Sorry, we're closed Opens today at 9:00 am

mbah semar

Satpolairud Polresta Banyuwangi Pantau Aktivitas Bongkar Muat dan Melakukan Pemeriksaan Dokumen KM. Avselon

Banyuwangi, Jejak - Indonesia.id | Dalam rangka mencegah pelanggaran hukum dikawasan Perairan Banyuwangi, Polresta Banyuwangi melalui Satpolairud Polresta Banyuwangi jajaran Polda Jawa Timur kembali melakukan giat patroli dan pemantauan aktivitas bongkar muat. Selasa, (19/8/2025).

Dalam kegiatan ini, Aipda Haerul Umam, SH mengatakan giat patroli dan pemantauan yang dilaksanakan bersama BA Satpolairud Polresta Banyuwangi Bripka Romi Eka Pranata dalam rangka untuk melakukan pemeriksaan dokumen dan muatan KM. Avselon yang sedang melakukan aktivitas bongkar muat.

Pemeriksaan ini merupakan bagian dari upaya pencegahan, mengantisipasi pelanggaran hukum dan masuknya barang-barang ilegal, penyelundupan, dan potensi tindak pidana di wilayah perairan hukum Polresta Banyuwangi.

Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan bahwa isi muatan kapal tidak membawa barang ilegal, narkoba, rokok ilegal, pakaian bebas, minuman keras beralkohol, maupun obat-obatan terlarang. Pada pemeriksaan kali ini, tidak diketemukan pelanggaran hukum baik dokumen pelayaran maupun muatan kapal," terang Aipda Umam.

Selain melakukan patroli dan pemeriksaan pada kesempatan tersebut, Satpolairud Polresta Banyuwangi menyampaikan pesan kamtibmas dan mengingatkan kepada crew kapal akan pentingnya penggunaan alat lifejacket dan mengutamakan keselamatan pelayaran pada saat cuaca extrem.

Guna mencegah terjadinya pelanggaran hukum dan korban jiwa pada saat proses pelayaran berlangsung, Aipda Haerul Umam mengingatkan nahkoda kapal untuk selalu melakukan pemeriksaan ketersediaan alat keselamatan dan kelengkapan dokumen kapal.

Kalau dirasa cuaca tidak memungkinkan untuk melaut, disarankan untuk tidak melakukan aktivitas melaut demi keselamatan," tambahnya.

Segera laporkan kepada pihak keamanan atau menghubungi Call Center 110 jika ada hal mencurigakan atau tindak kejahatan. Kami siap merespons dan memastikan keamanan masyarakat tetap terjaga,” tutupnya. (GP)

Ayahnya Jawa, Ibunya Ambon – Flores, Itulah Sosok Kapolri dan Ketum FRN Agus Flores

Jakarta, Jejak – Indonesia.id |  Banyak Menggap Hubungan Darah Ambon - Flores Pencinta Merah Putih membuat Akrab Kedua Tokoh ini.

Yang satu Petinggi Polri dan Yang Satu Pimpinan Wartawan Fast Respon Se Indonesia.

Dia adalah Kapolri Jendral Pol Listyo Sigit Prabowo dan Ketum FRN Agus Flores.

Kesamaan Lain, Mereka Suka Dansa, Musik dan Tegas Memimpin, selain itu sama sama Pencinta Bhayangkara Polri.

Ada yang unik, jika berhubungan Komunikasi Melalui Whatshap yang banyak saling lempar stiker Jenaka.

Ketika dikonfirmasi Ketua Umum Perkumpulan Wartawan (PW) Fast Respon Nusantara (FRN) Counter Polri sekaligus pengacara handal, Agus Flores, menceritakan kisah kedekatannya dengan Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo.

Agus mengungkapkan bahwa dirinya dan Kapolri orangnya Multitalenta dan Pencinta Budaya.

“Mungkin Ditakdirkan sama dari anak kolong, setia Merah Putih,” ujar Agus kepada wartawan FRN, Senin (18/8/2025).

Secara garis keturunan, keduanya juga memiliki jejak Nusantara. Ayah Agus berasal dari Jawa, ibunya dari Flores. Sementara ayah Kapolri juga dari Jawa, dan ibunya dari Ambon.

Selain itu, Agus menambahkan bahwa Kapolri sosoknya multi talenta.

