Sorry, we're closed Opens Jumat at 9:00 am

Redaksi

Pengajian Rutin Jadi Ruang Silaturahmi Polsek Pantee Bidari dan Masyarakat

ACEH || Jejak-indonesia.id - Pengajian rutin yang digelar di Masjid Baiturrahim, Gampong Meunasah Teungoh, Kecamatan Pantee Bidari, Kabupaten Aceh Timur, Minggu (19/04/2026) malam, menjadi wadah mempererat silaturahmi antara aparat kepolisian dan masyarakat.

Kanit Binmas, Aipda Faisal, S.H., bersama personel Polsek Pantee Bidari lainnya turut hadir dalam kegiatan keagamaan tersebut bersama warga setempat. Kehadiran polisi dalam kegiatan ini tidak hanya untuk mengikuti pengajian, tetapi juga sebagai bentuk kedekatan dengan masyarakat.

Pengajian dipimpin oleh Tgk. H. Muhammad Sufi dari Paloh Gadeng, Kecamatan Dewantara, Kabupaten Aceh Utara. Dalam suasana khidmat, jamaah mengikuti tausiah yang menekankan pentingnya menjaga ukhuwah Islamiyah dan memperkuat nilai-nilai kebersamaan di tengah masyarakat.

Selain mengikuti rangkaian kegiatan, Polsek Pantee Bidari juga turut membantu menyediakan air mineral dan kue sebagai konsumsi bagi para jamaah. Hal ini mendapat apresiasi dari masyarakat yang hadir.

Kapolsek Pantee Bidari, Iptu Irwan Hadi Sagala, S.A.B., mengatakan bahwa kehadiran personel Polri dalam kegiatan keagamaan merupakan bagian dari upaya membangun hubungan harmonis dengan masyarakat.

“Melalui kegiatan seperti pengajian ini, anggota kami bisa lebih dekat dengan warga. Ini penting untuk membangun kepercayaan serta menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif,” ujar Irwan.

Menurut dia, pendekatan humanis melalui kegiatan sosial dan keagamaan menjadi salah satu strategi kepolisian dalam menjaga stabilitas keamanan di wilayah hukum Polsek Pantee Bidari.

Warga berharap kegiatan serupa terus dilakukan secara berkelanjutan, tidak hanya sebagai sarana ibadah, tetapi juga memperkuat kebersamaan antara masyarakat dan aparat keamanan.

Patroli Malam Hari, Personel Polsek Simpang Ulim, Perkuat Keamanan dan Kedekatan dengan Warga

ACEH || Jejak-indonesia.id - Kepolisian Sektor (Polsek) Banda Simpang Ulim, Polres Aceh Timur, Polda Aceh terus mengintensifkan upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat melalui kegiatan patroli Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (KRYD).

Seperti pada Minggu, (19/04/2026) malam personel Polsek Simpang Ulim melaksanakan patroli tidak hanya melakukan pemantauan wilayah, tetapi juga memberikan edukasi kepada masyarakat terkait berbagai permasalahan yang dihadapi di lingkungan mereka.

Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi Program Quick Wins Presisi yang bertujuan mencegah potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), sekaligus menciptakan situasi yang aman dan kondusif.

“Selain itu, patroli juga dimanfaatkan sebagai sarana untuk mempererat hubungan silaturahmi antara kepolisian dengan masyarakat. Kehadiran polisi di tengah warga diharapkan mampu membangun kepercayaan serta meningkatkan sinergi dalam menjaga keamanan lingkungan,” ujar Kapolsek Simpang Ulim AKP Yose Rizal.

Petugas juga membuka ruang dialog dengan masyarakat guna menyerap aspirasi, masukan, serta keluhan terkait situasi keamanan. Berbagai usulan dan pengaduan yang diterima akan disampaikan kepada pimpinan untuk ditindaklanjuti sesuai prosedur yang berlaku.

“Melalui kegiatan ini, kita berkomitmen memberikan pelayanan kepolisian yang humanis dan responsif, sekaligus memastikan situasi kamtibmas wilayah hukum Polsek Simpang Ulim tetap terjaga.” Terang AKP Yose Rizal.

Hadir di Tengah Duka, Polsek Peureulak Barat Tunjukkan Kepedulian

ACEH || Jejak-indonesia.id - Kehadiran aparat kepolisian di tengah masyarakat tak hanya dalam situasi penegakan hukum, tetapi juga saat warga mengalami duka. Hal itu ditunjukkan personel Polsek Peureulak Barat, Polres Aceh Timur, Polda Aceh yang melayat sekaligus memberikan dukungan kepada keluarga yang berduka di Gampong Teumpen, Kecamatan Peureulak Barat, Kabupaten Aceh Timur.

Pada Minggu (19/04/2026) malam, dua personel Polsek Peureulak Barat, Bripka Ilham Mualimsyah dan Bripka Susanto, menghadiri samadiyah atas meninggalnya Tumini Binti Misran, salah seorang warga setempat. Kehadiran mereka menjadi bentuk empati sekaligus upaya mempererat hubungan antara kepolisian dan masyarakat.

