Sorry, we're closed Opens today at 9:00 am

Tahun: 2026

Penggerebekan di Denpasar, Polisi Sita Ekstasi, Sabu, Senpi Rakitan hingga Airsoft Gun

DENPASAR || Jejak-indonesia.id – Satuan Reserse Narkoba (Sat Resnarkoba) Polresta Denpasar mengungkapy kasus dugaan tindak pidana narkotika yang turut mengarah pada temuan kepemilikan dan peredaran ilegal senjata api rakitan besertay amunisinya. Seorang pria berinisial A.R.M.P. diamankan dalam penggerebekan diy wilayah Penatih, Denpasar Timur.

Pengungkapan kasus tersebut dilakukan Subnit 1 Unit 1 Sat Resnarkoba Polresta Denpasar yang dipimpin langsung Kasat Resnarkoba Kompol I Komang Agus D.W., S.I.K., M.Si., didampingi Kanit 1 IPTU Adhi Waluyo, S.H., M.H., serta Kasubnit 1 IPDA Adi Tri Setyanto, S.H.
Penggerebekan berlangsung pada Sabtu (1/8/2026) sekitar pukul 17.30 WITA di sebuah rumah yang berada di Gang Cempaka I, Jalan Kaswari, Banjar Semaga, Kelurahan Penatih, Kecamatan Denpasar Timur, Kota Denpasar.

Dari lokasi, petugas mengamankan seorang pria berinisial A.R.M.P. yang diduga menguasai narkotika jenis ekstasi serta diduga baru saja mengonsumsi sabu.

Selain barang bukti narkotika, polisi juga menemukan sejumlah senjata api rakitan yang disimpan di ruang tamu rumah terduga pelaku.
Barang bukti yang diamankan antara lain lima pucuk diduga senjata api rakitan, empat pucuk diduga airsoft gun, puluhan butir amunisi berbagai kaliber, grip kayu, magazine, barel, per, besi shock, serta 33 tabung gas CO2.

Dalam penggeledahan tersebut, polisi juga menyita satu paket serbuk berwarna ungu yang diduga mengandung narkotika jenis ekstasi, alat hisap sabu (bong), sendok dari potongan pipet, plastik klip kosong, dua telepon seluler milik terduga serta satu telepon seluler lainnya.
Seluruh barang bukti bersama terduga pelaku kemudian dibawa ke Mapolresta Denpasar untuk menjalani pemeriksaan dan proses penyelidikan lebih lanjut.

Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol Ariasandy saat dikonfirmasi membenarkan adanya pengungkapan kasus tersebut.

"Terduga kedapatan memiliki dan menguasai narkotika jenis ekstasi serta diduga baru saja menggunakan narkotika jenis sabu. Selain itu, ditemukan senjata api rakitan beserta peluru yang disimpan di ruang tamu rumahnya," ujarnya dihubungi Senin (3/8).
.
Ia menjelaskan, penanganan perkara akan dilakukan sesuai kewenangan masing-masing satuan.

Kasus ini ditangani Sat Resnarkoba Polresta Denpasar, sedangkan temuan senjata api rakitan beserta amunisinya akan dilimpahkan kepada Satuan Reserse Kriminal untuk proses penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut.

Polisi masih mendalami asal-usul senjata api rakitan, amunisi, serta kemungkinan adanya keterlibatan pihak lain dalam perkara tersebut.

Ormas MADAS DPC Jember Hadiri Deklarasi Yakuza Maneges Jember, Gunawan Wibisono: Sinergi Adalah Kunci Membangun Daerah

JEMBER || Jejak-indonesia.id – Organisasi Masyarakat (Ormas) MADAS DPC Jember menghadiri kegiatan Deklarasi Yakuza Maneges Jember yang diselenggarakan pada Minggu (2/8/2026) di Kabupaten Jember. Acara tersebut berlangsung khidmat dan dihadiri oleh berbagai organisasi kemasyarakatan, insan pers, tokoh masyarakat, serta sejumlah pejabat pemerintahan, termasuk Bupati Jember Muhammad Fawait (Gus Fawait).

