We're open Closes at 5:00 pm

Redaksi

Kebiadaban Bligo Debt Collector PT Mega Auto Finance di Sragen: BPKB Lunas, Status Masih Diblokir

SRAGEN || Jejak-indonesia.id – Praktik yang diduga dilakukan oleh debt collector dari PT Mega Auto Finance menuai kecaman keras. Seorang warga Sragen, Warsito, mengaku dirugikan dan dibuat resah setelah status kendaraan miliknya masih dalam kondisi diblokir, meski pelunasan dan pengambilan BPKB telah dilakukan hampir satu tahun lalu.

Kasus ini mencuat pada Jumat, 24 April 2026, saat Warsito hendak mengurus pajak kendaraan sekaligus proses balik nama. Namun, alih-alih berjalan lancar, ia justru mendapat informasi mengejutkan bahwa kendaraan dengan nomor polisi AA 8933 AA masih dalam status blokir oleh pihak pembiayaan sejak 9 Mei 2023.

Padahal, menurut pengakuannya, seluruh kewajiban telah diselesaikan. Bahkan, proses pelunasan dan pengambilan BPKB disebut telah dipercayakan kepada seorang debt collector bernama Wahyu Indra Setiawan alias Bliigo.

“Waktu itu dia datang ke rumah saya di Celep, Kedawung. Dia bilang, ‘tenang bang, ini BPKB kita bantu urus, dua minggu beres’. Tapi kenyataannya molor, bukan dua minggu, sampai tiga bulan lebih belum ada kejelasan,” ungkap Warsito dengan nada geram.

Ironisnya, meski dana telah ditransfer penuh sesuai permintaan, BPKB yang dijanjikan tak kunjung diterima. Warsito sempat bersabar, berharap ada itikad baik dari pihak yang bersangkutan. Namun, kesabaran itu runtuh saat pihak perpajakan mengonfirmasi bahwa status kendaraan masih diblokir.

Merasa dipermainkan, Warsito akhirnya mengambil langkah tegas dengan menghubungi seorang oknum anggota TNI berinisial WHY dari Kodim Sragen untuk mendesak pertanggungjawaban Bligo.

“Saya ini beli mobil lengkap dengan BPKB. Kalau di jalan ada apa-apa bagaimana? Bisa dikira mobil bodong. Ini jelas merugikan saya,” tegasnya kepada awak media.

Kasus ini memunculkan tanda tanya besar terkait profesionalitas dan integritas debt collector, serta dugaan lemahnya pengawasan dari pihak perusahaan pembiayaan. Publik kini menunggu langkah tegas dari PT Mega Auto Finance untuk segera membuka blokir dan menyelesaikan permasalahan ini secara transparan.

Jika tidak segera ditangani, bukan tidak mungkin kasus serupa akan terus terjadi dan semakin meresahkan masyarakat, khususnya di wilayah Sragen dan sekitarnya.

Gelar Operasional Triwulan I Tahun 2026, Kapolda Sulsel Tekankan Evaluasi dan Peningkatan Kinerja

MAKASAR || Jejak-indonesia.id - Kapolda Sulawesi Selatan Irjen Pol. Djuhandhani Rahardjo Puro, S.H., M.H., menghadiri kegiatan Gelar Operasional Triwulan I Tahun 2026 Polda Sulsel yang dilaksanakan di Aula Mappaoddang Mapolda Sulsel, Kamis (23/04/2026).

Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakapolda Sulsel Brigjen Pol. Nasri, S.I.K., M.H., para Pejabat Utama Polda Sulsel, serta Kapolres jajaran. Gelar operasional ini menjadi forum evaluasi terhadap pelaksanaan operasi kepolisian selama Triwulan I di wilayah hukum Polda Sulsel, guna mengukur efektivitas dan efisiensi dalam menekan angka kejahatan serta gangguan kamtibmas.

Dalam arahannya, Kapolda Sulsel menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh personel atas dedikasi dan kerja keras dalam pelaksanaan berbagai operasi kepolisian, khususnya dalam mendukung pengamanan kegiatan masyarakat dan perayaan hari-hari besar.

“Saya menyampaikan terima kasih kepada seluruh personel yang telah sukses melaksanakan kegiatan operasi-operasi kepolisian yang sangat membantu dalam mengamankan berbagai agenda masyarakat,” ungkap Kapolda.

Selanjutnya Kapolda Sulsel juga berharap seluruh jajaran dapat terus meningkatkan kinerja operasional melalui kegiatan rutin yang ditingkatkan serta pelaksanaan tugas kepolisian yang profesional, guna memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat.

“Laksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab dan amanah, serta terus tingkatkan kemampuan dalam menyelesaikan setiap permasalahan yang ada di wilayah hukum masing-masing,” tutup Kapolda.

Melalui gelar operasional ini, diharapkan seluruh satuan kerja dan kewilayahan di jajaran Polda Sulsel dapat semakin optimal dalam menjalankan tugas pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat secara berkelanjutan.

Cegah Praktik Perjokian, Polda Jabar Terjunkan Personel Pantau UTBK-SNBT 2026

BANDUNG || Jejak-indonesia.id – Pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (UTBK-SNBT) 2026 di berbagai perguruan tinggi di Jawa Barat menjadi perhatian serius aparat penegak hukum. Kepolisian Daerah Jawa Barat (Polda Jabar) menerjunkan personel untuk melakukan pemantauan ketat guna menjamin proses seleksi mahasiswa baru ini berlangsung bersih, jujur, dan berintegritas, Rabu (22/4/2026).

Langkah preventif dan represif ini diambil untuk memberikan kepastian hukum serta melindungi hak-hak para peserta ujian yang telah berjuang secara jujur.

Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol. Hendra Rochmawan, S.I.K., M.H., menegaskan bahwa kehadiran kepolisian di lokasi ujian bukan sekadar pengamanan fisik, melainkan bentuk pengawasan terhadap praktik kecurangan sistematis seperti perjokian dan percaloan.

Polda Jabar memastikan akan menindak tegas siapa pun yang mencoba memanipulasi sistem seleksi nasional ini. Dasar hukum yang disiapkan tidak main-main, mulai dari pasal pemalsuan dokumen hingga pelanggaran UU ITE.

“Kami menjamin pelaksanaan UTBK berjalan jujur dan adil. Polri akan menindak tegas pelaku perjokian berdasarkan Pasal 263 dan 378 KUHP, serta Undang-Undang ITE jika ditemukan manipulasi sistem elektronik,” ujar Kombes Pol. Hendra Rochmawan.

Dalam pelaksanaan di lapangan, kepolisian berkoordinasi dengan panitia ujian untuk menerapkan sistem deteksi dini secara berlapis. Penggunaan teknologi biometrik dan pemantauan CCTV di setiap sudut ruang ujian diperkuat dengan kewaspadaan personel dalam memantau perilaku mencurigakan.

Kombes Pol. Hendra Rochmawan menjelaskan bahwa jika ditemukan peserta yang diduga menggunakan jasa joki, Polri akan segera melakukan tindakan tegas di tempat.

“Peserta yang diduga melanggar akan segera diamankan dan dipisahkan untuk pemeriksaan awal. Kami juga mewajibkan panitia mengamankan barang bukti secara lengkap, mulai dari kartu identitas, perangkat elektronik seperti earphone atau HP, hingga rekaman CCTV guna mendukung proses penyidikan lebih lanjut,” ungkapnya.

Koordinasi Solid Lintas Wilayah

Guna memutus mata rantai jaringan joki yang kerap beroperasi antarprovinsi, Polda Jabar telah membentuk mekanisme koordinasi yang solid dengan panitia SNPMB (Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru) dan satuan kepolisian di wilayah lain.

Setiap temuan kecurangan akan langsung diproses melalui pembuatan Laporan Polisi (LP) untuk diproses secara hukum hingga tuntas. Kehadiran Polri dalam UTBK-SNBT 2026 ini diharapkan mampu memberikan rasa aman bagi para peserta dan orang tua, sekaligus menjaga marwah institusi pendidikan di Jawa Barat.

“Sinergi antara panitia dan kepolisian adalah kunci. Jika terdeteksi adanya jaringan lintas wilayah, kami siap melakukan koordinasi antar-satuan untuk mengungkapnya,” pungkas Kombes Pol. Hendra.

Wujud Nyata Kemanusiaan, Kapolda Jabar Pimpin Aksi Donor Darah Massal di Markas PMI Bandung

BANDUNG || Jejak-indonesia.id - Polda Jabar kembali menunjukkan komitmennya bahwa Polri tidak hanya hadir sebagai penjaga keamanan, tetapi juga sebagai garda terdepan dalam aksi kemanusiaan. Kapolda Jabar, Irjen Pol. Dr. Rudi Setiawan, S.I.K., S.H., M.H., memimpin langsung kegiatan donor darah massal yang diselenggarakan di markas PMI Kota Bandung, Rabu (22/4/2026).

