Sorry, we're closed Opens today at 9:00 am

Tahun: 2026

Sat Lantas Polres Simalungun Patroli Malam Jalur Siantar-Parapat, Antisipasi Balap Liar dan Kejahatan Jalanand Diakhir Pekan

SIMALUNGUN || Jejak-indonesia.id – Satuan Lalu Lintas (Sat Lantas) Polres Simalungun kembali menggelar kegiatan patroli dan pengaturan lalu lintas pada malam hari guna mengantisipasi kerawanan kecelakaan lalu lintas dan aksi balap liar di jalur Pematang Siantar-Parapat, Kabupaten Simalungun. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Minggu, 02 Agustus 2026, mulai pukul 21.00 WIB hingga selesai.

Kasat Lantas Polres Simalungun Iptu Devi Siringo Ringo, S.H., S.Sos., M.H., menjelaskan bahwa kegiatan ini digelar sebagai langkah antisipasi mengingat jalur Pematang Siantar-Parapat merupakan salah satu ruas jalan dengan tingkat mobilitas kendaraan yang cukup tinggi, terutama pada malam hari, sehingga rawan menjadi lokasi aksi balap liar maupun kejahatan jalanan lainnya.

"Kami melaksanakan kegiatan patroli dan pengaturan pada malam hari untuk mengantisipasi dan menekan angka pelanggaran serta kecelakaan lalu lintas, balap liar, dan kejahatan jalanan di wilayah hukum Polres Simalungun," ujar Iptu Devi Siringo Ringo.

Ia menerangkan, jalur menuju kawasan wisata Parapat ini menjadi salah satu titik prioritas pengawasan malam hari, mengingat statusnya sebagai akses utama menuju destinasi wisata Danau Toba yang kerap ramai dilalui kendaraan wisatawan maupun masyarakat lokal, sehingga membutuhkan pengawasan ekstra guna mencegah potensi gangguan kamtibmas.

"Jalur Pematang Siantar menuju Parapat menjadi perhatian khusus kami, mengingat statusnya sebagai akses utama kawasan wisata yang ramai dilalui kendaraan pada malam hari," ucap Iptu Devi Siringo Ringo.

Dalam pelaksanaan kegiatan tersebut, personel Sat Lantas melakukan pengaturan arus lalu lintas guna memastikan kelancaran kendaraan yang melintas, sekaligus melaksanakan patroli guna memantau situasi jalan dan mengantisipasi adanya aksi balap liar maupun kejahatan jalanan yang berpotensi mengganggu kenyamanan pengguna jalan pada malam hari.

"Kami menyampaikan informasi terkait situasi dan kondisi jalan kepada masyarakat yang melintas, guna memastikan perjalanan malam hari tetap aman dan nyaman," ungkap Iptu Devi Siringo Ringo.

Dari hasil pelaksanaan kegiatan patroli malam tersebut, situasi keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (kamseltibcarlantas) di jalur Pematang Siantar-Parapat dilaporkan dalam kondisi tertib dan lancar. Tidak ditemukan adanya pelanggaran maupun kejadian kecelakaan lalu lintas selama kegiatan berlangsung.

"Dari kegiatan ini berhasil terciptanya situasi kamseltibcarlantas yang tertib dan lancar, serta tidak ditemukan pelanggaran maupun kecelakaan lalu lintas di wilayah hukum Polres Simalungun," ujar Iptu Devi Siringo Ringo.

Kegiatan yang berlangsung dalam kondisi cuaca cerah tersebut melibatkan lima personel Sat Lantas Polres Simalungun, dengan Ipda Ganda M.A. Damanik, S.H., bertindak selaku pengendali di lapangan (padal). Personel lainnya yang turut serta dalam kegiatan patroli malam ini yakni Aiptu Efendi Silaen, Aiptu Leo Johansen, Aipda Fachrul Ziyad, dan Aipda Ropen Sagala.

Kegiatan patroli dan pengaturan lalu lintas pada malam hari ini menjadi bagian dari program rutin Sat Lantas Polres Simalungun dalam mendukung terciptanya keselamatan berlalu lintas, khususnya di jalur-jalur menuju kawasan wisata yang kerap dipadati kendaraan pada akhir pekan maupun momen-momen tertentu.

Iptu Devi Siringo Ringo menegaskan bahwa pihaknya akan terus konsisten melaksanakan kegiatan serupa secara berkelanjutan, mengingat pentingnya kehadiran personel di lapangan dalam mengawasi dan mencegah potensi kejahatan jalanan, khususnya di jalur-jalur dengan mobilitas kendaraan tinggi menuju destinasi wisata Danau Toba.

"Kami akan terus konsisten menghadirkan personel di jalur ini guna mencegah potensi kejahatan jalanan, khususnya menuju destinasi wisata Danau Toba," ucap Iptu Devi Siringo Ringo menutup keterangannya.

Melalui kegiatan ini, Sat Lantas Polres Simalungun berharap dapat terus menekan angka kecelakaan lalu lintas serta meminimalisir potensi gangguan kamtibmas di jalan raya, khususnya yang disebabkan oleh aksi balap liar dan kejahatan jalanan yang dapat meresahkan masyarakat maupun wisatawan yang melintas menuju kawasan Parapat.

Laporan kegiatan ini turut disampaikan kepada Direktur Lalu Lintas (Dir Lantas) Polda Sumatera Utara dan Kapolres Simalungun, dengan tembusan kepada Wadir Lantas Polda Sumut, Kabag Bin Ops Ditlantas Polda Sumut, serta pejabat utama (PJU) Ditlantas Polda Sumut dan PJU Polres Simalungun, sebagai bentuk pertanggungjawaban dan transparansi pelaksanaan tugas di lapangan.

Kapolres Metro Jakarta Barat Ajak Warga Hidupkan Siskamling dalam Dialog Jaga Jakarta On The Spot

JAKARTA || Jejak-indonesia.id – Suasana hangat dan penuh keakraban mewarnai kegiatan Jaga Jakarta On The Spot yang digelar di Pos Pantau RW 04, Jalan Tangki Lio Timur, Kelurahan Tangki, Kecamatan Tamansari, Sabtu (1/8/2026) malam.

Kegiatan ini menjadi wadah bagi Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Pol Nasriadi, S.H., S.I.K., M.H. untuk bertemu langsung, berdialog, dan mendengarkan aspirasi masyarakat dalam upaya bersama menjaga keamanan lingkungan.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kasat Narkoba Polres Metro Jakarta Barat AKBP Vernal Armando Sambo, S.I.K., Kapolsek Metro Tamansari Kompol Bobby M. Zulfikar, S.I.K., M.Si., Camat Tamansari Simon Hutagalung, S.STP., para Ketua RW dan RT, tokoh masyarakat, Citra Bhayangkara, serta warga Kelurahan Tangki.

Dalam dialog yang berlangsung santai dan terbuka, Kapolres mengajak masyarakat untuk kembali menghidupkan budaya siskamling sebagai benteng pertama dalam menjaga keamanan lingkungan.

Ia juga mengimbau warga agar tetap waspada terhadap berbagai bentuk kejahatan jalanan seperti pencurian, jambret, begal, maupun tawuran, serta tidak ragu segera melaporkan setiap kejadian kepada pihak kepolisian agar dapat ditindaklanjuti dengan cepat.

Menjelang peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, Kapolres juga mengajak masyarakat untuk memeriahkan perayaan 17 Agustus dengan kegiatan-kegiatan yang positif, sederhana, dan mempererat kebersamaan antarwarga.

Di sela penyampaiannya, ia menegaskan pentingnya pelayanan yang humanis dengan mengingatkan seluruh anggotanya agar selalu melayani masyarakat dengan senyum, ramah, dan penuh empati.

Dialog semakin hidup ketika warga diberikan kesempatan menyampaikan pertanyaan dan masukan secara langsung. Salah satunya mengenai pelaksanaan tes urine bagi personel Satresnarkoba.

Menanggapi hal tersebut, Kasat Narkoba menjelaskan bahwa pemeriksaan urine terhadap anggota dilaksanakan secara rutin setiap minggu, random dan dadakan serta diawasi langsung oleh Sipropam sebagai bentuk komitmen menjaga integritas personel.

