Sorry, we're closed Opens Senin at 9:00 am
Beranda » Peristiwa » Halaman 874

Peristiwa

IMG-20250903-WA0070

Forkopimda Gresik Bersama Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat Bersatu dalam Doa Bersama

GRESIK || jejakindonesia.id - Suasana penuh khidmat menyelimuti Serambi Masjid Jami' Alun-Alun Gresik, Rabu (3/9/2025) sore. Pemerintah Kabupaten Gresik bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), tokoh agama (toga), dan tokoh masyarakat (tomas) menggelar Doa Bersama Kebangsaan sebagai wujud syukur atas terjaganya kondusivitas di Gresik, sekaligus memanjatkan doa untuk keselamatan bangsa di tengah gejolak yang terjadi di sejumlah daerah lain di Indonesia.

Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 15.50 hingga 17.00 WIB ini dihadiri oleh Bupati Gresik Fandi Ahmad Yani, Kapolres Gresik AKBP Rovan Richard Mahenu, Ketua DPRD M. Syahrul Munir, serta perwakilan organisasi keagamaan seperti NU, Muhammadiyah, LDII dan Tokoh Masyarakat.

Rangkaian acara diawali dengan pembacaan Yasin dan Tahlil, kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari tokoh yang hadir. Ketua PCNU Gresik, KH. Mulyadi, menekankan pentingnya rasa syukur atas keamanan dan kedamaian yang terjaga di Gresik.

“Acara ini adalah bentuk menyamakan rasa. Yang paling utama adalah bersyukur karena Gresik dalam keadaan damai dan selamat,” ujarnya. Ia juga memberikan apresiasi kepada jajaran TNI-Polri, khususnya Dandim dan Kapolres Gresik, atas upaya menjaga kondusivitas wilayah.

Dalam kesempatan itu, Kapolres Gresik AKBP Rovan Richard Mahenu menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang dinilai telah kolektif berperan menjaga keamanan dan ketertiban.

Sementara itu, Bupati Gresik Fandi Ahmad Yani mengungkapkan rasa terima kasih kepada seluruh elemen masyarakat, sekaligus menyampaikan permohonan maaf jika pelayanan pemerintah belum sepenuhnya maksimal.

“Kita semua turut prihatin atas korban dalam demo kemarin yang mungkin berawal dari kesalahpahaman. Mudah-mudahan Allah mengampuni dosa-dosa mereka,” tutur Bupati.

Ia juga menegaskan pentingnya sinergi Forkopimda bersama masyarakat untuk menjaga kondisi tetap kondusif, sehingga roda kehidupan berjalan normal. Bupati turut memberikan apresiasi khusus kepada organisasi kepemudaan, mahasiswa, dan BEM yang dinilai mampu menahan diri serta bersikap bijak dalam menyikapi situasi.

Doa Bersama Kebangsaan ini ditutup dengan doa untuk keselamatan Kabupaten Gresik serta kedamaian bangsa Indonesia.
(Redho)

IMG-20250903-WA0055

Perwali Anti Gratifikasi Kota Surabaya Terbit, AMI Apresiasi Walikota Surabaya

SURABAYA || jejakindonesia.id – Aliansi Madura Indonesia (AMI) memberikan dukungan penuh terhadap terbitnya Peraturan Wali Kota (Perwali) Nomor 29 Tahun 2025 tentang Pencegahan, Pelaporan, dan Pengendalian Gratifikasi. Regulasi ini dinilai sebagai langkah penting untuk memperkuat integritas birokrasi di Kota Surabaya.

Ketua Umum AMI, Baihaki Akbar, SE., SH., menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi yang telah melahirkan Perwali Anti Gratifikasi. Menurutnya, kebijakan tersebut adalah komitmen nyata untuk menciptakan pemerintahan yang bersih, transparan, dan akuntabel.

"AMI sangat mengapresiasi dan mendukung penuh Perwali Anti Gratifikasi ini. Dengan adanya aturan tersebut, pelayanan publik di Surabaya akan semakin profesional, bebas dari gratifikasi, dan semakin dipercaya masyarakat," kata Baihaki, Rabu (3/9/2025).

Baihaki menambahkan, keberadaan Perwali ini juga memberi kepastian kepada warga. Masyarakat tidak lagi perlu merasa terbebani untuk memberikan hadiah atau imbalan kepada aparatur saat mengurus layanan publik, karena semuanya sudah diatur secara resmi.

Selain itu, AMI berkomitmen untuk mendukung Pemkot Surabaya dalam melakukan pengawasan sosial. “Kami siap berada di garda terdepan untuk mengawal kebijakan ini, sekaligus mendorong masyarakat agar berani melaporkan jika ada indikasi gratifikasi,” ujarnya.

Dengan terbitnya Perwali Nomor 29 Tahun 2025, Pemkot Surabaya berharap praktik gratifikasi bisa ditekan semaksimal mungkin. Dukungan organisasi masyarakat seperti AMI pun dinilai sangat penting dalam memperkuat implementasi kebijakan tersebut.

IMG-20250903-WA0054

Tiga Kali Aksi Mahasiswa di Mapolresta Sidoarjo Berlangsung Damai dan Kondusif

SIDOARJO || jejakindonesia.id - Setelah PC IMM dan HMI, melakukan aksi penyampaian pendapat di Mako Polresta Sidoarjo, kini Rabu (3/9/2025), giliran PC Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Sidoarjo menggelar aksi yang berlangsung tertib dan damai.

