Sorry, we're closed Opens today at 9:00 am

Redaksi

Cegah Kajahatan Di Jam Rawan, Polresta Deli Serdang Laksanakan Patroli Hingga Pagi Hari

DELI SERDANG || jejakindonesia.id - Polresta Deli Serdang dan jajarannya terus melaksanakan Patroli hingga pagi hari guna antisipasi kejahatan 3C ,pencurian dengan pemberatan, pencurian dengan kekerasan, dan pencurian kendaraan bermotor, geng motor dan tawuran di wilayah hukum Polresta Deli Serdang.

Patroli ini dilaksanakan sebagai bagian dari upaya polri untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

Kapolresta Deli Serdang Kombes Pol Hendria Lesmana, S.IK, M.Si menyatakan bahwa pelaksanaan patroli ini bukan hanya sekedar berkeliling di jalan namun personil juga aktif berdialog dengan masyarakat untuk sampaikan pesan kamtibmas kepada masyarakat yang sedang berkumpul.

“Kegiatan Patroli ini merupakan langkah preventif untuk mencegah terjadinya gangguan kamtibmas. Kehadiran personel Polri di lapangan diharapkan memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat dan untuk menenakan angka kriminalitas di wilkum Polresta Deli Serdang" Ujar Kapolresta.

Patroli Blue Light menyasar sejumlah lokasi strategis dan rawan kejahatan, di antaranya Alun-alun Pemkab Deli Serdang, Kantor Bupati Deli Serdang, tempat keramaian perkotaan, pemukiman masyarakat dan sambang pos kamling.

“Selain patroli, kami juga melakukan dialog dengan masyarakat untuk mengedukasi mereka agar berperan aktif dalam menjaga lingkungan dan segera melapor jika menemukan hal yang mencurigakan,” tambah Kapolresta.

Personel patroli juga memberikan himbauan Kamtibmas agar masyarakat selalu waspada dalam menjalankan aktivitas sehari hari dan serta ikut berperan aktif menjaga keamanan lingkungan.(##Humas Polresta DS)

Safari Kebangsaan, Polda Sumut di Wilayah Hukum Polres Sergai Ajak Masyarakat Perkuat Sinergi Jaga Kamtibmas

Serdang bedagai || jejakindonesia.id - Polda Sumatra Utara Polres Sergai menggelar kegiatan Safari Kebangsaan di Aula Patriatama Polres Sergai, Selasa (04/11/2025),

Dengan Tema "Doa Polri Untuk Negeri" sebagai upaya mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah hukum Polres Sergai.

Kegiatan yang dipimpin Kapolres Sergai, AKBP Jhon Sitepu, SIK, MH, yang diwakilkan Wakapolres Kompol Rudy Candra, SH, MH, dihadiri Tim Safari Polda sumut Kompol Mitha Natasya, SH, SIK, Beserta Aggota, para pejabat utama Polres Sergai, unsur, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta berbagai organisasi kemasyarakatan di Kabupaten Sergai.

Dalam sambutannya, Kompol Rudy Candra, Menyampaikan apresiasi kepada seluruh undangan yang hadir. Ia menegaskan pentingnya kegiatan Safari Kebangsaan sebagai wadah memperkuat silaturahmi dan kebersamaan antara aparat dan warga.

"Kami ingin mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat, agar kita bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban. Kamtibmas yang kondusif hanya bisa terwujud bila ada sinergi dari semua pihak," ujar Wakapolres.

Wakapolres menambahkan, keamanan bukan hanya tanggung jawab kepolisian semata, melainkan kewajiban bersama seluruh elemen masyarakat.

"Kami berharap masyarakat dapat terus bersinergi dengan Polri. Dengan kebersamaan, situasi wilayah Polres Sergau dan sekitarnya akan tetap aman dan damai," Tegas Wakapolres.

Bukan Isapan Jempol Belaka, Kasat Narkoba Buktikan Tabu Perangi Narkotika Terus Berkumandang, Sat Narkoba Polres Simalungun Sikat Bandar Sabu 6,27 Gram

SIMALUNGUN || jejakindonesia.id - Komitmen Kepolisian Resor Simalungun dalam memberantas peredaran narkotika bukan sekadar isapan jempol belaka. Hal ini dibuktikan dengan keberhasilan Satuan Narkoba Polres Simalungun yang kembali berhasil menangkap seorang bandar narkotika jenis sabu dengan barang bukti mencapai 6,27 gram brutto pada Sabtu, 1 November 2025 sekitar pukul 15.30 WIB.

