We're open Closes at 5:00 pm

Redaksi

Presiden Prabowo Terima Penghargaan “The Bejewelled Grand Cordon of Al Nahda” dari Raja Abdullah II ibn Al Hussein

Jejakindonesia.id || Presiden Prabowo Subianto menerima penghargaan “The Bejewelled Grand Cordon of Al Nahda (Order of the Renaissance)” dari Raja Kerajaan Yordania Hasyimiah, Raja Abdullah II ibn Al Hussein. Penghargaan ini diberikan langsung oleh Raja Abdullah II ibn Al Hussein dalam kunjungan kenegaraannya ke Indonesia, Jumat (14/11/2025), dalam sebuah acara yang berlangsung di Istana Merdeka, Jakarta.

The Bejewelled Grand Cordon of Al Nahda (Order of the Renaissance) merupakan salah satu penghargaan tertinggi Kerajaan Yordania Hasyimiah yang diberikan kepada raja, pangeran, dan kepala negara, serta dapat pula dianugerahkan kepada perdana menteri. Penghargaan ini memiliki beberapa tingkatan, dengan Bejewelled Grand Cordon yang merupakan tingkatan tertinggi dan paling bergengsi dari kategori tanda jasa dan kehormatan tersebut.

Penganugerahan ini mencerminkan pengakuan dan penghormatan Raja Abdullah II ibn Al Hussein atas kontribusi Presiden Prabowo dalam memperkuat hubungan bilateral antara Indonesia dan Yordania, khususnya dalam kerja sama di bidang kemanusiaan, stabilitas kawasan, pertahanan, dan isu-isu global yang menjadi perhatian kedua negara.

Usai acara penganugerahan, Menteri Luar Negeri Sugiono menyampaikan bahwa penghargaan tersebut bukan hanya sebuah kehormatan bagi Indonesia, tetapi juga bentuk pengakuan atas peran Presiden Prabowo dalam kepemimpinan global.

Antisipasi Peningkatan Kasus Stroke di Banyuwangi RSUD Blambangan Hadirkan Inovasi I-CARE dan Layanan Neurointervensi

BANYUWANGI || jejakindonesia.id - Pemerintah Kabupaten Banyuwangi terus memperkuat upaya pencegahan dan penanganan stroke sebagai salah satu prioritas kesehatan daerah. Komitmen ini disampaikan Bupati dalam kegiatan Edukasi Stroke (16/11/2025) yang dihadiri Bupati, Wakil Bupati, Sekretaris Daerah, Asisten Pemerintahan, Kepala Dinas Kesehatan, Direktur RSUD Blambangan dan Genteng, serta perangkat daerah terkait.

Dalam sambutannya, Bupati Banyuwangi menekankan bahwa layanan stroke menjadi prioritas mengingat tren kasus yang terus meningkat. “Dengan meningkatnya kasus stroke, kita harus bergerak cepat. Kita bangun sistem, inovasi, dan peralatan yang andal agar masyarakat mendapatkan layanan terbaik. Terima kasih kepada seluruh tenaga kesehatan yang terus bekerja penuh dedikasi,” ujarnya.
Bupati Ipuk menambahkan bahwa penguatan layanan stroke merupakan gerakan kolektif lintas sektor. “Ini bukan sekadar kerja layanan kesehatan, tetapi kolaborasi bersama semua pihak untuk menyelamatkan lebih banyak nyawa warga Banyuwangi,” tegasnya.

Kepala Dinas Kesehatan Banyuwangi, Amir Hidayat, menyampaikan bahwa kasus stroke di Banyuwangi meningkat dalam dua tahun terakhir. “Pada tahun 2024, kita mencatat 1.988 kasus stroke. Namun pada 2025 jumlahnya melonjak menjadi 3.663 kasus, hampir dua kali lipat. Ini alarm serius bagi kita semua, terutama terkait gaya hidup, hipertensi, diabetes, dan faktor risiko metabolik,” jelasnya.

