We're open Closes at 5:00 pm

Tahun: 2026

Keprihatinan Atas Korban Jiwa: Polres Pasuruan Gelar Salat Ghaib dan Doa Bersama Demi Keselamatan Berlalu Lintas

PASURUAN || Jejak-indonesia.id — Meningkatnya jumlah korban jiwa akibat kecelakaan lalu lintas di Kabupaten Pasuruan menyentuh hati seluruh elemen kepolisian. Sebagai wujud keprihatinan yang mendalam, Polres Pasuruan menyelenggarakan Salat Ghaib dan doa bersama di Masjid Rofiqul Ummah, Jumat siang usai pelaksanaan salat Jumat.

Kegiatan khusyuk ini dipimpin langsung oleh Kapolres Pasuruan, AKBP Harto Agung Cahyono, S.H., S.I.K., M.H., dan dihadiri by para pejabat utama, seluruh personel kepolisian, serta warga sekitar. Dalam suasana yang penuh keharuan, seluruh jamaah memanjatkan doa semoga para korban yang telah berpulang mendapatkan ampunan Ilahi dan ditempatkan di sisi Allah SWT di tempat yang paling mulia. Doa tulus juga dipanjatkan agar setiap pengguna jalan senantiasa dilindungi dalam setiap perjalanan, serta angka kecelakaan di daerah ini dapat terus menurun secara signifikan.

Data evaluasi hingga akhir Juli 2026 mencatat fakta yang memilukan: tercatat 10 orang meninggal dunia, hampir 50 orang menderita luka-luka, dan kerugian materi mencapai sekitar Rp11 juta akibat peristiwa di jalan raya. Angka ini menjadi pengingat serius bagi seluruh pihak untuk semakin memperkokoh langkah pencegahan.

"Setiap nyawa yang hilang di jalan raya adalah duka yang mendalam bagi kita semua. Oleh karenanya, kami mengajak segenap lapisan masyarakat untuk semakin berdisiplin dan memupuk kepedulian tinggi terhadap keselamatan. Keselamatan di jalan adalah tanggung jawab bersama," ujar AKBP Harto dengan nada penuh keikhlasan.

Selain ibadah bersama, Polres Pasuruan juga membagikan puluhan bungkus nasi dalam rangkaian program "Jumat Berkah", sebagai wujud nyata kepedulian sosial kepada masyarakat.

Berbagai upaya preventif terus digencarkan, khususnya oleh jajaran Satuan Lalu Lintas. Mulai dari penyebaran pesan keselamatan, sinergi erat dengan Dinas Perhubungan serta Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Jawa Timur guna menata kondisi jalan, hingga pemeriksaan ketat terhadap kelayakan kendaraan angkutan barang dan truk.

Melalui momen yang penuh makna ini, diharapkan tumbuh kesadaran menyeluruh: kepatuhan pada aturan, kehati-hatian saat berkendara, serta sinergi tak terputus antara aparat, pemerintah daerah, dan masyarakat adalah kunci utama demi mewujudkan jalan raya Kabupaten Pasuruan yang aman, tertib, dan bebas dari derita kehilangan nyawa.

Polresta Banyuwangi Kembali Ukir Prestasi, Satresnarkoba Raih Penghargaan Ranking III Barang Bukti Terbanyak Semester I Tahun 2026

BANYUWANGI || Jejak-indonesia.id – Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polresta Banyuwangi kembali menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih Ranking III Kelompok A Kategori Barang Bukti Terbanyak pada Semester I Tahun 2026 dalam pelaksanaan Analisa dan Evaluasi (Anev) Semester I Direktorat Reserse Narkoba Polda Jawa Timur.

Penghargaan tersebut diberikan kepada Kasat Resnarkoba Polresta Banyuwangi, Kompol Angga Perdana Brahmada, S.I.K., M.I.K., pada kegiatan Anev Semester I Ditresnarkoba dan Satresnarkoba Polres Jajaran yang berlangsung di Aston Sidoarjo City Hotel and Conference Center, Rabu (29/7/2026).

Prestasi tersebut diraih atas keberhasilan Satresnarkoba Polresta Banyuwangi dalam mengungkap berbagai kasus tindak pidana narkotika dengan total barang bukti sebanyak 3.330,44 gram sabu, 7 butir ekstasi, dan 30.663 butir obat keras berbahaya (okerbaya) selama Semester I Tahun 2026.

Capaian ini merupakan wujud komitmen Polresta Banyuwangi dalam mendukung upaya Polda Jawa Timur serta Polri untuk memberantas peredaran gelap narkotika dan obat-obatan berbahaya demi menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif.

Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol Dr. Rofiq Ripto Himawan, S.I.K., S.H., M.H. menyampaikan apresiasi kepada seluruh personel Satresnarkoba atas dedikasi dan kerja keras yang telah ditunjukkan sehingga mampu meraih prestasi di tingkat Polda Jawa Timur.

"Penghargaan ini merupakan hasil kerja keras, sinergi, dan dedikasi seluruh personel Satresnarkoba Polresta Banyuwangi dalam mengungkap jaringan peredaran narkoba. Prestasi ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kinerja dalam melindungi masyarakat dari bahaya penyalahgunaan narkotika. Kami berkomitmen untuk tidak memberikan ruang bagi pelaku peredaran gelap narkoba di wilayah hukum Polresta Banyuwangi," tegas Kapolresta Banyuwangi.

Beliau juga menegaskan bahwa keberhasilan tersebut bukan semata-mata tentang pencapaian penghargaan, melainkan bukti nyata hadirnya Polri dalam menjaga keamanan masyarakat melalui penegakan hukum yang profesional, transparan, dan berkeadilan.

Ke depan, Polresta Banyuwangi akan terus memperkuat langkah-langkah preventif, preemtif, serta represif dengan menggandeng seluruh elemen masyarakat dalam upaya pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan serta peredaran gelap narkotika di Kabupaten Banyuwangi. (*)

Jumat Berkah BNNK Banyuwangi, Wujud Kepedulian Sosial Sekaligus Perkuat Edukasi P4GN kepada Masyarakat

BANYUWANGI || Jejak-indonesia.id – Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Banyuwangi kembali menunjukkan komitmennya dalam membangun kedekatan dengan masyarakat melalui kegiatan Jumat Berkah yang dilaksanakan pada Jumat (31/7/2026) mulai pukul 10.00 WIB di Kantor BNNK Banyuwangi dan sejumlah masjid.

Kegiatan yang diikuti oleh jajaran staf BNNK Banyuwangi tersebut merupakan implementasi kepedulian sosial sekaligus sarana menyampaikan pesan-pesan Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) kepada masyarakat.

Dalam kegiatan tersebut, BNNK Banyuwangi menyalurkan bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan sebagai bentuk kepedulian dan pengabdian kepada sesama. Selain berbagi, para petugas juga memberikan edukasi kepada masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap bahaya penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika yang dapat mengancam masa depan generasi bangsa.

Program Jumat Berkah menjadi salah satu upaya BNNK Banyuwangi dalam mempererat hubungan yang harmonis dengan masyarakat melalui pendekatan yang humanis. Dengan kedekatan tersebut, diharapkan terbangun sinergi yang kuat antara pemerintah dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang aman, sehat, serta bebas dari penyalahgunaan narkoba.

Kegiatan ini juga merupakan bagian dari komitmen BNNK Banyuwangi dalam mewujudkan Banyuwangi Bersinar (Bersih Narkoba). Selain menjalankan fungsi pemberantasan terhadap jaringan peredaran gelap narkotika, BNNK Banyuwangi terus mengedepankan langkah-langkah preventif melalui edukasi, sosialisasi, pemberdayaan masyarakat, dan aksi sosial yang memberikan manfaat nyata.

Kepala BNNK Banyuwangi, Kombes Pol. Rachmat Kurniawan, S.H., S.I.K., M.M., menegaskan bahwa kegiatan Jumat Berkah bukan sekadar agenda rutin berbagi kepada masyarakat, melainkan bagian dari strategi pendekatan humanis dalam mendukung keberhasilan program Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN).

"BNNK Banyuwangi hadir bukan hanya sebagai institusi yang melaksanakan pencegahan dan pemberantasan narkoba, tetapi juga sebagai mitra masyarakat. Melalui kegiatan Jumat Berkah, kami ingin menumbuhkan kepedulian sosial sekaligus mempererat silaturahmi dengan warga agar bersama-sama menciptakan lingkungan yang sehat, aman, dan bersih dari penyalahgunaan narkoba," ujar Kombes Pol. Rachmat Kurniawan.

Menurut Kombes Pol. Rachmat Kurniawan, perang melawan narkoba tidak dapat dilakukan hanya oleh aparat penegak hukum maupun BNN, melainkan membutuhkan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat.