Camat Tamansari menyampaikan dukungannya terhadap sinergi antara pemerintah daerah, Tiga Pilar, dan masyarakat dalam menjaga keamanan wilayah.

Sementara itu, perwakilan Citra Bhayangkara dan para Ketua RW menyatakan kesiapan mereka untuk terus bekerja sama dengan kepolisian serta berharap Polri semakin dipercaya dan dicintai masyarakat.

Kegiatan Jaga Jakarta On The Spot bukan sekadar forum penyampaian pesan kamtibmas, tetapi menjadi ruang komunikasi yang mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat.

Melalui dialog yang terbuka, saling mendengar, dan penuh rasa kekeluargaan, kehadiran Polri di tengah masyarakat diharapkan mampu membangun kepercayaan, memperkuat kolaborasi, serta mewujudkan wilayah Jakarta Barat yang aman, nyaman, dan kondusif bagi seluruh warganya.

( *Humas Polres Metro Jakarta Barat* )

Geopark Ijen Jalani Revalidasi UNESCO Global Geopark, Banyuwangi Tunjukkan Komitmen Jaga Warisan Dunia

BANYUWANGI || Jejak-indonesia.id – Geopark Ijen menjalani proses revalidasi sebagai bagian dari Unesco Global Geopark (UGG). Dua asesor UGG, Dr. Andreas Schüller dari Jerman dan Qinling Zhongnanshan dari China ke Banyuwangi untuk menilai secara langsung kelayakan kelanjutan Geopark Ijen sebagai UGG.

Revalidasi tahun ini merupakan evaluasi pertama setelah penetapan resmi Geopark Ijen sebagai jaringan geopark Unesco, pada 2023 lalu. Proses revalidasi adalah evaluasi menyeluruh yang wajib dijalani setiap empat tahun untuk memastikan standar internasional tetap terpenuhi. Hasil evaluasi menentukan status: Green Card (dipertahankan), Yellow Card (perbaikan 2 tahun), atau Red Card (dicabut).

Tim asesor akan melakukan rangkaian revalidasi Geopark Ijen di Kabupaten Banyuwangi dan Bondowoso, selama lima hari (2-6/8/2026).

Selama di Banyuwangi mereka akan melakukan peninjauan Pusat Informasi Geologi dan Geoparik Ijen (PIGGI). Di sana, mereka akan meninjau berbagai koleksi geologi sekaligus memperoleh penjelasan mengenai kekayaan warisan geologi kawasan Geopark Ijen, mulai dari batuan, fosil, hingga warisan budaya yang menjadi bagian dari UNESCO Global Geopark.

“Peninjauan di PIG menjadi bagian dari evaluasi aspek edukasi dan interpretasi dalam proses revalidasi,” kata Ketua Badan Pengelola Geopark Ijen Abdillah Baraas, Minggu (2/8/2026).

Selanjutnya, tim asesor dijadwalkan mengunjungi sejumlah geosite di Banyuwangi, di antaranya Taman Nasional Alas Purwo, Teluk Biru, Teluk Pangpang.

Revalidasi merupakan evaluasi berkala yang dilakukan UNESCO untuk memastikan pengelolaan kawasan geopark tetap memenuhi standar internasional, meliputi aspek konservasi, pendidikan, pemberdayaan masyarakat, hingga pengembangan pariwisata berkelanjutan.

“Asesor juga akan mengunjungi kampung Desa Kemiren Banyuwangi yang berada di kawasan Kawah Ijen dan Desa Wisata Wringin Putih untuk melihat praktik pemberdayaan masyarakat di kawasan mangrove,”kata Abdillah.

Selain mempertahankan status sebagai UNESCO Global Geopark, proses revalidasi juga menjadi kesempatan bagi pengelola dan pemerintah daerah untuk menunjukkan komitmen dalam menjaga serta melestarikan warisan geologi dunia melalui pengelolaan yang berkelanjutan dan melibatkan masyarakat.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menegaskan bahwa Geopark Ijen telah menjadi bagian dari UNESCO Global Geopark yang merupakan warisan dunia, maka telah menjadi tanggungjawab bersama untuk dijaga dan dilestarikan.