Kehadiran MADAS DPC Jember menjadi bentuk komitmen organisasi dalam memperkuat silaturahmi, menjaga persatuan, serta membangun sinergitas antarelemen masyarakat demi terciptanya situasi yang aman, damai, dan kondusif di Kabupaten Jember.

Ketua MADAS DPC Jember, Gunawan Wibisono, mengatakan bahwa deklarasi tersebut bukan sekadar seremoni organisasi, melainkan momentum penting untuk memperkuat komunikasi dan kolaborasi antara organisasi kemasyarakatan, pemerintah, aparat penegak hukum, serta media massa.

"Kami mengapresiasi terselenggaranya Deklarasi Yakuza Maneges Jember yang mampu mempertemukan berbagai elemen bangsa dalam satu forum kebersamaan. Perbedaan latar belakang organisasi bukan menjadi penghalang, melainkan menjadi kekuatan untuk bersama-sama membangun Kabupaten Jember yang lebih baik," ujar Gunawan Wibisono.

Menurutnya, Ormas memiliki peran strategis sebagai mitra pemerintah dalam menjaga stabilitas sosial dan menjadi jembatan aspirasi masyarakat. Oleh karena itu, sinergi harus terus dibangun melalui komunikasi yang sehat, saling menghormati, dan mengedepankan kepentingan masyarakat luas.

"MADAS DPC Jember berkomitmen untuk terus bersinergi dengan pemerintah daerah, TNI-Polri, organisasi kemasyarakatan, tokoh agama, tokoh pemuda, serta insan media. Dengan kebersamaan, setiap persoalan dapat diselesaikan melalui musyawarah dan semangat persaudaraan," tegasnya.

Gunawan juga menegaskan bahwa pihaknya mendukung setiap program pembangunan yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, selama dilaksanakan sesuai aturan dan mengedepankan kepentingan publik.

"Kami ingin menunjukkan bahwa ormas bukan hanya hadir dalam kegiatan seremonial, tetapi juga harus mampu menjadi bagian dari solusi. Kami siap memberikan kontribusi positif melalui kegiatan sosial, kemanusiaan, pemberdayaan masyarakat, serta menjaga kondusivitas daerah agar investasi dan pembangunan di Jember dapat berjalan dengan baik," katanya.

Ia berharap momentum deklarasi ini menjadi awal lahirnya kolaborasi yang lebih erat antarlembaga, sehingga tidak ada lagi sekat yang memisahkan organisasi kemasyarakatan dalam memberikan manfaat bagi masyarakat.

"Mari kita jadikan semangat persaudaraan ini sebagai modal untuk membangun Jember yang aman, harmonis, maju, dan sejahtera. Perbedaan adalah kekuatan jika disatukan dalam tujuan yang sama, yaitu mengabdi kepada masyarakat, bangsa, dan negara," pungkas Gunawan Wibisono.

Kegiatan kemudian ditutup dengan sesi foto bersama seluruh tamu undangan sebagai simbol komitmen memperkuat sinergitas antara pemerintah daerah, organisasi kemasyarakatan, media, dan seluruh komponen masyarakat dalam mewujudkan Kabupaten Jember yang semakin maju, aman, dan kondusif.

Kapolres Sibolga Tinjau Kesiapan Personel dan Peralatan Penanggulangan Karhutla

SIBOLGA || Jejak-indonesia.id – Kapolres Sibolga AKBP Eddy Inganta, S.H., S.I.K., M.H. memimpin pemeriksaan sarana dan prasarana penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Aula Polres Sibolga, Senin, 3 Agustus 2026.

Pemeriksaan tersebut diikuti Wakapolres Sibolga, Kabag Ops, serta para Kapolsek jajaran Polres Sibolga. Dalam kegiatan itu, Kapolres melakukan pengecekan terhadap sejumlah peralatan penanggulangan Karhutla, di antaranya drone, masker gas, alat pemadam api ringan (APAR), pompa air, serta alat penyemprotan air elektrik untuk memastikan seluruh perlengkapan berfungsi dengan baik dan siap digunakan.