Kedatangan mereka sekitar pukul 10 pagi diterima dengan humanis oleh Kapolresta Sidoarjo Kombes. Pol. Christian Tobing dan personelnya. Hadir juga menerima aspirasi mahasiswa di lokasi, Bupati Sidoarjo Subandi, Wakil Bupati Sidoarjo Mimik Idayana, Ketua DPRD Sidoarjo Abdillah Nasih, dan Dandim 0816 Sidoarjo Letkol. Inf. Dedyk Wahyu Widodo.

Dihadapan Forkopimda Sidoarjo puluhan mahasiswa yang diketuai Putri Maulidina menyampaikan aspirasi menyikapi peristiwa di Tanah Air saat ini. Salah satunya ungkapan duka cita dan menuntut penyelesaian kasus meninggalnya driver ojek online Affan Kurniawan.

"Kami mengecam dan mendesak untuk adili seadil-adilnya tindakan represif dari aparat yang memakan korban nyawa seorang ojol tersebut dalam demonstrasi. Pemerintah dan institusi kepolisian segera mengevaluasi prosedur pengamanan aksi demonstrasi tersebut,” ungkapan salah satu peserta aksi dari PMII.

Kapolresta Sidoarjo Kombes. Pol. Christian Tobing dengan terbuka menerima aspirasi dari rekan-rekan mahasiswa, terkait penyelesaian kasus meninggalnya Affan Kurniawan oleh pihak kepolisian. "Bahwa Polri di tingkat pusat berkomitmen menangani kejadian di Jakarta secara adil, transparan dan tepat," ungkapnya.

Bupati Sidoarjo Subandi mengatakan sebagai pemerintah menerima segala aspirasi masyarakat terkait segala peristiwa yang terjadi belakangan ini di Indonesia. Ia juga mengapresiasi soliditas dan damainya seluruh jajaran Forkopimda Sidoarjo dengan mahasiswa termasuk masyarakat.
(Redho)

IMG-20250902-WA0057

Ratusan Pengemudi Ojol Gelar Aksi Damai Tebar Mawar di Kawasan Monas

JAKARTA || jejakindonesia.id - Ratusan pengemudi ojek daring (ojol) menggelar aksi damai dengan berjalan kaki dari Balai Kota Jakarta menuju Patung Kuda, Selasa (2/9/2025). Dalam aksi bertajuk “Aksi Ojol Tebar Sejuta Mawar Kebaikan Aparat TNI, Polri, dan Masyarakat”, mereka membawa bunga mawar sebagai simbol perdamaian.

Sekitar pukul 14.00 WIB, para pengemudi mulai berkumpul di parkiran IRTI Monas sebelum bergerak menuju Patung Kuda. Sepanjang perjalanan, mereka membagikan bunga mawar kepada aparat TNI-Polri yang berjaga serta pengendara yang melintas di kawasan tersebut.

Di sepanjang Jalan Medan Merdeka Selatan, barisan aparat Brimob Polri tampak berjajar rapi. Aksi saling berjabat tangan antara pengemudi ojol dan aparat disertai pemberian bunga mawar menjadi simbol kebersamaan dan pesan damai.

Kegiatan ini berlangsung sekitar 30 menit sebelum para pengemudi kembali ke titik awal di IRTI Monas.

IMG-20250902-WA0028

Lapas Karang Anyar Bantu Pemulangan Jenazah Terpidana Mati ke Aceh

Nusakambangan || jejakindonesia.id - Kepala Lapas Kelas Kelas IIa Karanganyar Nusakambangan, Riko Purnama Candra sampaikan duka cita yang mendalam atas meninggalnya salah satu warga binaannya, Baihaqi, di Rumah SDakit Umum daerah Cilacap dikarenakan sakit.

"Kami telah dan sedang berusaha menghubungi istri almarhum yang bekerja di Malaysia, memastikan alamat rumah keluarga almarhum," ujar Riko (1/9)

Riko menyampaikan pihaknya sedang mengupayakan membantu terhadap permohonan atau keiginan keluarga almarhum, agar Jenazah dapat dimakamkan di Aceh Timur. Secara aturan sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 32 tahun 1999 pasal 18 ayat (3), pihak lapas tidak ada kewajiban mengembalikan jenazah ke tempat asal, dan apabila 2 x 24 jam tidak diambil pihak keluarga, akan di makamkan secara layak oleh pihak Lapas sesuai agama dan kepercayaannya.

"akan tetapi karena permohonan keluarga dan alasan kemanusiaan, saat ini pihak lapas sedang dalam proses berupaya mengirimkan jenazah almarhum ke keluarga ke alamat yang tepat. Saat ini pihak keluarga almarhum sedang melengkapi persyaratan administrasi surat permohonan, identitas, dan data yang lain," tambahnya

Baihaqi adalah warga binaan kasus narkoba hukuman mati , yang awalnya mengeluhkan sesak nafas , perut mual, dan ditangani oleh medis Lapas dan dirujuk ke RSUD Cilacap, setelah dilakukan tindakan medis oleh pihak medis RSUD, almarhum meninggal dunia dikarenakan sakit jantung.

error: Content is protected !!