Sorry, we're closed Opens Senin at 9:00 am
Beranda » Peristiwa » Halaman 3

Peristiwa

IMG-20260814-WA0069

LBH Watoniah Sampaikan Ucapan Selamat Ulang Tahun kepada Letjen TNI Mohammad Fadjar, Panglima Kostrad

JEMBER || Jejak-indonesia.id — Keluarga besar Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Watoniah menyampaikan ucapan selamat ulang tahun kepada Letjen TNI Mohammad Fadjar, M.PICT., Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad), yang diperingati pada 14 Agustus 2026.

Ucapan tersebut disampaikan sebagai bentuk penghormatan dan apresiasi atas dedikasi serta pengabdian Letjen TNI Mohammad Fadjar dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya sebagai salah satu pemimpin strategis di lingkungan TNI Angkatan Darat.

Melalui pesan yang disampaikan dalam ucapan resmi tersebut, keluarga besar LBH Watoniah mendoakan agar Letjen TNI Mohammad Fadjar senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan, keteguhan dan hikmat dalam menjalankan setiap amanah kepemimpinan.

“Semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan kekuatan, kesehatan prima dan hikmat dalam setiap langkah kepemimpinan serta terus menjadi payung pelindung bagi bangsa dan negara dalam menjalankan setiap tugasnya.”

 

Pangkostrad Letjen TNI Mohammad Fadjar diketahui aktif menekankan pentingnya profesionalisme, soliditas dan kesiapan prajurit dalam menghadapi dinamika tugas. Dalam sejumlah kegiatan Kostrad sepanjang 2026, ia juga mendorong prajurit untuk terus meningkatkan kemampuan serta menjaga jati diri TNI sebagai tentara rakyat, tentara pejuang, tentara nasional dan tentara profesional.

Kostrad sendiri pada 2026 memperingati HUT ke-65 dengan semangat “Kostrad Prima Mengabdi Untuk Indonesia Maju”, yang menegaskan nilai Profesional, Responsif, Integratif, Modern dan Adaptif (PRIMA) dalam pengabdian kepada bangsa dan negara.

Sementara itu, Pembina Umum LBH Watoniah, Selamet Solichin (Mbah Semar), bersama seluruh keluarga besar LBH Watoniah turut menyampaikan doa dan harapan agar bertambahnya usia menjadi momentum untuk semakin memperkuat pengabdian, kepemimpinan dan kontribusi bagi bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Selamat ulang tahun Letjen TNI Mohammad Fadjar. Semoga senantiasa diberikan umur panjang, kesehatan, kekuatan serta kelancaran dalam mengemban amanah dan menjaga kehormatan bangsa dan negara,” demikian pesan keluarga besar LBH Watoniah.

IMG-20260814-WA0066

Gesah Bareng Ambi Bupati, Cara Bupati Ipuk agar Warganya Bisa Sampaikan Langsung Persoalannya

BANYUWANGI || Jejak-indonesia.id – Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani membuka ruang dialog langsung dengan warganya melalui program “Gesah Bareng Ambi Bupati”. Forum ini menjadi wadah bagi masyarakat untuk menyampaikan berbagai persoalan yang mereka hadapi sekaligus mencari solusi bersama pemerintah.

Program tersebut digelar secara rutin setiap dua pekan sekali. Warga datang dan menyampaikan persoalannya secara langsung kepada Bupati Ipuk, tanpa harus melalui prosedur yang panjang.

Bupati Banyuwangi mengatakan, forum ini sengaja dibuat untuk lebih mendekatkan pemerintah dengan masyarakat. Pemkab ingin mendengar langsung persoalan warga, sekaligus memastikan setiap aspirasinya mendapatkan solusi dari pemkab.

“Lewat Gesah Bareng Ambi Bupati, kami ingin warga bisa menyampaikan langsung apa yang menjadi persoalannya. Jadi tidak hanya mendengar dari laporan, tetapi kami bisa berdiskusi langsung dan mencari jalan keluarnya bersama,” ujar Bupati.

Menurutnya, dialog langsung juga penting agar kebijakan pemerintah semakin pas dengan kebutuhan masyarakat di lapangan. Setiap persoalan yang disampaikan warga akan dipetakan dan dikoordinasikan dengan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait untuk ditindaklanjuti sesuai kewenangan dan kemampuan pemerintah daerah.

“Jadi tidak hanya menampung persoalan warga, namun forum ini juga sarana bagi kami untuk mendapatkan masukan dari warga agar kebijakan kami lebih pas dengan kebutuhan warga,” kata Ipuk.

“Harapannya, warga pulang dari forum ini tidak hanya membawa jawaban, tetapi juga kepastian siapa yang akan menindaklanjuti dan bagaimana prosesnya. Pemerintah juga mendapatkan masukan langsung untuk memperbaiki pelayanan,” imbuhnya.

Pada pelaksanaan perdana, Gesah Bareng Ambi Bupati mengangkat tema pertanian. Sejumlah warga menyampaikan berbagai persoalan yang mereka hadapi di lapangan, mulai dari kebutuhan sarana produksi pertanian, irigasi, akses pupuk, hingga pemasaran produk horti.

Bagi masyarakat, forum ini memberikan sejumlah manfaat, seperti yang diungkapkan Fitri warga Kampung Melayu. Menurutnya, program dialog tersebut mendekatkan langsung pemimpin dengan rakyat.

“Saya kira, masyarakat ini perlu didengar. Apa yang menjadi keluh kesahnya bisa diketahui oleh pemimpinnya. Saya yakin Ibu Bupati pasti akan mencarikan solusi yang terbaik,” ungkapnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Sodiq dari Kalibaru. Ia sengaja datang untuk menyampaikan aspirasi petani kopi. “Alhamdulillah, kami bisa menyampaikan secara langsung aspirasi kami. Ditanggapi dengan baik. Semoga segera dapat diwujudkan,” jelasnya.

Pemkab Banyuwangi akan terus menggelar Gesah Bareng Ambi Bupati secara berkala dengan mengangkat berbagai tema yang dekat dengan kebutuhan masyarakat.

“Silakan datang dan sampaikan apa yang menjadi masalah. Kita gesah bareng, kita cari solusinya bareng-bareng,” kata Wakil Bupati Mujiono. (*)

IMG-20260814-WA0065

Angkat Kekayaan Budaya Blambangan, Pawai Lampion Hiasi Malam Banyuwangi

BANYUWANGI || Jejak-indonesia.id - Usai menyajikan Karnaval Kemerdekaan yang menampilkan pesona budaya Nusantara, Kamis pagi (13/8/2024), Banyuwangi menyuguhkan ratusan lampion berbagai bentuk dan warna menghiasi suasana malam hari perkotaan Banyuwangi.

Lampion-lampion itu mengusung tema keragaman budaya Banyuwangi dan dibawakan ribuan peserta dari gugus pramuka tingkat SD hingga SMA se-Banyuwangi. Pawai Lampion digelar untuk memperingati Hari Pramuka ke-65. Pawai ini juga untuk menyambut HUT Kemerdekaan RI ke-81.

Meriahnya lagi, Festival Lampion ini dikolaborasikan dengan Peringatan Hari Indonesia Menabung oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jember.

Berbagai kearifan lokal ditampilkan, mulai dari bentuk wayang, Barong Osing, ada pula penari Gandrung, instrumen Angklung Caruk, serta pertunjukan tari tradisional.

Tak ketinggalan, simbol tradisi masyarakat seperti Petik Laut turut memeriahkan barisan. Unsur kebudayaan Kebo-keboan hingga Puter Kayun, dan budaya Banyuwangi lainnya semakin melengkapi deretan estetika parade.

Gemerlap cahaya lampion menyusuri jalanan kota. Atraksi pertunjukan seni di sepanjang rute parade makin menambah kesan spektakuler ribuan penonton yang menyaksikan.

