Sorry, we're closed Opens today at 9:00 am

Redaksi

Polres Pasuruan dan Insan Media Bersatu dalam Duka: Lawatan Penuh Empati ke Rumah Duka Rekan Jurnalis

PASURUAN || jejakindonesia.id — Dalam suasana penuh haru dan solidaritas, Humas Polres Pasuruan bersama Insan Mitra Media melakukan lawatan ke rumah duka salah satu rekan jurnalis yang berpulang. Kehadiran mereka bukan sekadar bentuk penghormatan, tetapi juga simbol ikatan emosional yang telah lama terjalin antara kepolisian dan insan pers di wilayah Pasuruan.

Iptu Joko Suseno, mewakili Humas Polres Pasuruan, menyampaikan bahwa hubungan antara Polres dan media tidak hanya bersifat profesional, tetapi juga dilandasi oleh rasa saling peduli dan kekeluargaan.

“Kami ingin tetap menjalin hubungan yang harmonis, tidak hanya dalam ranah profesional, tetapi juga ikatan hati tetap kami jaga dengan semua insan media,” ujar Iptu Joko Suseno dengan penuh haru.

Turut hadir dalam lawatan tersebut, Kapolres Pasuruan AKBP Jazuli Dani Iriawan menyampaikan langsung belasungkawa kepada keluarga almarhum. Ia menegaskan bahwa Polres Pasuruan hadir bukan hanya dalam tugas-tugas operasional, tetapi juga terpanggil secara kemanusiaan.

“Kami turut berbela sungkawa sedalam-dalamnya. Polres Pasuruan membangun hubungan baik bukan hanya dalam kegiatan formal, tetapi juga dalam momen-momen kemanusiaan seperti ini. Kami datang sebagai keluarga,” ungkap AKBP Jazuli Dani Iriawan.

Lawatan ini menjadi bukti nyata bahwa sinergi antara kepolisian dan media bukan sekadar kolaborasi kerja, tetapi juga perwujudan nilai-nilai kemanusiaan yang saling menguatkan di tengah duka. Di balik berita dan tugas, ada rasa, ada empati, dan ada keluarga besar yang saling menopang.

Tradisi Penyambutan Kapolda Sulsel Irjen Pol. Djuhandani Raharjo Puro di Mako Polda Sulsel

MAKASAR || jejakindonesia.id - Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sulawesi Selatan (Sulsel) resmi berganti. Kapolda Sulsel yang baru, Irjen Pol. Djuhandani Raharjo Puro, S.H., M.H., didampingi sang istri Ny. Upi Djuhandani, tiba di Markas Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan (Mako Polda Sulsel) pada Senin (03/11/2025).

Kapolda Sulsel Irjen Pol. Djuhandani Raharjo Puro, tiba didampingi sang istri, Ny. Upi Djuhandani. Kedatangannya disambut langsung oleh Wakapolda Sulsel, Brigjen Pol. Nasri, S.I.K., M.H., beserta istri Ny. Lina Nasri.

Dalam tradisi penyambutan tersebut, Irjen Pol. Djuhandani Raharjo Puro menerima upacara kehormatan yang diawali dengan tradisi angngaru yaitu sumpah setia khas budaya Bugis-Makassar yang dibawakan oleh personel Brimob Polda Sulsel serta jajar kehormatan. Tradisi ini menjadi simbol penghormatan dan kesetiaan terhadap pimpinan yang baru.

Selain itu, penyambutan juga dimeriahkan dengan tarian tradisional Padduppa yang dibawakan oleh para Polwan Polrestabes Makassar, sebagai wujud kehormatan dan ucapan selamat datang bagi pejabat baru beserta istri.

Setelah prosesi penyambutan, Irjen Pol. Djuhandani Raharjo Puro bersama Ny. Upi Djuhandani menyapa satu per satu jajaran personel Polda Sulsel yang berbaris menyambut kedatangannya. Momen tersebut berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan, mencerminkan semangat soliditas di lingkungan Polda Sulsel.