“Kalau Pak Kapolri pencinta budaya, suka musik dan dansa. Namanya Juga Darah Timur ,” ungkapnya.

Agus pun bercerita tentang komunikasi keseharian dengan Kapolri. Meski tidak setiap saat, keduanya sering berhubungan melalui aplikasi WhatsApp.

“Kalau komunikasi lewat WhatsApp, kami sering saling lempar stiker guyon. Tapi di balik sisi jenaka itu, Kapolri adalah sosok yang sangat tegas,” tutur Agus.

Kedekatan dan persamaan latar belakang ini, menurut Agus, membuat hubungan dirinya dengan Kapolri bukan Mitra lagi tapi Seperti Saudara berdarah Cinta NKRI. (red)

Semangat Juang : Polrestabes Surabaya Kenang Peran Polisi dalam Pertempuran 1945

Surabaya, Jejak - Indonesia.id | Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Luthfi Sulistiawan, menegaskan bahwa peringatan Hari Juang Polri tahun 2025 bukan sekadar seremoni, melainkan momentum untuk menggali kembali api perjuangan yang diwariskan para pahlawan kepolisian bersama rakyat Surabaya.

Dalam sejarahnya, Kepolisian memiliki peran penting dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia, khususnya pada masa pertempuran Surabaya tahun 1945.

Peristiwa heroik itu menjadi tonggak lahirnya Polisi Indonesia yang setia berjuang bersama rakyat.

Kombes Pol Luthfi menjelaskan, salah satu peristiwa penting yang menjadi penanda perjuangan kepolisian adalah pengibaran bendera Merah Putih oleh Negolan, seorang laskar rakyat Dinoyo.

Aksi ini memicu semangat perlawanan rakyat Surabaya terhadap penjajahan pada masanya.

Kala itu, M. Yasin yang menjabat sebagai komandan pasukan polisi di bawah pimpinan Jepang, memimpin operasi pembongkaran senjata.

Senjata tersebut kemudian dibagikan kepada laskar rakyat dan pasukan Polisi Istimewa yang resmi menjadi Polisi Indonesia pada 21 Agustus 1945.

Keberanian Polisi bersama rakyat Surabaya menjadi bukti nyata bahwa semangat juang tidak bisa dibendung.

"Polisi bahu-membahu bersama laskar rakyat untuk merebut senjata musuh, menghadapi pasukan sekutu, hingga meletus pertempuran besar di Surabaya,” tutur Kombes Pol Luthfi, pada Senin (18/08/2025).

Pertempuran Surabaya 1945 meninggalkan catatan penting: pengorbanan jiwa raga demi tegaknya kemerdekaan Republik Indonesia.

Banyak anggota kepolisian dan rakyat gugur dalam pertempuran itu, namun semangat mereka tidak pernah padam.

“Peristiwa bersejarah ini adalah filosofi yang mengajarkan kita untuk tidak gentar menghadapi tantangan, meski dengan keterbatasan sekalipun," tegas Kombes Luthfi.

Ia menambahkan nilai perjuangan para pahlawan kepolisian Surabaya akan terus menjadi pegangan dalam melaksanakan tugas dan pengabdian kepada bangsa.

Peringatan Hari Juang Polri menjadi momen refleksi agar setiap anggota kepolisian tidak melupakan akar perjuangan yang telah ditorehkan para pendahulu.

"Semangat juang itu harus terus diwariskan sebagai pedoman dalam menjaga keamanan, ketertiban, serta mengabdi kepada masyarakat," kata Kombes Luthfi.

Dengan menghidupkan kembali nilai-nilai heroisme, kepolisian diharapkan mampu menjaga kepercayaan publik serta menguatkan sinergi dengan masyarakat dalam membangun bangsa. (red)

Keseruan Berbagai Lomba Ramaikan HUT RI ke 80 di Komplek Jatayu Lanud Suryadarama

Kalijati, Subang, Jejak - Indonesia.id | Warga komplek Jatayu yang berada dilingkungan Lanud Suryadarma, Kalijati, Subang. Semarakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia yang dipimpin ketua RW 04 Jatayu Kapten Abdul Azis, dengan menggelar beragam lomba dan kegiatan kebersamaan, Senin (18/8/2025).

