We're open Closes at 5:00 pm

Redaksi

Pererat Kemitraan, BNN DAN UNODC Gelar Pertemuan Bersama

JAKARTA || jejakindonesia.id - Deputi Hukum dan Kerja Sama (Hukker) BNN RI, Agus Irianto, mewakili Kepala BNN RI menerima kunjungan Delphine Schantz, perwakilan UNODC untuk wilayah Asia Tenggara dan Pasifik, pada Jumat (7/11), di Gedung BNN, Cawang, Jakarta Timur. Kunjungan ini merupakan kunjungan perdana Delphine Schantz usai dirinya dilantik pada bulan Agustus lalu.

Delphine Schantz yang didampingi oleh Erik Van Der Veen, perwakilan UNODC untuk wilayah ASEAN dalam pertemuan tersebut menggali sejumlah informasi terkait peredaran gelap dan penyalahgunaan narkotika di Indonesia. Merespon apa yang ditanyakan perwakilan UNODC untuk wilayan Asia Tenggara dan Pasifik tersebut, Agus Irianto mejelaskan beberapa kasus penyelundupan narkotika yang melibatkan jaringan internasional yang telah berhasil diungkap oleh BNN.

“Dari pengungkapan-pengungkapan yang telah dilakukan BNN, sebagian besar kasus penyelundupan narkotika yang berasal dari luar negeri dan masuk ke Indonesia dilakukan melalui jalur laut,” ujarnya.

Sejumlah kasus dibahas Agus Irianto, seperti kasus kapal Legend Aquarius jaringan Malaysia hingga kasus 2 ton sabu yang dibawa dengan kapal motor Sea Dragon Tarawa oleh dua WNA asal Thailand.

Di samping melakukan pertukaran informasi, dalam pertemuan tersebut Deputi Hukker BNN RI dan perwakilan UNODC juga membahas berbagai kerja sama yang telah dilakukan keduanya selama ini serta peluang kerja sama di masa depan.

“BNN adalah mitra penting bagi UNODC, Saya berharap BNN dapat mendukung program-program UNODC ke depan sebagaimana yang telah dilakukan sebelumnya,” tukas Delphine Schantz.

Di akhir pertemuan, Agus Irianto menyampaikan bahwa BNN siap untuk mendukung program-program UNODC dan mempererat kerja sama guna mewujudkan tujuan bersama, yaitu menciptakan kawasan ASEAN dan pasifik yang bebas narkoba.

#warondrugsforhumanity

Terima Mahasiswa Sosiologi Universitas Airlangga, Wapres Minta Generasi Muda Kawal Program Prioritas

JAKARTA || Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming menerima kunjungan mahasiswa Jurusan Sosiologi angkatan 2023 dari Universitas Airlangga (Unair) di Istana Wapres, Jakarta Pusat, Jumat (07/11/2025), untuk berdiskusi soal kebangsaan dan peran generasi muda dalam pembangunan nasional, khususnya dalam menyukseskan program prioritas pemerintah.

Dalam pertemuan tersebut, Wapres mencontohkan berbagai program prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang dirancang dengan mempertimbangkan kondisi sosial masyarakat dan tengah dijalankan secara bertahap, seperti sekolah rakyat dan pembangunan infrastruktur serta manusia di wilayah Papua.

Menurut Wapres, inisiatif-inisiatif itu merupakan bagian dari upaya besar pemerintah dalam membangun Indonesia yang lebih adil dan inklusif. Ia menegaskan bahwa seluruh pembangunan nasional membutuhkan waktu dan kesinambungan antarperiode pemerintahan.

Lebih lanjut, Wapres mengakui masih banyak hal yang perlu diperbaiki dalam pelaksanaan program-program pemerintah. Ia pun meminta kontribusi generasi muda, termasuk mahasiswa Unair, dengan memberikan masukan yang konstruktif dan menjadi bagian dari solusi

Polda Metro Jaya Tegas! Roy Suryo Masuk Klaster Tersangka, Agus Flores Beri Apresiasi

JAKARTA || jejakindonesia.id – Ketua Umum Perkumpulan Wartawan (PW) Fast Respon Nusantara (FRN) Counter Polri, Agus Flores, menyampaikan apresiasi kepada Kapolda Metro Jaya Irjen Pol. Asep Edi Suheri beserta jajarannya atas langkah tegas dalam menetapkan delapan tersangka, termasuk Roy Suryo, dalam kasus dugaan penyebaran hoaks ijazah Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Agus Flores menilai, keputusan tersebut menunjukkan ketegasan dan profesionalitas Polda Metro Jaya dalam menegakkan hukum secara adil dan transparan.

