Sorry, we're closed Opens Senin at 9:00 am
Beranda » Peristiwa » Halaman 840

Peristiwa

IMG-20251001-WA0036

Sekolah Rakyat di Muncar Banyuwangi, Harapan Baru dari Air Mata Seorang Ibu Tunanetra

BANYUWANGI || jejakindonesia.id - Suasana haru mewarnai pembukaan Sekolah Rakyat di Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Muncar, Banyuwangi, Selasa (30/9/2025). Sebanyak 73 anak dari berbagai latar belakang diantar orang tua dan keluarganya untuk menempuh pendidikan berasrama di sekolah gratis yang digagas Presiden Prabowo Subianto ini.

Di antara riuh suasana, momen paling menyentuh datang dari Nur Wahidah (50), seorang ibu tunanetra asal Desa Sumberberas, Kecamatan Muncar. Air matanya menetes saat disapa dan diajak berbincang oleh Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani yang hadir meresmikan pembukaan sekolah tersebut.

Dengan suara lirih, Nur Wahidah menceritakan kehidupannya. Ia memiliki empat anak. Anak sulungnya telah meninggal dunia, anak kedua sudah bekerja, anak ketiga masih duduk di bangku SMA, sementara yang ia antar ke Sekolah Rakyat adalah Rehan Meizi, anak bungsunya yang kini kelas 5 SD.

Sejak sembilan tahun lalu, penglihatannya hilang. Suaminya pergi meninggalkan keluarga sejak Rehan masih berusia sebulan. Sejak itu, Wahidah berjuang seorang diri membesarkan anak-anaknya dengan penghasilan seadanya dari jasa pijat.

“Sudah sembilan tahun saya kehilangan penglihatan. Untuk hidup, saya hanya bisa bekerja sebagai tukang pijat. Dengan adanya Sekolah Rakyat ini, saya merasa sangat terbantu. Semoga anak saya bisa maju, berkembang, dan menjadi orang yang sukses kelak,” ungkapnya.

Mendengar itu, Ipuk menguatkan. “Tetaplah semangat ngih Bu. InsyaAllah anak-anak ibu bisa menggapai cita-citanya. Bapak Presiden melalui Sekolah Rakyat ini ingin semua anak memiliki kesempatan yang sama untuk memperoleh Pendidikan,” kata Ipuk menguatkan.

Puluhan orang tua lain juga menyimpan asa yang sama. Tutik (54), warga Songgon, tampak bersemangat ketika mengantar anaknya, Hidayatur Ramadan, yang kini duduk di kelas 2 SMA, untuk mulai bersekolah di Sekolah Rakyat.

“Perasaan saya senang sekali setelah tahu tempatnya nyaman. Daripada di rumah main terus, di sini anak saya lebih terarah. Hati saya juga lega, apalagi semuanya gratis,” tutur Tutik.

Sejak sembilan tahun lalu, Tutik harus berjuang seorang diri setelah suaminya meninggal dunia. Untuk menghidupi keluarga, ia berjualan es dan camilan di sekitar desanya. Meski penghasilan pas-pasan, semangatnya tak pernah surut demi masa depan anak-anaknya.

Semangat juga terpancar dari Yesi, siswi SMA asal Siliragung yang turut diajak berdialog langsung oleh Bupati Ipuk. Sebelumnya, ia sempat bersekolah di Tulungagung sebelum memutuskan pulang ke Banyuwangi untuk merawat neneknya yang sakit.

“Awalnya saya mau sekolah di SMK PGRI, lalu saya direkomendasikan oleh pendeta saya bahwa ada sekolah program presiden. Saya tertarik, karena memang kami kurang mampu akhirnya saya memutuskan untuk sekolah di sini,” kata Yesi.

Yesi bertekad akan bersungguh-sungguh belajar di Sekolah Rakyat. Ia ingin melanjutkan kuliah setelah lulus SMA dengan cita-cita menjadi seorang psikolog. Selain itu, ia juga mengasah keterampilan di bidang seni, terutama menyanyi dan menari.

Bupati Ipuk Fiestiandani mendoakan agar cita-cita Yesi dan para siswa lain dapat terwujud.

“Semoga apapun cinta cita kalian mudah-mudahan bisa diwujudkan. Belajarlah dengan sungguh-sungguh, jadikan Sekolah Rakyat ini jadi langkah awal untuk mewujudkan harapan apapun di masa depan,” kata Ipuk.