Kegiatan ini tidak hanya menjadi agenda rutin warga komplek Jatayu setiap momentum Kemerdekaan RI, tetapi juga menjadi ajang mempererat kebersamaan warga Jatayu yang berada dilingkungan militer.

Beragam lomba diadakan, diantaranya tiup aqua pakai tali, memasukan pinsil ke dalam botol, memindahkan karet ke piring, memasukan air ke botol, masuk ke kolong bergantian, pilih sembako mata diutup, lempar air estafet, pindahin air ke botol, pindahkan bola Terbanyak, dan tak kalah serunya lomba utk Balita/batita yaitu pindahkan bola ke ember dan pakai kaos kaki sendiri. Antusiasme peserta terlihat dari warga yang terlibat aktif memeriahkan suasana.

Selain lomba, diawal kegiatan juga melaksanakan senam bersama yang dipimpin oleh guru senam ternama di Subang untuk mendorong pola hidup sehat.

Hal itu diharapkan dapat meningkatkan semangat kebersamaan dalam meriahkan HUT RI ke-80.

“Tujuan utama kegiatan ini bukan sekadar memeriahkan HUT RI, tapi juga memperkuat persaudaraan, solidaritas, dan silahturahmi warga Jatayu,” ucap Ketua RW 04 Kapten Abdul Azis.

Perayaan HUT RI ke-80 di Komplek Jatayu ini menjadi bukti bahwa semangat kemerdekaan mampu menyatukan semua warga, sekaligus menumbuhkan rasa cinta tanah air. (red)

Dimeriahkan Tari Kolosal dan Atraksi Dirgantara, Upacara Peringatan Kemerdekaan RI di Banyuwangi Berlangsung Meriah

Banyuwangi, Jejak - Indonesia.id | Kabupaten Banyuwangi menggelar Upacara HUT Ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia di Taman Blambangan, Minggu (17/8/2025). Upacara berlangsung cukup meriah dengan menampilkan atraksi tarian nusantara kolosal hingga atraksi dirgantara.

Bertindak sebagai Inspektur Upacara Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani. Tepat pukul 08.00 upacara dimulai yang diawali dengan pengibaran bendera Merah Putih oleh pasukan Paskibraka.

Menariknya, saat pengibaran bendera mereka membentuk formasi angka 17 dan 45 bila dilihat dari udara.

75 Paskibraka tersebut berhasil menjalankan tugasnya mengibarkan bendera Merah Putih yang dilanjutkan dengan pembacaan pembukaan UUD 1945. Disusul pembacaan teks Proklamasi Kemerdekaan RI oleh Ketua DPRD Banyuwangi, I Made Cahyana Negara.

Upacara HUT RI kali ini semakin semarak dengan berbagai atraksi. Mulai dari pertunjukan tari kolosal yang dibawakan ratusan pelajar Banyuwangi. Mereka tampil memukau membawakan sendratari dengan mengenakan pakaian adat nusantara yang merepresentasikan berbagai suku yang ada di Banyuwangi. Di antaranya, suku Bugis, Bali, Osing, dan Madura.

Upacara semakin meriah saat manuver terbang (flypass) dua pesawat latih Akademi Penerbang Indonesia (API) Banyuwangi menghiasi langit Banyuwangi.

Diikuti kemudian atraksi 3 atlet paramotor Jawa Timur yang salah satunya membawa bendera Merah Putih. Mereka terbang dari Pantai Boom menuju Taman Blambangan dan berputar sebanyak 3 kali selanjutnya mendarat dengan apik di tengah Taman Blambangan.

Usai mendarat, salah satu pilot perempuan paramotor, Zamitah Dea Rhein, menyerahkan buket bunga kepada Bupati Ipuk.

"Seru banget bisa ambil bagian dari Peringatan Kemerdekaan RI di Banyuwangi. Alhamdulilah lancar karena lokasinya memang proper," kata atlet Jatim yang pernah memenangi kejuaraan PON Aceh tahun 2024 itu.

Bertindak sebagai petugas pengibaran bendera antara lain Jasmine Azzahra Adya Putri (pembawa baki), Revalizha Nazzar Syahzidane (pengerek bendera), Andreas Oktaviani (pembentang bendera), Andrian Edi Chandra (pengulur bendera), dan Dinar Ayu Wulandari (pemberi aba-aba). (red)

error: Content is protected !!