Sorry, we're closed Opens today at 9:00 am

mbah semar

TNI AL Lanal Banyuwangi Siap Bersinergi dengan Pemda, Komandan Lanal: Keamanan Wilayah Tanggung Jawab Bersama

Banyuwangi, Jejak – Indonesia.id |  Komandan Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Banyuwangi, Letkol Laut (P) Muhammad Puji Santoso, M.Sc, menegaskan komitmen TNI AL untuk terus memperkuat sinergi dengan Pemerintah Daerah Banyuwangi dalam menjaga stabilitas keamanan di wilayah pesisir dan perairan selatan Jawa.

Hal itu disampaikan saat menerima kunjungan kerja Wakil Bupati Banyuwangi, Ir. H. Mujiono, M.Si, beserta jajaran staf di Markas Komando (Mako) Lanal Banyuwangi, Jalan Raya Situbondo No. 54, Ketapang, pada Jumat (22/8/2025).

Menurut Letkol Laut (P) Muhammad Puji Santoso, keberadaan Lanal Banyuwangi bukan hanya berfungsi menjaga pertahanan di laut, tetapi juga menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam mendukung pembangunan serta keamanan masyarakat.

> “TNI AL, khususnya Lanal Banyuwangi, selalu terbuka menjalin kerja sama dengan pemerintah daerah. Keamanan wilayah, baik darat maupun laut, adalah tanggung jawab bersama demi terciptanya stabilitas dan kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.

 

Ia juga menambahkan, kerja sama yang erat antara Pemkab Banyuwangi dan Lanal akan memperkuat pengawasan di jalur laut, mengingat posisi geografis Banyuwangi yang strategis berbatasan langsung dengan Selat Bali dan Samudera Hindia.

Kunjungan Wakil Bupati Mujiono ini disebut sebagai wujud komunikasi yang baik antara pemerintah daerah dan TNI AL, sekaligus memperkuat hubungan harmonis dalam menjaga kedaulatan dan stabilitas wilayah Banyuwangi. (red)

Deteksi Dini, 44.917 Pelajar di Banyuwangi Telah Jalani Pemeriksaan Kesehatan Gratis

Banyuwangi, Jejak - Indonesia.id |  Program pemeriksaan kesehatan gratis bagi anak dan remaja (usia 7 - 18 tahun) yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto, telah menyasar 44.917 pelajar di Banyuwangi.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengatakan program yang dimulai sejak 14 Juli 2025 tersebut, akan terus dilakukan hingga menjangkau 184.771 siswa, mulai SD hingga SMA baik sekolah negeri, swasta maupun sekolah keagamaan (pondok pesantren).

“Pemeriksaan kesehatan masih akan terus kita laksanakan hingga menjangkau seluruh pelajar di Banyuwangi,” kata Ipuk, Jumat (22/8/2025).

Ipuk menjelaskan, pemeriksaan kesehatan gratis sangat bermanfaat untuk upaya deteksi dini penyakit pada pelajar, dan menjadi bahan pemerintah untuk melakukan tindakan pencegahan.

"Pemeriksaan kesehatan ini menjadi deteksi dini. Hasil dari pemeriksaan menjadi bahan evaluasi, sehingga fasilitas kesehatan baik Puskemas dan rumah sakit segera melakukan tindakan. Misalnya ditemukan karies gigi pada anak, langsung dirujuk ke puskesmas untuk mendapatkan perawatan, begitu juga jika ditemukan potensi penyakit lainnya,” kata Ipuk.

Pemkab Banyuwangi juga rutin melakukan pencegahan melalui pemberian tablet tambah darah (TTD), untuk menghindari anemia pada sejumlah remaja putri

Ditambahkan Plt Kepala Dinas Kesehatan Banyuwangi Amir Hidayat, memasuki pekan ke-enam pelaksanaan, program ini telah menjangkau 35.372 siswa SD, 8.292 siswa SMP , dan 1.253 siswa SMA.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, mayoritas siswa dalam kondisi baik.

“Untuk pemeriksaan tekanan dan kadar gula darah, mayoritas siswa dinyatakan normal. Namun demikian, meski kecil kita juga menemukan kasus hipertensi dan hiperglikemia,” urai Amir.

Gangguan kesehatan gigi (karies) dan pendengaran juga ditemukan. Begitu juga dengan gangguan kesehatan mata, yang diduga karena pengaruh intensitas tinggi penggunaan gadget.

"Siswa yang terdeteksi terdapat gangguan kesehatan, sudah langsung ditindaklanjuti oleh Puskesmas atau rumah sakit," tambah Amir. (red)

PW FRN DPC Banyuwangi Apresiasi Langkah Cepat Polresta Tangkap Penganiaya Musisi Senior

Banyuwangi, Jejak – Indonesia.id |  PW Fast Respon Nusantara (FRN) DPC Banyuwangi memberikan apresiasi kepada Polresta Banyuwangi atas gerak cepat menangkap FS (32), warga Desa Olehsari, pelaku penganiayaan terhadap tiga musisi senior pada Selasa (12/8/2025) malam.