Dalam keterangannya, Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol. Didik Supranoto, S.I.K., M.H., menjelaskan bahwa kegiatan penyambutan ini merupakan tradisi setiap kali terjadi pergantian pimpinan di lingkungan Polda Sulsel.

“Pada hari ini, Polda Sulsel melaksanakan tradisi penyambutan Kapolda baru sebagai bentuk penghormatan dan penerimaan resmi terhadap pimpinan yang akan memimpin jajaran Polda Sulsel ke depan,” ujar Kombes Pol. Didik.

Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa tradisi penyambutan ini juga menjadi momentum untuk mempererat solidaritas dan menumbuhkan semangat kebersamaan seluruh personel dalam mendukung program kerja Kapolda yang baru.

Pimpin Apel Pagi, Kapolda Kaltim Tekankan Profesionalisme dan Kepedulian Sesama Anggota

BALIKPAPAN || jejakindonesia.id – Kapolda Kalimantan Timur, Irjen Pol. Endar Priantoro, S.H., S.I.K., C.F.E., M.H., memimpin apel pagi rutin di halaman Mapolda Kaltim, Senin (03/11/2025). Kegiatan ini diikuti oleh Wakapolda Kaltim, Irwasda, para Pejabat Utama (PJU), serta seluruh personel Polda Kaltim.

Dalam arahannya, Kapolda Kaltim menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas dedikasi serta kerja keras seluruh personil yang telah menjalankan tugas dengan baik.

“Saya berterima kasih atas dedikasi dan kerja keras rekan-rekan semua. Sejauh ini, berbagai kegiatan dan kinerja Polda Kaltim dapat terlaksana dengan baik, termasuk kegiatan simulasi Sispamkota yang menjadi sarana kesiapan kita dalam menghadapi situasi darurat,” ujar Irjen Pol. Endar Priantoro.

Kapolda Kaltim juga menekankan pentingnya profesionalisme, sinergi lintas fungsi, dan pemahaman terhadap seluruh prosedur operasional, termasuk kesiapan menghadapi situasi darurat serta meminta seluruh personil untuk menjalankan setiap prosedur dengan disiplin dan penuh tanggung jawab.

Selain itu, Kapolda Kaltim menyoroti program Ojol Kamtibmas sebagai langkah inovatif membangun kemitraan dengan masyarakat. Kapolda Kaltim berharap kegiatan ini terus berlanjut sebagai sarana komunikasi dan deteksi dini di lapangan.

Kapolda Kaltim turut mengingatkan pentingnya penguatan fungsi Pamapta sebagai garda terdepan pelayanan kepolisian, serta pengawasan rutin terhadap ruang tahanan agar tidak terjadi kelalaian dan menegaskan agar seluruh anggota menjauhi praktik judi online dan saling peduli terhadap kondisi rekan kerja.

“Dalam judi online tidak ada yang menang, semua hanya diberi harapan palsu. Tolong hentikan, saling awasi, dan bantu rekan kita yang kesulitan,” tegasnya.

Kobarkan Semangat Kebangsaan, Kapolda Gorontalo Beri Dukungan Penuh untuk Pramuka di Perkenas 2025

GORONTALO || jejakindonesia.id - Kapolda Gorontalo Irjen Pol Drs. Widodo, S.H., M.H., menghadiri Upacara Peran Saka Nasional 2025 yang diselenggarakan di Bumi Perkemahan Bongohulawa, Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo (03/11/2025).

Turut hadir juga dalam kegiatan tersebut Ketua Kwartir Nasional (Kwarnas) Gerakan Pramuka Forkopimda Gorontalo Komjen Pol. (Purn) Drs. Budi Waseso, Forkopimda Tingkat Satu dan Kapolres Gorontalo AKBP Ki Ide Bagus Tri S.I.K.‎

Peran Saka merupakan wahana bagi anggota Gerakan Pramuka tingkat Penegak dan Pandega untuk menyalurkan minat bakat dalam bidang tertentu, mengembangkan karakter, dan memperkuat rasa kebangsaan melalui perkemahan dan aktivitas pembinaan.

