Sorry, we're closed Opens Senin at 9:00 am
Beranda » Peristiwa » Halaman 62

Peristiwa

IMG-20260724-WA0059

KASAT BINMAS POLRESTA BANYUMAS KOMPOL .H. SOETRISNO. SH. MH KHOTBAH JUM’AT DI MASJID NUURUL IKHLAASH

BANYUMAS || Jejak-indonesia.id - Masjid Nuurul Ikhlaash Perumahan Karen Indah 3 RW 10 Klahang Sokaraja melaksanakan kewajiban Sholat Jum'at Dengan Khotib Kompol H. Soetriano.SH.MH. Kasat Binmas Polresta Banyumas jumat ( 24-07-2026 )

Mochammad Ghozie selalu Ketua Badan Kemakmuran Masjid Nuurul Ikhlaash mengatakan , untuk mencapai kemakmuran Masjid , akan berusaha mengisi kegiatan- kegiatan positif lebih mengena di hati Jamaah ataupun Warga Masyarakat sekitar khususnya warga Karen Indah 3 RW 10.

Diantara untuk menjalin Indah nya kebersamaan dalam bermasyarakat , Memohon Kepada Pejabat POLRI yang Berkaitan Dengan Kemasyarakatan Yakni Bapak Kompol .H. Soetrisno.SH.MH. Kasat Binmas Polresta Banyumas
Berkenan Mengisi Khutbah Jum'ah di Masjid Nuurul Ikhlaash

Dalam menyampaikan Khutbahnya kompol H. Soetrisno Berpesan Agar kita selalu meningkatkan Ketaqwaan kita kepada Allah SWT, dengan berbuat baik dg sesama , menjaga Anak2 kita agar tidak melangkah yg tidak baik , dan Yakinlah Kepada Allah ,dg ketaqwaan Allah akan menjaga kita dari hal2 yg kurang baik.

"Tetap semangat , jangan bosan berbuat baik,dengan selalu berbuat baik kepada sesama , Khoirunnisa An fa'ahum linas .Sebaik baiknya Manusia adalah yang bermanfaat untuk orang lain," tandasnya

Dalam kesempat Kompol Soetrisno memberikan bantuan 5 Dus bingkisan untuk Jama'ah Yang membutuhkan.

Rangkaian Untuk memakmurkan masjid Nuurul Ikhlaash , sejak awal Muharram 1448.H. dengan acara Doa bersama dan berbagi kepada Anak anak Yatim-piatu.

Adapun rencana kedepan sudah di agendakan bersama Pengurus Bapak Sugeng Supriyadi , Bapak Widi Susworo , Bapak Joko Priyono , Bapak Azis Rusmanto dan segenap Pengurus yang lain , di bulan Agustus 2026 bersama dengan Warga Karen Indah 3 Yang di Pimpin Bapak Laksono Ketua RW 10 akan Menggelar Sholawat Kemerdekab Dalam Rangka Memperingati HUT RI 81 dan Peringatan Maulid Nabi Muhamad SAW yang sudah ditetapkan jadwal nya Hari Selasa 25 Agustus 2026 Bersama Pengasuh Laskar Mantab Sholawat Indonesia ( LMSI ) Abah Hisyam Mawardi.AB Dari Semarang, dan Alhamdulillah silaturrahmi ini dihadiri oleh Warga Karen Indah 3 dan sekitarnya juga saudara kita Polri Dari Polsek Sokaraja tutur Mochammad Ghozie sebagai Ketua Badan Kemakmuran Masjid Nuurul Ikhlaash.

Kegiatan ini di adakan semata mata Niat Ibadah Karena Allah, untuk meningkatkan kwalitas keimanan kepada Allah SWT, khusus nya Warga Besar Karen Indah 3 Klahang dan Warga Kabupaten Banyumas umumnya, tutur Mochammad Ghozie dalam mengakhiri pesannya.

Pewarta: Rival r.d.k

IMG-20260724-WA0058

KKN 2026: Akselerasi Desa Mandiri dan Tangguh melalui Inovasi Sosial, Ekonomi, dan Digital Berbasis SDGs

BEKASI || Jejak-indonesia.id - Jumat 24 Juli 2026, Universitas Pelita Bangsa secara resmi memulai rangkaian program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tahun 2026 dengan mengusung tema "Akselerasi Desa Mandiri dan Tangguh melalui Inovasi Sosial, Ekonomi, dan Digital Berbasis Sustainable Development Goals (SDGs)." Program ini menjadi wujud komitmen perguruan tinggi dalam mendukung inovasi perubahan desa yang berkelanjutan melalui kolaborasi antara akademisi, pemerintah desa, dan masyarakat.

