Sorry, we're closed Opens Senin at 9:00 am
Beranda » Peristiwa » Halaman 838

Peristiwa

IMG-20251003-WA0021

Saat Mensos dan Pak Luhut Ngopi Bareng di Kampung Kopi Gombengsari Banyuwangi

BANYUWANGI || jejakindonesia.id - Menteri Sosial Saifullah Yusuf, Ketua Komite Percepatan Transformasi Digital Pemerintah (KPTDP) Luhut Binsar Panjaitan, dan 20 perwakulan kementerian/lembaga meninjau progres piloting digitalisasi bansos nasional di Banyuwangi, Kamis (2/10/2025).

Di sela kunjungannya, Mensos dan Luhut menyempatkan singgah ke Kampung Kopi Gombengsari, Kecamatan Kalipuro. Wilayah ini dikenal sebagai penghasil robusta dan kopi lanang yang sudah tersertifikasi Indikasi Geografis (IG).

Ditemani Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, Mensos yang akrab disapa Gus Ipul dan Luhut duduk santai menikmati kopi robusta khas desa tersebut.

“Kopinya mantap,” celetuk Luhut saat menyeruput kopi lanang robusta Gombengsari.

Selain mencicipi kopi, mereka juga melihat proses pengolahan kopi yang masih dilakukan secara tradisional oleh petani setempat. Mulai biji disangrai, lalu ditumbuk hingga diayak, menghasilkan bubuk kopi halus yang siap seduh.

Gus Ipul dan Luhut juga melihat produk-produk kopi Banyuwangi milik UMKM Banyuwangi yang turut dipamerkan. Mereka nampak kagum dengan berbagai produk kopi Banyuwangi yang dikemas dengan apik.

“Brandingnya sudah bagus,” timpal Gus Ipul.

Ditambahkan Luhut, Banyuwangi berpotensi besar dalam pengembangan kopi. Oleh karena itu, pihaknya merencanakan melakukan riset sekaligus pembangunan laboratorium pengembangan kopi di daerah tersebut.

“Di sini ekosistemnya sudah terbentuk, ini yang sangat penting. Kita akan coba riset kopi disini, juga rencana membangun laboratorium (pengembangan kopi) di Banyuwangi,” ujarnya.

Sementara itu Bupati Ipuk menambahkan, Gombengsari merupakan salah satu penghasil kopi terbaik di Banyuwangi. Desa ini memiliki luas kopi rakyat sekitar 600 hektare.

Ekosistem pertanian di kawasan ini juga terintegrasi dengan peternakan, sehingga lebih berkelanjutan.

“Dari hulu ke hilirnya sudah tertata. Dari peternakan, kotorannya diolah menjadi pupuk. Pupuk organiknya untuk menyuburkan tanaman kopi mereka,” kata Ipuk.

Ketua Gapoktan Gombengsari, Haryono, mengatakan potensi produksi kopi di desanya cukup besar. Dari luasan kebun, produksi bisa mencapai 1-2 ton per hektare. Kopi disini diproduksi menjadi produk yang memiliki nilai jual tinggi.

“Dulu sebelum ada dukungan pemerintah, harga kopi kami hanya Rp18 ribu - Rp20 ribu. Sekarang harga kopi jauh lebih baik di Rp70 ribu - Rp80 ribu per kilogramnya. Sehingga petani yang tergabung dalam masyarakat perlindungan indikasi geografis (MPIG), lebih

Tak jauh dari lokasi itu, rombongan juga mengunjungi peternakan kambing perah milik kelompok ternak setempat. Gus Ipul dan Luhut juga sempat mencicipi susu segar hasil produksi peternakan ini.

IMG-20251003-WA0020

Matangkan Bansos Digital, Para Menteri dan 20 Lembaga Negara Blusukan hingga Pelosok Banyuwangi

BANYUWANGI || jejakindonesia.id - Portal Perlindungan Sosial (Parlinsos) atau dikenal dengan Bansos Digital yang sedang diujicobakan di Kabupaten Banyuwangi terus dimatangkan. Program yang sedang dalam tahap pendataan ini, tak hanya menyasar masyarakat miskin di pedesaan. Namun, juga di lereng-lereng gunung dan kawasan perkebunan.