"Geopark Ijen ini bukan lagi hanya milik Banyuwangi, tetapi sudah menjadi milik dunia. Karena itu, melalui revalidasi ini kita ingin memperlihatkan komitmen dan upaya terbaik dalam menjaga warisan dunia ini," ujarnya. (*)

Bertemu Sopir Logistik, Wabup Banyuwangi: Pengemudi Urat Nadi Ekonomi Indonesia

BANYUWANGI || Jejak-indonesia.id - Wakil Bupati Banyuwangi, Mujiono, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para pengemudi armada logistik yang selama ini memiliki peran vital dalam roda perekonomian Banyuwangi dan Indonesia.

Hal tersebut disampaikannya Wabup saat menghadiri peringatan Hari Ulang Tahun (Anniversary) ke-1 Perkumpulan Sopir Logistik Indonesia (PSLI) yang digelar di Pantai Cacalan, Banyuwangi, Minggu (2/8/2026).

Mujiono menekankan bahwa usia satu tahun PSLI bukanlah menjadi ukuran, melainkan seberapa besar manfaat yang telah dihadirkan organisasi ini bagi para anggotanya dan masyarakat luas.

"Panjenengan semuanya adalah urat nadi distribusi barang dan jasa, serta penggerak ekonomi Indonesia," tegas Mujiono di hadapan ratusan anggota PSLI yang hadir.

Wabup menggambarkan beratnya perjuangan para sopir logistik yang tak mengenal waktu demi memastikan barang kebutuhan masyarakat terpenuhi.

Ia menyebut para pengemudi sebagai "pahlawan" yang bekerja keras tanpa disadari masyarakat luas.

"Ketika sebagian orang tidur nyenyak di rumah, di situ ada pahlawan yang masih memegang kemudi. Mengantarkan bahan pangan, hasil pertanian, hingga produk UMKM menembus berbagai daerah. Tanpa kelancaran distribusi dari para sopir logistik, stabilitas harga dan ketersediaan barang di pasar akan terganggu," ujar Mujiono.

Wabup berpesan agar PSLI terus meningkatkan profesionalitas dan adaptabilitas anggotanya, serta memperkuat sinergi dengan pelaku usaha, pemerintah daerah, hingga aparat kepolisian demi menjamin keamanan dan kenyamanan di jalan raya.

Sementara itu, Ketua Umum PSLI, Slamet Barokah menyampaikan momentum anniversary ke-1 ini dimanfaatkan PSLI untuk terus memperkuat rasa solidaritas serta sinergi antaranggota dan antarkomunitas sopir logistik se-Indonesia.

"Kami di PSLI berkomitmen untuk terus berkolaborasi dengan Pemda, Pemprov, hingga pemerintah pusat menuju Indonesia maju," kata Slamet.

Dalam kegiatan itu turut ditampilkan ucapan selamat anniversary dari Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming, serta Kementerian Perhubungan melalui Dirjen Perhubungan Darat.

Dalam videonya, Wapres memberikan suntikan semangat serta apresiasi yang sangat tinggi bagi seluruh pengemudi logistik, serta menekankan pentingnya peran pengemudi yang profesional dan berintegritas dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

"Suatu kebanggaan luar biasa bagi kami di usia yang pertama ini mendapatkan dukungan moral dan ucapan selamat dari Mas Wapres. Beliau mengapresiasi keberadaan PSLI yang siap mendorong peningkatan kualitas dan integritas para pengemudi," terang Slamet.

Turut hadir dalam kegiatan perwakilan Forkopimda Banyuwangi, GM ASDP Indonesia Ferry Cabang Ketapang Arief Eko Kurniansjah, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Banyuwangi Ocky Olivia, Gabungan Pengusaha Nasional Angkutan Sungai, Danau dan Penyeberangan (Gapasdap) dan stakeholder terkait lainnya. (*)

InJourney dan Angkasa Pura Siapkan Roadmap Pariwisata Banyuwangi Mulai Event hingga Konektivitas

BANYUWANGI || Jejak-indonesia.id – Dunia pariwisata Banyuwangi kembali mendapatkan suntikan dukungan untuk naik level di pasar internasional. Kali ini, datang dari PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney. Holding BUMN sektor aviasi dan pariwisata bersama Angkasa Pura siap berkolaborasi mengembangkan Banyuwangi sebagai destinasi berkelas internasional melalui penguatan event, promosi, hingga konektivitas udara.

