Sorry, we're closed Opens Senin at 9:00 am

Redaksi

Kapolda Kalteng Terima Aduan GP Ansor Palangka Raya Terkait Dugaan Penghinaan terhadap Ulama dan Pesantren

Palangka Raya || jejakindonesia.id - Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Tengah (Kapolda Kalteng), Irjen Pol Iwan Kurniawan, menerima audiensi Gerakan Pemuda (GP) Ansor Palangka Raya di Lobi Mapolda setempat, Rabu (22/10/2025).

Kapolda Kalteng melalui Kabidhumas Kombes Pol Erlan Munaji menyampaikan apresiasinya atas kehadiran GP Ansor yang datang untuk menyampaikan aspirasi kepada pihak kepolisian.

"Kami menerima aspirasi berupa aduan masyarakat dari rekan-rekan GP Ansor ada hal penting yang disampaikan, yaitu terkait sejumlah permasalahan kamtibmas serta dugaan tindak pidana yang dilakukan oleh salah satu stasiun tv nasional," ujar Kabidhumas

Lebih lanjut, Kombes Erlan menjelaskan bahwa terkait aduan yang disampaikan GP Ansor, Polda Kalteng telah menerima laporan tersebut, yaitu terkait adanya tayangan di salah satu stasiun Televisi yang dianggap menyinggung dan melecehkan marwah pesantren dan pengasuhnya. Akibatnya, terjadi protes dari masyarakat dan alumni pondok pesantren tersebut.

"Kami berkomitmen akan menindaklanjuti aduan ini dan akan berkoordinasi dengan lembaga terkait sesuai dengan prosedur yang berlaku," terang Erlan.

Sementara itu, Ketua GP Ansor Palangka Raya mengapresiasi Polda Kalteng karena sudah terbuka dan menerima perwakilan dari Gp Anshor dan meminta agar Polda Kalteng dapat menanggapi aduan mereka dengan serius dan mengambil langkah-langkah yang tepat untuk menangani masalah tersebut.

"Dengan demikian, diharapkan situasi dapat tetap kondusif dan harmonis di masyarakat Kalimantan Tengah," tandasnya. (adji)

Momen Hari Santri, Bupati Ipuk Salurkan Insentif untuk 14 Ribu Guru Ngaji

BANYUWANGI – Bertepatan dengan peringatan Hari Santri Nasional, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menyalurkan insentif terhadap 14.241 guru ngaji. Insentif tersebut diserahkan Ipuk saat Upacara Hari Santri Nasional, di Halaman Kantor Bupati Banyuwangi, yang dihadiri ribuan santri dan guru ngaji, Rabu (22/10/2025).

Tahun ini dialokasikan sekitar Rp 9,96 miliar untuk insentif guru ngaji. Pemkab Banyuwangi telah memberikan insentif guru ngaji sejak 2011.

Ipuk mengatakan guru ngaji merupakan ujung tombak pembelajaran Al-Qur'an, pendidikan, serta pengembangan karakter dan menanamkan akhlak mulia anak bangsa.

"Dengan nilai-nilai religius yang masih sangat kental di Indonesia, guru ngaji tidak hanya pendidik namun juga menjadi tauladan anak-anak. Mereka berperan besar mengembangkan karakter serta akhlak anak-anak yang kelak menjadi tulang punggung bangsa ini, " kata Ipuk.

Ipuk berterima kasih atas dedikasi para guru ngaji yang telah tetap istiqamah membimbing anak-anak dengan keikhlasan. “Pengabdian Bapak dan Ibu merupakan amal jariyah yang tak ternilai. Insentif ini tidak sebanding dengan perjuangan dan keihklasan para guru ngaji,” tutur Ipuk.

Selain guru ngaji, setiap tahun Pemkab juga memberikan insentif kepada guru rohani semua agama pengajar lembaga pendidikan non formal. Seperti sekolah minggu di gereja dan sebagainya, meliputi guru agama Hindu, Buddha, Kristen, Katolik dan Konghucu.

Salah satu guru ngaji Lailatul Muawanah daari TPQ Darul Gufron, Kelurahan Kertosari, Banyuwangi, bersyukur mendapat insentif.

"Insentif ini menjadi bentuk penghargaan pemerintah daerah kepada kami para guru ngaji. Alhamdulillah semakin memotivasi kami untuk terus mengajar dengan penuh semangat dan ikhlas,” kata Lailatul.

Hal yang sama juga disampaikan Ustadzah Marhamah, dari Desa Bulusari, Kecamatan Kalipuro. “Alhamdulillah, ini menjadi motivasi kami. Semoga berkah untuk daerah ini dan seluruh pemimpin Banyuwangi,” kata Marhamah.

Kepala Bagian Kesejahteraan Masyarakat (Kesra) Yusdi Irawan mengatakan penerima insentif pada 2025 sebanyak 14.241 orang guru ngaji. Jumlah ini meningkat dari tahun 2024 yang sebanyak 14.119.