Seperti halnya masyarakat di Dusun Suko Sumbermanis, Kelurahan Gombengsari, Kecamatan Kalipuro, Banyuwangi yang berada di kaki gugusan pegunungan Ijen. Ratusan warga tak mampu di tempat tersebut dilakukan pendataan secara digital.

“Kami ingin memastikan langsung program bantuan yang diberikan oleh pemerintah ini tepat sasaran dan memiliki dampak positif,” ungkap Menteri Sosial Saifullah Yusuf yang meninjau langsung proses pendataan tersebut.

Saifullah menyebutkan jika selama ini pemerintah telah menyalurkan berbagai program bantuan untuk pengentasan kemiskinan. Akan tetapi, seringkali bantuan tersebut tidak tepat sasaran.

“Dengan Bansos Digital ini, semua yang layak mendapatkan bansos bisa mengajukan. Sekaligus bisa menyanggah jika memang layak tapi tertolak atas berbagai bantuan yang pemerintah berikan. Tanpa perlu menghadap siapapun, cukup pencet handphone,” kata menteri yang biasa disapa Gus Ipul itu.

Ketua Komite Percepatan Transformasi Digital Pemerintah Luhut Binsar Panjaitan yang datang bersama Gus Ipul menyebutkan jika Bansos Digital ini, tak semata memberikan bantuan. Tapi, mengintegrasikan keseluruhan data untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat.

Para penerima bantuan akan dipantau dari waktu ke waktu untuk meningkatkan taraf kesejahteraan. Di antaranya dengan program bantuan pendidikan bagi anaknya ataupun permodalan usaha dan sebagainya. “Tidak selamanya menerima bantuan. Harus ada peningkatan taraf kesejahteraan,” ujar Luhut.

Upaya integrasi tersebut, imbuh Luhut, merupakan program subtantif dari Presiden Prabowo Subianto untuk mengentaskan kemiskinan. Dengan program yang tepat sasaran dan terintegrasi, kemiskinan bisa diatasi secara optimal. “Pak Prabowo ingin kemiskinan ini bisa diselesaikan,” harapnya.

Dalam mewujudkan hal tersebut, tak sekadar melibatkan Kementerian Sosial. Namun, dilakukan oleh lintas kementerian dan lembaga tinggi negara. Tak kurang dari 20 instansi yang terlibat.

Usai meninjau pendataan, para pimpinan kementrian dan lembaga negara ini menggelar rapat. Hadir pula Wakil Menteri Dalam Negeri, Bima Arya Sugiarto; Wamen PANRB Purwadi Arianto; Wamen Bappenas Febrian A Ruddyard, Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti.

Hadir pula perwakilan dari Kemenko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Kementrian Komdigi, Kementrian Kelautan dan Perikanan. Selain itu juga hadir 20 lembaga negara di antaranya Dewan Ekonomi Nasional, Wakil Kepala BSSN. Ada pula perwakilan dari Bank Indonesia, BPKP, LKPP, BPJS Ketenagakerjaan, PLN, hingga Perum Peruri, dan lembaga negara lainnya.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menyebutkan jika telah mengerahkan tak kurang dari tiga ribu agen untuk melakukan percepatan pendataan. Tidak hanya pendamping PKH dan TKSK, namun operator desa, kepala dinas, camat, lurah/ kepala desa hingga para kader dasawisma.

“Kami berkomitmen untuk menyukseskan piloting Bansos Digital ini. Banyuwangi ingin menjadi saksi sejarah komitmen pemerintah dalam mengentaskan kemiskinan,” pungkas Ipuk.

IMG-20251003-WA0019

Hari Batik Nasional, Warga Binaan Lapas Banyuwangi Berbagi Ilmu Membatik kepada Masyarakat

BANYUWANGI || jejakindonesia.id - Dalam rangka memperingati Hari Batik Nasional, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banyuwangi menyelenggarakan kegiatan yang unik dan penuh makna. Warga binaan yang tergabung dalam kegiatan pembinaan membatik berbagi ilmu dan keterampilan membatik mereka kepada masyarakat, Kamis (2/10).