“Saya ucapkan terima kasih kepada Kapolda Metro Jaya dan seluruh jajaran penyidik. Sebenarnya saya sudah tahu mereka akan jadi tersangka, hanya tinggal menunggu waktu saja kapan diumumkan secara resmi,” ujar Agus Flores di Jakarta, Jumat (7/11/2025) sore.

Lebih lanjut, Agus menegaskan bahwa langkah penetapan tersangka terhadap para penyebar hoaks merupakan bentuk komitmen Polri menjaga ruang publik agar tetap sehat dari fitnah dan manipulasi informasi.

“Ini penting agar tidak ada lagi penyebar hoaks di kemudian hari. Dunia maya harus bersih dari fitnah yang bisa memecah belah bangsa,” tegasnya.

*Sebelumnya*, Polda Metro Jaya resmi menetapkan delapan orang tersangka dalam kasus pencemaran nama baik dan penyebaran isu ijazah palsu Jokowi.

*Kapolda Metro Jaya* Irjen Pol. Asep Edi Suheri menjelaskan, proses penyidikan dilakukan secara ilmiah dengan melibatkan berbagai ahli, antara lain ahli pidana, ahli sosiologi hukum, ahli komunikasi, dan ahli bahasa, serta diawasi unsur internal seperti Itwasda, Wasidik, Propam, dan Bidkum.

Hasil penyidikan membagi delapan tersangka ke dalam dua klaster utama.

*Klaster pertama*: ES, KTR, MRF, dan DHL dijerat Pasal 310, 311, 160 KUHP, serta Pasal 27A Jo. Pasal 45 ayat (4) dan Pasal 28 ayat (2) Jo. Pasal 45A ayat (2) UU ITE.

*Klaster kedua*: RS, RHS, dan TT termasuk di dalamnya Roy Suryo, dijerat Pasal 310, 311 KUHP, Pasal 32 ayat (1) Jo. Pasal 48 ayat (1), Pasal 35 Jo. Pasal 51 ayat (1), serta pasal-pasal berlapis UU ITE lainnya.

Irjen Asep menegaskan, para tersangka terbukti menyebarkan tuduhan palsu dan memanipulasi dokumen ijazah dengan metode yang tidak ilmiah.

Agus Flores menutup pernyataannya dengan mengingatkan agar publik lebih cerdas dalam menerima informasi dan tidak mudah terpancing isu menyesatkan.

“Kita semua harus belajar dari kasus ini. Gunakan media sosial untuk hal positif dan tetap hormati hukum,” pungkasnya

Dialog Merajut Pangan Bumi Gora, BGN Soroti Masalah Gizi NTB dan Solusi Nyata

MATARAM || jejakindonesia.id – Program ketahanan pangan bukan lagi sekadar jargon pemerintah. Dalam dialog interaktif Merajut Pangan Bumi Gora yang tayang di RRI Mataram, Jumat (7/11/2025), Sekretarid Deputi (Sesdep) Promosi dan Kerja Sama Badan Gizi Nasional (BGN) RI, Kombes Pol. Lalu Muhammad Iwan Mahardan, S.I.K., M.M., memaparkan bagaimana dapur makan bergizi gratis (MBG), dapat menjadi “mesin perubahan” untuk kualitas SDM Indonesia.

Tema dialog kali ini, “Inspirasi Ketahanan Pangan dari Dapur Makan Bergizi Gratis”, mengupas bagaimana pangan lokal dan pemberdayaan petani, dapat terhubung langsung dengan upaya menekan angka stunting, meningkatkan akses pangan bergizi, dan mendongkrak ekonomi NTB.

Dalam penjelasannya, Kombes Lalu Iwan menegaskan jika ketahanan pangan sebagai kunci masa depan Indonesia. Bukan hanya tentang “pangan tersedia”, tetapi bagaimana masyarakat mudah mendapatkan, mampu membeli, serta bisa memanfaatkannya menjadi asupan sehat setiap hari.

“Ketahanan pangan itu bukan semata ketersediaan. Ada akses, ada pemanfaatan, ada stabilitas harga. Itu semua saling berkaitan,” jelasnya.

Kombes Lalu Iwan menyebut empat indikator utama, di antaranya supply cukup dan beragam, akses fisik dan harga yang terjangkau, konsumsi aman dan bergizi, dan stabilitas pasokan dari waktu ke waktu.

“Konsep tersebut sejalan dengan amanat Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012, dan Perpres 66 Tahun 2021 tentang Ketahanan Pangan Nasional,” tandasnya.

