected !!