Sorry, we're closed Opens today at 9:00 am

Redaksi

Patroli Skala Besar KRYD di Belawan, Libatkan Brimob Polda Sumut, Situasi Kondusif Tanpa Gangguan

BELAWAN || Jejak-indonesia.id — Polres Pelabuhan Belawan bersama personel BKO Satuan Brimob dan Dit Samapta Polda Sumatera Utara menggelar Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) berupa patroli skala besar guna mengantisipasi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (guantibmas), Senin (4/5/2026) malam.

Kegiatan patroli yang dimulai pukul 22.00 WIB tersebut menyasar sejumlah titik rawan di wilayah hukum Polres Pelabuhan Belawan, dengan fokus pada pencegahan aksi premanisme, pungutan liar (pungli), kejahatan 3C (curat, curas, curanmor), begal, kejahatan jalanan, pelemparan kendaraan, hingga potensi tawuran.

Kapolres Pelabuhan Belawan, AKBP Rosef Efendi, memimpin langsung kegiatan melalui jajaran yang di lapangan dipimpin PS Kasubbag Kerma Bag Ops IPTU Jamalus. Apel kesiapan dan pengecekan personel dilaksanakan di Depo Jalan Stasiun Belawan sebelum patroli dimulai.

Sebanyak 58 personel gabungan diterjunkan dalam kegiatan ini, terdiri dari 20 personel Sat Brimob Polda Sumut, 23 personel Dit Samapta Polda Sumut, serta 15 personel Polres Pelabuhan Belawan.

Adapun rute patroli meliputi Jalan Raya Pelabuhan hingga Tol Belmera Kurnia, Jalan Yos Sudarso, Jalan Selebes, Jalan Alu-Alu hingga Simpang Pajak Baru, serta kawasan Bagan Deli yang dikenal rawan aktivitas kriminal dan tawuran.

Selain berpatroli, personel juga melakukan pendekatan humanis dengan menyambangi masyarakat serta menyampaikan pesan-pesan kamtibmas guna meningkatkan kesadaran warga terhadap pentingnya menjaga keamanan lingkungan.

Petugas juga melakukan ploting personel di sejumlah titik strategis untuk mengantisipasi potensi gangguan, khususnya aksi tawuran dan kejahatan jalanan pada malam hari.

Hasilnya, selama pelaksanaan patroli tidak ditemukan adanya aktivitas premanisme, pungli, 3C, begal, maupun gangguan kamtibmas lainnya. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib, dan kondusif.

Kabid Humas Polda Sumatera Utara, Kombes Pol Ferry Walintukan, mengapresiasi sinergi dan kesiapsiagaan jajaran dalam menjaga situasi keamanan.

“Kegiatan KRYD ini merupakan bentuk kehadiran negara di tengah masyarakat. Kami akan terus konsisten melakukan patroli dan penindakan guna memastikan situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif,” ujarnya.

Polres Pelabuhan Belawan menegaskan akan terus meningkatkan intensitas patroli serta mengajak masyarakat untuk turut berperan aktif dalam menjaga keamanan lingkungan.

Kegiatan berakhir dengan situasi yang aman dan lancar sebagai wujud komitmen Polri dalam memberikan rasa aman kepada masyarakat.

Berkunjung ke Mapolda Riau, Menteri Lingkungan Hidup Dorong Replikasi Green Policing Secara Nasional

PEKANBARU || Jejak-indonesia.id -  Menteri Lingkungan Hidup Mohammad Jumhur Hidayat, melakukan kunjungan kerja perdana ke Polda Riau sejak dilantik sebagai menteri.

Kunjungan ini menjadi penegasan kuat atas pentingnya sinergi lintas sektor dalam menjawab tantangan lingkungan hidup di Indonesia, dengan Riau sebagai salah satu titik strategis.

Dalam kunjungan tersebut, Menteri Lingkungan Hidup turut didampingi Ketua Dewan Direktur Great Institute, Syahganda Nainggolan, serta Founder Tumbuh Institute, Rocky Gerung, yang selama ini aktif mendorong penguatan perspektif etika lingkungan, solidaritas sosial, dan kesadaran ekologis dalam ruang publik.

Kegiatan di Mapolda Riau berlangsung khidmat dan sarat pesan strategis, mulai dari penyambutan adat, penayangan program Green Policing dan Waste to Energy, hingga paparan komprehensif terkait penegakan hukum lingkungan dan inovasi kelembagaan yang tengah dikembangkan Polda Riau.

Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan, dalam sambutannya menegaskan bahwa isu lingkungan di Riau tidak bisa dipandang secara parsial, melainkan harus dilihat sebagai isu keamanan, ekonomi, dan keadilan sosial secara bersamaan.

Ia juga menekankan bahwa melalui pendekatan Green Policing, Polda Riau tidak hanya mengedepankan penegakan hukum, tetapi juga membangun kesadaran kolektif melalui perubahan pola pikir, perilaku, dan budaya organisasi.

Rangkaian kegiatan turut diisi dengan penampilan seni bertema lingkungan, penayangan video pengungkapan kasus, serta paparan teknis terkait implementasi Green Policing dan WTE oleh jajaran Polda Riau.

Momentum ini juga dirangkaikan dengan peringatan Hari Buruh melalui pemotongan tumpeng bersama perwakilan serikat pekerja.

Dalam kesempatan tersebut, Menteri Lingkungan Hidup Mohammad Jumhur Hidayat menyampaikan apresiasi tinggi atas langkah progresif yang dilakukan Polda Riau.

Ia bahkan menilai pendekatan Green Policing yang dipaparkan telah melampaui ekspektasinya.

“Saya mendengarkan seluruh paparan, dan saya merasa tidak ada lagi yang perlu saya pidatokan di sini. Syarat jadi menteri itu cukup cerdas, dan saya merasa apa yang terjadi hari ini akan saya adopsi,” ujar Jumhur.

Ia menegaskan bahwa konsep Green Policing yang dikembangkan Polda Riau merupakan model yang sangat baik dan layak direplikasi secara nasional.

“Ini sangat bagus. Kalau Green Policing ini terjadi di mana-mana, di setiap institusi, saya rasa tidak perlu lagi Kementerian Lingkungan Hidup. Ini luar biasa,” tegasnya.

Lebih lanjut, Jumhur menyampaikan komitmennya untuk mendorong agar seluruh konsep yang dipaparkan dapat diimplementasikan secara nyata di berbagai daerah di Indonesia.

“Saya akan memastikan bersama teman-teman di kementerian, bagaimana apa yang dikerjakan hari ini bisa benar-benar terjadi di seluruh daerah,” ujarnya.

Ia juga menilai bahwa kehadiran pemerintah pusat melalui kunjungan ini merupakan bentuk penghormatan terhadap masyarakat Riau, sekaligus upaya memperkuat perhatian terhadap isu lingkungan di daerah.

“Dengan menghadirkan Kapolda dan seluruh jajaran di sini, ini bagian dari penghormatan Republik kepada masyarakat Riau. Kita ingin memastikan ada perbaikan yang nyata, termasuk dalam indeks-indeks lingkungan,” katanya.

Sementara itu, terkait isu pertambangan, Jumhur menyoroti pentingnya membedakan antara pelaku di lapangan dengan aktor utama dalam rantai ekonomi ilegal.

“Penambang itu belum tentu jahat, karena banyak dari mereka adalah masyarakat lokal. Yang biasanya jahat itu penampungnya. Karena itu, penting kita dorong izin usaha pertambangan rakyat agar segera keluar, supaya ada kepastian hukum dan perlindungan bagi masyarakat,” jelasnya.

Kunjungan ini ditutup dengan sesi foto bersama, serta ramah tamah bersama seluruh tamu undangan.

Kehadiran Menteri Lingkungan Hidup di Polda Riau menegaskan bahwa kolaborasi antara pemerintah pusat dan aparat penegak hukum menjadi kunci dalam mewujudkan tata kelola lingkungan yang berkelanjutan dan berkeadilan.

Ditreskrimum Polda Banten Ringkus 4 Pelaku Pencurian Motor di Cikande

SERANG || Jejak-indonesia.id - Polda Banten melalui Ditreskrimum Polda Banten berhasil meringkus empat orang pelaku berinisial RS, RA, AK, dan EM terkait Tindak Pidana Pencurian Dengan Pemberatan.

Dalam kesempatannya, Kabidhumas Polda Banten Kombes Pol Maruli Ahiles Hutapea menjelaskan Kronologi kejadian tersebut.

