Sorry, we're closed Opens Senin at 9:00 am
Beranda » Peristiwa » Halaman 880

Peristiwa

IMG-20250831-WA0036

KH Hafidz Gunawan: Hindari Kekerasan dan Percayakan pada Polri

JAKARTA || jejakindonesia.id - Pengasuh Pondok Pesantren Miftakhul Khair Curug, Tangerang, Banten, KH Hafidz Gunawan mengingatkan masyarakat untuk menjaga perdamaian dengan menghindari kekerasan dan mempercayakan pengamanan situasi kepada Polri. Menurutnya, kepercayaan kepada aparat menjadi kunci agar situasi kembali kondusif.

“Percayakan sepenuhnya penanganan situasi ini kepada aparat kepolisian. Mereka bertugas untuk menjaga kita semua. Mari jangan mudah terprovokasi, karena perpecahan hanya akan menguntungkan pihak-pihak yang ingin memecah belah bangsa,” kata Hafidz dalam keterangannya yang diterima di Jakarta, Sabtu. Hafidz juga mengingatkan masyarakat agar tidak terjebak dalam lingkaran provokasi dan tindakan anarkis di tengah maraknya aksi unjuk rasa di berbagai daerah.

Dia menegaskan bahwa kedamaian dan keamanan adalah kunci keberlangsungan hidup berbangsa dan bernegara. Bangsa Indonesia, kata dia, harus kembali pada jati diri luhur sebagai bangsa yang santun, damai, dan menjunjung tinggi persaudaraan.

Maka dari itu, dia mengajak masyarakat untuk bersabar, menahan emosi, dan menghindari segala bentuk kekerasan yang hanya akan memperburuk keadaan.“Kita semua memiliki hak untuk menyampaikan aspirasi, tetapi jangan sampai hak itu disalahgunakan menjadi tindakan yang justru merusak fasilitas umum, memecah persatuan, dan merugikan orang banyak,” ujarnya.

Lebih lanjut, Hafidz mengimbau para tokoh agama, guru, santri, dan wali santri untuk menguatkan edukasi kepada masyarakat, menanamkan kesadaran bahwa persatuan lebih utama daripada kepentingan kelompok atau golongan. “Dengan mengedepankan akhlak santun, kesabaran, dan rasa persaudaraan, kita bisa melewati ujian ini. Saatnya seluruh elemen bangsa bersatu menjaga harmoni dan memastikan Indonesia tetap aman, damai, dan bermartabat,” katanya.

IMG-20250831-WA0035

KH Dade Asyadurofik Minta Warga Tenang dan Percayakan pada Kapolri

JAKARTA || jejakindonesia.id - Pengasuh Pondok Pesantren Al Ikhlas Raudhatul Uluum Subang, Jawa Barat, KH Dade Asyadurofik mengajak masyarakat untuk menahan diri, menjaga ketenangan, dan tidak mudah terprovokasi oleh pihak-pihak yang ingin memecah persatuan bangsa. Ia menyoroti maraknya aksi unjuk rasa yang berujung anarkis di sejumlah daerah

Menurut Kiai Dade dalam keterangan diterima di Jakarta, Sabtu, penyampaian aspirasi adalah hak setiap warga negara, tetapi harus dilakukan dengan cara tertib, damai, dan sesuai koridor hukum. Tindakan anarkis seperti perusakan fasilitas umum dan provokasi hanya akan memperburuk keadaan dan berdampak luas pada kehidupan sosial dan perekonomian masyarakat.

"Perekonomian bangsa tidak akan berjalan baik tanpa situasi yang aman dan kondusif. Karena itu, kita harus bersama-sama menjaga ketertiban dan mempercayakan penanganan situasi ini kepada Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan jajaran kepolisian," ujar Kiai Dade.

