Sorry, we're closed Opens today at 9:00 am

mbah semar

Menuju Swasembada Pangan, Kapolres Trenggalek Bersama Warga Panen Raya Jagung

Trenggalek, Jejak - Indonesia.id | Kepala Kepolisian Resor Trenggalek AKBP Ridwan Maliki berkunjung ke lahan jagung tepatnya di desa Sukorejo, kecamatan Tugu, Kabupaten Trenggalek, Selasa, (19/8).

Tak sekadar berkunjung, orang nomor satu di jajaran Polres Trenggalek Polda Jatim ini sekaligus melakukan panen raya di lahan milik warga setempat.

AKBP Ridwan Maliki menerangkan, kegiatan hari ini merupakan wujud dukungan jajaran kepolisian terhadap program ketahanan pangan pemerintah, khususnya komoditas jagung untuk mewujudkan swasembada pangan.

“Iya benar, hari ini kita gelar panen raya jagung bersama warga kurang lebih 2 ton jagung,”jelasnya.

Ia menambahkan, beberapa waktu yang lalu Polres Trenggalek Polda Jatim juga telah membangun kerjasama dengan sejumlah pondok pesantren untuk meningkatkan produktivitas jagung di Kabupaten Trenggalek dengan memanfaatkan lahan kosong dengan melibatkan para santri.

Selain itu, secara internal, Polres Trenggalek Polda Jatim turut ambil bagian dengan mengolah lahan tidur yang ada di masing-masing wilayah Polsek jajaran untuk ditanami jagung.

Dalam pelaksanaannya Polres Trenggalek Polda Jatim melibatkan stakeholder terkait, termasuk petani dan penyuluh pertanian.

“Untuk tingkat Polres, kita manfaatkan lahan hibah yang berada di depan Mapolres seluas 1,5 hektar, kemudian ada sebagai kolam ikan nila, ternak ayam serta kebun alpukat dan pepaya,”uarnya.

Tak ketinggalan, dalam kesempatan tersebut pihaknya juga menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada para petani dan pemilik lahan yang telah turut berperan aktif dan berkontribusi positif dalam mendukung penanaman jagung di Kabupaten Trenggalek.

“Memasuki kwartal ketiga tahun ini, kita harapkan produktivas jagung di Kabupaten Trenggalek bisa lebih sukses dari sebelumnya, hasil panen melimpah daan hasilnya bisa dirasakan langsung oleh para petani dan juga masyarakat.”pungkasnya. (red)

Polresta Banyuwangi Launching SPPG untuk Dukung Program Makan Bergizi Gratis

Banyuwangi, Jejak - Indonesia.id |  Polresta Banyuwangi menunjukkan dukungan nyata terhadap program prioritas Presiden Prabowo Subianto terkait makan bergizi gratis dengan meluncurkan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Desa Watu Kebo, Kecamatan Blimbingsari, Selasa (19/7/2025).

Acara launching ini dihadiri Sejumlah unsur Forkopimda Banyuwangi, Pejabat Utama Polresta Banyuwangi, Bhayangkari, dan para pemangku kepentingan turut hadir, menandai komitmen bersama dalam mewujudkan generasi sehat dan cerdas melalui pemenuhan gizi seimbang.

Kapolresta Banyuwangi, Kombes Pol. Rama Samtama Putra, S.I.K., M.Si., M.H., menyampaikan bahwa SPPG telah disiapkan secara matang untuk melayani secara bertahap 13 sekolah sebanyak 1218 siswa penerima manfaat.Selanjutnya secara bertahap akan memenuhi 26 sekolah dengan total 3.481 siswa penerima manfaat.

Kapolresta Banyuwangi menekankan bahwa program ini tidak hanya berfokus pada pemenuhan kebutuhan gizi anak sekolah, tetapi juga membawa dampak ekonomi yang positif bagi masyarakat Banyuwangi.

“Bahan baku kebutuhan makanan akan diambil dari petani dan pasar lokal, sehingga perputaran ekonomi tetap berada di tengah masyarakat.

Selain itu, kami melibatkan 47 tenaga kerja terlatih dalam proses pengolahan hingga distribusi makanan,” ungkap Kapolresta.