"Setiap tahun kami melakukan verifikasi penerima guru ngaji, baik untuk memasukkan guru-guru baru yang belum terdata maupun mengeluarkan guru ngaji yang sudah wafat,” kata Yusdi.

“Untuk kriteria guru ngaji yang mendapatkan insentif, mereka yang mengajar minimal 10 anak didik. Penerimaannya bisa langsung diambil masing-masing oleh para guru ngaji ke bank yang ditunjuk," tambah Yusdi.

Selain menyalurkan insentif guru ngaji, di upacara peringatan Hari Santri juga diberikan penghargaan pada pemenang Festival Anak Sholeh.

Turut hadir Forpimda Banyuwangi di antaranya Kapolresta Kombes Pol. Rama Samtama Putra, Wakil Bupati Mujiono dan Perwakilan Dandim 0825 dan Danlanal Banyuwangi, serta Ketua MUI Kyai H. Muhaimin Asmuni. (*)

Peringatan Hari Santri Nasional, Bupati Ipuk: Santri Penjaga Kemerdekaan dan Penggerak Kemajuan

Peringatan Hari Santri Nasional, Bupati Ipuk: Santri Penjaga Kemerdekaan dan Penggerak Kemajuan

BANYUWANGI – Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) di Banyuwangi dilakukan dengan meriah yang diisi dengan berbagai kegiatan. Bertepatan dengan peringatan HSN pada 22 Oktober, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani memipin Upacara HSN 2025 di Halaman Kantor Bupati Banyuwangi. Upacara yang berlangsung dengan khidmat ini, diikuti ribuan santri dari sejumlah pondok pesantren di Banyuwangi.

Upacara tersebut turut dihadiri Forpimda Banyuwangi di antaranya Wakil Bupati Banyuwangi Mujiono dan Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol Rama Samtama Putra. Turut dihadiri ketua MUI Kyai H. Muhaimin Asmuni dan sejumlah pemimpin organisasi keagamaan diantaranya PCNU, Muhammadiyah, LDII, Al Irsyad, Muslimat, Fatayat, Aisyiyah dan FKUB.

Bupati Ipuk menyampaikan peran penting pondok pesantren dan santri sejak sebelum Indonesia merdeka. Pesantren telah menjadi pusat pendidikan di Nusantara, tempat para santri menimba ilmu sekaligus menempa diri dalam akhlak dan karakter. Dari pesantrenlah lahir generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat secara spiritual dan moral.

“Hari Santri tahun 2025 mengusung tema “Mengawal Indonesia Merdeka Menuju Peradaban Dunia.” Ini tema yang sangat tepat. Mencerminkan tekad dan peran santri sebagai penjaga kemerdekaan sekaligus penggerak kemajuan,” kata Ipuk yang membacakan sambutan dari Menteri Agama RI Nasaruddin Umar.

Ditambahkan Ipuk, Banyuwangi sendiri selama ini terus berupaya menghadirkan kebijakan yang berpihak pada pendidikan keagamaan dan penguatan karakter santri. Di antaranya program beasiswa santri, pengembangan pondok pesantren produktif, serta dukungan terhadap berbagai kegiatan keagamaan.

“Kami juga memberikan perhatian kepada santri, terutama yang berprestasi dengan memberikan beasiswa santri. Bahkan kami berikan juga golden ticket bagi penghafal Al-Qur'an bebas memilih sekolah dalam SPMB,” kata Ipuk.

“Pemerintah daerah juga mendorong sinergi antara pesantren dan dunia usaha melalui santripreneur dan pesantren digital, agar santri tidak hanya mandiri secara spiritual tetapi juga ekonomi,” imbuhnya.

Pada Upacara Hari santri Nasional tersebut juga diserahkan Insentif Guru Ngaji kepada 14.241 orang guru ngaji se-Banyuwangi. Selain itu juga diserahkan berbagai penghargaan kepada para pemenang lomba Festival Anak Sholeh 2025.

Peringatan Hari Santri Nasional ini, pemkab bersama Nadlatul Ulama menggelar berbagai kegiatan. Antara lain olimpiade kompetisi aswaja online, bakti sosial, hingga ziarah muassis. Puncak peringatan HSN akan digelar Banyuwangi Bersholawat. (*)

Satgas Yonif 700/WYC Bantu Warga Siapkan Acara Bakar Batu di Kampung Wuloni Wujud Kedekatan TNI dengan Masyarakat Papua

PAPUA || jejakindonesia.id — Suasana hangat penuh gotong royong tampak di Kampung Wuloni, Distrik Ilaga, Kabupaten Puncak. Prajurit Satgas Yonif 700/WYC melalui Pos Wuloni turun langsung membantu warga menyiapkan lokasi untuk acara bakar batu, sebuah tradisi khas masyarakat Papua yang akan digelar pada Kamis, 23 Oktober 2025, dalam rangka peresmian kebun milik Bapak Nikson Murib.

Kegiatan yang dipimpin oleh, Letda Inf Arya, tersebut merupakan bagian dari kegiatan Binter terbatas Satgas Yonif 700/WYC. Sejak pagi, prajurit bersama warga bahu-membahu menggali lubang, mengumpulkan daun-daunan, serta menata batu yang akan digunakan dalam prosesi adat tersebut.