Tren peningkatan ini sejalan dengan gambaran nasional dan provinsi. Secara global, setiap tahun 13,7 juta orang mengalami stroke dan 5,5 juta di antaranya tidak selamat. Di Indonesia, prevalensi stroke mencapai 8,3 per 1.000 penduduk dengan sekitar 2,9 juta kasus baru setiap tahun.

Sementara itu, Survei Kesehatan Nasional 2023 mencatat prevalensi stroke di Jawa Timur sebesar 9 per mil pada penduduk usia ≥15 tahun. Dengan populasi Banyuwangi yang mencapai 1,7 juta jiwa, diperkirakan sekitar 10.800 penduduk berisiko mengalami stroke setiap tahun.

Pada kesempatan tersebut, Direktur RSUD Blambangan memaparkan berbagai inovasi yang terus dikembangkan rumah sakit untuk mempercepat dan meningkatkan kualitas penanganan stroke. Salah satu inovasi unggulan adalah I-CARE, sistem rujukan cepat pasien stroke yang memastikan penanganan dalam Golden Period, sehingga meningkatkan angka keberhasilan terapi.

RSUD Blambangan juga mengembangkan Layanan CODE STROKE, yang memastikan setiap pasien yang datang dalam Golden Period langsung ditangani oleh tim IGD dengan standar tertinggi, meliputi: Golden Standard Diagnosis menggunakan CT-Scan 128 slice, Peningkatan akurasi dan kecepatan diagnosis, dan Penerapan terapi trombolisis (r-TPA) sesuai standar klinis.

Berkat komitmen tersebut, RSUD Blambangan meraih penghargaan internasional Angels Initiative (Jerman) – Diamond Award, yang menandai kualitas layanan stroke berkelas global.

Tidak berhenti di tingkat emergensi, RSUD Blambangan juga memperkuat layanan spesialistik lanjutan dengan menghadirkan Tim BENV I (Blambangan Neurovascular & Neurointervensi). Tim ini terdiri dari tiga dokter spesialis yang bekerja dalam satu tim terpadu untuk memberikan layanan kateterisasi otak, meningkatkan ketepatan diagnosis serta peluang pemulihan pasien stroke berat. RSUD Blambangan menjadi salah satu rumah sakit di Jawa Timur yang memiliki layanan neurointervensi ini, mempertegas posisi Banyuwangi sebagai daerah yang serius dan progresif dalam menangani penyakit stroke.

Reporter : Rio

PW-FRN DPC Banyuwangi Angkat Bicara Soal Rencana Demo Kades: Serukan Dialog dan Jaga Kondusivitas Daerah

BANYUWANGI || jejakindonesia.id — Menyusul mencuatnya rencana aksi unjuk rasa kepala desa (kades) se-Kabupaten Banyuwangi terkait tuduhan korupsi yang dilontarkan seorang oknum anggota DPRD, berbagai respons bermunculan dari sejumlah pihak. Salah satu yang turut angkat bicara adalah Persatuan Wartawan Fast Respon Nusantara (PW-FRN) Counter Polri DPC Banyuwangi, yang menyerukan pentingnya menjaga kedamaian dan mengutamakan dialog dalam menyelesaikan polemik tersebut.

Ketua PW-FRN DPC Banyuwangi, Agus Samiaji, menegaskan bahwa pihaknya memahami keresahan para kepala desa menyikapi pernyataan kontroversial yang dinilai telah mencoreng integritas pemerintahan tingkat desa. Meski demikian, ia mengingatkan agar penyampaian aspirasi dilakukan dengan cara yang santun dan tidak menimbulkan gesekan sosial.

> “Kami tidak melarang siapapun untuk menyampaikan aspirasi. Itu adalah hak demokrasi. Namun kami berharap penyampaian tersebut tetap dilakukan secara bijak, damai, dan tidak mengarah pada tindakan yang bisa mengganggu ketertiban masyarakat,” ujar Agus.