IMG-20251001-WA0046

Polresta Sidoarjo Terjunkan 40 Personel Samapta Bantu Evakuasi di Ponpes Al Khoziny

SIDOARJO || jejakindonesia.id – Proses evakuasi korban runtuhnya bangunan di kompleks Pondok Pesantren Al Khoziny, Kecamatan Buduran, Sidoarjo, terus dilakukan hingga Selasa (30/9/2025) malam.

Dari hari pertama pascakejadian hingga saat ini Polresta Sidoarjo Polda Jatim melalui Satuan Samapta ikut turun langsung membantu evakuasi sekaligus melakukan pengamanan di lokasi kejadian.

Kasat Samapta Polresta Sidoarjo, Kompol Yudhi Prasetyo, mengatakan pihaknya menerjunkan sekitar 40 personel untuk memperkuat pengamanan dan membantu jalannya proses evakuasi.

Personel disebar ke sejumlah titik strategis mulai dari pintu masuk, posko pengamanan, hingga mendampingi tim gabungan yang berada di area reruntuhan.

“Evakuasi kami laksanakan dengan penuh kehati-hatian, agar jika ditemukan korban selamat bisa segera mendapat perawatan," ujar Kompol Yudhi.

Dalam pelaksanaan evakuasi ini, Sat Samapta Polresta Sidoarjo bersinergi dengan tim SAR Brimob Polda Jatim serta tim SAR dari Ditsamapta Polda Jatim.

Sementara itu Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Jules Abraham Abast mengatakan total ada 30 personel tim SAR kepolisian yang dibagi ke dalam Tiga regu.

Dikatakan oleh Kombes Pol Abast, Satu regu dari Brimob Polda Jatim, Satu regu dari Ditsamapta Polda Jatim, dan Satu regu dari Sat Samapta Polresta Sidoarjo.

“Setiap regu berisi 10 personel yang bekerja secara bergantian," ujar Kombes Pol Abast.

Kabid Humas Polda Jatim mengatakan, pihak Kepolisian dalam hal ini Polda Jatim dan Polresta Sidoarjo juga berkoordinasi dengan tim evakuasi dari unsur lain, sehingga semua bisa berjalan sinergi.

Kombes Abast menegaskan, hingga saat berita ini ditulis, proses evakuasi masih berlangsung.

Pihaknya berharap upaya gabungan ini dapat segera menemukan seluruh korban dan memberikan kepastian bagi keluarga yang menunggu.

IMG-20251001-WA0035

Bupati Ipuk Pimpin Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila

BANYUWANGI || jejak-indonesia.id – Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani memimpin upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila di halaman Kantor Bupati Banyuwangi, Rabu (1/10/2025).

Upacara yang dimulai tepat pukul 07.40 WIB itu diikuti ratusan peserta dari unsur TNI, Polri, Satpol PP, Korpri, mahasiswa dan pelajar. Turut hadir Wakil Bupati Banyuwangi Mujiono dan segenap jajaran Forkopimda setempat.

Di antaranya, Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol Rama Samtama Putra, Dandim 0825 Letkol (Arm) Triyadi Indrawijaya, Danlanal Letkol Laut (P) Muhammad Puji Santoso, Ketua DPRD I Made Cahyana Negara, dan anggota Forkopimda Banyuwangi lainnya.

Hadir pula Sekretaris Daerah Guntur Priambodo, para veteran, tokoh masyarakat, dan jajaran OPD Kabupaten Banyuwangi.

Dalam upacara itu, Bupati Ipuk bertindak sebagai inspektur upacara. Sementara Kapten Laut (P) Akhdi Hidayat bertidak sebagai komandan upacara.

Usai menerima laporan dari komandan upacara, Ipuk selaku inspektur upacara memimpin sesi mengheningkan cipta untuk mengenang pahlawan revolusi.

"Untuk mengenang jasa para pahlawan dan pejuang-pejuang bangsa mengheningkan cipta dimulai," kata Ipuk.

Setelahnya, Ipuk membacakan teks Pancasila yang diikuti oleh seluruh peserta dan tamu undangan. Dilanjutkan pembacaan Pembukaan UUD 1945 oleh petugas, dilanjutkan pembacaan Naskah Ikrar oleh Ketua DPRD Banyuwangi, I Made Cahyana Negara.