Ia menegaskan situasi aman dan tertib adalah fondasi untuk keberlangsungan aktivitas masyarakat, termasuk pendidikan, perdagangan, dan roda perekonomian. Ia mengajak semua pihak untuk menahan diri, tidak mudah termakan isu-isu menyesatkan serta mengutamakan dialog dan musyawarah.

"Kalau keamanan terganggu, perekonomian kita pun akan terpukul. Ini bukan hanya soal kepentingan kelompok atau golongan, tetapi soal keberlangsungan hidup bangsa dan negara. Mari kita bersama-sama menjaga situasi agar tetap kondusif," kata dia.

Lebih lanjut, ia juga menyerukan kepada para tokoh agama, guru, santri, dan wali santri untuk aktif memberikan edukasi kepada masyarakat agar tidak mudah terprovokasi dan memahami pentingnya persatuan bangsa.

"Dengan bersatu, saling menenangkan dan mempercayakan penanganan keamanan kepada aparat, kita bisa melewati situasi ini dengan baik. Saatnya memperkuat harmoni antar anak bangsa demi Indonesia yang damai dan sejahtera," katanya.

IMG-20250831-WA0034

H. Ulung Purnama SH MH Sampaikan Belasungkawa dan Dorong Keadilan Hukum bagi Korban Ojol

Kabupaten Bekasi || jejakindonesia.id – Praktisi hukum asal Bekasi, H. Ulung Purnama SH MH, menyampaikan belasungkawa mendalam atas meninggalnya pengemudi ojek online (ojol), Affan Kurniawan, yang tewas terlindas kendaraan taktis Brimob dalam aksi unjuk rasa beberapa waktu lalu.

Dalam keterangannya pada Minggu (31/8/2025) Pagi. H. Ulung Purnama, S.H.,M.H berharap proses hukum dapat berjalan transparan dan adil bagi keluarga korban.

“Saya turut berduka cita atas meninggalnya almarhum Affan Kurniawan. Semoga pihak berwenang menegakkan hukum seadil-adilnya dan transparan, demi memberikan keadilan bagi keluarga korban,” ujarnya kepada media

Selain menyampaikan duka, H. Ulung Purnama, S.H., M.H juga mengungkapkan keprihatinannya atas maraknya aksi massa yang berujung pada penjarahan kediaman sejumlah tokoh publik. Rumah anggota DPR RI Ahmad Sahroni, artis Eko Hendro Purnomo (Eko Patrio), Uya Kuya, aktris Nafa Urbach, hingga Menteri Keuangan Sri Mulyani turut menjadi sasaran amukan massa.

“Saya turut prihatin atas kejadian yang menimpa beberapa tokoh masyarakat dan pejabat negara. Semoga hal ini menjadi pelajaran bersama agar dinamika demokrasi tidak berujung pada kerusuhan dan perusakan,” tegasnya.

Ia menambahkan, kondisi politik dan demokrasi di Indonesia diharapkan dapat segera mereda sehingga roda pemerintahan kembali berjalan normal," Tutup H. Ulung Purnama, S.H., M.H

Penulis: Haris Pranatha

IMG-20250830-WA0072

Cegah Korsleting Listrik, Kalapas Banyuwangi Cek Instalasi Listrik pada Seluruh Area Lapas

BANYUWANGI || jejakindonesia.id – Guna mengantisipas potensi bahaya akibat adanya korsleting listrik, Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banyuwangi, I Wayan Nurasta Wibawa didampingi sejumlah pejabat struktural melakukan pemeriksaan terhadap instalasi listrik di seluruh area Lapas Banyuwangi, Sabtu (30/8).

Pengecekan menyeluruh ini dilakukan sebagai langkah proaktif untuk mencegah terjadinya korsleting listrik yang dapat mengancam keamanan dan ketertiban di dalam lapas.

Wayan menyebut, kegiatan itu bukan hanya sekedar inspeksi rutin, melainkan salah satu bentuk deteksi dini terhadap berbagai hal yang tidak diinginkan. Korsleting listrik sering menjadi pemicu utama kebakaran yang dapat membahayakan keselamatan seluruh penghuni Lapas, baik petugas maupun warga binaan.