Untuk memastikan kelancaran distribusi, SPPG mengerahkan armada khusus berupa dua truk colt diesel dan satu minivan.

Sistem ini dirancang agar makanan bergizi dapat tersalurkan tepat waktu dan merata kepada seluruh siswa penerima manfaat.

Melalui program ini, Polresta Banyuwangi berharap dapat memperkuat ekosistem ekonomi lokal sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia sejak dini.Kehadiran SPPG juga menjadi bentuk kontribusi nyata Polri dalam mendukung kebijakan strategis pemerintah sekaligus mempererat sinergi dengan masyarakat.(red)

HUT RI ke-80 di Poso, Dua Simpatisan Paham Radikalisme Nyatakan Ikrar Setia Kepada NKRI

Poso, Jejak - Indonesia.id | Momentum peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80 "Bersatu Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju" menjadi momen bersejarah bagi dua simpatisan asal Kabupaten Sigi yang sebelumnya terpapar paham radikalisme.

Mereka menyatakan Ikrar Setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) di hadapan Kaops Madago Raya, Kombes Pol Heni Agus Sunandar, S.I.K., M.H., di Pos Komando Taktis (Poskotis) Tokorondo, Kabupaten Poso, pada Minggu (17/8/2025).

Prosesi ikrar berlangsung khidmat dan penuh haru. Keduanya dengan lantang mengucapkan janji setia kepada NKRI, lalu mencium Sang Saka Merah Putih sebagai simbol kembalinya mereka ke pangkuan Ibu Pertiwi.

Ikrar tersebut turut dihadiri Kasatgas I Intelijen Kombes Pol Andi Aditya Sakti, S.I.K., Kasatgas III Preventif Kombes Pol Kurniawan Tandi Rongre, S.I.K., M.Si., Kapolres Poso AKBP Alowisius Londar, S.I.K., perwakilan Kesbangpol Kabupaten Poso, serta sejumlah personel lainnya.

Ahmad Afandi alias Aco, salah satu simpatisan yang sebelumnya terpapar paham radikalisme, mengaku ikrar tersebut menjadi titik balik hidupnya.

“Dulu saya mempunyai pemikiran bertentangan dengan NKRI. InsyaAllah ke depan kita akan bersatu membangun negara ini dan kembali ke masyarakat yang damai,” ujarnya.

Afandi juga mengajak teman-temannya yang masih terpapar ideologi radikal agar segera kembali ke jalan yang benar.

“Mari kita bersama-sama bersatu membangun negara ini agar menjadi negara yang adil dan makmur,” tambahnya.

Senada, Sunardin, simpatisan lainnya, menyebut momentum 17 Agustus ini menjadi sejarah penting dalam hidupnya. Ia menegaskan tekad untuk meninggalkan paham radikalisme dan hidup dalam semangat kebangsaan.

“Saya berharap kepada teman-teman yang belum kembali ke pangkuan Ibu Pertiwi, mari bersama-sama kembali ke NKRI,” katanya dengan suara bergetar.

Kaops Madago Raya, Kombes Pol Heni Agus Sunandar, menyambut baik ikrar setia yang diucapkan dua simpatisan asal Kabupaten Sigi tersebut.

“Ini adalah bukti nyata bahwa program Deradikalisasi melalui pendekatan persuasif dan humanis terus membuahkan hasil. Kami berharap langkah ini menjadi contoh bagi mereka yang masih terpapar agar segera kembali ke pangkuan NKRI,” ungkapnya.

Pernyataan ikrar setia ini menjadi bukti nyata keberhasilan Deradikalisasi melalui pendekatan humanis yang dilakukan Polda Sulawesi Tengah melalui Satgas Madago Raya. Harapannya, langkah dua simpatisan ini dapat menjadi contoh bagi mereka yang masih terjerat ideologi radikalisme agar kembali ke pangkuan NKRI. (red)

Perwira Polri Penerima Beasiswa LPDP Ikuti Upacara HUT RI ke-80 di London

London, Jejak - Indonesia.id | Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-80 Kemerdekaan Indonesia, para perwira Polri penerima beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) turut ambil bagian dalam upacara bendera yang digelar di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) London, Britania Raya.