Selain mengikuti doa bersama, kedua personel tersebut juga menyerahkan bantuan berupa lima kotak air mineral dan tali asih kepada keluarga almarhumah. Bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban keluarga yang sedang berduka.

Kapolsek Peureulak Barat, Ipda Faisal Hadi Siregar, S.H., mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen Polri untuk selalu hadir di tengah masyarakat, tidak hanya dalam menjaga keamanan, tetapi juga dalam memberikan dukungan moril.

“Kehadiran anggota kami di tengah masyarakat yang sedang berduka merupakan bentuk kepedulian dan empati. Ini juga sebagai upaya memperkuat hubungan silaturahmi antara Polri dan masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan, pendekatan humanis seperti ini penting untuk membangun kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian, sekaligus menunjukkan bahwa Polri adalah bagian dari masyarakat itu sendiri.

Kehadiran polisi dalam suasana duka tersebut pun disambut hangat oleh keluarga dan warga setempat. Mereka mengapresiasi perhatian yang diberikan, yang dinilai mampu memberikan penguatan di tengah suasana kehilangan.

Bapak Kapolsek Kramatwatu Polresta Serkot beserta anggota melaksanakan patroli ke desa

SERANG || Jejak-indonesia.id - Kapolsek Kramatwatu Kompol Bai Ma,mun SH beserta anggota melaksanakan patroli/sambang ke desa Teluk Terate Kec.Kramatwatu pada,Rabu (22/4/2026).

Maksud dan tujuan sambang ini adalah untuk bersilaturahmi dan memberikan arahan kamtibmas kepada Kepala desa dan masyarakat serta menerima aspirasi dari masyarakat.

Selain itu kegiatan ini juga sebagai Bapak Kapolsek berpesan kepada Kepala desa apabila jam pelayanan sudah selesai agar pintu dan jendela di kunci serta apabila malam agar kunci kantor desa di titipkan kepada pihak keamanan, sebagai upaya mengantisipasi kejahatan.

Agar menyampaikan kepada masyarakat untuk mengaktifkan kembali siskamling untuk mengantisipasi tindak kejahatan.
Preemtif dan preventif apabila ada gejala permasalahan yang mengarah ke konflik horizontal yang ada di masyarakat.

Serta menghubungi Kapolsek apabila di desanya ada permasalahan baik permasalahan sosial maupun permasalahan kriminal.

Kapolresta Serkot Kombes Pol Yudha Satria S.H.,S.I.K.,M.H.,melalui Kapolsek Kramatwatu Kompol Bai Ma,mun SH
mengatakan bahwa menjalin silaturahmi sangat penting karena bisa menjadi terciptanya hubungan emosional yang baik serta guna antisipasi gangguan kamtibmas di wilayah hukum Polsek Kramatwatu Polresta Serkot serta menciptakan situasi Kamtibmas yang aman dan kondusif.
*Humas Polsek Kramatwatu*

Dari Pelukan Bung Karno ke Istana: Takdir Sejarah Prabowo Subianto Menjadi Presiden ke-8 RI”

JAKARTA || Jejak-indonesia.id - Memori sejarah kerap menyimpan simbol-simbol yang tak lekang oleh waktu. Salah satunya adalah momen ketika Presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno, memeluk seorang anak dari keluarga besar ekonom terkemuka Sumitro Djojohadikusumo. Anak itu adalah Prabowo Subianto yang kini telah menorehkan namanya dalam sejarah sebagai Presiden ke-8 Republik Indonesia.

Peristiwa tersebut bukan sekadar potongan kenangan, melainkan simbol perjalanan panjang bangsa yang penuh dinamika. Dari masa kecil yang bersinggungan langsung dengan tokoh proklamator, hingga menapaki karier militer sebagai jenderal, perjalanan Prabowo mencerminkan kesinambungan sejarah dan estafet kepemimpinan nasional.

Kini, pelukan hangat itu seolah menjadi penanda takdir. Anak yang dahulu berada dalam dekapan sang proklamator, kini berdiri di puncak kepemimpinan negeri. Sebuah perjalanan yang sarat makna, menghubungkan masa lalu dengan masa kini dalam satu garis sejarah yang utuh.

Ketua Umum Fast Respon, R.Mas MH Agus Rugiarto Sastrodiarjo SH MH, atau yang akrab disapa Agus Flores, dalam keterangannya mengungkapkan bahwa sejarah tidak pernah benar-benar hilang. “Apa yang pernah terjadi di masa lalu, akan selalu menemukan jalannya kembali dalam bentuk yang berbeda. Ini adalah bukti bahwa sejarah memiliki cara sendiri untuk mengingat dan mengulang momentum,” ujarnya.

Kisah ini menjadi pengingat bahwa perjalanan bangsa Indonesia dibangun dari rangkaian peristiwa yang saling terhubung. Dari pelukan seorang proklamator, hingga lahirnya pemimpin baru, sejarah terus bergerak, mencatat, dan menghidupkan kembali makna di setiap zamannya.