We're open Closes at 5:00 pm

mbah semar

YLBH Fajar Trilaksana Gelar Rakor Terkait Upaya Strategi Peningkatan Ketahanan Lembaga

GRESIK, Jejak – Indonesia.id | Perubahan dunia hukum dan meningkatnya persaingan antar praktisi yang marak saat ini, kantor hukum dan pengacara harus bertahan hidup.

Kantor hukum dan para pengacara dituntut tidak hanya menguasai substansi hukum, tetapi juga beradaptasi dengan perkembangan zaman.

Bertahan hidup (survive) sekaligus tetap relevan menjadi tantangan yang kini dihadapi banyak firma hukum, terutama skala menengah dan kecil.

Direktur YLBH Fajar Trilaksana, Andi Fajar Yulianto, menyebut profesi pengacara tidak lagi bisa mengandalkan pola lama, klien menuntut kecepatan, transparansi, dan efisiensi biaya.

Seiring perkembangan teknologi, banyak kantor hukum mulai mengadopsi sistem manajemen berbasis digital yang bisa mempercepat pelayanan.

"Di tengah berbagai tantangan saat ini, profesi hukum tetap dibutuhkan. Perbedaannya hanya cara pengacara dan kantor hukum menyesuaikan diri," katanya, Sabtu, 16 Agustus 2025.

Menurutnya, mereka yang mampu beradaptasi, berinovasi, dan menjaga integritas, diyakini akan tetap bertahan dan bahkan tumbuh di masa depan.

“Pengacara yang survive bukan hanya pintar berdebat di pengadilan, tapi yang mampu membaca zaman, dekat dengan teknologi, dan menjaga kepercayaan klien,” katanya.

Lantas bagaimana dengan bertahan di tengah pelayanan pada pos bantuan hukum bagi pencari keadilan untuk masyarakat miskin secara gratis?

Di balik kiprah mulianya memberikan layanan hukum gratis bagi masyarakat kecil, Yayasan Lembaga Bantuan Hukum (YLBH) kini menghadapi situasi sulit.

Minimnya sumber daya, perubahan regulasi, hingga ketatnya persaingan antar lembaga membuat YLBH “menjerit” demi tetap bertahan.

Kondisi ini terungkap dalam rapat koordinasi YLBH Fajar Trilaksana (FT). Dalam evaluasi semester pertama, teridentifikasi sejumlah persoalan krusial.

Keterbatasan dana operasional, kurangnya tenaga hukum profesional, hingga perubahan kebutuhan masyarakat yang semakin kompleks.

Dewan Pakar YLBH FT, Supriasto menegaskan lembaga bantuan hukum saat ini bukan hanya dituntut hadir, tapi juga dituntut profesional dan adaptif.

"Jika tidak, akan tergilas perubahan,” kata Supriasto yang juga mantan Kepala Bagian Hukum Pemkab Gresik saat hadir rakor di Kantor YLBH FT.

Meski menjerit menghadapi tantangan, YLBH FT harus bertekad untuk tetap eksis. Maka, tiga strategi dirumuskan saat rapat koordinasi kali ini, di antaranya menjaga integritas, meningkatkan kompetensi tim hukum, dan memperluas jaringan, serta kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan.

Dengan strategi itu, YLBH FT berharap mampu memperkuat ketahanan organisasi sekaligus memberi layanan hukum yang semakin bermutu bagi masyarakat bawah.

“Menjerit bukan berarti menyerah. Justru inilah momentum untuk bangkit dan berbenah,” kata Supriasto

Evaluasi semester pertama menunjukkan banyak tantangan pelayanan, mulai perubahan regulasi pemerintah hingga persaingan dengan lembaga hukum lain.

“Realitasnya, lembaga bantuan hukum di daerah seperti kami benar-benar berjuang keras. Tantangan lebih besar daripada dukungan yang kami dapat,” kata Sekertaris YLBH FT Herman Sakti.

Tanpa perhatian serius dari pemerintah dan stakeholder, LBH semakin terpinggirkan, padahal menjadi harapan utama masyarakat kecil untuk memperoleh keadilan.