Kegiatan yang mengusung semangat pelestarian budaya ini digelar di dua lokasi berbeda, yaitu di area kunjungan tatap muka Lapas dan di Hotel Aston Banyuwangi. Pada area kunjungan, warga binaan secara khusus mengenalkan proses membatik kepada keluarga warga binaan yang sedang berkunjung.

Warga binaan memperkenalkan berbagai motif batik, proses membatik, sekaligus membagikan dasar-dasar seni membatik. Masyarakat juga dipersilahkan untuk mencoba melakukan pencantingan pada kain batik.

Sementara itu, di Hotel Aston, sasaran kegiatan diperluas kepada masyarakat. Para pegawai hotel serta tamu yang sedang menginap pun diberi kesempatan untuk belajar membatik langsung dari para warga binaan.

Kepala Lapas Banyuwangi, I Wayan Nurasta Wibawa, menyebut aktivitas ini tidak hanya menjadi sarana edukasi, tetapi menjadi bukti nyata bahwa meski berada di tempat terbatas bukan berarti warga binaan kehilangan kreativitas.

“Kami ingin memperkenalkan bahwa Lapas Banyuwangi memiliki program pembinaan yang membanggakan, yaitu membatik, yang karyanya telah banyak dipesan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Wayan menekankan bahwa batik sebagai Warisan Budaya Tak Benda yang diakui UNESCO sudah sepatutnya dilestarikan dan dikembangkan. Melalui program Batik Jeruji, Lapas Banyuwangi turut serta dalam upaya pelestarian tersebut dengan ciri khas yang unik.

“Batik Jeruji Lapas Banyuwangi memiliki berbagai motif menarik yang memadukan kearifan lokal dengan simbol khas, seperti borgol. Bahkan, tujuh motif batik kami telah tercatat dalam hak cipta,” ungkapnya.

Melalui momen Hari Batik Nasional ini, Kalapas berharap agar dukungan masyarakat, baik dengan memesan maupun mengenalkan Batik Jeruji, dapat menjadi pelecut semangat bagi warga binaan.

“Dukungan dari Masyarakat juga diharapkan dapat membantu pengembangan program pembinaan membatik di Lapas Banyuwangi,” harapnya.

Masyarakat yang melihat langsung kreativitas dari warga binaan dalam melukis batik mengaku kagum dan sempat tidak percaya bahwa dari tangan warga binaan mampu menghasilkan karya batik yang memukau.

“Saya awalnya ragu bahwa warga binaan mampu menghasilkan karya yang sangat bagus, tentu kegiatan pembinaan ini sangat bagus dan menarik,” ujar salah satu pengunjung yang mencoba pencantingan batik.

IMG-20251003-WA0016

Meski Aceh Dilanda Padam Listrik, Safari Magrib Rabu Berkah Polres Bener Meriah & IAIN Takengon Tetap Khidmat

ACEH || jejakindonesia.id – Meski Aceh dilanda padam listrik pada Rabu malam (1/10/2025), semangat kebersamaan dan ibadah tidak surut. Polres Bener Meriah bersama Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Takengon tetap menggelar Safari Magrib bertajuk Rabu Berkah (Mubarokah) di Masjid Baitul Mustaqim, Kampung Jamur Ujung, Kecamatan Wih Pesam.

Dalam suasana minim cahaya, kegiatan berlangsung penuh khidmat dengan kehadiran ratusan jemaah yang antusias mengikuti rangkaian acara.

Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 19.00 WIB ini dihadiri Kapolres Bener Meriah AKBP Aris Cai Dwi Susanto, S.I.K., M.I.K., Rektor IAIN Takengon Prof. Dr. Ridwan Nurdin, MCL., Kabag SDM Polres Bener Meriah AKP Yulizan, para pejabat utama Polres, Kapolsek Wih Pesam Iptu Zahrul, dosen IAIN Takengon, pengurus masjid, serta ratusan jemaah setempat.