Sebagai langkah awal pelaksanaan KKN, pada 20 Juli 2026 diselenggarakan Ceremony Penerimaan dan Penyerahan Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Universitas Pelita Bangsa yang bertempat di Kantor Desa Kedungwaringin, Kecamatan Kedungwaringin, Kabupaten Bekasi.

Kegiatan tersebut didampingi oleh Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Ibu Zulfa Zakiayatul Hidayah, S.E., M.M., Ketua Kuliah Kerja Nyata Irwandy Ignatius HS, serta di hadiri Kepala Desa Kedungwaringin yaitu, Ibu Hj. Tita Komala, S.Pd.I., beserta jajaran perangkat desa.

Dalam suasana penuh keakraban dan semangat kolaborasi, acara diawali dengan ceremony penyerahan mahasiswa KKN dari pihak Universitas Pelita Bangsa kepada Pemerintah Desa Kedungwaringin. Momentum ini menjadi simbol dimulainya pengabdian mahasiswa di tengah masyarakat sebagai implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada bidang pengabdian kepada masyarakat.

Melalui tema yang diusung, mahasiswa KKN diharapkan mampu menghadirkan berbagai program inovatif yang berorientasi pada penguatan kapasitas masyarakat desa, pengembangan potensi ekonomi lokal, peningkatan literasi digital, serta pemberdayaan masyarakat yang selaras dengan tujuan Sustainable Development Goals (SDGs) Desa.

Kepala Desa Kedungwaringin, Ibu Hj. Tita Komala, S.Pd.I., menyampaikan apresiasi atas kepercayaan kepada Mahasiswa Universitas Pelita Bangsa yang telah memilih Desa Kedungwaringin sebagai lokasi pelaksanaan KKN, Ia berharap kehadiran mahasiswa dapat memberikan kontribusi nyata melalui berbagai program Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang bermanfaat bagi masyarakat.

Sementara itu, Dosen Pembimbing Lapangan Ibu Zulfa Zakiayatul Hidayah, S.E., M.M. berharap seluruh mahasiswa dapat menjalankan program kerja dengan penuh tanggung jawab, menjalin komunikasi yang baik dengan masyarakat, serta mampu menghasilkan inovasi yang memberikan dampak positif dan berkelanjutan bagi Desa Kedungwaringin.

Sinergi antara Universitas Pelita Bangsa, Pemerintah Desa Kedungwaringin, dan masyarakat, program KKN 2026 diharapkan mampu menjadi penggerak lahirnya suatu perubahan berbagai inovasi sosial, ekonomi, dan digital yang mendukung terwujudnya desa yang semakin mandiri, tangguh, dan berdaya saing di masa depan.

Haris Pranatha, C. PFW., C. MDF., C. JKJ., C. FTAX

IMG-20260724-WA0053

Saat Patroli Kanit Samapta Polsek Sunggal Bantu Korban Laka Tunggal

MEDAN || Jejak-indonesia.id - Ps.Kanit Samapta Polsek Sunggal Iptu Nizar Nasution melaksanakan kegiatan Patroli Polisi Penolong dan mendapati seorang pengendara sepeda motor yang mengalami kecelakaan lalu lintas tunggal di Jalan Medan Binjai km 11.jum'at (25/7)

Mengetahui adanya kejadian tersebut, Iptu Nizar Nasution segera memberikan pertolongan awal kepada korban dengan mengecek kondisi pengendara serta menanyakan keadaan korban guna memastikan penanganan dapat dilakukan dengan cepat dan tepat.

Selain membantu korban, petugas juga melakukan pengaturan arus lalu lintas di sekitar lokasi kejadian agar tidak terjadi kemacetan maupun gangguan keamanan dan keselamatan pengguna jalan lainnya.