Kepala Satuan Narkoba Polres Simalungun, AKP Henry Salamat Sirait, S.IP., S.H., M.H., saat dikonfirmasi pada Rabu, 5 November 2025 sekitar pukul 08.10 WIB menjelaskan secara detail proses penangkapan tersebut. "Ini adalah bukti nyata bahwa Polri untuk masyarakat, kami terus gencar melakukan pemberantasan narkotika di wilayah Kabupaten Simalungun," ujar AKP Henry Salamat Sirait dengan tegas.

Operasi penangkapan ini dimulai ketika personil Satuan Narkoba Polres Simalungun mendapatkan informasi dari masyarakat pada Sabtu, 1 November 2025 sekitar pukul 14.00 WIB. Informasi tersebut menyebutkan bahwa di kawasan Pasar 1B, Kelurahan Perdagangan 1, Kecamatan Bandar, Kabupaten Simalungun kerap terjadi transaksi dan penyalahgunaan narkotika jenis sabu-sabu.

"Personil kami mendapatkan informasi dari masyarakat yang memberitahukan di Pasar 1B sering terjadi transaksi dan penyalahgunaan narkotika jenis sabu," ungkap Kasat Narkoba Polres Simalungun menjelaskan awal mula operasi tersebut.

Tidak membuang waktu, setelah mendapatkan informasi tersebut, personil Satuan Narkoba langsung melakukan penyelidikan dan pengintaian ke seputaran lokasi yang dimaksud. Tim bergerak cepat untuk memastikan kebenaran informasi yang diterima sekaligus mengidentifikasi target operasi.

Setelah melakukan pengintaian dan mendapatkan momentum yang tepat, pada pukil 15.30 WIB, personil Satuan Narkoba bersama anggota Gamot setempat melakukan penggerebekan di sebuah rumah yang berada di depan Jalan Cengkeh Pasar 1B, Kelurahan Perdagangan 1, Kecamatan Bandar, Kabupaten Simalungun.

"Kami bersama Gamot setempat melakukan penggerebekan dan berhasil mengamankan satu orang laki-laki yang mengaku bernama Pebri Gunawan Sianipar," ucap AKP Henry menjelaskan hasil operasi lapangan.

Tersangka yang berhasil diamankan adalah Pebri Gunawan Sianipar, seorang laki-laki berusia 19 tahun, berprofesi sebagai wiraswasta, yang beralamat di Jalan S. Pangan Ujung Perjuangan, Kelurahan Perdagangan 1, Kecamatan Bandar, Kabupaten Simalungun.

Setelah pengamanan tersangka, personil kemudian melakukan penggeledahan terhadap barang-barang yang dibawa tersangka. Dari penggeledahan tersebut, personil menemukan barang bukti narkotika jenis sabu dari dalam tas sandang milik tersangka.

Barang bukti yang berhasil diamankan cukup signifikan, yakni empat bungkus plastik klip sedang yang berisi narkotika jenis sabu dengan berat total brutto mencapai 6,27 gram. Selain itu, petugas juga mengamankan satu unit handphone Android merek Oppo warna biru, dua bal plastik klip kosong, satu buah dompet warna hitam, satu buah tas sandang hitam, satu buah sekop terbuat dari sedotan plastik, dan satu buah kaleng rokok merek Dji Sam Soe.

"Personil menemukan barang bukti narkotika jenis sabu dari dalam tas sandang miliknya beserta sejumlah barang bukti pendukung lainnya," jelas AKP Henry Salamat Sirait.

Saat dilakukan interogasi, tersangka Pebri Gunawan Sianipar mengakui bahwa sabu-sabu tersebut adalah miliknya. Lebih lanjut, tersangka mengungkapkan sumber perolehan narkotika tersebut.

"Pelaku mengakui sabu tersebut miliknya dan menurut pengakuannya, narkotika tersebut diperoleh dari seseorang bernama Rido yang berdomisili di Perdagangan," ungkap Kasat Narkoba menjelaskan hasil interogasi.

Saat ini, pihak kepolisian masih melakukan pengembangan untuk mencari pria bernama Rido yang dimaksud tersangka, atas dugaan sebagai bagian dari jaringan peredaran narkotika di wilayah Simalungun.

Menutup keterangannya, Kasat Narkoba Polres Simalungun menghimbau kepada seluruh masyarakat Kabupaten Simalungun untuk dapat bekerja sama dalam upaya memberantas peredaran narkoba di wilayah mereka.

