Sorry, we're closed Opens Senin at 9:00 am

Peristiwa

BALI || Jejak-indonesia.id – Misteri kematian I Nyoman Cita (50) alias Pak Man Colik, pedagang lawar godel asal Dusun Negari, Desa Negari, Kecamatan Banjarangkan, mulai menemukan titik terang. Setelah Polda Bali turun tangan dan turut melakukan penyelidikan intensif selama lebih dari dua pekan, Satreskrim Polres Klungkung berhasil mengamankan seorang pria yang diduga sebagai pelaku pembunuhan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari sumber, terduga pelaku berinisial ANP (30) dan masih satu desa dengan korban kini telah diamankan oleh penyidik.

Setelah ditangkap, pelaku dibawa ke lokasi kejadian perkara (TKP) di aliran Tukad Bubuh untuk menunjukkan rangkaian peristiwa yang terjadi sekaligus memperagakan sejumlah adegan sebagai bagian dari proses penyidikan awal.

Selain itu, pelaku juga menunjukkan lokasi pembuangan senjata tajam yang diduga digunakan untuk menghabisi korban. Berbekal keterangan tersebut, penyidik melakukan penyisiran di sekitar aliran sungai.

Pisau yang diduga digunakan dalam aksi pembunuhan ditemukan menancap di dasar sungai, tidak jauh dari lokasi ditemukannya jasad korban. Barang bukti tersebut selanjutnya diamankan untuk kepentingan pemeriksaan laboratorium forensik.

Sekarang pelaku sedang diperiksa oleh penyidik di unit reskrim,” ujar sumber yang enggan disebutkan namanya.

Namun pada pemeriksaan awal, motif pelaku nekat menghabisi korban diduga karena sakit hati. “Pelaku ini dulu sempat jadi sopir travel tapi belakangan ini tidak tahu kerja dimana,” lanjut sumber.

Seperti diberitakan sebelumnya, Nyoman Cita dilaporkan hilang pada Rabu (1/7/2026) malam. Sehari kemudian, korban ditemukan meninggal dunia di aliran Tukad Bubuh dengan sejumlah luka tusuk pada tubuhnya. Kasus tersebut sempat menggegerkan masyarakat Klungkung dan menjadi perhatian luas lantaran korban memang eksis di media sosial.

DENPASAR || Jejak-indonesia.id  – Semangat kebersamaan, disiplin, dan sportivitas begitu terasa dalam perayaan 4th Anniversary Dojo Paganza Lemkari Bali yang mengusung motto “Semangat, Disiplin, Berprestasi”, sekaligus 3rd Anniversary Maru Sport dengan tema “Bersatu dalam Dojo, Kuat dalam Prestasi.” Kegiatan yang berlangsung penuh kehangatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat tali persaudaraan antarkeluarga besar dojo, sekaligus meneguhkan komitmen dalam mencetak generasi karateka yang berkarakter, berintegritas, dan mampu mengukir prestasi di berbagai ajang.

Sekitar 60 kohai (siswa karate) mengikuti rangkaian kegiatan dengan penuh antusias. Suasana semakin meriah berkat dukungan luar biasa dari para orang tua yang turut hadir memberikan semangat kepada putra-putri mereka. Kekompakan antara pelatih, pengurus, siswa, dan keluarga menjadi gambaran nyata bahwa keberhasilan seorang atlet lahir dari sinergi seluruh elemen yang terlibat dalam proses pembinaan.

Momentum peringatan hari jadi ini bukan sekadar seremoni, tetapi menjadi refleksi atas perjalanan Dojo Paganza dalam membangun karakter generasi muda melalui seni bela diri karate. Di setiap latihan, para kohai tidak hanya diajarkan teknik bertarung, tetapi juga ditanamkan nilai-nilai luhur seperti disiplin, tanggung jawab, rasa hormat, kejujuran, serta semangat pantang menyerah yang menjadi fondasi utama dalam kehidupan.

Keberhasilan Dojo Paganza hingga memasuki usia keempat tidak lepas dari dedikasi para pelatih yang selama ini tanpa lelah membimbing dan mendidik para karateka. Tim pelatih dipimpin oleh Made Sutama penyandang Sabuk Hitam Dan IV, didampingi Ida Bagus Purna Werdi penyandang Sabuk Hitam Dan IV, serta Fajar penyandang Sabuk Hitam Dan II. Dengan pengalaman dan komitmen yang dimiliki, ketiganya terus membina kemampuan teknik, mental bertanding, sekaligus membangun karakter para siswa agar tumbuh menjadi pribadi yang tangguh dan berintegritas.