Menurut Perwira Menengah (Pamen) Polri melati tiga itu, pemerintah menjadikan ketahanan pangan sebagai program nasional karena beberapa alasan strategis, di antaranya menjamin kesejahteraan rakyat, mencetak SDM unggul menuju Indonesia Emas 2045, mengantisipasi krisis global dan iklim, menjaga stabilitas sosial-politik, serta menguatkan kemandirian pangan berbasis komoditas lokal.

“Program seperti Makan Bergizi Gratis atau MBG, diversifikasi pangan, penguatan cadangan nasional, hingga sinergi lintas kementerian menjadi langkah konkret yang kini berjalan,” bebernya.

Ketahanan pangan, kata Kombes Lalu Iwan, harus dipandang dari kebutuhan gizi kelompok rentan seperti bayi, balita, remaja, dan anak sekolah.

Ia menyinggung masalah gizi Indonesia yang masih berlapis seperti kasus stunting, wasting, anemia remaja putri, obesitas, dan akses pangan tidak merata di wilayah 3T.

“Kalau satu pilar ketahanan pangan lemah, maka risiko gizi buruk meningkat. Dampaknya langsung ke produktivitas dan daya saing bangsa,” tegasnya.

Dalam dialog interaktif itu, Kombes Iwan juga menyoroti NTB sebagai daerah dengan potensi pangan lokal yang sangat kuat. Menurutnya, NTB telah menjadi contoh bagaimana petani lokal, UMKM, BUMDes, hingga koperasi dapat terhubung langsung dengan dapur Program MBG.

Pun, komoditas seperti jagung, sayuran hijau, ikan, telur, hingga sorgum dan buah lokal kini menjadi bahan baku menu harian MBG.

“Dengan memanfaatkan hasil bumi lokal, rantai pasok menjadi pendek dan manfaat ekonominya langsung dirasakan petani,” jelasnya.

Disebutkan, di berbagai kabupaten peningkatan produksi pangan lokal juga berdampak pada perbaikan gizi masyarakat. Kombes Lalu Iwan menggambarkan jika program MBG, menjadi penghubung antara produksi petani dan kebutuhan gizi masyarakat.

“Petani tidak perlu cemas soal pemasaran. Semua bisa terserap dapur MBG. Rantai pasok yang sebelumnya panjang jadi pendek. Efisien dan stabil,” ungkapnya.

Kombes Lalu Iwan juga menyebut jika dapur dan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), kini menjadi pusat distribusi bahan pangan lokal, yang langsung diolah sebagai menu bergizi harian.

“Kami optimistis, selama transformasi pangan dan integrasi program gizi berjalan masif, insya Allah, NTB bisa keluar dari persoalan ini,” ucapnya.

Dalam dialog tersebut, Kombes Iwan juga memaparkan langkah-langkah strategis BGN, di antaranya kebijakan, sinkronisasi regulasi nasional, standar gizi nasional, dan mendorong MBG sebagai intervensi gizi lintas sektor.

"Jadi, BGN tidak lagi hanya membuat kebijakan, tapi turun langsung memastikan implementasi berjalan,” tegasnya.

Kombes Lalu Iwan menyebut sejumlah capaian di NTB dari adanya program MBG, di antaranya terdapat 226.735 penerima manfaat MBG hingga Juli 2025, terbangunnya SPPG dan dapur sehat, pelatihan “penjamah makanan” untuk 750 pengelola dapur, sosialisasi MBG di berbagai kabupaten/kota, dan keterlibatan 21 UMKM, 7 CV, 38 yayasan, dan 328 supplier lokal.

“BGN ingin memastikan pangan bergizi tersedia, higienis, dan aman. Bukan hanya sekadar ‘makan’ tetapi benar-benar ‘bergizi’,” katanya.

Kombes Iwan menutup dialog dengan menegaskan prioritas BGN, seperti penurunan stunting dan malnutrisi, penguatan ketahanan pangan bergizi,medukasi gizi di keluarga, sekolah, dan komunitas, sistem data dan monitoring terpadu, dan kolaborasi semua sektor terkait.

“Ketahanan pangan dan ketahanan gizi itu fondasi Indonesia emas. Jika gizinya kuat, SDM-nya kuat,” tutupnya.

