Sorry, we're closed Opens Senin at 9:00 am
Beranda » Peristiwa » Halaman 876

Peristiwa

IMG-20250901-WA0082

Presiden Kunjungi Polisi Korban Kerusuhan, Polri Janji Pulihkan Keamanan dan Tangkap Pelaku

JAKARTA || jejakindonesia.id – Presiden Republik Indonesia menyempatkan diri menjenguk anggota Polri yang menjadi korban saat mengamankan aksi kerusuhan baru-baru ini. Kunjungan tersebut disampaikan oleh Kapolri Jenderal Pol Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si., usai mendampingi Presiden pada Senin (25/8/2025).

Kapolri menyampaikan bahwa Presiden memberikan perhatian penuh terhadap kondisi para korban serta keluarga mereka.

“Alhamdulillah, hari ini Bapak Presiden menyempatkan diri untuk mengunjungi keluarga besar Polri yang kemarin menjadi korban pada saat terjadi aksi kerusuhan. Beliau menemui satu per satu keluarga korban dengan penuh empati,” ujar Jenderal Listyo Sigit.

Kapolri menegaskan, Polri akan memberikan penghargaan terbaik kepada para prajurit yang telah menunjukkan dedikasi dan pengorbanan dalam menjalankan tugas negara.

“Kami berkomitmen memberikan penghargaan terbaik bagi prajurit-prajurit kita yang sudah bekerja keras dan mengorbankan jiwa raganya dalam menjalankan tugas,” tegasnya.

Lebih lanjut, Kapolri menegaskan bahwa Polri akan menindak tegas para pelaku kerusuhan sesuai arahan Presiden. Polri berkomitmen memulihkan keamanan, menjaga ketertiban, serta memastikan aktivitas masyarakat dan roda perekonomian kembali normal.

“Sesuai arahan Bapak Presiden, Polri akan segera mengembalikan keamanan dan ketertiban. Para pelaku kerusuhan akan ditangkap dan diproses sesuai aturan hukum yang berlaku,” jelas Kapolri.

Ia juga memastikan proses penyelidikan dilakukan secara menyeluruh, termasuk menelusuri pihak-pihak yang menjadi aktor intelektual maupun yang membiayai aksi kerusuhan.

“Polri akan bertindak berdasarkan bukti-bukti yang ditemukan di lapangan. Kita akan mengusut secara tuntas, mulai dari pelaku di lapangan, aktor yang menggerakkan, hingga pihak-pihak yang membiayai kerusuhan,” ungkapnya.

Hingga saat ini, Kapolri menyebut sudah cukup banyak pelaku yang berhasil diamankan dan jumlahnya diperkirakan terus bertambah.

“Beberapa sudah ditangkap, dan perkembangannya akan kami sampaikan secara resmi pada waktunya,” pungkas Jenderal Listyo Sigit.

IMG-20250901-WA0081

Rawan Ditunggangi Kericuhan, AMI Minta Aksi Demo 3 September di Surabaya Ditunda

SURABAYA || jejakindonesia.id - Aliansi Madura Indonesia (AMI) berharap agar rencana aksi elemen Jawa Timur Menggugat tanggal 3 September nanti ditunda. Alasan, kondisi keamanan di Jawa Timur khususnya di Surabaya rawan ricuh.

"Kami berharap dan menghimbau ditunda terlebih dahulu pasca ada pembakaran gedung Grahadi Surabaya. Kalau nekat menggelar aksi, maka rawan akan ditunggangi aksinya dari kelompok yang menginginkan aksi anarkis di dalam aksi tersebut,"ujar Ketum AMI Baehaqi Akbar, senin 1 September 2025.

Menurut dia, pihaknya menghormati penyampaian aspirasi dari masyarakat di jalur terbuka, namun untuk saat ini lebih baik ditunda."Demi menjaga kondisi yang kondusif, lebih baik ditunda terlebih dahulu sampai kondisi keamanan di Jawa Timur benar-benar aman, "terangnya.

Sebelumnya, dalam aksi beberapa hari lalu, gedung grahadi Surabaya dibakar oleh massa yang anarki. Dalam pembakaran tersebut, massa yang anarki sempat melakukan penjarahan terhadap ruang wartawan di gedung cagar budaya tersebut.