Aksi sosial ini menjadi bukti nyata kedekatan Polri dengan masyarakat serta upaya aktif kepolisian dalam membantu ketersediaan stok darah nasional yang kian meningkat kebutuhannya.

Kehadiran Kapolda Jabar tidak sendirian. Beliau didampingi oleh jajaran pejabat utama (PJU) Polda Jabar, mulai dari Wakapolda, Irwasda, hingga para Direktur satuan fungsi seperti Dir Ressiber dan Dir PPA. Kehadiran para pimpinan ini memberikan pesan kuat tentang pentingnya semangat gotong royong dan kepedulian sosial di internal korps kepolisian.

Kegiatan berlangsung dalam suasana penuh kebersamaan. Dengan tetap mengedepankan prosedur kesehatan yang ketat, para personel secara bergantian mendonorkan darahnya sebagai bentuk bakti kepada masyarakat Jawa Barat.

“Donor darah ini adalah wujud nyata kepedulian kita terhadap kemanusiaan. Setetes darah yang kita berikan sangat berarti bagi saudara-saudara kita yang membutuhkan. Kami berharap kegiatan ini menjadi pemicu semangat bagi masyarakat untuk saling membantu,” tegas Irjen Pol. Dr. Rudi Setiawan.

Apresiasi dari PMI: Bantu Amankan Stok Darah Kota Bandung

Pihak PMI Kota Bandung memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas inisiatif Polda Jabar ini. Dukungan dari instansi kepolisian dinilai sangat vital dalam menjaga stabilitas stok darah, mengingat permintaan dari rumah sakit seringkali mengalami fluktuasi yang tinggi.

Kapolda Jabar menegaskan bahwa aksi seperti ini akan terus dilaksanakan secara rutin. Menurut beliau, tugas Polri adalah melayani dalam segala aspek, termasuk dalam hal kesehatan dan keselamatan jiwa masyarakat di luar konteks penegakan hukum.

Melalui kegiatan donor darah ini, Polda Jabar berharap hubungan emosional antara Polri dan masyarakat semakin erat. Polri ingin memastikan bahwa setiap tetes darah yang disumbangkan oleh personelnya dapat menjadi penyambung nyawa bagi warga yang sedang berjuang melawan penyakit.

Dengan semangat “Polri Presisi”, aksi kemanusiaan ini diharapkan dapat menumbuhkan budaya saling menolong di tengah masyarakat, menjadikan gotong royong sebagai pilar utama dalam menghadapi tantangan sosial di masa depan.

Apel Sabuk Kamtibmas, Kapolda Sumut Tekankan Kekuatan Sinergi Jaga Stabilitas Keamanan

MEDAN || Jejak-indonesia.id - Irjen Pol. Whisnu Hermawan Februanto menekankan pentingnya sinergitas antara Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam menjaga stabilitas keamanan di Sumatera Utara.

Hal tersebut disampaikannya saat memimpin Apel Akbar Sabuk Kamtibmas Polda Sumatera Utara di Lapangan Belakang Mapolda Sumut, Jumat (24/4/2026).

Kapolda menjelaskan bahwa konsep “Sabuk Kamtibmas” memiliki makna filosofis sebagai ikatan kuat yang menyatukan seluruh elemen dalam satu sistem pengamanan terpadu.

“Ini adalah simbol sinergitas, di mana Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat saling terhubung, saling menopang, dan saling menguatkan dalam menjaga keamanan,” ujarnya.

Ia mengapresiasi kehadiran seluruh peserta apel yang berasal dari berbagai unsur, mulai dari jajaran Polda Sumut, pemerintah daerah, Satpol PP, organisasi kemasyarakatan, hingga mitra kamtibmas lainnya.

Menurutnya, kolaborasi yang berkelanjutan dan partisipasi aktif masyarakat menjadi kunci utama dalam menciptakan situasi kamtibmas yang aman, nyaman, dan kondusif.

Kapolda juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat persatuan dan kepedulian sosial tanpa memandang perbedaan suku, agama, maupun latar belakang.

“Dengan kebersamaan dan komunikasi yang baik, kita dapat menjaga keamanan lingkungan masing-masing secara optimal,” katanya.

Ia berharap melalui kegiatan ini dapat terbangun kesadaran kolektif bahwa keamanan merupakan kebutuhan dasar yang harus dijaga bersama.

“Dengan sinergitas yang kuat, kita akan mampu menghadapi berbagai tantangan kamtibmas yang semakin kompleks dan dinamis,” pungkasnya.