BAZNAS Banyuwangi dan BNNK Perkuat Sinergi P4GN, Dorong Pemberdayaan Ekonomi Mantan Pengguna Narkoba
BANYUWANGI || Jejak-indonesia.id — Senin 10 Agustus 2026, Upaya membangun masyarakat Banyuwangi yang sehat, produktif, dan terbebas dari penyalahgunaan narkotika terus diperkuat melalui kolaborasi lintas sektor.
Komitmen tersebut mengemuka dalam audiensi antara BAZNAS Kabupaten Banyuwangi dan Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Banyuwangi. Pertemuan membahas penguatan sinergi dalam program Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN), sekaligus membuka peluang kerja sama dalam edukasi, pembinaan, rehabilitasi hingga pemberdayaan masyarakat.
Audiensi tersebut menjadi bagian dari upaya membangun koordinasi yang lebih konkret antara lembaga pengelola zakat dengan institusi yang memiliki mandat dalam penanganan permasalahan narkotika.
Kedua lembaga menilai, persoalan narkotika tidak cukup diselesaikan hanya melalui pendekatan penindakan. Pencegahan, edukasi, rehabilitasi serta pemberdayaan sosial dan ekonomi menjadi bagian penting untuk membangun ketahanan masyarakat.
Kepala BNNK Banyuwangi Kombes Pol. Rachmat Kurniawan menegaskan bahwa perang melawan narkotika membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.
Menurutnya, BNN tidak dapat bekerja sendiri dalam menghadapi ancaman penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika. Dibutuhkan sinergi dengan pemerintah daerah, lembaga sosial, lembaga keagamaan, dunia pendidikan, organisasi masyarakat maupun lembaga yang memiliki kepedulian terhadap pemberdayaan masyarakat.
“P4GN ini bukan hanya tugas BNN. Ini merupakan tanggung jawab bersama. Semakin banyak pihak yang bergerak dan bersinergi, maka upaya pencegahan penyalahgunaan narkotika di masyarakat akan semakin kuat,” tegas Kombes Rachmat. Selasa (4/8) kemarin
Ia menilai keterlibatan BAZNAS memiliki potensi strategis, khususnya dalam mendukung aspek sosial dan ekonomi masyarakat yang membutuhkan pendampingan.
“Kami melihat ada ruang kolaborasi yang sangat baik dengan BAZNAS, terutama dalam bagaimana memberikan penguatan kepada masyarakat yang membutuhkan. Pencegahan harus dibarengi dengan upaya membangun ketahanan sosial dan ekonomi,” ujarnya.
Kombes Rachmat juga memberikan perhatian khusus terhadap masyarakat yang telah menjalani proses pemulihan dari penyalahgunaan narkotika.
Menurutnya, proses pemulihan tidak boleh berhenti ketika seseorang dinyatakan pulih. Mereka juga membutuhkan lingkungan yang mendukung serta kesempatan untuk kembali menjalani kehidupan secara produktif.
“Mereka yang sudah menjalani proses pemulihan harus kita berikan kesempatan untuk kembali produktif. Jangan sampai setelah pulih justru kembali ke lingkungan yang berisiko karena tidak memiliki aktivitas atau peluang untuk berkembang,” katanya.
Menurut Kombes Rachmat, pemberdayaan ekonomi dapat menjadi salah satu instrumen untuk membantu mantan pengguna narkoba membangun kembali kehidupan sosialnya.
“Ketika seseorang memiliki kegiatan yang positif, memiliki keterampilan, memiliki pekerjaan atau usaha, maka akan semakin besar peluangnya untuk membangun kehidupan yang lebih baik. Karena itu, aspek pemberdayaan menjadi bagian penting dalam upaya pencegahan agar mereka tidak kembali menggunakan narkotika,” jelasnya.
Ia juga mengajak masyarakat untuk tidak memberikan stigma berlebihan kepada orang yang telah menjalani proses pemulihan.
“Kita harus memberikan ruang kepada mereka untuk kembali ke masyarakat. Jangan memberikan stigma yang justru membuat mereka merasa tersisih. Yang sudah pulih harus kita dukung agar bisa kembali berkontribusi secara positif,” tambahnya.
Dari sisi BAZNAS Kabupaten Banyuwangi, sinergi dengan BNNK diharapkan dapat menghasilkan program yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Selain edukasi dan pembinaan, peluang kerja sama diarahkan pada pemberdayaan kelompok yang membutuhkan dukungan agar dapat kembali produktif, termasuk masyarakat yang telah menjalani proses pemulihan.
Kolaborasi tersebut diharapkan tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi dapat diterjemahkan menjadi program berkelanjutan yang menyentuh kebutuhan masyarakat.
Salah satu poin yang menjadi perhatian adalah membuka peluang usaha maupun kegiatan produktif bagi mantan pengguna narkoba dengan tetap memperhatikan proses rehabilitasi, kondisi sosial, serta kebutuhan masing-masing penerima manfaat.
BNNK Banyuwangi bersama BAZNAS juga mendorong penguatan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat mengenai bahaya narkotika serta pentingnya menciptakan lingkungan yang mendukung proses pemulihan.
Dengan pendekatan tersebut, P4GN tidak hanya diarahkan untuk menekan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika, tetapi juga membangun ketahanan masyarakat agar mampu menciptakan lingkungan yang sehat, aman, sejahtera dan produktif.
Sinergi BAZNAS dan BNNK Banyuwangi diharapkan dapat menjadi salah satu bentuk kolaborasi lintas sektor berbasis masyarakat, dengan menggabungkan kekuatan pencegahan, edukasi, pemulihan sosial dan pemberdayaan ekonomi.
Kombes Rachmat menegaskan bahwa keberhasilan P4GN pada akhirnya sangat ditentukan oleh kepedulian bersama.
“Kita ingin Banyuwangi semakin kuat dalam menghadapi ancaman narkotika. Bukan hanya dengan penindakan, tetapi juga melalui pencegahan, edukasi, pemulihan dan pemberdayaan. Harapannya, masyarakat semakin sadar, semakin peduli, dan mereka yang sudah pulih dapat kembali menjadi bagian produktif dari masyarakat,” pungkasnya.