“Keamanan dan keselamatan adalah prioritas utama kami. Dengan memastikan instalasi listrik dalam kondisi prima, kami telah melakukan upaya pencegahan yang fundamental terhadap gangguan keamanan dan ketertiban,” ujarnya.

Pemeriksaan dilakukan secara komprehensif, mencakup pengecekan kondisi kabel, jalur distribusi listrik, serta panel-panel listrik yang mengalir ke seluruh area, mulai dari lingkungan kantor administrasi hingga ke blok hunian dan kamar-kamar warga binaan.

“Kami meneliti setiap titik untuk memastikan tidak ada kerusakan, keausan pada kabel, atau potensi beban lebih yang dapat memicu arus pendek listrik,” terangnya.

Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, Kalapas memastikan bahwa secara umum kondisi instalasi listrik di Lapas Banyuwangi masih dalam keadaan baik dan layak operasi. Meski demikian, beberapa temuan minor, seperti perlunya peremajaan pada beberapa panel listrik yang sudah tua, langsung mendapatkan perhatian serius dan ditindaklanjuti dengan segera untuk dilakukan perbaikan atau penggantian.

“Alhamdulillah, kondisi keseluruhan masih baik. Beberapa titik yang memerlukan perhatian khusus sudah kami catat dan akan segera kami perbaiki. Tidak ada yang kami anggap remeh dalam hal ini,” tambahnya.

Melalui langkah preventif ini, Kalapas Banyuwangi berharap agar Lapas dapat tetap berfungsi dalam kondisi yang aman, nyaman, dan kondusif. Hal ini sejalan dengan komitmen Lapas Banyuwangi untuk tidak hanya menjalankan fungsi pembinaan, tetapi juga menjamin keamanan dan keselamatan semua orang yang berada di dalam lingkungan Lapas.

IMG-20250830-WA0038

Kapolda Jatim Kunjungi Petugas yang Luka Saat Amankan Unjuk Rasa di Grahadi

SURABAYA – Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Drs. Nanang Avianto, M.Si., bersama Wakapolda Jawa Timur Brigjen. Pol. Dr. Pasma Royce, S.I.K., M.H,serta Pejabat Utama Polda Jatim, menjenguk anggota Polri yang dirawat di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Jatim, Sabtu (30/8/2025).

Mereka dirawat usai melaksanakan tugas pengamanan aksi unjuk rasa di Gedung Negara Grahadi, Surabaya.

Dalam peristiwa itu, sebanyak 6 anggota Polda Jatim dan 1 anggota TNI harus mendapat perawatan medis akibat luka yang dialami.

Kapolda Jatim menyampaikan rasa prihatin sekaligus apresiasi atas dedikasi para petugas yang tetap menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab di lapangan.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada anggota yang dengan penuh tanggung jawab melaksanakan tugas, meski harus menghadapi risiko. Kami juga mendoakan rekan dari Damkar dan insan pers yang turut menjadi korban agar segera pulih,” ujar Irjen Pol Nanang Avianto.

Kapolda Jatim menegaskan, Polri berkomitmen memberikan penanganan medis terbaik serta pendampingan kepada seluruh korban yang tengah menjalani perawatan.

Selain itu, evaluasi menyeluruh akan dilakukan guna meningkatkan standar keamanan dalam setiap pengamanan aksi di kemudian hari.

“Keselamatan anggota, petugas lapangan, maupun masyarakat adalah prioritas utama. Kami akan memperkuat sinergi dan langkah preventif agar kejadian serupa tidak terulang,” tegasnya.

Kunjungan Kapolda Jatim ini menjadi bentuk perhatian dan dukungan moral kepada para petugas maupun pihak terkait yang turut menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di Jawa Timur. (*)

error: Content is protected !!