Opening soon Opens today at 9:00 am

Redaksi

Tambang Galian C Di Pancoran Rogojampi Beroperasi Diduga Secara Ilegal

Banyuwangi || jejakindonesia.id - Kegiatan penambangan galian C diduga ilegal di Dusun Pancoran,Desa Karangbendo Kecamatan Rogojampi, Kabupaten Banyuwangi. Kegiatan tambang galian C tersebut terlihat bebas beroperasional tanpa mengantongi izin resmi. Lokasi tambang yang pemiliknya berinisial TO ini terlihat aktif, Sabtu (15/11/2025).

Terlihat sangat jelas di lokasi tambang galian C tersebut tidak ditemukan plang izin usaha pertambangan (IUP) . Fakta ini memperkuat dugaan bahwa aktivitas tambang tersebut masuk kategori ilegal.

Pertanyaan besar muncul mengenai mengapa kegiatan ilegal ini bisa berjalan begitu mulus dan terkesan kebal hukum. Ada dugaan kuat adanya pembiaran atau bahkan permainan antara pemangku wilayah dengan penambang, dan juga pihak aparat penegak hukum setempat.

Selain kerusakan lingkungan, aktivitas ilegal ini juga menyebabkan kerusakan parah pada infrastruktur jalan akibat lalu lalang drum truck pengangkut pasir.

Masyarakat berharap agar aparat penegak hukum, dapat segera turun tangan untuk menindak tegas para pelaku penambangan ilegal serta penegakan yang adil tanpa pandang bulu sangat dibutuhkan untuk menjaga kelestarian alam dan memberikan efek jera kepada para perusak lingkungan.

Red/Ari/subaeri

BMX Supercross Banyuwangi 2025 Resmi Dimulai, UCI: Terima Kasih Banyuwangi

BANYUWANGI || jejakindonesia.id - Banyuwangi BMX Supercross 2025, yang merupakan satu-satunya balap sepeda BMX di Indonesia yang masuk agenda resmi Union Cycliste Internationale (UCI/Federasi Balap Sepeda Dunia), resmi dimulai, Sabtu (15/11/2025).

Kompetisi yang digelar di Sirkuit Muncar dan memiliki trek salah satu terpanjang di dunia tersebut, diikuti 207 rider. Selain rider dari berbagai daerah di Indonesia juga diikuti dari berbagai negara seperti Latvia, China, Malaysia, dan lainnya. Mereka akan bersaing menjadi yang tercepat di kompetisi yang digelar selama dua hari, 15-16 November.

President of Commissaire Panel BMX Supercross, Beatrice A. Lajawa, mengapresiasi Banyuwangi atas komitmennya mengembangkan dunia balap sepeda.

"Atas nama UCI, kami berterima kasih kepada Banyuwangi yang kembali menggelar ajang bergengsi tingkat internasional," kata Beatrice.

Sebelumnya Banyuwangi telah menggelar balap sepeda Tour de Banyuwangi Ijen, yang juga merupakan satu-satunya kompetisi yang masuk dalam agenda resmi UCI.

Beatrice juga mengapresiasi keberadaan Sirkuit Muncar yang telah diupgrade dan kini berstandart internasional.

“Kami lihat sirkuit di sini sudah diupgrade, lebih panjang dan luas dari sebelumnya. Para riders bisa berkendara dengan aman dan nyaman serta fokus untuk menuju finis. Jadi bisa saya katakan adalah untuk di Asia ini adalah track terpanjang,” ucapnya.

Sementara Bupati Ipuk berterima kasih kepada pemerintah pusat dan PB ISSI yang terus mendukung Banyuwangi. Bahkan mempercayakan Banyuwangi memiliki sirkuit berstandart Olimpiade, serta salah satu trek terpanjang di dunia. Revitalisasi sirkuit Muncar ini dibangun atas dukungan dari Kementerian PU.

“Terima kasih pada pemerintah pusat dan PB ISSI yang terus mendukung penyelenggaraan balap sepeda di Banyuwangi. Dukungan ini membuat kami kian semangat dalam mengembangkan sport tourism salah satunya balap sepeda,” kata Ipuk.

Sirkuit BMX Muncar Banyuwangi memiliki lintasan sepanjang 465 meter, dengan dilengkapi fasilitas obstacle 4 height jump serta 2 start gate setinggi 5 dan 8 meter.

“Dengan keberadaan sirkuit berstandar olimpiade yang dimiliki Indonesia di Banyuwangi ini, kami berkomitmen untuk turut mengembangkan dan meningkatkan kompetensi atlet BMX di tanah air,” ujar Ipuk.

Kasubdit pada Direktorat Infrastruktur Dukungan Perekonomian, Peribadatan, Kesehatan, Olahraga, dan Sosial Budaya Direktorat Jenderal Prasarana Strategis Kementerian PUPR, Feriko, saat ikut menyaksikan juga memberikan apresiasi.