Sebagai catatan, Pos Bantuan Hukum (Posbakum) kini menjadi ujung tombak akses keadilan masyarakat yang kurang mampu.

Di tengah persaingan layanan hukum dan tantangan anggaran, Posbakum bertransformasi melalui berbagai strategi untuk tetap relevan dan efektif.

Kanwil Kemenkumham Jawa Timur mendata jumlah Pos Bantuan Hukum (PBH) terakreditasi sebagai mitra Posbakum meningkat signifikan dari 65 PBH di tahun 2024 menjadi 91 PBH pada 2025.

Dari jumlah itu, terdiri dari 13 PBH dengan Akreditasi A, 21 PBH terakreditasi B, dan 57 PBH terakreditasi C. Sedangkan di Gresik, terdapat tiga PBH terakreditasi, salah satunya YLBH Fajar Trilaksana.

Sedangkan anggaran untuk bantuan hukum di Jatim mengalami penyesuaian dari Rp6,6 miliar di tahuKanwil Kemenkumham Jawa Timur mendata jumlah Pos Bantuan Hukum (PBH) terakreditasi sebagai mitra Posbakum meningkat signifikan dari 65 PBH di tahun 2024 menjadi 91 PBH pada 2025.

Dari jumlah itu, terdiri dari 13 PBH dengan Akreditasi A, 21 PBH terakreditasi B, dan 57 PBH terakreditasi C. Sedangkan di Gresik, terdapat tiga PBH terakreditasi, salah satunya YLBH Fajar Trilaksana.

Sedangkan anggaran untuk bantuan hukum di Jatim mengalami penyesuaian dari Rp6,6 miliar di tahun 2024, dan menurun tajam menjadi Rp2,251 miliar pada 2025 sebagai respons terhadap kebijakan efisiensi.

(Redho)

Kesan dan Pesan Sonny T. Danaparamita dalam pelaksanaan upacara bendera HUT Proklamasi di Dusun Mbaung Kab. Banyuwangi

Opini, Jejak - Indonesia.id | Pertama-tama, saya mohon maaf tidak dapat hadir dan mengikuti secara langsung upacara bendera di dusun Mbaung, desa Barurejo, Kecamatan Siliragung, Kabupaten Banyuwangi ini.

Namun demikian, sebagai sesama Warga Negara Indonesia, selain rasa hormat, saya juga merasa perlu menyampaikan rasa bangga dan bahagia saya atas dilaksanakannya upacara bendera dan syukuran sederhana dalam rangka peringatan HUT RI ke 80 ini.

Rasa bangga itu semakin kuat dan bahkan bercampur haru ketika saya mendengar komitmen dari panjenengan semua.
Komitmen "Meskipun aliran LISTRIK BELUM MASUK di kampung kami, tapi KAMI TETAP CINTA NEGERI INI", adalah bukti bahwa di dada panjenengan semua, rasa nasionalisme itu begitu kuat terpatri.

Sebagai anggota DPR RI, tentu saya tidak berhenti pada bangga dan haru semata. Meski saya sudah merasa berusaha, namun karena hingga detik ini aliran listrik yang kita inginkan belum menjadi kenyataan, maka sebagai wakil rakyat saya masih menanggung dosa.

Untuk itu, dalam momentum ulang tahun kemerdekaan ini, saya kembali menyampaikan komitmen saya untuk tetap mengawal dusun Mbaung dan 6 titik lain di Banyuwangi yang belum teraliri listrik hingga hari ini, agar segera dapat merasakan terangnya kehidupan.

Energi listrik mungkin bukan segala-galanya, tapi kemudahan masyarakat dalam mendapatkan akses energi listrik secara merata adalah hal mendasar bagi terwujudnya keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Tetap semangat saudaraku semua.
Ke depan, kita tidak hanya memperjuangkan untuk listrik semata. Secara bersama-sama, kita harus mewujudkan cita-cita para pendiri bangsa...yakni INDONESIA yang sejati-jatinya MERDEKA.