 

Agus juga mendorong agar persoalan ini dibahas melalui mekanisme dialog terbuka antara para kades, DPRD, hingga unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Menurutnya, komunikasi langsung antar-pihak akan lebih efektif meredam kesalahpahaman dan mencegah konflik melebar.

> “Dialog adalah jalan terbaik. Kami menyarankan agar Forkopimda memfasilitasi ruang pertemuan sehingga semua pihak dapat bertukar pandangan secara terbuka dan solutif,” tambah Agus.

 

Sementara itu, rencana aksi yang disebut akan melibatkan ratusan kepala desa tersebut merupakan bentuk protes atas tuduhan bahwa “80 persen kades di Banyuwangi melakukan pemotongan dana bantuan sosial”. Pernyataan itu dinilai para kepala desa sangat merugikan nama baik pemerintahan desa dan berpotensi menimbulkan stigma negatif di mata masyarakat.

PW-FRN Counter Polri Banyuwangi berharap situasi tetap kondusif menjelang pelaksanaan aksi, dan seluruh elemen masyarakat diminta tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi.

“Banyuwangi adalah rumah kita bersama. Tugas kita menjaga agar daerah ini tetap aman, damai, dan kondusif. Setiap masalah pasti ada jalan keluarnya jika diselesaikan dengan kepala dingin,” tutup Agus.

Rencana aksi para kades disebut akan berlangsung dalam waktu dekat, sementara berbagai pihak kini menunggu tindak lanjut DPRD dan pemerintah daerah dalam merespons dinamika tersebut

Jember Tampilkan Keunggulan Daerah di Karnaval SCTV 2025,Dari Jalan Sehat Hingga Panggung Hiburan

JEMBER || jejakindonesia.id - Karnaval SCTV 2025 hari kedua kembali menarik perhatian ribuan warga yang memadati Alun-Alun Jember Nusantara. Gelaran ini dibuka dengan jalan sehat bersama Bupati Jember, Gus Fawait, yang mengajak masyarakat untuk memulai hari dengan kegiatan menyehatkan melalui langkah bersama.

Setelah rangkaian jalan sehat selesai, panggung hiburan Karnaval SCTV diisi dengan penampilan para artis ibu kota. Kehadiran mereka memberikan energi segar dan memperkuat daya tarik Jember sebagai penyelenggara acara berskala nasional yang mampu menggabungkan hiburan modern dan kekayaan lokal. Momentum penting muncul ketika para host mengundang Gus Fawait naik ke panggung untuk memperkenalkan sejumlah makanan khas daerah.

Di hadapan para bintang tamu dan host, berbagai produk unggulan ditampilkan dan dicicipi bersama secara langsung, sehingga memberikan pengalaman yang lebih dekat terhadap potensi kuliner Jember. Pada momen tersebut, sambil memperkenalkan dan mencicipi produk lokal, Gus Fawait menyampaikan pernyataan bahwa Jember memiliki kekayaan pangan yang melimpah dan berkualitas.

“Jember ini surganya makanan sehat. Kita punya okra, kopi arabika dan robusta khas modifikasi Jember yang bernama sikopat, serta berbagai olahan yang sudah diterima hingga pasar ekspor,” ujar Gus Fawait di panggung hiburan SCTV bersama para host.

Produk pangan Jember seperti kopi, cokelat, dan okra telah berhasil menembus pasar besar, mulai dari Jakarta hingga Jepang dan beberapa negara lainnya. Keberhasilan tersebut mencerminkan kemampuan Jember untuk bersaing di tingkat nasional maupun global melalui kualitas komoditas dan inovasi para pelaku usaha.

Selain kuliner, Jember juga menampilkan kekayaan batik khas daerah dengan ragam motif yang mencerminkan karakter budaya Jember. Batik Jember dipamerkan sebagai karya seni yang menunjukkan identitas lokal dan kreativitas perajin, mempertegas posisinya sebagai bagian penting dari warisan Nusantara.

Karnaval SCTV hari kedua juga menghadirkan Lomba Kentongan Jember Festival sebagai wadah pelestarian musik patrol. Irama khas kentongan menunjukkan bahwa tradisi lokal tetap menjadi bagian tak terpisahkan dari perkembangan budaya di Kabupaten Jember.

