Sorry, we're closed Opens today at 9:00 am

Redaksi

Wujudkan Pesantren Aman, Bupati Ipuk: Pemkab Siap Dampingi Pesantren Urus PBG dan SLF

BANYUWANGI || jejakindonesia.id – Tindak lanjut dari pencanangan Pesantren Aman oleh Pemkab Banyuwangi bersama Kementerian Pekerjaan Umum (PU), Dinas Pekerjaan Umum Cipta Karya Perumahan dan Pemukiman (PU CKPP) Banyuwangi siap memfasilitasi pengelola pondok pesantren dalam kepengurusan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) dan Sertifikat Laik Fungsi (SLF).

Sebelumnya, Pemkab Banyuwangi bersama dengan Kementerian Pekerjaan Umum (PU) telah mencanangkan Pesantren Aman di Pendopo Sabha Swagata Blambangan saat kick off Hari Santri Nasional pada 20 Oktober 2025 lalu.

“Pemkab telah menggelar sosialisasi tentang regulasi dan prosedur pembangunan serta penggunaan bangunan yang sesuai standar. Karena kami, pemerintah ikut berkewajiban memastikan lingkungan belajar santri aman dan layak. Salah satunya dengan menjamin fasilitas infrastruktur baik gedung belajar maupun asrama yang aman dan sesuai standar,” kata Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, Senin (3/11/2025).

Kegiatan sosialisasi tersebut telah dilaksanakan pada 20 Oktober 2025 lalu dan diikuti 70 pengurus pondok pesantren se Banyuwangi. Sosialisasi yang dipimpin langsung oleh Asisten Administrasi dan Pembangunan Choiril Ustadi ini juga dihadiri perwakilan Nahdatul Ulama, perwakilan Muhammadiyah, dan para Camat se Banyuwangi.

Dikatakan Ipuk, pemerintah perlu untuk memberikan pendampingan guna memastikan setiap bangunan di wilayah, termasuk pondok pesantren, dibangun dan digunakan secara aman.

“Pemkab siap memfasilitasi pengurusan PBG dan SLF. Dinas terkait akan siap membantu pengurusannya. Silakan berkonsultasi dengan Dinas Dinas PU,” kata Ipuk.

Plt Kepala Dinas PU CKPP, Suyanto Waspo Tondo, menjelaskan PBG adalah dokumen yang harus ada sebelum pembangunan gedung dimulai. Sedangkan SLF menyatakan bahwa gedung yang sudah selesai dibangun telah memenuhi standar keselamatan, kesehatan, dan kenyamanan.

“Kedua dokumen ini saling melengkapi dan penting untuk legalitas serta keamanan suatu bangunan,” jelas Yayan, panggilan akrab Suyanto.

Dinas PU CKPP Banyuwangi, lanjut Yayan, membuka ruang konsultasi bagi pondok pesantren yang ingin memeriksa kelayakan bangunan maupun mengurus PBG dan SLF-nya. Pemkab akan memfasilitasi dan mendampingi dalam pengurusan PBG dan SLF pondok pesantren.

“Masyarakat dan pengelola ponpes bisa datang langsung ke Dinas PU atau Mall Pelayanan Publik untuk berkonsultasi lebih lanjut. Kami siap memberikan pendampingan setiap saat. Ini adalah bentuk tanggung jawab bersama agar santri bisa belajar dengan aman dan orang tua pun tenang,” ungkapnya

Bersama Lembaga Amerika Serikat, Banyuwangi Latih Guru SLB Fisioterapi Anak Berkebutuhan Khusus

BANYUWANGI || jejakindonesia.id – Pemkab Banyuwangi bersama Perkins International, organisasi dunia yang berpusat di Boston, Amerika Serikat, terus memperkuat pendidikan bagi Anak Berkebutuhan Khusus (ABK). Kali ini, Perkins akan menggelar training fisioterapi bagi para guru dan orang tua yang memiliki anak-anak dengan hambatan fisik.

“Banyuwangi ini spesial karena masyarakat dan pemimpinnya sama-sama punya pola pikir yang inklusif. Komunitas di sini juga sangat kuat. Lintas sektor bisa bekerja secara terintegrasi dan terkoordinasi sehingga anak-anak disabilitas dapat terlayani dengan baik,” ujar Direktur Program Perkins wilayah Asia Pasifik, Ami Tango Limketkai, saat bertemu Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani di Banyuwangi, Senin (2/112025).