Bedel Jamur Ujung, Teguh, yang juga menjabat sebagai Sekcam Wih Pesam, menyampaikan apresiasi atas kehadiran Kapolres dan Rektor IAIN Takengon. Ia berharap kegiatan ini dapat mempererat silaturahmi sekaligus memberi pencerahan bagi masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Kabag SDM Polres Bener Meriah memberikan himbauan kamtibmas, khususnya terkait bahaya narkoba yang menjadi kasus tertinggi di wilayah maupun secara nasional. Ia mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk ikut mengawasi dan membina generasi muda agar tidak terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba.

Sementara itu, Dr. Ramsah Ali, M.A., dari IAIN Takengon, menyampaikan tausiah tentang bahaya dekadensi moral dalam kehidupan sosial. Ia menekankan pentingnya pendidikan nilai, penguatan komunitas, serta penanaman karakter sejak dini sebagai solusi menghadapi tantangan zaman.

Kegiatan Safari Magrib Rabu Berkah (Mubarokah) berakhir pada pukul 20.00 WIB dalam suasana penuh khidmat, aman, dan lancar.

IMG-20251002-WA0003

Ribuan Jamaah Hadiri Sholawat dan Tabligh Akbar Aliansi Madura Indonesia di Surabaya

SURABAYA || jejak-indonesia.id - Aliansi Madura Indonesia (AMI) menggelar acara Sholawat dan Tabligh Akbar dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW serta doa bersama untuk kondusifitas dan keamanan Kota Surabaya dan Jawa Timur.

Kegiatan ini berlangsung khidmat di halaman Serambi Ampel, Jalan Pegirian No. 258, Kelurahan Sidotopo, Kecamatan Semampir, Surabaya, pada Selasa malam (30/9/2025) mulai pukul 20.00 WIB.

Acara yang menggandeng Majelis At-Taufiq Sampang ini dihadiri Ketua Umum AMI, Baihaki Akbar S.E. S.H. bersama jajaran pengurus, anggota, dan simpatisan. Ribuan jamaah pria maupun wanita tampak memadati lokasi sejak pukul 18.00 WIB.

Suasana semakin semarak dengan lantunan hadrah dari Majelis At-Taufiq serta tausiyah yang disampaikan Gus Khoiron Zaini asal Sampang, Madura.

Sejumlah tokoh penting hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya Arif Fatoni, Ketua Komisi A DPRD Kota Surabaya Yona Bagus Widyatmiko, Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Luthfie, Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak AKBP Wahyu Hidayat, serta Kapolsek Semampir AKP Herry Iswanto. Selain itu, para alim ulama, habaib, tokoh agama, dan 20 anak yatim dari Riyadul Muslimin Surabaya turut hadir.

Dalam sambutannya, Wakil Gubernur Emil Dardak mengapresiasi AMI atas inisiatif menggelar acara yang mempererat persatuan. Ia mengajak masyarakat Jawa Timur untuk selalu waspada terhadap isu provokatif dan hoaks yang dapat memecah belah persaudaraan.

“Kami sangat mengapresiasi Aliansi Madura Indonesia. Mari kita bersama menjaga kondusifitas di Surabaya dan Jawa Timur. Jangan mudah terprovokasi isu yang belum jelas kebenarannya,” tegas Emil.

Sementara itu, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menegaskan pentingnya menjaga harmoni antar warga.

“Surabaya adalah rumah kita bersama. Jangan biarkan isu atau berita tidak jelas memecah belah persatuan. Mari kita rawat kedamaian demi Surabaya tercinta,” ujarnya.

Ketua Umum AMI, Baihaki Akbar, menambahkan bahwa kegiatan ini bukan hanya memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW, tetapi juga sebagai ajakan memperkuat komitmen menjaga keamanan dan ketertiban di Surabaya dan Jawa Timur.

“Kami berterima kasih atas kehadiran semua pihak. Mari kita jaga Surabaya tetap aman, damai, dan kondusif,” kata Baihaki.

Acara yang mendapat pengamanan ketat dari Polsek Semampir, Babinkamtibmas, Babinsa, Dishub, dan Satpol PP ini berlangsung meriah.

Panggung besar dengan hiasan lampu dan layar LED menambah khidmat serta semarak jalannya peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Secara keseluruhan, acara berjalan dengan lancar, aman, dan sukses hingga akhir.

error: Content is protected !!