Sekedar diketahui, elemen Jawa timur Menggugat merencanakan aksi besar untuk melakukan pemakzulan terhadap gubernur Khofifah. Dalam aksi tersebut mereka mengeluarkan beberapa tuntutan diantaranya antaranya meminta Khofifah menghapus pajak dan tunggakan pajak kendaraan bermotor seperti yang berlaku di Jawa Barat, baik roda dua maupun roda empat.

Kemudian yang kedua mengusut tuntas dugaan korupsi dana hibah Pemprov Jatim triliunan rupiah yang diduga melibatkan Khofifah Gubernur Jatim. Dan ketiga, hapus dugaan pungli di SMA/ SMK Negeri di Jawa Timur.

PhotoGrid_Site_1756715044921

Ketua DPRD Kota Pasuruan H. Thoyib Hadiri Orasi Kebangsaan dan Gelar Seni Budaya di Bong Mancilan

PASURUAN || jejakindonesia.id – Ketua DPRD Kota Pasuruan, H. Thoyib, hadir dalam acara Orasi Kebangsaan dan Gelar Seni Budaya yang digelar Minggu malam (31/8/2025) di Lapangan Bong Mancilan, Kelurahan Pojentrek, Kecamatan Purworejo, Kota Pasuruan. Kehadirannya menjadi bentuk dukungan terhadap upaya memperkuat persatuan bangsa sekaligus melestarikan budaya daerah.

Acara tersebut dihadiri sejumlah tokoh penting, di antaranya Wakil Gubernur Lirah Mas Ayik Suhaya, Kepala Dinas Kominfo sekaligus Plt. Kepala Kesbangpol Imam, serta Dedy Tjahjo Poernomo, SH., M.A.P, rekan satu fraksi dari partai Golkar sekaligus senior H. Thoyib di DPRD Kota Pasuruan. Turut hadir jajaran Muspika Purworejo, Kapolsek dan Danramil Purworejo, serta tokoh masyarakat, perwakilan LSM dan NGO Pasuruan Raya, kelompok seni budaya, awak media, dan masyarakat Bong Mancilan Pojentrek.

Dalam sambutannya, H. Thoyib menyampaikan apresiasi kepada panitia pelaksana yang diketuai oleh Saiful dan Mudrik atas terselenggaranya acara ini dengan meriah. Ia juga menegaskan pentingnya menjaga persatuan dan tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu global yang berkembang di beberapa daerah, khususnya di ibu kota Jakarta.

“Saya bangga dengan masyarakat Kota Pasuruan yang tetap tenang, bersatu, dan tidak mudah terprovokasi. Hal ini menunjukkan kedewasaan dalam menyikapi dinamika nasional dan global,” ujar H. Thoyib

Acara yang berlangsung meriah ini turut menampilkan berbagai kesenian tradisional khas Pasuruan, menciptakan suasana kebersamaan sekaligus menjadi momentum memperkuat semangat nasionalisme.

 

(RED)

IMG-20250901-WA0057

Kades Curah Cottok Ubah Lahan Yang Dulunya Tandus Kini Jadi Kebun Tanaman Okra

SITUBONDO || jejakindonesia.id - Lahan yang dulunya tandus dan tidak produktif di bukit Cottok Innovation Park (CIP) kini berubah menjadi lahan hijau dengan adanya tanaman Okra yaitu sayuran khas Afrika yang kini banyak dicari pasar ekspor dunia. Inovasi dan terobosan ini dilakukan oleh Kepala Desa (Kades) Curah Cottok, Kecamatan Kapongan, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, Senin (1/9/2025).

Menurut Kades Curah Cottok, H. Muhammad Samsuri Abbas, yang juga akrab disapa Pak Sam mengatakan bahwa langkah ini berangkat dari keinginan untuk memanfaatkan lahan tandus yang selama ini dianggap tidak produktif menjadi lahan hijau yang bermanfaat.