Sebagai bentuk penghormatan, di lokasi upacara juga dipajang foto-foto Pahlawan Revolusi. Mulai Jenderal TNI (Anumerta) Ahmad Yani, Letnan Jenderal TNI (Anumerta) Raden Suprapto, Kapten Czi (Anumerta) Pierre Andreas Tendean, Kolonel (Anumerta) Sugiyono Mangunwiyoto, Letnan Jenderal TNI (Anumerta) Mas Tirtodarmo Haryono, dan Letnan Jenderal TNI (Anumerta) Siswondo Parman.

Ipuk menjelaskan, alasan memajang foto para pahlawan adalah untuk mengenang jasa-jasa mereka yang telah mengorbankan jiwa dan raganya untuk mempertahankan ideologi Pancasila.

"Para Pahlawan Revolusi yang gugur itu demi mempertahankan ideologi Pancasila melawan gerakan Partai Komunis Indonesia. Ini harus kita hargai dan menjadi pegangan kita. Bahwa Pancasila adalah ideologi bangsa yang wajib kita pertahankan,” kata Ipuk usai upacara.

Bagi Ipuk, Hari Kesaktian Pancasila bukan sekadar peringatan sejarah, namun juga simbol ketahanan dan persatuan bangsa Indonesia.

“Peringatan ini harus kita maknai dengan memahami nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila, dan mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari,” pungkasnya.

IMG-20251001-WA0032

Bhakti Sosial Dalam Rangka HUT TNI ke-80 Tahun 2025 di Distrik Elelim

Yalimo || jejakindonesia.id - Bhakti sosial (Baksos) adalah kegiatan yang mencerminkan rasa kemanusiaan, cinta kasih, dan kepedulian kepada sesama, terutama mereka yang membutuhkan. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kesadaran sosial, membantu masyarakat meningkatkan kualitas hidup, serta menjadi sarana pendidikan dan pengabdiaan kepada Bangsa dan Negara. (1 September 2025)

Momentum HUT TNI ke-80 ini bukan hanya sekadar peringatan seremonial, tetapi juga menjadi wujud nyata Bhakti TNI kepada rakyat, Sesuai dengan Tema Tahun ini "TNI PRIMA, TNI RAKYAT, INDONESIA MAJU" Maka kehadiran TNI di tengah Masyarakat dapat memberikan contoh dan melopori usaha - usaha untuk mengatasi kesulitan rakyat di sekelilingnya.

Bhakti Sosial meliputi pengembangan empati dan kepedulian yang kuat dan harmonis, serta peningkatan kualitas hidup masyarakat melalui penyediaan kebutuhan dasar, Pemberian Talih Asih, pemberian Sembako, pemberian hewan untuk acara adat dan Pelayanan Kesehatan gratis bagi Masyarakat yang mendatangkan manfaat berbagai pihak khususnya di wilayah Yalimo dan sekitarnya.

Dr. Nahor Nekwek S,.Pd MM (Bupati Kab. Yalimo) dalam Sambutannya "Pemerintah Daerah dan masyarakat Kab. Yalimo, saya menyampaikan penghargaan dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada jajaran TNI, khususnya TNI yang ada di Kab. Yalimo, yang telah menginisiasi kegiatan mulia ini. Bhakti Sosial ini bukan hanya wujud kepedulian terhadap kesehatan masyarakat dan juga menjadi bukti nyata bahwa TNI selalu hadir bersama rakyat, menjaga kebersamaan, serta mengabdi tanpa pamrih demi kesejahteraan masyarakat.

Tema HUT TNI ke-80 tahun ini sejalan dengan semangat kita semua untuk terus membangun kebersamaan, mempererat sinergitas, serta menjaga keutuhan dan persatuan bangsa. Saya percaya, melalui kegiatan ini akan semakin memperkuat ikatan antara TNI, Polri, pemerintah daerah, dan seluruh elemen masyarakat di Kab. Yalimo.

Pada kesempatan ini juga saya mengucapkan Dirgahayu TNI ke-80. Semoga TNI semakin profesional, semakin dekat dengan rakyat, dan selalu menjadi benteng kokoh dalam menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Adapun Turut hadir dalam kegiatan tersebut: Dr. Nahor Nekwek S,.Pd MM (Bupati Kab. Yalimo), Mayor Inf Aprin Paembonan (Pabung Kodim 1702/Jayawijaya), Mayor Inf Sony Titi Waluyo S.S. T. Han (Wadan Satgas Yonif 521/DY), Kompol Elias Endang (Wakapolres Yalimo), Serma Sutisman (Danpos Ramil Elelim), Pdt. Adam Faluk S,.Th (Tokoh Agama), Luki Kepno (Tokoh Masyarakat), Stefanus Walianggen (Kepala Suku), Akulak Lagoan (Kepala Suku Ngalik), Jhon Itlay (Tokoh Pemuda).