“Infrastruktur yang dibangun pemerintah benar-benar dimanfaatkan secara maksimal oleh Banyuwangi. Kami berharap fasilitas tersebut mampu melahirkan atlet-atlet daerah yang dapat mengharumkan nama Indonesia di level internasional,” harapnya. (*)

Kolaborasi Bareng Sungai Watch, Banyuwangi Gelar Aksi Big Clean Up di Pesisir Sampangan Muncar

BANYUWANGI || jejakindonesia.id - Kolaborasi bersama Sungai Watch, Pemkab Banyuwangi terus menggalakkan penanganan sampah laut. Bersama dilakukan aksi ‘Big Clean Up’ di pesisir Sampangan, Desa Kedungrejo, Kecamatan Muncar, Jumat (14/11/2025).

Aksi ini diikuti banyak elemen, mulai jajaran pemkab, ratusan relawan lingkungan, TNI-Polri, serta warga setempat. Pesisir Sampangan dipilih karena pantai tersebut kerap menerima tumpukan sampah kiriman dari sungai di dekatnya.

“Aksi Big Clean Up ini rutin kami lakukan sebulan sekali. Aksi bersih-bersih pantai kali ini sekaligus memperingati Hari Pahlawan. Kita berharap bisa menumbuhkan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan yang ada di sekitar Muncar,” kata Dewi Fatmawati, Community Coordinator Sungai Watch.

Dari aksi itu, berbagai jenis sampah berhasil dikumpulkan, mayoritas berupa sampah rumah tangga seperti plastik, kain, styrofoam, sachet, dan beling. Dewi menjelaskan bahwa tumpukan sampah tersebut berasal dari aliran sungai yang bermuara di pesisir Sampangan.

Di pesisir Sampangan, Sungai Watch telah tiga kali melakukan aksi Big Clean Up dan setiap kegiatan selalu menemukan tumpukan sampah baru. Aksi kali ini, sampah yang berhasil dibersihkan mencapai 2.427,97 kilogram.

“Sampah-sampah itu kami bawa ke stasiun penyortiran kita. Kami ada tiga gudang di Giri, Rogojampi, dan Bangorejo. Sampah ini nantinya disortir, kemudian sampah yang bisa didaur ulang seperti plastik kita jadikan seperti kursi dan meja,” kata Dewi.

NGO (Non Government Organization) yang berbasis di Bali itu, sejak 2022 telah bekerja sama dengan dengan Pemkab Banyuwangi untuk menanggulangi sampah di sejumlah sungai dan pesisir Banyuwangi.

Hingga saat ini, guna mencegah masuknya sampah ke laut, Sungai Watch telah memasang 67 jaring penghalang sampah (trash barrier) di sejumlah sungai yang ada di Banyuwangi.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani terus mendukung aksi Sungai Watch dan semua relawan yang telah membantu penanganan sampah di Banyuwangi. Ia menyebut kegiatan bersih-bersih rutin seperti ini penting untuk membangun kesadaran warga agar menjaga sungai dan pantai tetap bersih sejak dari sumbernya.

“Persoalan sampah menjadi pekerjaan rumah bersama, namun dengan kolaborasi dan kepedulian semua pihak, kami optimistis penanganannya akan semakin membaik,” ujar Ipuk. (*)

Tim Penilai Inovasi Daerah Tinjau Lapang ke Banyuwangi

BANYUWANGI || jejakindonesia.id – Pemkab Banyuwangi menjadi salah satu daerah yang lolos untuk penilaian validasi lapang dalam kompetisi Innovative Government Awards (IGA) 2025. Pada penilaian IGA kali ini, Banyuwangi mengajukan 221 inovasi dari berbagai bidang pemerintahan dan pelayanan publik.

IGA merupakan apresiasi tahunan yang diberikan oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) kepada pemerintah daerah untuk keberhasilan melakukan inovasi di bidang tata kelola pemerintahan, peningkatan layanan publik, dan pembangunan.

Tim penilai IGA datang langsung ke Banyuwangi selama dua hari, Kamis – Jumat (13-14/11/2025) untuk melihat secara langsung sejumlah inovasi Banyuwangi yang masuk dalam penilaian IGA. Tim terdiri dari Aldo Harjunanto dari Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) Kementerian Dalam Negeri dan praktisi media Titin Rosmasari⁠.

“Kami datang untuk nge-cek dan melihat langsung inovasi yang telah dilakukan Pemkab Banyuwangi. Apakah benar berjalan dan tentunya apakah benar berdampak bagi masyarakat,” kata Titin Rosmasari yang merupakan Presiden Direktur CNN saat diterima Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani di Pendopo Sabha Swagatha Blambangan, Jumat (14/11/2025). Turut mendampingi Wakil Bupati Banyuwangi Mujiono dan segenap jajaran OPD Banyuwangi.

Selama di Banyuwangi, tim penilai melakukan sejumlah kunjungan, di antaranya bertemu salah satu pelaku UMKM serta warga penerima manfaat Gerakan Hari Belanja ke Pasar Tradisional, UMKM dan Warung-Warung Rakyat.