Ami hadir bersama Tim Perkins lainnya, yakni Program Manager Perkins Paige Klotzman, Educational Specialist Chenmin Perera, dan sejumlah Education Specialist wilayah Asia Pacific.

Perkins International selama ini konsisten menyokong program-program inklusivitas di Banyuwangi. Di antaranya, melalui berbagai pelatihan bagi para guru Sekolah Luar Biasa (SLB) dan orang tua penyandang disabilitas.

Ami menyampaikan, keputusan mendukung program pendidikan anak-anak disabilitas di Banyuwangi karena melihat komitmen kuat pemerintah daerah dalam mewujudkan pendidikan inklusif.

Training fisioterapi akan dilaksanakan pada 17 November mendatang. Kegiatan ini dibuka untuk para guru dan orang tua yang memiliki anak-anak dengan hambatan fisik.

“Kami hadirkan langsung doktor fisioterapi dari India untuk mengajarkan bagaimana maintenance ke anak-anak dengan hambatan fisik agar mereka bisa mencapai potensi yang maksimal,” urainya.

Training Fisioterapi ini mengajarkan kepada guru dan para orang tua bagaimana melakukan fisioterapi dasar kepada siswa maupun anak dengan hambatan fisik.

“Jika orang tua memiliki kemampuan ini, setidaknya mereka bisa memberikan treatment dasar kepada anak mereka agar kondisinya tidak semakin memburuk. Anak dengan hambatan fisik biasanya mengalami kekakuan otot jika tidak dilakukan terapi secara rutin. Ini akan mempengaruhi kemampuan geraknya,” ujarnya.

Selama ini, Pemkab bersama Perkins International telah menggelar program peningkatan kapasitas guru Sekolah Luar Biasa (SLB) melalui program Sekolah Model.

Sekitar 170 guru SLB di Banyuwangi diberikan pelatihan, pembinaan, dan pendampingan langsung bagaimana menghadapi siswa dengan beragam disabilitas (ketunaan). Mereka mendapatkan beragam materi, mulai strategi mengajar, manajemen kelas, training penanganan anak autis, bahasa isyarat, fisioterapi, dan banyak lainnya.

Bupati Ipuk sangat mengapresiasi program tersebut. Ipuk berterima kasih Perkins telah mendukung pemkab dalam meningkatkan akses pendidikan bagi anak-anak penyandang disabilitas.

“Kami berharap dengan berbagai pendampingan ini, kapasitas guru-guru SLB maupun sekolah umum di Banyuwangi semakin baik. Sehingga bisa memberikan layanan yang berkualitas kepada siswa disabilitas agar mereka semakin bersemangat dalam belajar dan bisa berprestasi maksimal,” ujarnya.

Ipuk menambahkan, program ini melengkapi berbagai program pro disabilitas lain yang sudah digeber Pemkab.

Hadirkan Ijen Golden Route, Banyuwangi Kenalkan Destinasi Hidden Gem Seputar Kaki Ijen

BANYUWANGI || jejakindonesia.id – Di ujung timur Pulau Jawa, Banyuwangi menyimpan pesona yang tak pernah habis untuk dijelajahi. Salah satu magnet utamanya adalah kawasan Gunung Ijen. Di kaki gunung ini, hamparan keindahan alam, kesejukan udara, serta ragam aktivitas wisata menjadikan kawasan ini destinasi ideal untuk berwisata sehat dan menenangkan.

Daya tarik kawasan Gunung Ijen tak berhenti di puncaknya saja. Di kaki Ijen, kesejukan udara pegunungan berpadu dengan keindahan lanskap hijau yang menenangkan. Kawasan ini kini mulai menjadi magnet bagi wisatawan.

Untuk mengenalkan lebih luas keelokan kawasan Ijen, yang ada di Banyuwangi, Bupati Ipuk Fiestiandani telah meluncurkan Ijen Golden Route. Menelusuri destinasi wisata hidden gem di kawasan kaki Gunung Ijen yang ada di Banyuwangi.