Ketua DPC PW FRN Banyuwangi, Agus Samiaji, menyebut tindakan cepat aparat menunjukkan komitmen melindungi pekerja seni.
“Musisi adalah aset daerah. Mereka layak dilindungi, bukan malah jadi korban kekerasan,” tegasnya, Jumat (22/8/2025).

Kasus ini sebelumnya terjadi saat sebuah pentas musik di Olehsari ricuh. Pelaku memukul dan menginjak korban, termasuk musisi senior Nanang Ariyanto, hingga harus mendapat perawatan medis. (red)

Peresmian Klinik AiMed di Banyuwangi, Dihadiri PLH Sekda dan Anggota DPRD Komisi I

Banyuwangi, Jejak – Indonesia.id | Klinik kesehatan AiMed resmi berdiri di Banyuwangi. Peresmian tersebut berlangsung meriah dan dihadiri langsung oleh Ir. Guntur Priambodo, selaku Pelaksana Harian (PLH) Sekretaris Daerah Banyuwangi, serta Marifatul Kamilah, anggota DPRD Banyuwangi Komisi I dari Fraksi Partai Golkar. Sabtu. 23 Agustus 2025.

Klinik AiMed berlokasi di Jalan Kolonel Sugiyono, Kelurahan Kertosari, Kecamatan Banyuwangi Kota. Hadirnya klinik ini diharapkan dapat memperluas akses layanan kesehatan masyarakat dengan fasilitas yang lebih modern dan terjangkau.

Dalam sambutannya, PLH Sekda Banyuwangi Ir. Guntur Priambodo menyampaikan apresiasi atas inisiatif berdirinya klinik tersebut.
"Kami berharap Klinik AiMed dapat menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas layanan kesehatan masyarakat Banyuwangi, sekaligus mendukung visi pemerintah daerah dalam menghadirkan layanan kesehatan yang merata," ujarnya.

Sementara itu, anggota DPRD Banyuwangi, Marifatul Kamilah, juga menekankan pentingnya sinergi antara pihak swasta dan pemerintah dalam mendukung sektor kesehatan.
"Kehadiran klinik ini bukan hanya menambah fasilitas kesehatan, tapi juga menjadi bentuk kepedulian terhadap masyarakat. Semoga dapat terus berkembang dan memberi manfaat luas," katanya.

Dengan peresmian ini, masyarakat Banyuwangi kini memiliki tambahan pilihan layanan kesehatan yang diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan dan derajat kesehatan di daerah tersebut. (red)

Keselamatan Adalah Budaya, Polantas Kampanye di Dieng Culture Festival 2025

Jakarta, Jejak – Indonesia.id | Kakorlantas Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho mengapresiasi jajarannya yang menghadirkan program Polantas Menyapa dalam rangkaian Dieng Culture Festival (DCF) 2025 di dataran tinggi Dieng, Jawa Tengah, Sabtu-Minggu (23-24/8/2025). Kehadiran polisi lalu lintas di festival budaya tahunan ini dimanfaatkan untuk mengkampanyekan budaya keselamatan menuju Hari Keselamatan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan pada 19 September 2025 mendatang.

“Lalu lintas itu adalah cermin budaya bangsa. Keselamatan harus menjadi budaya, bukan sekadar kewajiban hukum. Mari kita jadikan kampanye keselamatan lalu lintas bisa hadir di mana saja; di jalan, sekolah, kantor, hingga festival budaya,” ujar Irjen Agus dalam keterangannya, Sabtu (23/8/2025).

Menurutnya, DCF 2025 menjadi contoh bagaimana pesan keselamatan bisa dikemas secara kreatif, inklusif, dan penuh kebersamaan. “Dari Dieng kita kirim pesan ke seluruh Indonesia, keselamatan adalah budaya. Mari bersama-sama menumbuhkan kesadaran dan melipatgandakan ikhtiar keselamatan agar setiap orang bisa selamat di jalan, selamat di rumah,” tambahnya.

Irjen Agus menegaskan, kehadiran Korlantas Polri di DCF bukan sekadar meramaikan pesta budaya, tetapi juga menyampaikan pesan penting soal disiplin lalu lintas. Ia mengingatkan angka kecelakaan lalu lintas di Indonesia masih tinggi dengan ribuan korban jiwa setiap tahun.

“Semua diawali dengan pelanggaran. Akar persoalan bukan pada kurangnya regulasi, melainkan rendahnya kesadaran dan disiplin pengguna jalan. Karena itu keselamatan lalu lintas adalah tanggung jawab bersama, tidak boleh berhenti pada jargon, tapi harus menjadi kesadaran kolektif,” tegasnya.

Ia menambahkan, DCF dipilih sebagai momentum kampanye karena festival ini dihadiri puluhan ribu pengunjung dari berbagai daerah, latar belakang, dan usia. “Keselamatan bukan hanya urusan polisi, tapi budaya bersama. Dengan hadir di festival budaya, kami ingin menunjukkan bahwa tertib lalu lintas bisa menjadi bagian dari gaya hidup dan kebanggaan masyarakat,” pungkas Kakorlantas. (red)

error: Content is protected !!