Ps.Kanit Samapta selanjutnya membantu menghubungi pihak keluarga dan memberitahukan kalau keluarganya mengalami kecelakaan tunggal di Jalan Medan Binjai km 11 dan memberikan bantuan medis disekitar Tkp kejadian laka tunggal

Melalui kegiatan tersebut, Ps.Kanit Samapta Polsek Sunggal juga mengimbau kepada masyarakat untuk selalu mengutamakan keselamatan saat berkendara, baik untuk keselamatan pribadi maupun pengguna jalan lainnya. Kepatuhan terhadap aturan lalu lintas serta kehati-hatian di jalan diharapkan dapat meminimalisir terjadinya kecelakaan lalu lintas

IMG-20260724-WA0037

Jeritan Warga Asembagus Soal Debu TOLATO Kembali Terdengar, LSM Penjara Bersama Jajaran Desak Solusi Nyata PG Asembagus

SITUBONDO || Jejak-indonesia.id  – Harapan masyarakat untuk mendapatkan lingkungan yang bersih dan nyaman kembali menjadi perhatian. Dugaan persoalan debu yang dikenal dengan sebutan TOLATO kembali mencuat setelah beredarnya video amatir di media sosial yang memperlihatkan keluhan warga terkait debu yang diduga berasal dari aktivitas operasional Pabrik Gula (PG) Asembagus saat musim giling. Peristiwa tersebut tunggu terjadi di Kecamatan Asembagus, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, Jumat (24/7/2026).

Bagi masyarakat sekitar, persoalan tersebut bukan hanya tentang debu, tetapi menyangkut kenyamanan, kesehatan, dan rasa aman dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Warga berharap program revitalisasi yang telah dilakukan PG Asembagus benar-benar mampu menghadirkan perubahan nyata, sehingga keluhan yang sama tidak terus berulang setiap musim giling.

Menanggapi keresahan masyarakat, Ketua LSM Penjara Kabupaten Situbondo, Dafid Hariyono bersama Abd. Ghafur sebagai Wakil Ketua LSM Penjara serta jajaran pengurus dan anggotanya, mengungkapkan pihaknya telah menerima banyak laporan warga terkait dugaan TOLATO. Dafid yang tinggal tidak jauh dari kawasan PG Asembagus mengaku memahami keresahan masyarakat karena berada cukup dekat dengan area operasional pabrik.

Menurut Dafid, LSM Penjara bersama jajarannya telah beberapa kali menyampaikan keberatan kepada manajemen PG Asembagus serta meminta adanya langkah konkret untuk menyelesaikan persoalan tersebut. Namun, menurutnya, keluhan masyarakat masih terus muncul sehingga diperlukan perhatian serius dan penyelesaian yang nyata.

"Kami bersama jajaran LSM Penjara memohon kepada pihak terkait agar persoalan ini benar-benar menjadi perhatian. Masyarakat sudah lama berharap ada solusi, bukan hanya mendengar keluhan yang terus berulang setiap musim giling. Mereka ingin hidup nyaman, menghirup udara yang bersih, dan merasa aman di lingkungan tempat tinggalnya," tegas Dafid Hariyono.

Ia menambahkan, LSM Penjara bersama jajarannya akan menempuh langkah resmi dengan melaporkan persoalan tersebut kepada instansi yang berwenang agar dilakukan pemeriksaan serta evaluasi secara menyeluruh.

Selain itu, LSM Penjara mendesak pemerintah daerah dan instansi yang membidangi lingkungan hidup segera turun ke lapangan melakukan pemeriksaan secara independen. Langkah tersebut dinilai penting untuk memastikan sumber keluhan warga sekaligus mengevaluasi efektivitas sistem pengendalian polusi yang telah diterapkan.

Dafid menegaskan, apabila hasil evaluasi nantinya menunjukkan masih adanya kekurangan dalam pengelolaan lingkungan, maka harus ada perbaikan nyata dan tanggung jawab dari pihak yang berkaitan.

"Kami tidak ingin persoalan ini menjadi beban masyarakat yang terus dirasakan dari tahun ke tahun. Harapan kami sederhana, perusahaan tetap berjalan, tetapi masyarakat juga mendapatkan haknya untuk hidup di lingkungan yang sehat dan nyaman," ujarnya.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak manajemen PG Asembagus belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan pencemaran maupun tuntutan yang disampaikan LSM Penjara. Redaksi masih berupaya memperoleh konfirmasi sebagai bagian dari pemberitaan yang berimbang.

Menutup keterangannya, Ketua LSM Penjara, Dafid Hariyono bersama jajaran, berharap seluruh pihak dapat duduk bersama mencari solusi terbaik agar persoalan TOLATO segera mendapatkan penyelesaian.