"Berdasarkan Laporan Polisi pada tanggal 30 April 2026. Peristiwa pencurian terjadi pada Senin, 27 April 2026 di Jalan depan Toko Haikal Motor, Kampung Raab, Desa Leuwilimus, Kecamatan Cikande, Kabupaten Serang, Provinsi Banten. Berdasarkan hasil penyelidikan, para pelaku beraksi secara terorganisir dengan membagi peran masing-masing. Mereka berkeliling mencari sasaran sepeda motor yang terparkir, terutama di lokasi sepi atau di lingkungan permukiman warga," jelas Kabidhumas Polda Banten pada Senin (04/05).

Selanjutnya, Kombes Pol Maruli mengatakan bahwa setelah menemukan target, pelaku yang berperan sebagai pemetik langsung merusak kunci kontak menggunakan kunci letter T.

"Sementara itu, pelaku lain bertugas sebagai joki yang mengawasi situasi sekitar guna memastikan kondisi aman. Usai berhasil menguasai kendaraan, sepeda motor hasil curian dibawa ke lokasi tertentu untuk kemudian diserahkan kepada penadah dan dijual kembali. Para pelaku diduga telah melakukan aksinya di beberapa wilayah, di antaranya Kota Serang, Kabupaten Serang, dan Lebak," kata Kabidhumas Polda Banten.

Kabidhumas Polda Banten menyampaikan identitas beserta peran masing-masing pelaku.

"RS berperan sebagai penyedia sarana dan prasarana, termasuk kendaraan operasional serta alat kejahatan, RA berperan sebagai joki sekaligus pemetik, AK berperan sebagai pemetik, EM berperan sebagai penadah," ungkapnya.

Adapun barang bukti yang berhasil disita :
- 1 unit sepeda motor Honda Beat yang digunakan sebagai sarana operasional pelaku dalam menjalankan aksi.
- 1 unit Honda Beat Street yang merupakan hasil tindak pidana pencurian.
- 6 buah kunci kontak yang diduga digunakan sebagai cadangan atau hasil bongkaran dari kendaraan korban.
- 1 buah gagang kunci letter T yang digunakan sebagai alat utama untuk merusak dan membuka kunci kontak kendaraan.
- 3 buah mata kunci letter T yang digunakan sebagai bagian dari alat untuk membobol kunci kendaraan.
- 1 buah magnet yang digunakan untuk membantu proses manipulasi sistem penguncian kendaraan.
- 1 buah golok diduga digunakan sebagai alat untuk mengancam atau berjaga apabila terjadi perlawanan.
- 1 pasang plat nomor yang digunakan untuk menyamarkan identitas kendaraan hasil curian.
- 1 buah baju batik lengan panjang digunakan oleh pelaku saat melakukan aksi.
- 1 buah jaket warna hitam yang digunakan sebagai penutup identitas pelaku.
- 2 buah helm warna hitam dan hijau yang digunakan untuk menyamarkan identitas serta menunjang mobilitas pelaku.

Kombes Pol Maruli menyebutkan pasal yang dikenakan kepada para tersangka.

"Atas perbuatannya, para tersangka dijerat Pasal 477 KUHPidana sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang pencurian dengan pemberatan, dengan ancaman pidana penjara paling lama 7 tahun," ucapnya.

Diakhir Polda Banten mengimbau masyarakat untuk segera melaporkan apabila menemukan tindak kejahatan atau membutuhkan bantuan kepolisian melalui layanan Call Center 110. (Bidhumas).

Perkuat Infrastruktur Desa, Brimob Sumut Lakukan Perbaikan Jembatan Gotting

TAPANULI || Jejak-indonesia.id - Personel Batalyon C Satuan Brimob Polda Sumatera Utara melaksanakan kegiatan perbaikan Jembatan Gotting di Desa Purbasinomba, Kecamatan Siborongborong, Kabupaten Tapanuli Utara, Senin (4/5). Kegiatan ini merupakan bentuk dukungan terhadap infrastruktur desa yang memiliki peran penting dalam menunjang mobilitas dan aktivitas masyarakat sehari-hari.

Danton III Kompi 1 Batalyon C, Ipda Erbet Simanjuntak. Bersama personel lainnya dalam pelaksanaannya, personel terlebih dahulu melakukan koordinasi dengan kepala desa serta pihak Pekerjaan Umum (PU) guna memastikan proses perbaikan berjalan terarah dan sesuai kebutuhan di lapangan.

