Api Kemerdekaan, BNNK Banyuwangi Kobarkan Perang Melawan Narkotika di Bumi Blambangan
BANYUWANGI || Jejak-indonesia.id - Momentum Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia menjadi pengingat bahwa perjuangan menjaga bangsa belum berakhir. Jika para pahlawan dahulu berjuang melawan penjajahan untuk merebut kemerdekaan, maka generasi saat ini menghadapi tantangan baru berupa ancaman narkotika yang dapat merusak masa depan anak bangsa.
Kepala Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Banyuwangi, KOMBES POL RACHMAT KURNIAWAN, S.H., S.I.K., M.M., menegaskan bahwa perjuangan melawan narkotika harus menjadi gerakan bersama seluruh elemen masyarakat.
Menurut Rachmat, kemerdekaan sejati tidak hanya dimaknai sebagai terbebas dari penjajahan fisik, tetapi juga terbebas dari berbagai ancaman yang dapat menghancurkan generasi bangsa.
“Kemerdekaan sejati bukan sekadar terbebas dari penjajahan, tetapi juga ketika anak bangsa terbebas dari belenggu narkotika. Menjaga generasi dari narkoba adalah bagian dari perjuangan mempertahankan kemerdekaan,” tegas Rachmat. Sabtu (15/8)
Ia menekankan bahwa narkotika merupakan musuh bersama yang tidak mengenal batas usia, profesi maupun status sosial. Karena itu, upaya Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) harus dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan.
Rachmat mengatakan, pemberantasan narkotika tidak dapat dibebankan hanya kepada BNN maupun aparat penegak hukum. Dibutuhkan keterlibatan pemerintah, TNI-Polri, dunia pendidikan, dunia usaha, tokoh agama, tokoh masyarakat, komunitas hingga media.
“BNN tidak dapat bekerja sendiri. Pemerintah, aparat penegak hukum, dunia pendidikan, dunia usaha, komunitas, tokoh masyarakat dan media harus menjadi satu kekuatan dalam membangun benteng pertahanan terhadap narkotika,” ujarnya.
Semangat kolaborasi tersebut sejalan dengan langkah BNNK Banyuwangi yang dalam beberapa waktu terakhir memperkuat sinergi P4GN bersama berbagai elemen. Koordinasi dengan lembaga pemasyarakatan, dunia pendidikan, media, hingga Gerakan Pramuka menjadi bagian dari upaya memperluas edukasi dan pencegahan narkoba.
Rachmat juga mendorong agar Banyuwangi tidak sekadar menggunakan istilah Bumi Bersinar, tetapi benar-benar mewujudkannya melalui aksi nyata.
“Banyuwangi memiliki potensi besar untuk menjadi Bumi Bersinar. Namun, predikat tersebut tidak cukup hanya menjadi slogan. Harus diwujudkan melalui kerja nyata, kepedulian masyarakat dan komitmen seluruh pemangku kepentingan,” katanya.
Menurutnya, keluarga menjadi salah satu benteng paling awal dalam mencegah anak-anak dan generasi muda terjerumus dalam penyalahgunaan narkotika.
Komunikasi yang baik antara orang tua dan anak, perhatian terhadap lingkungan pergaulan serta keberanian masyarakat untuk melaporkan indikasi penyalahgunaan maupun peredaran narkotika dinilai menjadi bagian penting dalam memperkuat ketahanan sosial.
Rachmat memberikan perhatian khusus kepada generasi muda. Ia mengajak para pelajar dan pemuda Banyuwangi untuk tidak memberikan ruang bagi narkotika dalam kehidupan mereka.
“Generasi muda adalah aset sekaligus kekuatan masa depan bangsa. Jangan biarkan masa depan mereka dicuri oleh narkotika. Pilih prestasi, pilih kreativitas, pilih kehidupan yang sehat dan produktif,” pesannya.
BNNK Banyuwangi sebelumnya juga menggandeng Gerakan Pramuka melalui program Pramuka Bersinar, dengan mendorong anggota Pramuka menjadi pelopor edukasi antinarkoba di lingkungan sebaya.
Lebih jauh, Kepala BNNK Banyuwangi tersebut mengajak seluruh masyarakat menjadikan HUT ke-81 Kemerdekaan RI sebagai momentum memperkuat komitmen bersama dalam memerangi narkotika.
“Dahulu para pahlawan melawan penjajahan untuk merebut kemerdekaan. Hari ini tugas kita adalah menjaga kemerdekaan itu dari ancaman narkotika yang dapat menghancurkan generasi bangsa,” ungkapnya.
Ia menegaskan bahwa perang terhadap narkotika bukanlah upaya menciptakan permusuhan, melainkan perjuangan menyelamatkan manusia, keluarga dan masa depan bangsa.
“Mari kita kobarkan api perjuangan untuk menyelamatkan manusia dari bahaya narkotika. Setiap generasi yang berhasil kita selamatkan adalah kemenangan bagi bangsa Indonesia,” pungkas Rachmat.
Komitmen tersebut juga tercermin dari langkah penindakan BNNK Banyuwangi terhadap jaringan peredaran narkotika. Pada awal Agustus 2026, BNNK Banyuwangi mengungkap jaringan yang diduga terhubung dengan Madura, Surabaya dan Bali serta menyita 166,15 gram sabu dalam 175 paket.