"Kami mengajak masyarakat untuk bersama-sama memberantas narkoba di Kabupaten Simalungun. Jika mengetahui adanya kegiatan yang mencurigakan atau dugaan praktik jual beli, penggunaan, maupun segala bentuk penyalahgunaan narkoba, segera hubungi pihak kepolisian setempat atau melalui Call Center Polri 110 yang bebas pulsa," ucap AKP Henry mengajak partisipasi masyarakat.

Tersangka Pebri Gunawan Sianipar beserta barang bukti saat ini diamankan di Satuan Narkoba Polres Simalungun untuk menjalani proses hukum lebih lanjut sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Polresta Banyuwangi Gelar Apel Kesiapan Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi

BANYUWANGI || jejakindonesia.id – Dalam rangka menghadapi potensi bencana alam menjelang musim penghujan, Polresta Banyuwangi menggelar Apel Kesiapan Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi, bertempat di halaman Mapolresta Banyuwangi, Rabu Pagi (5/11/2025).

Apel ini menjadi bentuk nyata sinergi lintas instansi di Kabupaten Banyuwangi dalam mewujudkan kesiapsiagaan menghadapi ancaman bencana seperti banjir, tanah longsor, pohon tumbang dan lain sebagianya.

Kegiatan dipimpin langsung oleh Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol. Rama Samtama Putra, S.I.K., M.Si., M.H., dihadiri oleh Wakil Bupati Banyuwangi Ir. Mujiono serta diikuti oleh perwakilan Forkopimda, antara lain: Danlanal Banyuwangi Mayor Marinir I Nyoman Suarnika, Dandim 0825 Banyuwangi Mayor Kav. Suprapto, Kalaksa BPBD Banyuwangi Ir. Danang Hartanto, S.T., serta peserta dari unsur TNI, Polri, BPBD, Basarnas, Dinas Perhubungan, Satpol PP, Dinas Kesehatan, Dinas Pemadam Kebakaran, dan stage holder terkait lainnya.

Dalam sambutannya, Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol. Rama Samtama Putra, S.I.K., M.Si., PM.H. menyampaikan bahwa penanggulangan bencana merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen bangsa.

“Mari kita lakukan langkah-langkah mitigasi di wilayah masing-masing, terutama di daerah rawan. Polresta Banyuwangi akan terus memberikan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat agar lebih siap menghadapi potensi bencana,” tegas Kapolresta.

Wakil Bupati Banyuwangi Ir. Mujiono dalam kesempatan yang sama menambahkan bahwa sinergi antarinstansi menjadi kunci keberhasilan mitigasi.

“Apel ini bukan sekadar kegiatan seremonial, namun bentuk komitmen kita semua untuk memperkuat koordinasi dan kesiapsiagaan menghadapi ancaman hidrometeorologi di Banyuwangi,” ujarnya.

Dari pihak BPBD Banyuwangi Ir. Danang Hartanto,S.T., menyampaikan kesiapan pihaknya untuk terus berkolaborasi.

“Kami siap berkolaborasi optimal dengan seluruh stakeholder agar penanganan dan pencegahan bencana dapat berjalan efektif,” ungkapnya.

Dalam kegiatan tersebut juga disampaikan Amanat Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si., yang menekankan pentingnya kesiapsiagaan seluruh elemen bangsa menghadapi ancaman bencana di tengah fenomena La Niña dan meningkatnya curah hujan di penghujung tahun 2025.

Berdasarkan data BNPB hingga Oktober 2025, tercatat 2.606 kejadian bencana alam di Indonesia — didominasi banjir, cuaca ekstrem, dan tanah longsor.

Indonesia juga menempati peringkat ke-3 dunia dalam World Risk Index 2025 sebagai negara dengan tingkat kerawanan bencana tertinggi.

Kapolresta Banyuwangi menegaskan bahwa apel kesiapsiagaan ini merupakan bentuk komitmen bersama untuk melindungi masyarakat dari dampak bencana.

“Kesiapsiagaan adalah bentuk pengabdian kepada kemanusiaan. Mari kita hadir untuk melindungi, melayani, dan menjaga keselamatan seluruh warga Banyuwangi,” pungkas Kapolresta.

Pembelajaran Kolaboratif: Siswa Diktukba SPN Polda Jatim Tawarkan Solusi Digital untuk UMKM Koi Blitar

​BLITAR || jejakindonesia.id – Program 'Live In' bagi Siswa Pendidikan Pembentukan Bintara (Diktukba) Polri T.A. 2025 dari Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Jatim tak hanya sekadar pelatihan kepolisian konvensional.