Ada beragam destinasi yang terangkum dalam Ijen Golden Route. Mulai dari aneka wisata alam, kuliner lokal, cafe yang instagramble, hingga tempat staycation yang keren hingga yang etnik.

“Sejatinya kita sedang mempromosikan berbagai potensi wisata yang berkembang pesat di sekitar kaki gunung Ijen,” terang Ipuk, Selasa (4/11/2025).

Di kaki Ijen ada sederet wisata alam yang patut untuk dikunjungi. Memadukan keindahan alam dan keluhuran budaya. Seperti Sendang Seruni di Desa Tamansari atau Banyu Kuwung yang memiliki sumber air jernih.

Ada juga air terjun Kalibendo yang menghadirkan keseruan tracking di kawasan perkebunan cengkeh dan karet yang rindang serta diiringi gemericik sungai yang menyegarkan. Atau dapat juga bersantai di wana wisata air terjun Jagir yang mempesona dengan guyuran air kembarnya.

Bagi pecinta kuliner, kawasan Licin juga menghadirkan surga tersembunyi yang patut dicoba. Pecinta kuliner lokal, wajib singgah di Warung Kanggo Riko Desa Segobang yang dikenal dengan menu ayam kesrutnya.

Atau bagi yang ingin merasakan ngopi yang instagramble, ada banyak spot yang bisa dikunjungi. Seperti Taman Gandrung Terakota yang menghadirkan paket komplit wisata. Kedai kopi yang menyuguhkan kenikmatan kopi Banyuwangi hingga kuliner khas mancanegara juga banyak ditemukan.

“Beragam destinasi hidden gem ini wajib dicoba bagi yang ingin merasakan berwisata dengan kualitas yang eksklusif, namun dengan budget yang terjangkau,” terang Ipuk.

Kawasan sekitar Ijen berkembang menjadi destinasi staycation populer. Beragam penginapan hadir dengan konsep ramah lingkungan dan pemandangan langsung ke alam. Mulai dari villa bernuansa rustic, homestay dengan sentuhan budaya Osing, hingga resort modern di tengah kebun kopi, semua menawarkan kenyamanan yang berpadu dengan keindahan alam.

Belum lagi puluhan homestay yang dikelola oleh masyarakat lokal yang menyajikan pengalaman intim berinteraksi dengan penduduk setempat. Lengkap dengan segala keramahtamahan dan keluhuran budayanya. Serta, dengan budget yang amat terjangkau bagi para backpacker.

“Kami juga menyiapkan sejumlah atraksi wisata yang bisa dinikmati para wisatawan. Wisatawan bisa bersepeda di jalur pedesaan, berjalan santai di perkebunan kopi atau teh, hingga menyusuri jalur trekking ringan di sekitar kaki gunung,” imbuh Ipuk.

Ditambahkan Ipuk, kawasan Ijen adalah contoh sempurna harmoni antara alam, budaya lokal, dan pariwisata berkelanjutan. Masyarakat setempat yang ramah menyambut wisatawan dengan kearifan khas Osing—memberikan pengalaman yang bukan hanya indah dilihat, tetapi juga hangat dirasakan.

Di antara deretan event yang diselenggarakan mulai dari sport tourism, budaya hingga konser musik. Sebut saja Tour de Banyuwangi Ijen, Ijen Green Trail Run, Ijen Geopark Downhill, Ngopi Sepuluh Ewu, Sendratari Meras Gandrung, Jazz Gunung Ijen hingga Musik Tepi Sawah. (*)

Yayasan Sukses Mulia Sejahtera Gelar Launching dan Potong Pita SPPG Berkah Jaya 79 di Desa Kumendung

BANYUWANGI || jejakindonesia.id — Yayasan Sukses Mulia Sejahtera resmi meluncurkan SPPG Berkah Jaya 79, sebuah program pemberdayaan dan pengembangan masyarakat yang berlokasi di Desa Kumendung, Kecamatan Muncar, Banyuwangi, pada Senin pagi (3/11/2025). Acara berlangsung meriah dengan seremoni potong pita sebagai tanda peresmian, serta penyerahan 1.065 MBG kepada SMP Negeri 3 Muncar dan sejumlah sekolah lain di wilayah sekitar.