TNI PRIMA, TNI RAKYAT, INDONESIA MAJU," Prajurit Macan Kumbang Berhasil (Yonif 521/DY)

IMG-20251001-WA0031

Dandim 0601/Pandeglang Letkol Inf Afri Swandi Ritonga, S.I.P. Hadiri HUT Ke-4 Pokja Wartawan Pandeglang

PANDEGLANG || jejakindonesia.id -- Bertempat di Mina Agrowisata Bukit Si Nyonya, Desa Bandung, Kecamatan Banjar, Kabupaten Pandeglang, diselenggarakan acara Hari Ulang Tahun (HUT) ke-4 Pokja Wartawan (Porwan) Pandeglang. Acara yang dimulai pukul 09.00 WIB hingga 11.20 WIB ini mengangkat tema "Solidaritas dengan Dedikasi Berkarya untuk Bangsa" dan dihadiri oleh lebih dari 50 tamu undangan, termasuk pejabat tinggi dari berbagai instansi, organisasi, serta perwakilan masyarakat, Selasa (30/09/2025).

Dalam sambutannya, Ketua Umum Porwan Pandeglang, Sdr. TB. Agus Jamaludin, mengungkapkan rasa syukur atas perjalanan organisasi yang telah berdiri selama empat tahun. Ia menekankan pentingnya kekompakan di antara wartawan dan berharap agar Porwan terus berkembang dan menjadi wadah yang terbuka bagi siapa saja yang ingin berkontribusi. Sdr. Agus juga menyatakan bahwa masa jabatannya akan segera berakhir dan ada pemilihan pengurus baru untuk periode 2025-2028. Meskipun hanya ada satu calon yang mendaftar untuk menggantikannya, yaitu dirinya sendiri, pemilihan dilakukan secara aklamasi.

Acara ini juga dihadiri oleh Drs. Ramadhani, M.Sc., yang mewakili Bupati Pandeglang. Dalam sambutannya, Ramadhani menyampaikan apresiasi terhadap kontribusi Porwan Pandeglang yang selama ini selalu bekerja sama dengan baik dengan pemerintah daerah. Ia menegaskan pentingnya hubungan silaturahmi yang erat antara wartawan dan pemerintah untuk kelancaran koordinasi dalam berbagai program pembangunan. Ramadhani juga menambahkan bahwa hubungan yang baik akan mempermudah proses pembangunan dan kolaborasi antara semua pihak.

Dandim 0601/Pandeglang, Letkol Inf. Afri Swandi Ritonga, S.I.P., yang turut hadir dalam acara tersebut, menyampaikan apresiasinya terhadap peran wartawan dalam memberikan informasi yang objektif dan konstruktif. "Media dan wartawan memiliki peran yang sangat penting dalam pembangunan daerah. Informasi yang akurat dan tepat sasaran sangat dibutuhkan, bukan hanya untuk mencerdaskan masyarakat, tetapi juga untuk menjaga kestabilan sosial di Kabupaten Pandeglang," ujar Letkol Inf. Afri Swandi Ritonga.

Lebih lanjut, Dandim Afri Swandi Ritonga menambahkan, "Kami dari TNI selalu siap mendukung kerjasama dengan media. Terutama dalam hal menjaga persatuan dan kesatuan bangsa, serta membantu pemerintah dalam menyampaikan informasi yang benar dan bermanfaat kepada masyarakat. Saya berharap, ke depannya hubungan yang terjalin antara TNI, pemerintah, dan media akan semakin solid, karena kita semua bekerja untuk satu tujuan: kemajuan Kabupaten Pandeglang."

Selain sambutan dari berbagai tokoh penting, acara HUT Porwan juga diramaikan dengan pemutaran video perjalanan Porwan selama empat tahun, serta pemotongan tumpeng sebagai simbol syukur atas pencapaian yang telah diraih. Acara ditutup dengan foto bersama seluruh peserta yang hadir.

Acara HUT Porwan ke-4 ini juga menjadi ajang silaturahmi dan memperkuat ikatan antara wartawan, pemerintah, dan masyarakat di Pandeglang. Sebagai organisasi yang terus berkembang, Porwan Pandeglang diharapkan dapat terus menjadi mitra yang konstruktif bagi pembangunan daerah melalui pemberitaan yang akurat dan objektif.

(Pendim 0601)

error: Content is protected !!