Disamping itu, Kabid Humas Kombes Pol Desmont Harjendro A.P., S.I.K.,M.T menyampaikan bahwa Provinsi Gorontalo selaku tuan rumah telah mempersiapkan lokasi dan sarana prasarana dengan matang.

‎”Harapan dari terlaksananya kegiatan ini  sebagai ajang kemah nasional, Peran Saka Nasional 2025 ini akan menjadi momentum untuk memperkuat karakter kepemimpinan generasi muda, mempererat persatuan antar daerah, serta meninggalkan kesan positif bagi Provinsi Gorontalo sebagai tuan rumah.,” ujarnya.

Tak hanya itu kehadiran Kapolda dalam pembukaan dan penyelenggaraan Peran Saka Nasional 2025 di Gorontalo mencerminkan komitmen lembaga Kepolisian untuk mendukung kegiatan kepramukaan yang konstruktif bagi bangsa.

Guna mendukung kelancaran acara yang berlangsung selama beberapa hari, Polda Gorontalo menyiapkan personel pengamanan gabungan di seluruh titik kegiatan, termasuk lokasi perkemahan, jalur transportasi, dan area publik. Pelibatan personel dari Polres jajaran juga dilakukan untuk memastikan situasi tetap kondusif.

‎”Pengamanan dilakukan dengan pendekatan humanis dan persuasif, mengingat mayoritas peserta merupakan pelajar dan pemuda dari berbagai daerah,” tutupnya.

Kapolda Jabar Raih Gelar Doktor Lewat Disertasi “Cerita dari Mesuji”, Paparkan Kondisi Polisi di Tengah Konflik

BANDUNG || jejakindonesia.id  - Kapolda Jawa Barat, Irjen Pol. Rudi Setiawan, resmi meraih gelar doktor setelah menjalani sidang promosi terbuka di Universitas Airlangga, Senin (3/11/2025). Dalam disertasinya yang berjudul “Cerita dari Mesuji: Studi Fenomenologi tentang Menjadi Polisi di Daerah Konflik”, Irjen Rudi memaparkan pengalaman dan refleksi mendalam mengenai kehidupan polisi di wilayah konflik sosial.

Ia menggambarkan bagaimana menjadi polisi yang profesional dan berintegritas di tengah masyarakat yang penuh kekerasan, ketidakpercayaan, serta konflik agraria yang meluas dan melembaga.

Melalui pendekatan fenomenologi Edmund Husserl, Irjen Pol. Rudi berupaya memahami polisi bukan hanya sebagai profesi, tetapi sebagai individu yang hidup dalam dunia sosial yang kompleks dan paradoks. Ia menyoroti bahwa bagi polisi di Mesuji, “dunia hidup” mereka bukan sekadar institusi dan aturan, melainkan realitas sehari-hari yang diwarnai rasa sepi, ancaman, keterbatasan sarana, hingga dilema moral ketika berhadapan dengan masyarakat yang kerap lebih percaya pada kekuasaan dan kekerasan daripada hukum.

Dalam kesimpulan disertasinya, Irjen Pol. Rudi menegaskan bahwa identitas seorang polisi di wilayah konflik terus berubah seiring interaksi dan refleksi terhadap lingkungan sosialnya. Identitas tersebut lahir dari pengalaman ambivalen antara panggilan moral untuk melayani dan tekanan struktural yang sering menimbulkan rasa ditolak dan tak berdaya.

Melalui risetnya ini, Irjen Pol. Rudi mengajak semua pihak untuk memahami bahwa di balik seragam polisi, ada manusia yang berjuang menjaga integritas dan kemanusiaannya di tengah situasi yang penuh tantangan.