"Perayaannya sangat meriah dan jauh lebih kreatif dari tahun-tahun sebelumnya. Kekayaan budaya Banyuwangi benar-benar terlihat di festival ini," kata Rini, warga Kebalenan, Banyuwangi.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengatakan pawai lampion tahun ini memiliki konsep berbeda karena memadukan kekayaan budaya Banyuwangi dengan edukasi literasi keuangan.

Kolaborasi tersebut menjadi momentum untuk meningkatkan pemahaman masyarakat, terutama pelajar, mengenai pentingnya menabung melalui program Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR).

"Terima kasih OJK Jember yang sudah berkolaborasi. Mudah-mudahan semakin banyak anak-anak kita yang meningkat literasinya terkait keuangan," ujarnya.

Ipuk berharap kebiasaan menabung dapat membentuk keluarga yang lebih siap menghadapi kebutuhan tidak terduga serta mampu merencanakan masa depan dengan lebih baik.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar semakin cerdas mengelola keuangan di tengah perkembangan layanan digital, termasuk mewaspadai pinjaman dan investasi ilegal.

"Malam ini lampion telah menerangi Banyuwangi. Saya berharap ketika lampion padam, cahayanya tetap tinggal dalam diri kita, menjadi cahaya literasi keuangan dan kebiasaan menabung," kata Ipuk.

Sementara itu, Kepala OJK Jember Aris Budiman, memuji semangat para pelajar dalam festival lampion ini. Pihaknya sengaja memusatkan Puncak Hari Indonesia Menabung wilayah Sekarkijang di Banyuwangi.

Banyuwangi dipilih karena menjadi barometer kinerja percepatan akses keuangan daerah. Berbagai inovasi terus dihadirkan guna meningkatkan pemahaman keuangan seluruh lapisan masyarakat.

Program Satu Rekening Satu Pelajar terus didorong lewat sinergi berbagai pihak. Karakter sabar dan bertanggung jawab diharapkan tumbuh seiring kebiasaan menabung anak-anak.

"Lampion merupakan simbol cahaya dan harapan masa depan kita semua. Demikian pula halnya dengan kebiasaan menabung," tegas Aris. (*)

IMG-20260814-WA0063

Tampilkan Pesona Budaya Nusantara, Karnaval Kebangsaan Banyuwangi 2026 Berlangsung Meriah

BANYUWANGI || Jejak-indonesia.id – Banyak cara dilakukan warga bangsa Indonesia untuk merayakan hari kemerdekaannya. Masyarakat Banyuwangi memeriahkannya dengan membuat karnaval kebangsaan yang diikuti ribuan pelajar dari berbagai wilayah.

Karnaval Kebangsaan dalam rangka memperingati HUT Kemerdekaan RI ke-81, berlansgung Kamis pagi (13/8/2026). Ribuan penonton memadati rute sepanjang 2,5 kilometer untuk menyaksikan parade yang memamerkan kekayaan budaya dan keragaman seni nusantara.

Sebanyak 1000 lebih pelajar tingkat SMP/MTs dan SMA/MA/SMK Negeri dan swasta se-Banyuwangi tampil memukau dengan kostum nusantaranya serta atraksi. Ada Bali, Sulawesi, Sumatera Barat, Kalimantan, Madura, Aceh, Papua, dan beragam budaya lain di Tanah Air.

“Karnaval ini tidak sekadar menampilkan kostum, musik, dan kreativitas. Lewat karnaval ini kita ingin menunjukkan bahwa nasionalisme juga bisa tumbuh lewat seni, budaya, kreativitas dan kebersamaan,” ujar Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani.

Bagi Ipuk, HUT kemerdekaan juga menjadi kesempatan bagi semua elemen untuk terus berkarya, membangun, dan menyiapkan masa depan daerah serta Indonesia yang lebih baik lagi.

“Pemkab akan terus mengajak semua pihak untuk bahu-membahu membangun Banyuwangi dan Indonesia. Semangat kita sederhana, kita bekerja bersama agar bisa tumbuh bersama,” kata Ipuk.

Karnaval Kebangsaan tahun ini diawali dengan barisan pembawa bendera merah putih, diikuti penampilan apik grup drumband, dilanjutkan barisan kontingen dengan aneka kostum yang memvisualisasikan keragaman Indonesia.