“Kami telah bertemu jajaran direksi InJourney dan menyatakan komitmennya mendukung pariwisata Banyuwangi. Kami optimis, dukungan besar ini akan berdampak positif pada pariwisata dan ekonomi daerah,” ujar Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestandani, Minggu (2/8/2026).

Sebelumnya Direktur Utama InJourney Maya Watono bertemu Bupati Ipuk di Pendopo Sabha Swagata Banyuwangi, pada Jumat (31/7/2026). Turut mendampingi Direktur Utama Angkasa Pura Mohammad Rizal Pahlevi.

"Kami mengapresiasi komitmen InJourney dan Angkasa Pura. Dukungan untuk meningkatkan kualitas event, memperluas promosi, hingga memperkuat konektivitas udara akan menjadi modal penting agar pariwisata Banyuwangi semakin kompetitif di tingkat nasional maupun internasional," ujar Ipuk.

InJourney menilai Banyuwangi memiliki modal yang lengkap sebagai destinasi kelas dunia, mulai dari bentang alam, kekayaan budaya, kuliner, hingga kualitas event yang selama ini konsisten dikembangkan daerah. Kunjungan ini menjadi langkah awal penyusunan strategi bersama untuk memperkuat daya saing pariwisata Banyuwangi.

"Banyuwangi memiliki potensi yang luar biasa. Alamnya indah, budayanya kuat, kulinernya menarik, kopinya juga luar biasa. Yang paling penting, tim di daerah sangat kreatif. Saya melihat pariwisata bisa menjadi engine of future economic growth bagi Banyuwangi," kata Maya.

Menurut Maya, kekuatan utama Banyuwangi terletak pada DNA pariwisatanya yang otentik. Identitas budaya yang masih terjaga, dipadukan dengan kekayaan alam, menjadi nilai yang harus dipertahankan sembari meningkatkan daya saing destinasi.

“Kita akan merancang bersama peta jalan (roadmap) strategis untuk meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) sekaligus mendorong pemerataan pergerakan wisatawan Nusantara (wisnus) ke Banyuwangi,” ungkapnya.

Salah satu langkah konkret yang akan dilakukan adalah meningkatkan kualitas penyelenggaraan event agar terus menjadi daya tarik internasional. Gandrung Sewu yang akan digelar di Oktober mendatang menjadi salah satu agenda yang akan mendapat dukungan.

"Event ini memiliki potensi besar menjadi etalase budaya Indonesia di mata dunia. Dengan pengemasan dan promosi yang lebih kuat, kami optimistis daya tariknya akan semakin besar," ujar Maya.

Selain memperkuat promosi destinasi dan event, InJourney melalui Angkasa Pura juga menaruh perhatian pada peningkatan konektivitas menuju Banyuwangi.

Direktur Utama Angkasa Pura Mohammad Rizal Pahlevi mengatakan, akses transportasi menjadi faktor penting dalam mempercepat pertumbuhan pariwisata. Karena itu, pihaknya melihat peluang untuk meningkatkan konektivitas penerbangan menuju Banyuwangi melalui skema yang berkelanjutan.

"Kami melihat potensi penambahan frekuensi penerbangan ke Banyuwangi. Namun pengembangannya harus dirancang secara komprehensif, misalnya mengintegrasikan rute Banyuwangi dengan destinasi wisata lain sehingga tingkat keterisian penumpang tetap terjaga," kata Rizal.

Menurutnya, penguatan konektivitas tersebut membutuhkan kolaborasi berbagai pihak, mulai dari daerah, Kementerian Perhubungan, hingga maskapai.

"Ketika event bertambah kuat, destinasi semakin menarik, dan akses transportasi semakin mudah, maka ekosistem pariwisata akan tumbuh. Dampaknya bukan hanya pada jumlah wisatawan, tetapi juga terhadap ekonomi masyarakat," ujarnya. (*)

error: Content is protected !!