Perpaduan antara hiburan nasional, promosi komoditas unggulan, dan penampilan budaya daerah membuat Karnaval SCTV 2025 hari kedua berlangsung penuh nilai. Pemerintah Kabupaten Jember menegaskan komitmennya untuk terus memanfaatkan ajang besar ini sebagai ruang memperkenalkan potensi daerah dan memperkuat identitas Jember di tingkat nasional.

Pewarta Dodik

IJMC 2025 Resmi Digelar : Jember Mantapkan Langkah Menuju Kota Kreatif Bertaraf Internasional

JEMBER || International Jember Marching Carnival 2025 resmi dibuka melalui Night Street Parade Culture yang berlangsung dari Jalan Gajah Mada hingga Alun-Alun Jember Nusantara. Memasuki tahun ke-8 penyelenggaraan, gelaran ini kembali menjadi wadah pertemuan kreativitas, pertunjukan seni, serta kolaborasi budaya dari berbagai daerah dan negara.

Bupati Jember, Gus Fawait, menyampaikan apresiasi kepada orang tua, pembina, dan seluruh peserta yang telah mengharumkan nama Jember di kancah internasional melalui raihan lima penghargaan emas. Ia juga memberikan penghargaan khusus kepada Manajer Jember Marching Band, Tri Basuki, beserta jajarannya yang konsisten membawa nama Jember ke lingkup nasional maupun dunia.

Dalam sambutannya, Bupati menegaskan potensi besar yang dimiliki Jember sebagai salah satu kabupaten dengan jumlah penduduk terbesar di Jawa Timur, mencapai 2,6 hingga 2,7 juta jiwa. Ia mengajak seluruh masyarakat bergotong royong mengembalikan kejayaan Jember sebagai pusat ekonomi dan destinasi wisata unggulan di ujung timur Pulau Jawa.

Gus Fawait menegaskan bahwa Jember tidak lagi boleh berhenti pada event-event kecil. Pemkab berkomitmen menghadirkan pagelaran berskala besar sepanjang tahun, karena sektor jasa dan event terbukti memberi kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi, sebagaimana terlihat pada data BPS pada trimester kedua dan ketiga.

IJMC 2025 diharapkan mampu menjadi pengungkit ekonomi lokal, menghadirkan ruang yang lebih luas bagi UMKM dan PKL untuk berkembang, serta mengembalikan senyum masyarakat seperti masa keemasan Jember 10–15 tahun lalu. Bupati juga berharap gelaran tahun 2026 dapat berlangsung lebih besar dan menghadirkan peserta dari lebih banyak negara.

Sementara itu, Manajer Jember Marching Band, Tri Basuki, menjelaskan bahwa tahun ini International JMC diikuti 43 unit marching band dari berbagai kota di Indonesia serta satu peserta internasional dari Filipina. Panel dewan juri turut dihadirkan dari Thailand, Yogyakarta, Surabaya, dan Bogor, menambah kualitas penilaian pada event ini.

Tri Basuki memaparkan bahwa rangkaian acara dimulai dengan Night Street Parade Culture, dan dilanjutkan dengan babak final Drum Battle di GOR PKPSO pada Minggu, 16 November 2025. Upacara penutupan dijadwalkan berlangsung pukul 16.00 WIB, sebelum para peserta kembali ke daerah asal masing-masing pada 17–18 November.

Dalam penutupannya, Tri Basuki menyampaikan tiga harapan diantaranya agar seluruh peserta pulang membawa pengalaman berharga, agar kesempatan kolaborasi semakin terbuka bagi komunitas marching band Asia, dan agar Jember terus bersinar sebagai panggung budaya di tingkat nasional hingga internasional. Acara kemudian resmi dibuka oleh Bupati Jember, yang sekaligus meluncurkan Kejuaraan Internasional Jember Marching Band 2026.

Pewarta Dodik

error: Content is protected !!