Kapolres menegaskan kesiapan personel harus didukung oleh sarana dan prasarana yang memadai agar mampu memberikan respons cepat dan efektif apabila terjadi kebakaran hutan maupun lahan di wilayah hukum Polres Sibolga.

Pemeriksaan ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi Karhutla serta memastikan seluruh personel dan peralatan siap dikerahkan sewaktu-waktu. Dengan kesiapan tersebut, Polres Sibolga berkomitmen memberikan perlindungan maksimal kepada masyarakat dan mendukung penanganan Karhutla secara cepat, tepat, dan profesional.

Pecah Bintang Jelang Purna Tugas, Brigjen Pol drg. Lisda Cancer Akhiri Pengabdian di Polri dengan Pangkat Jenderal Bintang Satu

JAKARTA || Jejak-indonesia.id - Brigjen Pol drg. Lisda Cancer, M.Biotech resmi memasuki masa purna tugas setelah menorehkan perjalanan karier panjang di lingkungan Kepolisian Negara Republik Indonesia. Menariknya, masa pensiun tersebut datang tidak lama setelah dirinya memperoleh kenaikan pangkat menjadi Brigadir Jenderal Polisi (Brigjen), menjadikannya menutup pengabdian di Korps Bhayangkara dengan menyandang pangkat jenderal bintang satu.

Kepastian pensiun Brigjen Pol Lisda Cancer tertuang dalam Surat Telegram Kapolri Nomor ST/1584/VII/KEP./2026. Dalam surat tersebut, ia dimutasikan sebagai Perwira Tinggi Pusdokkes Polri dalam rangka memasuki masa pensiun. Sebelum memasuki purna tugas, Lisda menjabat sebagai Kabiddoksikkes Rodokpol Pusdokkes Polri, salah satu posisi strategis di lingkungan Pusat Kedokteran dan Kesehatan Polri.

Kenaikan pangkat yang diterimanya menjadi Brigjen Pol menjadi penutup manis atas dedikasi puluhan tahun di bidang kedokteran kepolisian. Momen tersebut juga dibagikan melalui akun Instagram pribadinya, di mana ia menyampaikan rasa syukur atas ucapan selamat dari Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia (UI), almamater yang telah mengantarkannya menjadi seorang dokter gigi profesional.

Dalam unggahannya, Lisda mengungkapkan kisah yang menginspirasi. Ia mengaku bahwa menjadi dokter gigi maupun polisi bukanlah cita-cita masa kecilnya. Namun perjalanan hidup justru membawanya mengabdikan diri di dua profesi tersebut hingga berhasil mencapai pangkat tertinggi yang pernah diraihnya.

"Dokter gigi dan polisi. Dua pekerjaan yang tidak ada dalam daftar cita-citaku waktu kecil, namun ternyata telah membawa diriku sampai sejauh ini dan menjadi jalan rezekiku," tulisnya. Ia juga mengungkapkan rasa syukur kepada Allah SWT atas perjalanan hidup dan karier yang dijalaninya.

Brigjen Pol Lisda Cancer bukan merupakan lulusan Akademi Kepolisian (Akpol), melainkan alumni Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia angkatan 1987. Dengan bekal keilmuan di bidang kesehatan, ia membangun karier panjang di Pusat Kedokteran dan Kesehatan Polri.

Perjalanan kariernya dimulai dari berbagai jabatan teknis hingga strategis. Pada 2012, ia dipercaya menjabat sebagai Kasubbid Dokumentasi Forensik Pusdokkes Polri. Kemudian pada periode 2017–2020, Lisda mengemban amanah sebagai Kepala Bidang Disaster Victim Identification (DVI) Pusdokkes Polri, bidang yang memiliki peran penting dalam proses identifikasi korban bencana maupun kecelakaan massal.