Upacara berlangsung khidmat dengan Inspektur Upacara Duta Besar Republik Indonesia untuk Britania Raya merangkap Irlandia dan IMO, Desra Percaya, S.Sos., M.A., Ph.D, didampingi Ibu.

Dalam sambutannya, Dubes Desra mengajak seluruh warga negara Indonesia di Britania Raya untuk terus memupuk jiwa patriotisme dan cinta tanah air, di mana pun berada.

Para perwira Polri yang tengah menempuh pendidikan melalui skema beasiswa LPDP turut hadir dan menjadi bagian dari upacara ini. Mereka adalah: AKP Henrico Suharsono, S.Tr.K., S.I.K., AKP I Made Pasek Saradahtam, S.Tr.K., S.I.K., AKP Dirga Abriawan, S.Tr.K., S.I.K.

Lalu, Ipda Gregory Mechamad Dion Sinulingga, S.Tr.K., Ipda Daffa Raihantra Budiman, S.Tr.K., Ipda Wishaka Dian Pandutama, S.Tr.K., Ipda Daffy Hafiz, S.Tr.K., dan Ipda Rafa Rayenda, S.Tr.K.

Salah satu penerima beasiswa, AKP Henrico Suharsono, menyampaikan rasa bangga bisa mengikuti upacara kemerdekaan di luar negeri bersama warga Indonesia lainnya.

"Meski jauh dari tanah air, semangat nasionalisme kami tidak pernah luntur. Upacara ini menjadi momen refleksi bahwa tugas kami sebagai abdi negara tidak terbatas oleh wilayah, tetapi oleh panggilan pengabdian kepada Indonesia," ujar AKP Henrico.

Keterlibatan para perwira Polri ini menjadi simbol semangat kebangsaan dan dedikasi yang tetap menyala meskipun berada jauh dari tanah air. Kegiatan ini juga menjadi ajang silaturami serta penguatan identitas nasional di antara diaspora Indonesia di Inggris dan Irlandia. (red)

Lapas Banyuwangi Gelar Donor Darah dan Cek Kesehatan Gratis dalam Rangka HUT ke-80 Kemerdekaan RI, Wujud Peduli Kesehatan Pegawai dan Sesama

Banyuwangi, Jejak - Indonesia.id | Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia (RI), Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banyuwangi menggelar kegiatan donor darah dan layanan pemeriksaan kesehatan gratis bagi para pegawai, Selasa (19/8).

Acara yang berlangsung di Aula Sahardjo Lapas Banyuwangi itu tidak hanya menjadi bagian dari semangat kemerdekaan, tetapi juga sebagai bentuk kepedulian terhadap kesehatan pegawai dan masyarakat luas.

Kegiatan tersebut berlangsung melalui kerjasama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Banyuwangi. Para pegawai terlihat antusias mengikuti kegiatan tersebut.

“Selain memberikan kesempatan untuk berbagi kebaikan melalui donor darah, acara ini juga bertujuan memastikan kondisi kesehatan para pegawai tetap prima dalam menjalankan tugas,” ujar Kepala Lapas Banyuwangi, I Wayan Nurasta Wibawa.

Menurutnya, kegiatan ini juga sejalan dengan semangat kemerdekaan untuk meningkatkan solidaritas dan kepedulian sosial.

"Ini adalah wujud nyata bakti kami kepada negara dan sesama. Donor darah tidak hanya menyelamatkan nyawa orang lain, tetapi juga memantau kesehatan kita sendiri," imbuhnya.

Selain donor darah, para peserta juga mendapatkan layanan cek kesehatan gratis, termasuk pemeriksaan tekanan darah, gula darah, dan konsultasi kesehatan. Harapannya, kegiatan ini dapat meningkatkan kesadaran pentingnya menjaga kesehatan sekaligus memperkuat semangat gotong royong di lingkungan Lapas Banyuwangi.

"Semoga kegiatan ini bisa terus berlanjut dan memberikan manfaat lebih luas, tidak hanya bagi pegawai Lapas, tetapi juga masyarakat sekitar," pungkasnya. (red)

error: Content is protected !!