Sementara itu, roda organisasi Dojo Paganza berada di bawah pembinaan I Putu Arianta selaku Pembina Dojo. Kepemimpinan dojo dijalankan oleh Fajar sebagai Ketua Dojo, didampingi Dananjaya selaku Wakil Ketua. Kepengurusan juga diperkuat oleh Gde Suryawan, Erlangga, dan Komang Ayu, yang seluruhnya merupakan penyandang Sabuk Hitam Dan I. Sinergi para pengurus tersebut menjadi kekuatan utama dalam mengembangkan organisasi, meningkatkan kualitas pembinaan, serta memperluas prestasi para karateka Dojo Paganza di berbagai tingkat kejuaraan.

Perayaan ini turut mendapat perhatian dan dukungan dari jajaran pengurus Lemkari Bali. Hadir Ketua Umum Lemkari Bali I Wayan Mudra, Majelis Sabuk Hitam I Wayan Guntur, serta Dewan Guru I Wayan Ardika. Dalam kesempatan tersebut, mereka memberikan motivasi kepada seluruh kohai agar terus berlatih dengan tekun, menjaga etika, serta menjadikan karate bukan sekadar olahraga, melainkan sebagai jalan pembentukan karakter dan pengabdian kepada masyarakat.

Dukungan juga datang dari unsur pemerintahan dan tokoh masyarakat. Turut hadir Kelian Adat dan Kelian Dinas Pagan Kaja yang memberikan apresiasi atas konsistensi Dojo Paganza dalam membina generasi muda. Menurut mereka, keberadaan dojo telah memberikan kontribusi positif dalam membentuk karakter anak-anak dan remaja agar memiliki disiplin, rasa percaya diri, serta menjauhi berbagai pengaruh negatif di lingkungan sosial.

Kehadiran Ni Putu Tutik Kusuma Wardhani, S.M., M.M., M.Kes., Anggota Komisi IX DPR RI, semakin menambah semarak perayaan. Ia menyampaikan apresiasi terhadap dedikasi para pelatih dan pengurus yang terus membangun generasi muda melalui olahraga bela diri. Menurutnya, karate memiliki nilai strategis dalam membentuk fisik yang sehat, mental yang kuat, etika yang baik, serta jiwa kepemimpinan sejak usia dini. Dukungan terhadap pembinaan olahraga, khususnya karate, diharapkan dapat terus melahirkan atlet-atlet yang mampu mengharumkan nama Bali dan Indonesia di tingkat nasional maupun internasional.

Memasuki usia keempat, Dojo Paganza menunjukkan bahwa konsistensi, kebersamaan, dan kerja keras merupakan kunci utama dalam membangun organisasi yang sehat dan berprestasi. Sementara tiga tahun perjalanan Maru Sport menjadi bukti bahwa kolaborasi yang solid mampu melahirkan berbagai inovasi pembinaan demi meningkatkan kualitas atlet.

Mengusung semangat “Semangat, Disiplin, Berprestasi” serta “Bersatu dalam Dojo, Kuat dalam Prestasi,” keluarga besar Dojo Paganza dan Maru Sport optimistis akan terus menjadi rumah bagi lahirnya karateka-karateka tangguh yang tidak hanya sukses di arena pertandingan, tetapi juga menjadi pribadi yang santun, bertanggung jawab, serta mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.

Perayaan ini menjadi simbol bahwa prestasi besar selalu berawal dari latihan yang disiplin, kerja keras yang konsisten, dukungan keluarga, serta kebersamaan yang kokoh. Dengan semangat tersebut, Dojo Paganza Lemkari Bali siap melangkah menuju prestasi yang lebih tinggi, membawa harum nama organisasi, Bali, dan Indonesia di kancah yang lebih luas.

BANYUWANGI || Jejak-indonesia.id – Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Banyuwangi di bawah kepemimpinan Kepala BNNK Banyuwangi, Kombes Pol. Rachmat Kurniawan, bersiap meluncurkan Album Jingle “Banyuwangi Bersinar Tanpo Narkoba” sebagai salah satu inovasi kreatif dalam memperkuat program Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) di Kabupaten Banyuwangi.

Album jingle tersebut dihadirkan sebagai media kampanye edukatif yang memadukan musik, seni, dan budaya lokal untuk menyampaikan pesan antinarkoba secara lebih dekat dengan masyarakat. Melalui pendekatan yang komunikatif dan mudah diterima, BNNK Banyuwangi berharap semangat melawan narkoba dapat menjangkau seluruh kalangan, mulai dari pelajar, generasi muda, komunitas, hingga masyarakat umum.

Peluncuran album ini merupakan bagian dari strategi pencegahan yang menitikberatkan pada peningkatan kesadaran publik. BNNK Banyuwangi meyakini bahwa upaya memerangi narkoba tidak hanya dilakukan melalui penegakan hukum, tetapi juga membutuhkan edukasi yang berkelanjutan, kolaborasi lintas sektor, serta partisipasi aktif masyarakat.

