Warga dan Tokoh Masyarakat Tangsel Siap Jaga Keamanan Wilayah
https://youtu.be/jYGtSg0jtpI?si=12VrunLs0UHNhLBL
https://youtu.be/jYGtSg0jtpI?si=12VrunLs0UHNhLBL
PALU || jejakindonesia.id - Komandan Korem 132/Tadulako Brigjen TNI Deni Gunawan, S.E., turun langsung hadir di tengah-tengah massa mahasiswa yang menggelar aksi unjuk rasa di Kota Palu bertempat kantot DPRD Provinsi Sulawesi Tengah Jl. Sam Ratulangi No.80, Besusu Bar., Kec. Palu Tim., Kota Palu, Senin (1/9/2025). Kehadiran Danrem bertujuan memastikan situasi tetap aman, kondusif, serta membuka ruang dialog yang sehat antara mahasiswa, aparat, dan pemerintah daerah.
Dalam kesempatan tersebut, Brigjen TNI Deni Gunawan berbaur dengan para mahasiswa dan mendengarkan aspirasi yang mereka sampaikan. Dengan pendekatan humanis, Danrem menekankan pentingnya menjaga ketertiban dan mengedepankan cara-cara damai dalam menyampaikan pendapat.
“Kami memahami bahwa mahasiswa adalah generasi muda yang memiliki semangat kritis untuk menyuarakan kepentingan rakyat. TNI AD hadir bukan untuk membatasi, tetapi untuk memastikan bahwa penyampaian aspirasi berjalan tertib, aman, dan tidak menimbulkan kerugian bagi masyarakat,” ujar Danrem.
Aksi mahasiswa tersebut berlangsung tertib di bawah pengamanan gabungan TNI-Polri. Brigjen TNI Deni Gunawan juga mengapresiasi sikap kooperatif para peserta aksi yang tetap menjunjung tinggi nilai musyawarah serta menjaga kondusivitas.
Lebih lanjut, Danrem 132/Tdl menegaskan bahwa Korem akan selalu siap menjadi jembatan komunikasi antara masyarakat, mahasiswa, dan pemerintah daerah dalam mencari solusi terbaik bagi kepentingan bersama.
Kehadiran pimpinan TNI AD di tengah pendemo ini diharapkan dapat menjadi bukti nyata bahwa TNI senantiasa berdiri bersama rakyat, mendengar aspirasi, serta menjaga keamanan demi terciptanya Sulawesi Tengah yang damai dan harmonis.(Penrem_132)
JAKARTA || jejakindonesia.id - Aliansi Pengemudi Ojek Online Bersatu Kemed menjenguk polisi korban kericuhan yaitu AKP Darkun dan Aipda Supriyanta. Kegiatan ini merupakan bentuk rasa simpati mereka kepada petugas polisi yang terluka imbas kericuhan.
"Kami dari Aliansi Pengemudi Ojek Online Bersat hari ini mengunjungi Rumah Sakit Polri sebagai bentuk simpati kami kepada rekan-rekan kepolisian yang mengalami apa namanya luka-lukalah, mengalami musibah pada saat aksi unjuk rasa yang terjadi belakangan ini," kata Kemed di RS Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur, Senin (1/9/2025).
Disamping itu, Kemed menekankan tidak ada perselisihan antara sopir ojek online dan pihak kepolisian. Pihaknya saling bersinergi dan berkolaborasi membangun komunikasi.
"Jadi saya menegaskan juga bahwa pada sebenarnya tidak ada masalah antara teman-teman ojol dengan teman-teman kepolisian. Kita saling berkolaborasi membangun komunikasi dengan baik, bahwa terjadi hal kesalahpahaman itu memang saya rasa hal yang sudah bisa kita komunikasi dengan baiklah," ujarnya.
Kemed berterima kasih kepada Kapolri Jenderal Listyo Sigit yang telah memberikan apresiasi dan pelayanan kepada para sopir ojek online. Ia menegaskan tidak ada masalah sopir ojek online dengan pihak kepolisian.
"Buat teman-teman polisi juga saya sangat berterima kasih telah mengapresiasi dengan baik teman-teman ojol. Pak Kapolri juga sudah datang ke tempat kami berkomunikasi dengan pihak korban dan pokoknya intinya kita baik-baik lah," ujarnya.
Kemudian, Kemed juga meminta para sopir ojol tidak terprovokasi isu-isu liar. Ia mengajak sopir ojol untuk tetap menjaga situasi agar tetap kondusif.
"Dan saya minta teman-teman juga jangan lagi terprovokasi lah, terprovokasi oleh isu-isu yang sedang menyesatkan, yang memang sengaja dibangun untuk membuat suasana tidak kondusif," pungkasnya.
BANYUWANGI || jejakindonesia.id - Banyuwangi menyalurkan 49 ton beras dalam Gerakan Pangan Murah (GPM) yang berlangsung Sabtu (30/8/2025). Kegiatan ini merupakan bagian dari pelaksanaan GPM di seluruh Indonesia yang dilaksanakan di 7.285 kecamatan di 38 provinsi.
Pelaksanaan GPM dibuka oleh Menteri Pertanian Amran Sulaiman di Jakarta. Turut mengikuti melalui sambungan virtual Plh Sekretaris Daerah Banyuwangi Guntur Priambodo bersama Kapolresta Kombes Pol. Rama Samtama, Dandim 0825 Joko Sukoyo, Danlanal Banyuwangi Letkol Laut (P) Muhammd Puji Santoso dan Kepala Bulog Banyuwangi Dwina puspitasari.