Kariernya terus berkembang ketika dipercaya menjadi Kabiddokkes Polda Sumatera Barat pada 2020 hingga 2023. Selanjutnya pada 2024 ia menjabat sebagai Kabagbinfung Setpusdokkes Polri sebelum akhirnya dipercaya menjadi Kabiddoksikkes Rodokpol Pusdokkes Polri pada 2025.

Selain rekam jejak karier yang panjang, Brigjen Pol Lisda Cancer juga tercatat telah melaporkan harta kekayaannya melalui Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN). Berdasarkan laporan terakhir pada 14 Februari 2023, total kekayaannya mencapai Rp1.988.000.000.

Harta tersebut terdiri atas aset tanah dan bangunan senilai Rp1,75 miliar yang tersebar di Kota Serang, Kabupaten Bogor, dan Kota Padang. Selain itu, ia juga memiliki sebuah mobil Honda HR-V tahun 2021 senilai Rp230 juta serta kas dan setara kas sebesar Rp8 juta. Dalam laporan tersebut tidak tercantum adanya utang, sehingga total kekayaan yang dilaporkan mencapai Rp1,988 miliar.

Perjalanan Brigjen Pol drg. Lisda Cancer menjadi gambaran bahwa dedikasi, profesionalisme, dan pengabdian di bidang kesehatan mampu mengantarkan seseorang mencapai jenjang tertinggi dalam karier kepolisian. Kenaikan pangkat menjadi Brigadir Jenderal sesaat sebelum memasuki masa pensiun menjadi penutup perjalanan panjang pengabdiannya kepada institusi Polri dan masyarakat Indonesia.

Satlantas Jember Sidak Pelayanan Samsat, Pastikan Warga Dilayani Tanpa Pungli

JEMBER || Jejak-indonesia.id – Satlantas Polres Jember mengintensifkan pengawasan pelayanan di Kantor Samsat Bersama Jember Barat, Kecamatan Kaliwates.

Lewat program Polantas Menyapa, personel diterjunkan langsung untuk memastikan masyarakat memperoleh pelayanan administrasi kendaraan bermotor sesuai prosedur, tanpa praktik pungutan liar maupun percaloan, Senin (3/8/2026).

Tidak hanya memantau jalannya pelayanan, petugas juga berinteraksi dengan wajib pajak yang mengurus pengesahan STNK, penerbitan STNK dan BPKB, serta registrasi dan identifikasi kendaraan bermotor (Regident Ranmor).

Masyarakat diberikan penjelasan mengenai alur pelayanan, kelengkapan persyaratan, hingga besaran biaya resmi yang berlaku.

Kasatlantas Polres Jember AKP Ade Andini mengatakan program tersebut menjadi bagian dari evaluasi berkelanjutan terhadap kualitas pelayanan publik di lingkungan Satlantas.

Kehadiran personel di ruang pelayanan sekaligus memastikan tidak ada masyarakat yang kesulitan memperoleh informasi.

"Pelayanan harus mudah, transparan, dan bebas dari pungutan liar. Itu yang terus kami tekankan kepada seluruh personel," ujarnya.

Ade menegaskan setiap anggota yang bertugas di Samsat maupun Satpas diwajibkan memberikan pelayanan secara profesional, cepat, dan humanis. Selain melayani administrasi, petugas diminta proaktif membantu masyarakat yang mengalami kendala selama proses pengurusan dokumen kendaraan.

Menurutnya, keterbukaan informasi menjadi langkah efektif untuk mencegah munculnya praktik percaloan.

Dengan mengetahui prosedur dan tarif resmi, masyarakat tidak memiliki alasan menggunakan jasa pihak ketiga yang menawarkan kemudahan di luar mekanisme yang telah ditetapkan.

Program Polantas Menyapa akan terus digelar secara berkala sebagai bagian dari komitmen Satlantas Polres Jember meningkatkan kualitas pelayanan publik.

Langkah itu juga diharapkan mampu memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan Polri yang profesional, berintegritas, dan berorientasi pada kebutuhan warga.

error: Content is protected !!