Letda Inf Arya menjelaskan, kegiatan ini bukan hanya bentuk bantuan fisik, tetapi juga wujud nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat.

> “Kami hadir bukan sekadar membantu menyiapkan acara, tapi juga ingin terus menjaga hubungan kekeluargaan antara prajurit Satgas dengan masyarakat Wuloni. Tradisi bakar batu adalah simbol persaudaraan, dan kami merasa terhormat bisa menjadi bagian dari momen penting ini,” ujar Letda Arya.

Sementara itu, Bapak Nikson Murib, pemilik kebun yang akan diresmikan, menyampaikan rasa terima kasihnya kepada prajurit Satgas Yonif 700/WYC atas perhatian dan bantuan yang diberikan.

> “Saya sangat senang dan bangga, TNI mau datang bantu kami siapkan acara. Ini bukan cuma bantu kerja, tapi tanda bahwa TNI dan masyarakat di sini satu hati. Terima kasih banyak buat bapak-bapak TNI yang selalu dekat dengan kami,” tutur Nikson dengan penuh haru.

Melalui kegiatan seperti ini, Satgas Yonif 700/WYC terus menunjukkan komitmennya dalam mempererat hubungan dengan masyarakat Papua. Tidak hanya menjaga keamanan, namun juga ikut berperan aktif dalam kegiatan sosial dan budaya yang menjadi bagian dari kehidupan warga di tanah pegunungan tengah Papua.

Dengan semangat kebersamaan dan persaudaraan, Satgas Yonif 700/WYC berharap kehadiran mereka terus membawa manfaat dan kedamaian bagi seluruh masyarakat di wilayah Puncak.

Autentikasi: Pen Satgas Pamtas RI-PNG Mobile 700 Wira Yudha Cakti

Polrestabes Surabaya Libatkan Tim Negosiator Polwan, Beri Layanan Pengamanan Aksi Ribuan Santri di DPRD Jatim

SURABAYA || jejakindonesia.id – Ribuan santri dari berbagai pondok pesantren di Jawa Timur menggelar aksi damai di depan Gedung DPRD Provinsi Jawa Timur, Surabaya, pada Selasa (21/10/2025).

Aksi tersebut dipicu oleh tayangan salah satu program televisi swasta yang dinilai memberitakan secara negatif tentang sebuah pondok pesantren.

Untuk memberikan pelayanan pada aksi massa tersebut, Polrestabes Surabaya bersama Polda Jawa Timur menerapkan strategi humanis dan preventif, dengan mengedepankan peran Polisi Wanita (Polwan) negosiator di garda terdepan.

Sejak dari titik kumpul hingga menuju depan Gedung DPRD, para santri dikawal dengan tertib oleh petugas kepolisian, untuk memperoleh jaminan keamanan.

Meskipun hujan turun di lokasi aksi, namun hal itu tak menyurutkan semangat massa baik dari para santri maupun petugas kepolisian yang tetap melayani demi keamanan dan ketertiban sehingga aksi massa berjalan aman,lancar dan sejuk.

Para Polwan negosiator Polrestabes Surabaya Polda Jatim tetap berdiri di garda terdepan, mengawal jalannya aksi untuk memastikan keamanan dan ketertiban tetap terjaga.

Sementara itu ribuan peserta aksi menyampaikan aspirasi mereka melalui orasi dan doa bersama.

Sebagai bentuk pendekatan empati kepada massa aksi, tim negosiator dari barisan Polwan juga membagikan air minum kepada peserta aksi.

Langkah itu mendapat apresiasi dari peserta aksi yang tetap menjaga kedamaian selama kegiatan berlangsung.

Aksi tersebut kemudian difasilitasi oleh pihak kepolisian hingga perwakilan santri diterima langsung oleh Ketua DPRD Provinsi Jawa Timur.

Usai pertemuan, Ketua DPRD membacakan hasil dialog di hadapan massa aksi yang disambut dengan tertib.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Jules Abraham Abast menjelaskan, kepolisian sepenuhnya mendukung kebebasan warga untuk menyampaikan pendapat di muka umum, selama dilakukan secara damai dan tertib.

“Kami memfasilitasi massa aksi yang ingin menyampaikan pendapat di muka umum. Dari jajaran Polwan juga melakukan upaya negosiator secara humanis dan preventif,” ujar Kombes Pol Abast.

Kabid Humas Polda Jatim menambahkan, para anggota Polwan turut berdiri di barisan terdepan untuk memberikan pelayanan dan mengawal jalannya aksi agar tetap kondusif.

“Aksi tersebut berlangsung aman dan lancar sampai massa membubarkan diri dengan tertib,” pungkasnya.

Dengan pendekatan persuasif dan koordinasi yang baik antara aparat keamanan, peserta aksi, dan pihak DPRD, kegiatan tersebut berakhir dengan situasi aman, damai, dan kondusif di wilayah hukum Polrestabes Surabaya,Polda Jatim.