"Dan kami mulai mencoba menanam Okra di lahan seluas 0,8 hektare. Alhamdulillah, tanaman Okra ini mendapatkan hasil yang cukup bagus. Ternyata tanaman ini juga cocok ditanam di lahan gersang dan tandus seperti disini di Bukit CIP," ungkapnya.

Tanaman Okra (Abelmoschus esculentus) yang juga dikenal dengan nama lain Lady’s Finger adalah tanaman asal Afrika yang kini semakin populer di pasar internasional, termasuk Jepang. Tanaman ini dapat dipanen dalam waktu singkat hanya 45 hari dan menariknya, tanaman ini bisa dipanen setiap hari selama masa produksi.

Selanjutnya menurut Pak Sam menjelaskan, pihak desa telah menjalin kerja sama resmi dengan sebuah perusahaan eksportir yaitu PT. Mitra Tani 27 Jember yang siap menampung hasil panen Okra dari Desa Curah Cottok. Dan harga jualnya cukup menjanjikan, Grade A (panjang 5–10 cm): Rp 6.500/kg. Grade B (lebih dari 10 cm): Rp 3.000/kg.

Kemudian tanaman di lahan kami meskipun jumlah panen harian baru sekitar 1 kuintal, perusahaan tetap membeli hasil panen sesuai perjanjian yang kita sepakati.

"Kami lakukan panen setiap hari. Kalau dibiarkan, buahnya akan terlalu panjang dan turun grade. Hal ini sekaligus juga bisa membuka lapangan pekerjaan baru karena panen harian ini butuh tambahan untuk menyerap tenaga kerja," ucap Pak Sam.

Lebih lanjut kami melihat hasil awal yang positif, pihak pemerintah desa (Pemdes) berencana memperluas area tanam hingga 18 hektare. Beberapa titik lokasi telah diuji menggunakan metode biolistrik untuk pengeboran air, yang akan mendukung sistem irigasi pertanian yang ada.

"Agar di Bukit CIP ini bisa menghijau itu yang kami inginkan. Maka jika ini berhasil akan menjadi sumber ekonomi baru untuk warga kami, yang ada di Desa Curah Cottok," ujarnya.

Ternyata tanaman Okra dinilai sangat cocok untuk kondisi geografis di Kabupaten Situbondo, karena tahan terhadap panas dan tidak memerlukan perawatan intensif. Tanaman ini juga memiliki nilai ekonomi tinggi. Berdasarkan studi internal desa, hasil panen tanaman Okra per hektare bisa mencapai 15 ton, yang jika dijual dengan harga Rp 6.500/kg, berpotensi menghasilkan lebih dari Rp 97 juta setiap bulannya.

Karena itu tanaman Okra kini menjadi komoditas yang semakin dicari, tidak hanya karena nilai ekonominya, tetapi juga karena manfaat kesehatannya. Sayuran ini disebut-sebut baik untuk penderita diabetes dan kaya serat. Di pasar lokal Okra mulai ditemukan di swalayan besar, sedangkan di pasar internasional, permintaan dari Jepang, Korea, dan Timur Tengah terus meningkat setiap tahunnya.

Kita lihat tanaman Okra juga dinilai fleksibel, bisa dilakukan juga budidaya di dataran rendah maupun tinggi, di lahan luas atau bahkan dalam pot dan lahan kami yang dulu tandus. Sekarang, mulai menghijau dan ingin kami tunjukkan bahwa desa juga bisa berinovasi, dan hasilnya bisa kita rasakan.

"Hal inisiatif seperti ini kami lakukan karena sangat penting dalam mendukung ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani serta mendukung pemerintah Kabupaten Situbondo yang menjadi Kabupaten UMKM Naik Kelas," pungkasnya.