Mengusung tema “Banyuwangi Bersinar Tanpo Narkoba”, setiap lagu dalam album tersebut dirancang membawa pesan positif tentang pentingnya menjaga masa depan generasi bangsa, menjauhi penyalahgunaan narkotika, serta membangun lingkungan yang sehat, aman, dan produktif.

Kepala BNNK Banyuwangi Kombes Pol. Rachmat Kurniawan menegaskan bahwa seni dan musik memiliki kekuatan besar sebagai media komunikasi publik yang mampu menyentuh emosi sekaligus membangun kesadaran kolektif.

“Dengan bahasa musik yang mudah diterima semua kalangan, kami berharap pesan antinarkoba dapat lebih membekas di hati masyarakat. Gerakan P4GN bukan hanya tanggung jawab BNN, tetapi menjadi tanggung jawab bersama seluruh elemen bangsa,” ujarnya. (17/7)

BNNK Banyuwangi juga mengajak para seniman, budayawan, musisi, pelajar, komunitas kreatif, media massa, pemerintah daerah, aparat penegak hukum, serta seluruh lapisan masyarakat untuk bersama-sama menggaungkan semangat “Banyuwangi Bersinar Tanpo Narkoba” melalui berbagai kegiatan positif.

Album jingle ini diharapkan menjadi identitas kampanye antinarkoba di Banyuwangi sekaligus memperkuat sinergi dalam menciptakan lingkungan yang bersih dari penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika.

Melalui inovasi tersebut, BNNK Banyuwangi menunjukkan bahwa perang melawan narkoba dapat dilakukan dengan berbagai pendekatan kreatif. Musik diharapkan menjadi media pemersatu yang menginspirasi masyarakat untuk berani berkata “Tidak pada Narkoba”, sekaligus memperkuat komitmen mewujudkan Banyuwangi Bersinar (Bersih Narkoba) demi masa depan generasi yang sehat, berkualitas, dan berdaya saing.

MEDAN || Jejak-indonesia.id – Polda Sumatera Utara terus mengintensifkan pengamanan dan pengawalan distribusi bahan bakar minyak (BBM) guna memastikan pasokan di seluruh SPBU tetap aman dan kebutuhan masyarakat terpenuhi.

Pada Kamis (16/7/2026), Direktorat Intelijen dan Keamanan (Ditintelkam) Polda Sumut memimpin pemberangkatan puluhan mobil tangki BBM dari Fuel Terminal (FT) Medan Group menuju berbagai SPBU di Kota Medan, Deli Serdang, hingga Kabupaten Dairi. Seluruh armada mendapat pengawalan dari personel Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Sumut sehingga distribusi dapat berlangsung aman, tertib, dan lancar.

Pemberangkatan dilakukan secara bertahap dengan mengangkut berbagai jenis BBM, di antaranya Pertalite, Pertamax, Pertamax Turbo, dan Bio Solar, yang didistribusikan ke sejumlah SPBU strategis di wilayah Sumatera Utara.

Selain pengawalan di lapangan, Polda Sumut juga melakukan koordinasi intensif dengan Pertamina Patra Niaga serta jajaran Polres Belawan untuk memastikan setiap armada dapat tiba di lokasi tujuan tanpa hambatan.

Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol. Dr. Ferry Walintukan, S.I.K., S.H., M.H., mengatakan pengamanan distribusi BBM merupakan bentuk komitmen Polri dalam memberikan rasa aman sekaligus menjamin kelancaran pelayanan kepada masyarakat.

“Polda Sumut hadir untuk memastikan distribusi BBM berjalan aman, lancar, dan tepat sasaran. Seluruh proses pemberangkatan hingga pengiriman ke SPBU mendapat pengamanan dan pengawalan agar pasokan BBM dapat segera diterima masyarakat tanpa kendala,” ujar Ferry.

Ia menjelaskan, langkah tersebut merupakan tindak lanjut dari arahan Kapolda Sumut agar seluruh jajaran memberikan dukungan penuh terhadap kelancaran distribusi energi, terutama di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat.

“Sinergi antara Polda Sumut, Pertamina Patra Niaga, dan kewilayahan terus kami perkuat. Tujuannya agar distribusi BBM tetap berlangsung optimal, sehingga stok di SPBU tetap tersedia dan masyarakat tidak mengalami kesulitan memperoleh BBM,” jelasnya.

Ferry juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak melakukan pembelian BBM secara berlebihan.

“Kami mengajak masyarakat untuk membeli BBM sesuai kebutuhan. Distribusi terus berjalan dan Polda Sumut bersama seluruh pemangku kepentingan akan terus mengawal setiap tahapan penyaluran agar pasokan tetap terjaga di seluruh wilayah Sumatera Utara,” pungkasnya.