Gerakan belanja yang diinisiasi Bupati Ipuk sejak 2021 itu menggerakkan seluruh ASN Pemkab dan karyawan stakeholder lainnya untuk berbelanja bahan kebutuhan pokok maupun barang lainnya di pasar dan warung-warung terdekat. Kegiatan ini dilaksanakan di setiap bulan di tanggal "cantik" misalnya 10 Oktober (10/10), 11 November (11/11), dan seterusnya.

"Hasil belanjanya kita donasikan kepada warga yang membutuhkan, misalnya warga miskin, balita stunting, korban bencana alam, dan lainnya. Sehingga selain menggerakkan ekonomi lokal, gerakan ini juga membantu mengatasi permasalahan sosial di Banyuwangi," kata Ipuk.

“Bahkan, kami juga men-support helm dan jaket untuk driver dan ojol di Banywuangi hasil dari belanja tanggal catik para ASN,” imbuh Ipuk.

Tim penilai juga mengunjungi sejumlah hotel dan restoran untuk melihat langsung implementasi sistem elektronik Pendapatan Asli Daerah (e-PAD).

"Ini merupakan platform layanan perpajakan daring yang melibatkan partisipasi masyarakat dalam pengawasannya," urai Kepala Badan Pendapatan Daerah Banyuwangi, Samsudin, saat mendampingi tim penilai.

Selanjutnya mereka mengecek pelaksanaan inovasi Sijakawangi (sistem Informasi Pajak Daerah Kabupaten Banyuwangi) dan Sipundiwangi (Sistem Pelaksanaan Undian Pajak Daerah Banyuwangi), serta menggali informasi sejauh mana dampak inovasi tersebut terhadap peningkatan kesadaran wajib pajak dan pendapatan daerah.

Sijakawangi adalah sistem untuk meningkatkan transparansi dan efisiensi pengelolaan pajak berbasis digital. Sedangkan Sipundiwangi adalah bentuk apresiasi pemkab bagi masyarakat dan pelaku usaha yang tertib administrasi.

“Melalui program Sipundiwangi masyarakat dapat berbelanja sekaligus berkesempatan mendapatkan hadiah seperti motor, iPhone, hingga umroh. Inovasi ini bertujuan meningkatkan partisipasi publik dan kepatuhan wajib pajak di Banyuwangi," ungkap Samsudin.

Usai mengecek langsung inovasi Banyuwangi, tim penilai pun memberikan apresiasi kepada Banyuwangi.

“Saya melihat sistem di sini sudah bekerja. Semua stakeholder ikut terlibat sehingga semua inovasinya terbukti dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ungkap Titin.

Sebagai informasi, Kabupaten Banyuwangi telah tujuh kali berturut-turut sejak tahun 2018 ditetapkan sebagai Kabupaten Terinovatif pada ajang Indonesia Government Award (IGA) yang diselenggarakan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). (*)

Polresta Banyuwangi Gelar Gerakan Pangan Mura, 250 Sak Beras SPHP Ludes Terjual

BANYUWANGI || jejakindonesia.id – Polresta Banyuwangi melalui Satuan Binmas kembali menghadirkan program Gerakan Pangan Murah (GPM) sebagai wujud dukungan nyata terhadap stabilitas harga dan ketersediaan bahan pangan bagi masyarakat. Kegiatan ini dilaksanakan pada Sabtu (15/11/2025) di Desa Macan Putih, Kecamatan Kabat, dan disambut antusias warga.

Di bawah arahan Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol Rama Samtama Putra, S.I.K., M.Si., M.H., kegiatan ini menjadi bagian dari langkah kepolisian dalam menjaga daya beli masyarakat serta menekan potensi inflasi komoditas pangan.

Kasat Binmas Polresta Banyuwangi Kompol Toni Irawan, S.H., M.H. memimpin langsung pelaksanaan GPM bersama jajaran, didampingi perangkat desa Macan Putih. Dalam kegiatan tersebut, Polresta Banyuwangi menyalurkan 250 sak beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dengan ukuran masing-masing 5 kilogram, yang seluruhnya terserap oleh masyarakat.

Kompol Toni Irawan,S.H., M.H., menjelaskan bahwa GPM merupakan upaya strategis Polresta Banyuwangi untuk memperkuat ketahanan pangan di tingkat desa.

“Program ini kami hadirkan untuk memastikan warga mudah memperoleh beras berkualitas dengan harga terjangkau. Selain itu, GPM juga menjadi bagian dari langkah Polri dalam menjaga stabilitas pangan dan menekan inflasi,” ujarnya.

Masyarakat menyambut baik inisiatif Polresta Banyuwangi yang dinilai membantu meringankan kebutuhan pokok, terutama jelang akhir tahun.

Polresta Banyuwangi berkomitmen untuk terus memperluas Gerakan Pangan Murah sebagai bagian dari implementasi POLRI Presisi dan penguatan pelayanan publik yang Tanggap, Unggul, dan Humanis.

error: Content is protected !!