 

(Wan)

PhotoGrid_Site_1756701649127

FRPB Gelar Orasi Kebangsaan dan Budaya Bantengan Meriahkan HUT RI ke-80 di Pasuruan

PASURUAN || jejakindonesia.id – Forum Rakyat Pasuruan Bangkit (FRPB) sukses menggelar acara Orasi Kebangsaan dan Gelar Budaya dalam rangka memperingati HUT Kemerdekaan RI ke-80 pada Minggu malam (31/8/2025). Kegiatan yang berlangsung meriah ini turut dihadiri oleh Ketua DPRD Kota Pasuruan, H. Thoyib, Anggota DPR dari Fraksi Golkar Dedy Tjahjo Poernomo, SH., M.A.P, Camat Purworejo M. Alfian Afandi, S.STP, Kapolsek Purworejo Kompol Muljono, S.H., M.H. dan Para Lembaga Swadaya Masyarakat, sebagai bentuk dukungan terhadap semangat kebangsaan dan pelestarian budaya lokal.

Malam peringatan kemerdekaan semakin semarak dengan penampilan seni tradisional Bantengan Lembu Tasworo yang memukau warga Kota Pasuruan. Dengan latar panggung bertemakan nasionalisme, acara ini menjadi ajang silaturahmi sekaligus momentum memperkuat persatuan dan semangat mengisi kemerdekaan.

Dalam acara tersebut diawali dengan menyanyikan lagu Kebangsaan Indonesia Raya, yang di pandu oleh panitia Khujaemi dan selaku Bendahara LSM M_BARA

Dalam sambutannya, Ketua DPRD Kota Pasuruan H. Thoyib mengajak masyarakat untuk terus menanamkan nilai-nilai kebangsaan dan menjaga budaya daerah.

“Peringatan kemerdekaan adalah wujud syukur dan pengingat akan perjuangan para pahlawan. Kita semua harus berperan aktif membangun bangsa, dimulai dari lingkungan sekitar,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana Orasi Kebangsaan dan Gelar Budaya Bantengan, Mudrik Maulana dan selaku Sekretaris LSM M_BARA menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang berpartisipasi dalam memeriahkan peringatan kemerdekaan RI ke-80 ini. Ia menegaskan pentingnya momentum tersebut untuk mempererat persatuan dan meneguhkan nilai-nilai kebangsaan di tengah dinamika nasional.

“Pertama-tama saya ucapkan terima kasih atas partisipasi masyarakat. Kedua, mengingat isu nasional yang tengah hangat, kami FRKPB Kota Pasuruan secara resmi menolak segala bentuk narkisme. Bangsa yang besar adalah bangsa yang kaya akan keberagaman, dan bangsa yang kuat adalah bangsa yang menjaga kesatuan dan persatuan,” tegasnya.

Mudrik menutup sambutannya dengan pekikan semangat kemerdekaan yang disambut gemuruh warga.
“Dirgahayu Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80. Merdeka! Merdeka! Merdeka!”

Dalam hal tersebut Saiful Arif selaku penyelengara dan selaku Ketua LSM M_BARA saat di temui awak media penggagas orasi kebangsaan dan seni budaya dalam rangka HUT RI ke 80 Membacakan puisi kebangsaan Dengan judul Indonesia Bangkit

Karya: Saiful Arif

Di tanah ini,
Seribu doa tertanam dalam setiap jengkal bumi,
Darah pahlawan telah mengalir di urat sejarah,
Menyulam merah putih di langit nusantara.

Delapan puluh tahun merdeka,
Bukan sekadar angka,
Ia adalah napas panjang perjuangan,
Yang dihembuskan para pejuang dengan jiwa dan pengorbanan.

Wahai bangsaku,
Jangan pernah kau tunduk pada zaman,
Jangan kau biarkan jiwa merdeka ini
Luntur oleh ketamakan dan kebencian.

Bangkitlah!
Seperti mentari yang tak pernah letih terbit,
Seperti ombak yang tak pernah berhenti mencumbu pantai,
Seperti doa ibu yang tak pernah lekang oleh waktu.

Kita anak negeri,
Pewaris cita-cita suci,
Menjaga Pancasila, memeluk Bhineka Tunggal Ika,
Menggenggam asa:
Indonesia Jaya, untuk selama-lamanya.
Merdeka!

Acara ini tidak hanya memperingati sejarah perjuangan bangsa, tetapi juga menjadi sarana memperkuat rasa cinta tanah air dan memperkokoh kebersamaan masyarakat Pasuruan.​

 

(RED)

error: Content is protected !!