Mengusung konsep pembelajaran berbasis nyata, para siswa kini terjun langsung ke denyut nadi masyarakat, berkolaborasi memecahkan masalah riil yang dihadapi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

​Pada Selasa (4/11/2025), salah satu kelompok siswa yang melaksanakan 'Live In' di wilayah hukum Polres Blitar Kota, memulai pengalaman mereka di Kelurahan Bendo, Kecamatan Kepanjenkidul, Kota Blitar.

Fokus mereka tertuju pada UMKM budidaya Ikan Koi, sebuah potensi lokal yang menghadapi tantangan pemasaran signifikan.

​Sebelum terjun ke lokasi, para siswa menerima pembekalan di Mapolres Blitar Kota.

Mewakili Kapolres Blitar Kota, AKBP Titus Yudho Uly, S.I.K., M.Si., Kabag SDM Kompol Imron, S.Sos., M.M., memberikan arahan yang sarat akan penekanan etika dan kehormatan.

​"Jaga sikap, rasa hormat, dan marwah institusi SPN Polda Jatim serta Polres Blitar Kota. Ini adalah kunci utama saat siswa sekalian berinteraksi langsung dengan masyarakat," tegas Kompol Imron.

​Berbekal arahan tersebut, para siswa menuju lokasi 'Live In'. Salah satu kelompok beruntung dapat tinggal dan berinteraksi secara intensif di kediaman Tunggul Jati Ardiansyah, seorang pelaku UMKM Budidaya Ikan Koi yang juga pemilik Joyokusumo Koi Farm.

​Keseharian mereka diwarnai dengan implementasi kohesi sosial.

Para siswa tidak sekadar menjadi tamu, namun para siswa menerima edukasi mendalam dari Tunggul Jati Ardiansyah.

Para siswa dikenalkan berbagai jenis ikan koi, metode penanganan penyakit, hingga seluk-beluk pemeliharaan.

Dalam diskusi yang berkembang, terungkap sebuah permasalahan krusial.

Tunggul menyampaikan bahwa penjualan ikan koi masih sangat tersegmentasi dan belum mampu menembus pasar yang lebih luas.

"Penjualan masih menyasar pada golongan masyarakat tertentu. Ini tantangan yang belum terpecahkan," ungkapnya.

​Fakta lapangan ini memantik gagasan cemerlang dari salah seorang siswa Diktukba Polri SPN Polda Jatim, Satrio Wibowo Anggoro Adhji Saputro, yang akrab disapa Ronggo.

Ia memaparkan ide solutif kepada Marcel, karyawan Joyokusumo Koi Farm, yang berfokus pada pentingnya digital branding.

Menurut Ronggo, UMKM Koi Farm tidak bisa lagi mengandalkan penjualan konvensional.

"Kuncinya adalah membangun Brand Digital yang kuat. UMKM harus memanfaatkan teknologi media digital tidak hanya untuk berjualan, tetapi yang lebih penting, untuk mengedukasi pasar tentang kualitas koi lokal." papar Ronggo.

​Gagasan ini dikembangkan lebih lanjut. Siswa Ronggo mendorong setiap UMKM untuk memiliki identitas digital yang jelas.

Tujuannya agar koi lokal, khususnya dari Blitar, mampu dikenal oleh konsumen secara nasional hingga menembus pasar mancanegara.

​"Kita juga harus mengajak influencer atau penggiat media sosial untuk berkolaborasi dengan pemilik Koi Farm," tambahnya, menekankan kekuatan jejaring digital.

​Program 'Live In' ini, pada akhirnya, menegaskan satu filosofi.

Seperti yang disimpulkan dalam interaksi tersebut, budidaya ikan koi bukan sekadar menjual ikan.

"Ini adalah tentang menjual keindahan, menikmati hobi, dan yang paling utama, membangun kepercayaan," pungkas Ronggo.

Sementara itu di lokasi terpisah Kepala SPN Polda Jatim, Kombes Pol Agus Wibowo mengatakan inti dari Live In ini adalah pembelajaran dua arah.

Dari program ini diharapkan nantinya setelah lulus dapat Bintara Polri Polda Jatim yang mampu mempraktikkan tugas fungsi teknis Polri dan dapat memahami realitas sosial serta menginternalisasi nilai-nilai Tribrata dan Catur Prasetya secara kontekstual.

"Program Live In secara khusus dirancang untuk memperkuat nilai-nilai empati, toleransi, tanggung jawab sosial, serta kepemimpinan yang humanis," pungkas Kombes Agus. (*)

error: Content is protected !!