Tak kalah menarik, sajian fragmen yang mengisahkan beragam tradisi dari berbagai daerah juga tampil di acara itu.

Seperti Kontingen SMPN 4 Banyuwangi yang mengusung tema adat Madura. Selain kostum khas, kontingen ini juga menyuguhkan tradisi Rokat Tase’, sebuah ritual masyarakat pesisir Madura sebagai wujud syukur atas hasil tangkapan laut yang melimpah. Tradisi ini juga menjadi ritual tolak bala agar para nelayan diberi keselamatan dan rezeki yang melimpah saat melaut.

Selanjutnya disusul devile SMPN I Banyuwangi yang menampilkan budaya Sulawesi. Mulai kostum hingga replika rumah adat Tongkonan disajikan secara apik oleh para peserta.

Tak kalah memukau, MTsN 1 Banyuwangi juga tampil atraktif menyuguhkan tema Kerajaan Blambangan (Banyuwangi). Kisah perang Bayu yang menceritakan perlawanan warga Blambangan melawan VOC, hingga berbagai tradisi dan budaya masyarakat Osing ditampilkan secara atraktif di hadapan para penonton.

Seperti tradisi Tumpeng sewu, Mepe Kasur, Tari Seblang, Jaranan Buto, bela diri Pencak Sumping, hingga baju pengantin dan replika rumah adat Osing.

Suguhan apik para kontingen tersebut, menjadi tontonan menarik bagi ribuan warga yang sengaja memadati sepanjang rute karnaval, dari Kantor Pemkab Banyuwangi menuju Taman Blambangan.

Tak hanya penonton, para peserta juga sangat antusias mengikuti karnaval kebangsaan 2026. “Senang bisa ikut dalam perayaan HUT Kemerdekaan. Apalagi kita bisa memukau baju adat seperti ini, jadi semakin bangga menjadi orang Indonesia,” ujar April, siswi SMPN 5 Banyuwangi yang saat itu mengenakan baju adat Papua. (*)

IMG-20260814-WA0058

Karnaval Kebangsaan Banyuwangi 2026 Meriah, Dandim 0825 Tekankan Semangat Persatuan

BANYUWANGI || Jejak-indonesia.id – Komandan Kodim (Dandim) 0825/Banyuwangi Letkol Arm Tryadi Indrawijaya, S.H., M.I.P. menghadiri acara Karnaval Kebangsaan Tahun 2026 yang digelar di Kabupaten Banyuwangi, Kamis (13/8/2026).

Kegiatan tersebut berlangsung dengan titik start di depan Kantor Bupati Banyuwangi dan finish di kawasan Taman Blambangan. Kehadiran Dandim bersama unsur Forkopimda dan masyarakat menjadi bagian dari upaya memperkuat semangat kebangsaan sekaligus menjaga suasana kondusif dalam rangkaian kegiatan masyarakat.

Karnaval Kebangsaan Tahun 2026 berlangsung meriah dengan menampilkan berbagai kreasi dan keberagaman budaya yang melibatkan masyarakat. Selain menjadi ruang hiburan bagi warga, kegiatan ini juga menjadi momentum untuk menumbuhkan rasa cinta Tanah Air, mempererat persatuan serta memperkuat kebersamaan di tengah keberagaman. Antusiasme masyarakat terlihat sepanjang jalur karnaval hingga lokasi finish di Taman Blambangan Banyuwangi.

Dandim 0825/Banyuwangi Letkol Arm Tryadi Indrawijaya, S.H., M.I.P. menyampaikan bahwa Karnaval Kebangsaan bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi juga menjadi sarana untuk menanamkan nilai-nilai persatuan dan nasionalisme kepada masyarakat.

“Melalui kegiatan seperti ini, kita dapat memperkuat kebersamaan, menjaga persatuan dan kesatuan, serta menumbuhkan rasa cinta terhadap bangsa dan negara. Mari bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban agar seluruh rangkaian kegiatan dapat berlangsung dengan aman, tertib dan lancar,” ujarnya.

error: Content is protected !!