Polda Kepri Bersama BNNP Kepri Gelar Operasi Pemulihan Terpadu Di Kelurahan Muka Kuning: Puluhan Warga Positif Narkotika Diamankan

BATAM || jejakindonesia.id – Polda Kepri bersama Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kepri, TNI, dan Pemerintah Kota Batam menggelar Operasi Pemulihan Terpadu Kampung Rawan Narkotika di Kelurahan Muka Kuning, Kecamatan Sungai Beduk, Kota Batam, Jumat (7/11/2025). Operasi gabungan ini menindaklanjuti program nasional dalam rangka menekan angka penyalahgunaan narkotika di kawasan yang dikategorikan sebagai daerah rawan narkoba.

Kegiatan dihadiri oleh sejumlah pejabat dan unsur terkait, di antaranya Karoops Polda Kepri Kombes Pol Taswin, S.I.K., M.H., Dirresnarkoba Polda Kepri Kombes Pol. Anggoro Wicaksono., S.H., S.I.K., M.H., Dansat Brimob Polda Kepri Kombes Pol. Arief Doddy Suryawan, S.I.K., M.Si., serta perwakilan dari BNNP Kepri yang dipimpin oleh Kombes Pol. Nestor Simanihuruk, S.I.K., M.H., selaku Plt. Kabid Pemberantasan dan Intelijen BNNP Kepri. Turut hadir juga perwakilan dari Pemko Batam, Satpol PP, Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, Disdukcapil, BP Batam, serta Denpom TNI AD dan POMAL Lantamal IV Batam.

Dalam operasi terpadu tersebut, petugas mengamankan 51 orang yang diduga terlibat penyalahgunaan narkoba. Dari hasil tes urine, 36 orang dinyatakan positif mengandung narkotika, terdiri dari 27 laki-laki dan 9 perempuan, sementara 15 orang lainnya negatif.

Selain mengamankan para pengguna, petugas juga menemukan barang bukti berupa:

• 1 paket kecil diduga narkotika jenis sabu,
• 10 alat hisap (bong),
• 24 mancis,
• 2 kotak pipet kaca,
• 27 unit telepon genggam,
• 6 senjata tajam,

serta sejumlah peralatan logam dan alat bantu lain yang diduga digunakan dalam aktivitas penyalahgunaan narkoba.

Tim gabungan juga melakukan pembongkaran terhadap dua bangunan liar yang diketahui kerap digunakan sebagai tempat transaksi dan penyalahgunaan narkoba.

Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari upaya pemulihan kawasan agar bebas dari aktivitas ilegal dan memberikan rasa aman bagi masyarakat sekitar.

Kapolda Kepri Irjen Pol Asep Safrudin, S.I.K,. M.H.,melalui Kabidhumas Polda Kepri Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad, S.H., M.Si., menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari strategi pemulihan daerah rawan narkoba di Batam.

“Operasi ini adalah bentuk kolaborasi terpadu antara BNN, Polri, TNI, dan pemerintah daerah. Kami tidak hanya menindak, tetapi juga berupaya melakukan rehabilitasi bagi pengguna yang terdeteksi positif narkoba,” ujar Kabidhumas Polda Kepri.

Plt. Kabid Pemberantasan dan Intelijen BNNP Kepri, Kombes Pol Nestor N. Simanihuruk, S.I.K., M.H., menambahkan bahwa BNNP Kepri akan melanjutkan kegiatan serupa di wilayah lain yang berpotensi tinggi terhadap peredaran narkotika.

“Tujuan kami adalah memulihkan kawasan ini menjadi lingkungan yang aman dan layak huni. Bahkan kami masih menemukan adanya anak di bawah umur yang terlibat, sehingga pendekatan rehabilitasi akan diutamakan,” tambah Plt. Kabid Pemberantasan dan Intelijen BNNP Kepri.

Seluruh orang yang dinyatakan positif akan menjalani proses asesmen dan rehabilitasi di bawah koordinasi BNNP Kepri. Sementara barang bukti yang ditemukan akan dilimpahkan untuk proses penyelidikan lebih lanjut oleh penyidik BNNP.

Operasi terpadu ini menjadi bukti nyata sinergitas antara Polda Kepri, BNNP Kepri, TNI, dan Pemerintah Kota Batam dalam memberantas penyalahgunaan narkotika serta memulihkan kawasan rawan menjadi lingkungan yang aman, sehat, dan produktif.

Salam Presisi
Bidang Humas Polda Kepri

Kombes. Pol. Zahwani Pandra Arsyad, S.H., M.Si.
Kabidhumas Polda Kepri

E-Mail: humaspoldakepri1@gmail.com
Telp/Fax: 0778-7760038
Twitter: @poldakeprihumas
FB: Humas Polda Kepri
IG: @humaspoldakepri

error: Content is protected !!