 

Salam Hormat,
_Sonny T. Danaparamita/Anggota DPR RI Dapil Jatim III._

Melihat Keseruan Cabe Rawit Rungkut Kidul Meriahkan HUT RI ke 80

Surabaya, Jejak - Indonesia.id | Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-80 kali ini dirayakan dengan penuh semangat oleh warga LDII (Lembaga Dakwah Islam Indonesia) Rungkut Kidul Surabaya Acara yang digelar pada Minggu (17/8/2025) ini tak hanya menghadirkan kemeriahan, tetapi juga suasana sederhana dan hangat, mencerminkan semangat gotong royong dan kebersamaan yang kental.

Beragam lomba 17 Agustus yang disajikan kali ini benar-benar memikat perhatian, terutama bagi anak-anak. Lomba-lomba seperti makan kerupuk, memindahkan gelas secara estafet, dan balon, menjadi ajang yang mengundang gelak tawa dan keceriaan. Kegiatan ini melibatkan peserta dari berbagai kelompok usia, mulai dari anak TK hingga kelompok-kelompok kecil. Tak hanya sebagai hiburan, lomba-lomba ini juga berfungsi mempererat kerjasama dan kekompakan di antara mereka. Hal ini selaras dengan gerakan 29 karakter yang diusung LDII, yang bertujuan membentuk karakter luhur pada anak-anak sejak dini.

Ibu Ida salah satu ibu dari peserta lomba, dengan penuh kebanggaan mengungkapkan, "Saya gembira dan bangga melihat anak-anak penuh semangat mengikuti perlombaan dalam rangka peringatan HUT RI. Semoga mereka menjadi anak-anak yang saleh dan salehah yang akan mewarisi estafet kepemimpinan kelak." Tak hanya anak-anak, para ibu juga ikut meramaikan acara dengan perlombaan khusus mereka, menunjukkan bahwa merayakan kemerdekaan adalah momen yang menyenangkan untuk semua kalangan

Keragaman lomba ini memastikan bahwa semua kalangan, dari anak-anak hingga orang dewasa, dapat merasakan kemeriahan Hari Kemerdekaan dengan cara yang menyenangkan.

Momen-momen lucu dan menghibur yang disajikan memperlihatkan bahwa perayaan 17 Agustus bisa dilakukan dengan beragam cara yang menarik dan penuh kegembiraan.

Kehadiran para remaja dan orang tua sebagai penonton juga turut menambah semarak suasana. Wajah-wajah ceria mereka menunjukkan bahwa acara ini bukan sekadar kompetisi, melainkan juga kesempatan untuk mempererat hubungan sosial dan menanamkan nilai-nilai kebangsaan pada generasi muda. Keceriaan di setiap sudut dan riuhnya sorakan penonton menjadi bukti bahwa perayaan ini berhasil menciptakan ikatan yang kuat dan penuh makna.

Dengan penuh semangat dan kebersamaan, warga LDII Rungkut Kidul telah berhasil menjadikan perayaan HUT RI ke-80 sebagai momen yang tak terlupakan. Semoga semangat dan keceriaan ini dapat terus menginspirasi kita semua untuk menjaga dan merayakan kemerdekaan dengan penuh rasa syukur dan kebanggaan.

(Redho)

Perkuat Jiwa Nasional, Kapolda Kalteng Hadiri Upacara Peringatan HUT RI Ke-80 di Kantor Gubernur

Palangka Raya, Jejak - Indonesia.id | Kapolda Kalimantan Tengah (Kalteng) Irjen Pol Iwan Kurniawan, S.IK., M.Si. didampingi Ketua Bhayangkari Daerah Kalteng Ny. Maya Iwan Kurniawan, menghadiri upacara peringatan hari kemerdekaan Republik Indonesia (RI) ke-80 di Halaman Kantor Gubernur, Kota Palangka Raya, Minggu (17/08/2025) pagi.

Upacara yang dipimpin oleh Gubernur Kalteng H. Agustiar Sabran selaku Inspektur upacara (Irup), dan dihadiri Wakil Gubernur H. Edy Pratowo, Danrem 102 Panju Panjung, unsur Forkopimda serta sejumlah pejabat utama Polda.