"Permasalahan narkoba adalah tanggung jawab kita bersama. Oleh karena itu, kami mengajak seluruh lapisan masyarakat, mulai dari keluarga, tokoh agama, tokoh masyarakat, dunia pendidikan, pelaku usaha, hingga organisasi kemasyarakatan untuk menjadi garda terdepan dalam upaya pencegahan. Kesadaran kolektif merupakan benteng utama dalam melindungi generasi muda dari ancaman narkotika," tegasnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa kegiatan sosial seperti Jumat Berkah merupakan implementasi nyata nilai-nilai pelayanan publik yang humanis dan berorientasi pada kemaslahatan masyarakat.

"Kami ingin membangun kepercayaan masyarakat bahwa BNN hadir tidak hanya ketika melakukan penindakan terhadap pelaku tindak pidana narkotika, tetapi juga melalui aksi-aksi sosial yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat. Pendekatan humanis, semangat gotong royong, dan kepedulian sosial harus terus diperkuat sebagai fondasi dalam mewujudkan Banyuwangi Bersinar," katanya.

Ia juga mengajak masyarakat untuk tidak ragu melaporkan apabila mengetahui adanya dugaan penyalahgunaan maupun peredaran gelap narkotika di lingkungan sekitarnya.

"Kami berharap masyarakat tidak takut menjadi mitra BNN dalam memutus mata rantai peredaran gelap narkotika. Setiap informasi yang disampaikan masyarakat akan kami tindak lanjuti sesuai ketentuan yang berlaku. Sinergi antara BNN, aparat penegak hukum, pemerintah daerah, tokoh masyarakat, tokoh agama, dan seluruh elemen masyarakat merupakan kunci utama dalam menyelamatkan generasi bangsa dari ancaman narkoba. Dengan kebersamaan, kami optimistis Banyuwangi dapat menjadi daerah yang semakin tangguh dan benar-benar bersih dari penyalahgunaan narkotika," pungkasnya.

Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan tertib, aman, dan lancar. Melalui kegiatan Jumat Berkah, BNNK Banyuwangi berharap semangat kepedulian sosial, kebersamaan, serta kesadaran masyarakat terhadap bahaya narkotika terus meningkat sebagai bagian dari upaya bersama mewujudkan Indonesia Bersinar (Bersih Narkoba).

Polresta Deli Serdang Perkuat Pembinaan Pelajar untuk Cegah Keterlibatan dalam Aksi Geng Motor

DELISERDANG || Jejak-indonesia.id - Dalam upaya mencegah kenakalan remaja dan keterlibatan pelajar dalam aksi yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat, Polresta Deli Serdang menggelar kegiatan pembinaan terhadap sejumlah siswa yang sebelumnya viral di media sosial saat mengikuti konvoi yang diduga berkaitan dengan gabungan aksi geng motor.

Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Jumat (31/7/2026) di Aula Terbuka Polresta Deli Serdang dan dipimpin oleh Wakapolresta Deli Serdang, AKBP Juliani Prihartini, S.I.K., M.H., mewakili Kapolresta Deli Serdang.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kabag SDM Polresta Deli Serdang Kompol Rusdi, S.H., M.M., Kasat Binmas Kompol Syafrizal Asrul, S.H., Kasi Humas IPTU J.M. Gabe Napitupulu, S.H., Kasi Propam IPTU M. Terrysvo Tarigan, S.Psi., Para orang tua siswa, Guru, serta para pelajar yang mengikuti pembinaan.

Dalam arahannya, Wakapolresta Deli Serdang menegaskan bahwa para pelajar merupakan generasi penerus bangsa yang harus mampu menjaga nama baik diri sendiri, keluarga, maupun sekolah dengan menjauhi berbagai bentuk kenakalan remaja, termasuk aktivitas konvoi maupun perkumpulan yang berpotensi mengarah pada aksi geng motor dan tindak pidana lainnya. Para siswa juga diimbau agar lebih bijak dalam memilih lingkungan pergaulan, menggunakan media sosial secara positif, serta memanfaatkan waktu untuk kegiatan yang bermanfaat dan berprestasi.

Selain memberikan pembinaan kepada para siswa, Polresta Deli Serdang juga mengajak para orang tua dan pihak sekolah untuk terus memperkuat pengawasan serta menjalin komunikasi yang baik dengan anak-anak, sehingga potensi keterlibatan pelajar dalam perilaku menyimpang dapat dicegah sejak dini melalui sinergi antara keluarga, sekolah, dan kepolisian.

Seluruh rangkaian acara berjalan aman, lancar, serta mendapat dukungan dari pihak sekolah dan orang tua siswa sebagai bentuk komitmen bersama dalam menjaga generasi muda dari pengaruh negatif dan mencegah berkembangnya aksi geng motor di wilayah hukum Polresta Deli Serdang.

error: Content is protected !!