Dengan pengawalan yang dilakukan secara berkelanjutan, Polda Sumut berharap proses distribusi BBM di Sumatera Utara tetap berjalan optimal, sehingga mampu mengantisipasi antrean panjang di SPBU sekaligus menjaga stabilitas pelayanan kepada masyarakat.

MEDAN || Jejak-indonesia.id – Aksi unjuk rasa yang digelar sekelompok massa yang mengatasnamakan keluarga korban dugaan pencurian di halaman depan Polrestabes Medan, Kamis (16/7), berlangsung dengan nuansa yang khas. Selain membentangkan spanduk dan menyampaikan orasi, peserta aksi juga mengibarkan puluhan pakaian dalam sebagai simbol kekecewaan mendalam atas penanganan perkara yang dinilai belum memberikan kepastian hukum. Selama berlangsungnya aksi, petugas kepolisian menerapkan pengamanan ketat, namun seluruh rangkaian kegiatan berjalan tertib hingga selesai.

Dalam penyampaian aspirasi, massa mendesak Kombes Pol Jean Calvijn Simanjuntak, Kapolrestabes Medan, untuk mengevaluasi kinerja jajarannya di penghujung masa jabatannya yang sebentar lagi akan memasuki jenjang promosi karir yang lebih tinggi.

Menurut Beni Setiawan, Koordinator Aksi, tuntutan ini lahir dari kekecewaan mendalam terhadap penanganan perkara yang mereka jalani, serta kenyataan bahwa janji penyelesaian tegas yang disampaikan oleh pihak penyidik Polrestabes Medan dan Kasat Intelkam yang berinisial ‘SS’ ternyata belum terwujud.

Beni juga menjelaskan bahwa pihak keluarganya semula berstatus sebagai korban dugaan pencurian. Namun ironisnya, setelah turut membantu menangkap orang yang diduga menjadi pelaku atas arahan serta pendampingan aparat kepolisian, justru mereka sendiri yang ditetapkan sebagai tersangka dan sempat dimasukkan ke dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).

Terkait hal lain, massa juga menyinggung adanya kesepakatan perdamaian dengan pihak yang mereka sebut sebagai terduga pelaku pencurian. Hingga saat ini, kesepakatan tersebut belum dipenuhi, termasuk janji pencabutan laporan polisi. Selain itu, laporan dugaan tindak pidana penipuan yang mereka ajukan telah berjalan sekitar enam bulan namun belum menunjukkan perkembangan yang jelas.

“Kami memohon kepada pimpinan Kepolisian Republik Indonesia, khususnya Bapak Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit dan Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol Whisnu Hermawan, untuk mengevaluasi penanganan perkara ini. Kami menginginkan proses hukum yang berjalan secara profesional, transparan, dan berkeadilan. Kami juga berharap laporan dugaan penipuan yang telah kami sampaikan segera mendapatkan kepastian hukum,” tegas Beni di hadapan massa.

Menjelang berakhirnya aksi, salah satu peserta menyampaikan pernyataan tegas: jika hingga waktu yang ditentukan Kapolrestabes Medan belum menemui mereka dan belum ada perkembangan signifikan atas persoalan yang dipermasalahkan, mereka berjanji akan menggelar aksi serupa dengan jumlah peserta yang lebih banyak, bahkan bersiap melakukan tindakan simbolik yang lebih menyentuh perhatian publik. Perlu ditegaskan bahwa pernyataan tersebut merupakan sikap dan rencana yang disampaikan peserta aksi, bukan fakta yang telah terjadi.

Sebagai tanggapan, Kompol Budiman Simanjuntak, SH., SE., Wakasat Reskrim Polrestabes Medan, menemui perwakilan massa dan menyatakan akan meneruskan seluruh aspirasi yang disampaikan kepada pimpinan, meskipun sejauh ini belum dapat memfasilitasi penyelesaian secara langsung.

“Aspirasi yang telah disampaikan hari ini akan kami sampaikan kepada pimpinan untuk menjadi perhatian dan pertimbangan selanjutnya,” ujar Kompol Budiman di hadapan peserta aksi.

Sebelum dibubarkan, seluruh peserta bersama-sama mengangkat doa. Selanjutnya massa meninggalkan lokasi secara tertib di bawah pengawalan ketat aparat kepolisian.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada tanggapan resmi dari Kapolrestabes Medan Kombes Pol Jean Calvijn Simanjuntak terkait komitmen yang dimaksud, klaim mengenai janji penyelesaian perkara, maupun rencana aksi lanjutan yang disampaikan peserta demonstrasi.

Redaksi membuka ruang hak jawab dan hak klarifikasi bagi seluruh pihak yang berkepentingan sesuai dengan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers serta Kode Etik Jurnalistik.

error: Content is protected !!