"Masyarakat hanya ingin didengar dan mendapatkan kepastian. Jangan sampai setiap musim giling tiba, warga kembali merasa khawatir. Kami bersama jajaran LSM Penjara akan terus mengawal persoalan ini sampai ada langkah nyata yang benar-benar membawa manfaat bagi masyarakat," pungkas Dafid Hariyono. (Wan)

IMG-20260724-WA0029

Diduga Keracunan Makanan MBG, Puluhan Murid TK dan SD di Deliserdang Dirawat di RS

DELISERDANG || Jejak-indonesia.id – Kasus dugaan keracunan makanan kembali membayangi pelaksanaan progr am Makan Bergizi Gratis (MBG) pemerintah. Puluhan murid dari SD Yasperg Almaliyah Sunggal serta TK dan SD Swasta Bintang Pertiwi, Kabupaten Deliserdang, Sumatra Utara, dilaporkan mengalami mual, pusing, hingga diare usai mengonsumsi sajian makanan dari penyedia jasa boga lokal.

​Berdasarkan informasi yang dihimpun, para siswa mengonsumsi makanan paket MBG yang didistribusikan pada Senin (13/7/2026). Memasuki Senin malam, sejumlah murid mulai mengeluhkan gejala khas keracunan makanan, seperti pusing hebat, muntah-muntah, dan diare.

​Akibat kondisi fisik yang terus memburuk, para siswa terpaksa dilarikan ke fasilitas kesehatan. Hingga saat ini, beberapa di antaranya dilaporkan masih menjalani perawatan intensif selama empat hari di Rumah Sakit Sundari.

​Sajian makanan tersebut diduga kuat disuplai oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Lalang Sunggal yang dikelola oleh Yayasan Mutiara Kharisma Insani.
​Saat dikonfirmasi wartawan melalui pesan singkat WhatsApp terkait insiden ini, Kepala SPPG Lalang Sunggal - Yayasan Mutiara Kharisma Insani berinisial YO belum memberikan tanggapan atau konfirmasi resmi hingga berita ini diturunkan.

*​ Tanggung Jawab Hukum dan Imbauan Regulasi Pemerintah*
*
​Insiden keracunan dalam program pemenuhan gizi anak sekolah merupakan perhatian serius yang menyangkut keselamatan jiwa generasi muda. Secara hukum dan regulasi, pihak penyedia jasa pangan (SPPG/Yayasan) memiliki kewajiban mutlak dalam menjaga keamanan pangan (food safety).

​1. Tanggung Jawab Hukum Penyedia Pangan

° ​ *UU No. 18 Tahun 2012 tentang Pangan:* Pada Pasal 86 dan Pasal 90 ditegaskan bahwa setiap penyelenggara pangan wajib memenuhi standar keamanan, mutu, dan gizi pangan. Pelanggaran yang mengakibatkan gangguan kesehatan atau ancaman jiwa konsumen dapat dikenai sanksi administratif hingga pidana penjara dan denda.

° *​UU No. 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen:* Pihak penyedia (pelaku usaha) wajib bertanggung jawab memberikan ganti rugi atas kerusakan, pencemaran, dan/atau kerugian konsumen (para murid dan orang tua) akibat mengonsumsi barang yang dihasilkan (Pasal 19).

° ​ *KUHP/UU Hukum Pidana:* Apabila ditemukan unsur kelalaian (culpa) yang menyebabkan orang lain sakit berat atau membahayakan nyawa, pengelola dapat dijerat pasal kelalaian yang mengancam keselamatan umum.

​2. *Anjuran dan Standar Pemerintah dalam Program MBG*

​Pemerintah dan Badan Gizi Nasional (BGN) secara tegas menginstruksikan bahwa setiap dapur unit pelayanan (SPPG) wajib menerapkan standar operasional ketat, meliputi:

° ​ *Sertifikasi Layak Higiene Sanitasi (SLHS):* Memastikan proses pengolahan, bahan baku, air, hingga tempat penyimpanan memenuhi standar higienis.

° ​ *Pengambilan Sample Makanan (Retention Sampling):* Setiap porsi makanan yang dibagikan wajib disisihkan dan disimpan dalam kurun waktu tertentu sebagai sampel uji laboratorium jika terjadi Kejadian Luar Biasa (KLB).

° ​ *Evaluasi & Kemitraan:* Pihak dinas kesehatan dan lembaga terkait diimbau segera melakukan investigasi epidemiologi serta membekukan sementara operasional SPPG bersangkutan hingga investigasi laboratorium selesai dilakukan.

​Orang tua siswa berharap pihak pengelola yayasan dan instansi pemerintah terkait segera bertanggung jawab atas biaya pengobatan para korban serta mengusut tuntas penyebab pencemaran makanan tersebut agar kejadian serupa tidak terulang kembali. (Red/team)

error: Content is protected !!