Sejumlah pekerjaan dilakukan secara bertahap, mulai dari pembersihan area sekitar mess, pembuatan aliran air di sekitar posko jembatan, hingga pembuatan rangka besi sebagai bagian dari struktur perbaikan. Seluruh kegiatan dilaksanakan dengan mengedepankan kerja sama tim serta memperhatikan aspek keselamatan.

Selain fokus pada perbaikan fisik, kehadiran personel juga membawa pendekatan humanis dengan melibatkan komunikasi aktif bersama masyarakat setempat. Hal ini menjadi bagian penting dalam membangun rasa kebersamaan serta memperkuat hubungan antara aparat dan warga.

“Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian kami terhadap kebutuhan masyarakat, khususnya dalam mendukung akses yang aman dan layak. Sinergi dengan warga dan pemerintah setempat menjadi kunci agar hasilnya dapat dirasakan bersama,” ujar Ipda Erbet Simanjuntak.

Perbaikan jembatan ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat, terutama dalam memperlancar akses transportasi, distribusi hasil pertanian, serta aktivitas sosial lainnya. Infrastruktur yang memadai menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi di wilayah pedesaan.

Melalui upaya ini, Brimob Sumut menunjukkan peran aktif tidak hanya dalam menjaga keamanan, tetapi juga berkontribusi dalam pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

KULINER SENJA TAMANSURUH SUKSES RAIH RIBUAN PENGUNJUNG

BANYUWANGI || Jejak-indonesia.id - Komunitas UMKM Kumbara sukses menggelar acara Kuliner Senja di kawasan Agrowisata Tamansuruh, yang berlangsung dari tanggal 1 hingga 3 Mei 2025. Sepanjang kegiatan berlangsung, tercatat total 8.037 pengunjung hadir memeriahkan acara ini.

Keberhasilan tersebut tidak lepas dari kerja sama yang baik antara Pemerintah Kecamatan Glagah, pengelola tempat wisata serta seluruh panitia dan anggota komunitas. Berkat sinergi tersebut, seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan tertib, aman dan sesuai rencana.

Camat Glagah, Drs. Ali Imron menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih. “Dahulu kawasan ini sempat kurang aktif, namun berkat acara ini Agrowisata Tamansuruh kembali hidup. Manfaatnya pun langsung dirasakan oleh masyarakat sekitar untuk mendukung perekonomian warga,” ujarnya.

Suasana makin semarak dengan hiburan menarik, yaitu penampilan musisi dan penyanyi kebanggaan Banyuwangi, serta pertunjukan grup musik binaan Studio 3 Banyuwangi yang memanjakan telinga para hadirin.

Ketua Komunitas UMKM Kumbara, Febrianto mengungkapkan antusiasme yang luar biasa. “Sejak dibuka pukul 15.00 WIB, pengunjung langsung berdatangan membludak. Bahkan voucher belanja senilai Rp5.000 yang disediakan habis terbagi hanya dalam waktu satu jam. Jumlah kunjungan ini melebihi harapan kami dan menjadi bukti bahwa produk lokal memiliki daya tarik tersendiri,” jelasnya.

Sebanyak 65 pelaku UMKM turut berpartisipasi, menghadirkan beragam sajian kuliner khas daerah, olahan tradisional hingga kreasi terbaru, serta layanan jasa. Salah satunya Omah Sehat milik Musgiyantoro yang menyediakan terapi pijat, refleksi, bekam dan perawatan kesehatan lainnya. “Semoga kegiatan seperti ini terus berlanjut karena memberikan dampak baik bagi perkembangan usaha kami,” harapnya.

Regina, pelaku UMKM lainnya juga menyampaikan rasa senangnya. “Acara ini menjadi kesempatan berharga untuk memperkenalkan produk sekaligus menambah penghasilan. Mari kita jaga bersama kebersihan kawasan ini agar tetap indah dan nyaman dikunjungi kapan saja,” ajaknya.

Kepala Desa Tamansuruh, Teguh Eko Rahadi, S.AB. menegaskan bahwa agrowisata ini mampu menjadi penggerak utama ekonomi warga. “Pemerintah desa akan terus mendukung setiap kegiatan positif yang bertujuan memajukan kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.

Pengelola tempat wisata pun berharap acara serupa dapat diselenggarakan secara berkelanjutan untuk memajukan sektor pariwisata dan mempromosikan keunggulan daerah.

(***)

error: Content is protected !!