Dalam sambutannya Mentan Amran Sulaiman menyebutkan Gerakan Pangan Murah serentak dilaksanakan untuk mendukung program Swasembada pangan yang dicanangkan Presiden Prabowo.
“Target swasembada pangan yang awalnya ditarget empat tahun, di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo optimis bisa dicapai akhir tahun ini. Presiden telah mengeluarkan 17 Inpres di sektor pangan dalam delapan bulan terakhir untuk mempermudah itu semua. Sampai saat ini hingga akhir tahun, Indonesia juga tidak melakukan Impor beras,” kata Mentan Amran.
Sementara itu Plh Sekretaris Daerah Banyuwangi Guntur Priambodo mengatakan, Banyuwangi mendukung upaya pemerintah pusat untuk mewujudkan program swasembada pangan tersebut salah satunya dengan mengikuti GPM. pada pelaksanaan GPM ini Banyuwangi menyalurkan sekitar 49,05 ton beras, 2.115 liter minyak goreng, dan 1.440 kilogram gula pasir.
“Kegiatan ini serentak dilaksanakaan di 25 kecamatan se Banyuwangi,” ujarnya.
Banyuwangi sendiri selama ini merupakan salah satu daerah lumbung pangan nasional. Surplus produksi beras selalu terjadi setiap tahun dengan jumlah yang cukup signifikan.
“Sejak Januari hingga Juli 2025, produksi beras Banyuwangi mencapai 310.138 ton. Sementara konsumsi masyarakat sekitar 96.099 ton. Jadi, surplusnya masih 214.039 ton,” ungkapnya.
“Capaian ini sejalan dengan upaya pemerintah pusat yang ingin memastikan ketahanan pangan nasional. Banyuwangi siap mendukung arahan Bapak Presiden di sektor pangan,” sambungnya.
Pemkab Banyuwangi bersama Bulog dan TNI-Polri juga rutin menggelar operasi pasar untuk menstabilkan harga. Target penyaluran beras SPHP untuk Juli - September 2025 sebesar 12.500 ton. Hingga 29 Agustus, realisasinya sudah mencapai 538,58 ton.
“Bahan pokok tersebut dijual dengan harga terjangkau, misalnya beras SPHP lima kilogram seharga Rp57.500, minyak goreng Rp15.500 per kilogram, dan gula pasir Rp17.500 per kilogram,” ungkap Guntur. (*)
BANYUWANGI || jejakindonesia.id - Sebanyak 30 anak tingkat PAUD dan TK mengikuti lomba “Duathlon Kids” yang berlangsung pada momen CFD di Jalan A. Yani Minggu pagi (31/8/2025). Lomba ini menggabungkan olahraga push bike dengan olahraga atletik halang rintang.
Pada lomba Duathlon Kids tersebut anak-anak awalnya berlomba dengan menggunakan push bike. Kemudian setelah sampai di batas yang telah ditentukan, dilanjutkan dengan berlari melalui halang rintang.
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menyampaikan, lomba ini menjadi salah satu kegiatan yang positif bagi anak-anak. Selain menyehatkan, kegiatan ini juga melatih mental dan karakter anak sejak dini.
“Saya melihat potensi olahraga khususnya Push Bike ini sangat bagus sekali. Bisa melatih anak untuk suportif, tidak mudah menyerah, sekaligus mengurangi waktu bermain gadget,” ungkap Ipuk.
Menurutnya, keberadaan lomba ini juga tidak lepas dari peran orang tua yang mendukung anak-anaknya. Ipuk mengatakan, pemerintah daerah akan terus hadir untuk memfasilitasi potensi anak Banyuwangi.
“Anak-anak butuh dukungan penuh dari orang tua. Dan kami pemerintah mengambil bagian dengan menghadirkan wadah seperti ini, agar hobi anak bisa tersalurkan,” tambahnya.
Lebih lanjut, Ipuk menuturkan bahwa konsep lomba sengaja dibuat duathlon. Anak-anak diajak menggabungkan olahraga push bike dengan tantangan atletik berupa lari halang rintang.
“Kita bentuk seperti duathlon, ada gabungan antara sepeda dan atletik. Sehingga ini melatih tidak hanya fisik, tapi juga motorik anak-anak sejak dini,” jelasnya.
Anak-anak penggemar Push Bike ini dibina oleh komunitas Sego Anget Racing Team (SART) Junior Banyuwangi. Ketua SART Junior, Stivanus Catur mengatakan, Push Bike tengah digandrungi anak-anak di Banyuwangi dua tahun belakangan.
Saat ini sudah 50 anak yang ikut tergabung dalam komunitas Push Bike ini. Bahkan beberapa diantaranya getol mengikuti event kejuaraan dan ada yang berprestasi di tingkat internasional. Salah satunya Guardian Zafir Azzura (Guzar), bocah 6 tahun dari Kelurahan Tamanbaru.
“Ini sudah ke Malaysia. 26 April kemarin berhasil menempati rangking lima ajang push bike di sana,” kata Ivan, sapaan akrab Stivanus.
Melalui olahraga ini, anak bisa disiapkan untuk masuk ke BMX atau downhill, atau cabang olahraga sepeda lainnya. Untuk menunjang keterampilan anak, latihan rutin digelar dua kali dalam sepekan. Yakni di Taman Blambangan dan Pantai Marina Boom Banyuwangi.