Kapolda Kalteng melalui Kabidhumas Kombes Pol Erlan Munaji, S.IK., M.Si. mengungkapkan bahwa tema yang diangkat dalam peringatan HUT RI ke-80 kali ini ialah, 'Bersatu Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju'.

Tema tersebut diambil karena mengandung makna yang dalam, yaitu , 'Bersatu Berdaulat' bermakna semangat yang mencerminkan karakter bangsa Indonesia yang selalu menjunjung tinggi kerukunan antar warga dan gotong royong dalam kehidupan sehari-hari.

"Sedangkan 'Rakyat Sejahtera' merefleksikan komitmen Presiden Prabowo Subianto untuk menyejahterakan rakyat, melalui Visi Misi Presiden dan program Asta Cita," bebernya.

Erlan juga mengatakan, upacara diawali dengan pengibaran bendera merah putih oleh 56 Paskibraka Prov. Kalteng yang diiringi lagu Indonesia Raya, selanjutnya menghingkan cipta dan pembacaan teks Pancasila serta sambutan Gubernur Kalteng yang dibacakan oleh Irup.

Ia menjelaskan bahwa pada sambutannya Gubernur mengingatkan terkait beratnya perjuangan para pahlawan untuk meraih kemerdekaan dari penjajah, dengan mengorbankan harta dan jiwa raga.

"Dirgahayu Republik Indonesia ke-80. Semoga momentum hari kemerdekaan ini dapat menjadikan Indonesia semakin kuat, maju dan sejahtera," tutupnya. (red)

Poso Diguncang Gempa 5,8 SR, 29 Orang Luka dan Ratusan Warga Mengungsi

Poso, Jejak - Indonesia.id | Minggu pagi di Poso, Sulawesi Tengah, berubah menjadi momen penuh kepanikan ketika gempa berkekuatan magnitudo 5,8 mengguncang daerah itu. Guncangan kuat yang berlangsung sekitar 15 detik membuat warga di Kecamatan Poso Pesisir, termasuk Desa Masani, Tokorondo, Towu, Pinedapa, Tangkura, dan Lape, berhamburan keluar rumah mencari tempat aman.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat gempa utama terjadi pada pukul 05.38 WIB dengan pusat gempa di laut, 13 kilometer barat laut Kota Poso pada kedalaman 10 kilometer. Hingga pukul 07.10 WIB, BMKG melaporkan sudah ada 10 gempa susulan, dengan kekuatan terbesar magnitudo 3,2. Meski demikian, hasil pemodelan menunjukkan gempa ini tidak berpotensi tsunami.

Namun, dampaknya cukup signifikan. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan 29 orang mengalami luka-luka, dua di antaranya dalam kondisi kritis dan dirujuk ke RSUD Poso. Enam orang lainnya mendapat perawatan di Puskesmas Tokorondo, sementara sisanya ditangani langsung oleh tim medis di lokasi. Sebuah rumah ibadah, Gereja Jemaat Elim di Desa Masani, juga dilaporkan rusak akibat guncangan.

Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulawesi Tengah mencatat 433 jiwa atau 184 kepala keluarga terdampak gempa, terdiri atas lansia, balita, dan penyandang disabilitas. Banyak warga memilih bertahan di luar rumah karena masih dihantui gempa susulan. Kebutuhan mendesak saat ini meliputi tenda, alas tidur, selimut, makanan siap saji, hingga perlengkapan bayi.

Kepala BNPB, Suharyanto, menegaskan pihaknya terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk mempercepat penanganan darurat, termasuk mendirikan tenda dan menyalurkan obat-obatan. Ia mengimbau masyarakat tetap tenang, waspada, serta menghindari bangunan retak yang berpotensi roboh.

BMKG mengingatkan agar informasi hanya diikuti dari sumber resmi. Masyarakat juga diimbau menyiapkan tas siaga berisi kebutuhan pokok sebagai langkah antisipasi.

Peristiwa ini kembali mengingatkan bahwa Sulawesi Tengah berada di wilayah rawan gempa. Namun di balik kepanikan, solidaritas warga terlihat nyata: saling membantu, menolong, dan memastikan keluarga serta tetangga dalam keadaan selamat. (red)

error: Content is protected !!