Dalam sambutannya, Camat Muncar, trisetia Supriyanto,S.STP, M.Si, mengapresiasi langkah Yayasan Sukses Mulia Sejahtera dan SPPG Berkah Jaya 79 yang dinilai mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Kami sangat mendukung inisiatif seperti ini. Program seperti SPPG Berkah Jaya 79 diharapkan dapat menjadi motor penggerak ekonomi dan pendidikan di Kecamatan Muncar, serta memberi inspirasi bagi lembaga lain untuk berbuat hal serupa,” ujar Satriyo dalam pidatonya.

Sementara itu, Eko susilo Nurhidayat, selaku Owner SPPG Berkah Jaya 79, menyampaikan rasa syukurnya atas terlaksananya kegiatan ini. Ia menegaskan bahwa program ini merupakan bentuk komitmen pihaknya dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mendukung dunia pendidikan.

“Kami ingin SPPG Berkah Jaya 79 menjadi wadah bagi tumbuhnya semangat gotong royong dan kemandirian. Penyerahan 1.065 MBG ini adalah simbol berbagi dan kepedulian kami terhadap generasi muda,” ujar Eko susilo Nurhidayat sesaat sebelum melakukan pemotongan pita sebagai tanda resmi dibukanya SPPG Berkah Jaya 79.

Acara launching turut dihadiri oleh jajaran pemerintah kecamatan, perangkat desa, tokoh masyarakat, serta para guru dan siswa penerima manfaat. Kegiatan ditutup dengan doa bersama dan sesi ramah tamah yang berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan.

Dengan diresmikannya SPPG Berkah Jaya 79, diharapkan masyarakat Desa Kumendung dan sekitarnya dapat semakin berdaya, sejahtera, dan mampu mengembangkan potensi lokal yang dimiliki.( ikhsan/Yati )

Ketua Tim ZI Lapas Banyuwangi Dorong Percepatan Pemenuhan Data Dukung LKE dan RAT

BANYUWANGI || jejakindonesia.id - Dalam upaya memperkuat komitmen persiapan menapaki Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM), Tim Pembangunan Zona Integritas (ZI) Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banyuwangi menggelar rapat percepatan pemenuhan data dukung, Selasa (4/11). Rapat ini secara khusus membahas penyiapan dokumen untuk Lembar Kerja Evaluasi (LKE) dan Rencana Aksi Tahunan (RAT).

Dipimpin langsung oleh Ketua Tim ZI Lapas Banyuwangi, Ahmad Solihin, rapat dihadiri oleh seluruh anggota kelompok kerja (Pokja). Solihin menekankan pentingnya kesigapan seluruh tim dalam memetakan dan melengkapi seluruh data dukung yang dibutuhkan.

"Kami mendorong seluruh Pokja untuk segera melakukan pemetaan menyeluruh terhadap segala kekurangan data dukung. Identifikasi ini penting sebagai langkah awal untuk percepatan," ujar Solihin.

Lebih lanjut, Solihin menghimbau agar semua Pokja dapat menyelesaikan setiap permintaan data dan laporan tepat pada waktu yang telah ditetapkan. Koordinasi dan sinergi antar tim, menurutnya, menjadi kunci kelancaran dalam proses pengumpulan dan validasi data.

Meski Lapas Banyuwangi telah menyandang predikat WBK, Solihin berpesan agar jangan ada ruang untuk bertahan pada zona nyaman. Semangat untuk terus berubah dan meningkatkan kinerja harus tetap dijaga.

"Predikat WBK bukanlah garis akhir. Justru ini adalah batu pijakan untuk melangkah lebih jauh. Tahun depan, kita akan berkontestasi kembali untuk meraih predikat WBBM. Untuk itu, semangat perubahan dan peningkatan berkelanjutan harus kita tunjukkan," tegasnya.

Dalam rangka mendukung target WBBM tersebut, Solihin juga menekankan pentingnya pengembangan inovasi. Inovasi tidak hanya untuk memudahkan kinerja internal tetapi juga harus berdampak langsung pada peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat dan warga binaan.

"Pengembangan inovasi untuk memudahkan kinerja dan layanan harus semakin kita tingkatkan. Inovasi ini akan menjadi nilai tambah yang signifikan dalam penilaian menuju WBBM," tutupnya.