Sorry, we're closed Opens today at 9:00 am

Tahun: 2026

Berkontribusi pada Swasembada Pangan Nasional, Banyuwangi Surplus Ratusan Ribu Ton Beras dan Jagung

BANYUWANGI || jejakindonesia.id - Kabupaten Banyuwangi berkontribusi besar pada keberhasilan Indonesia mencapai swasembada pangan nasional dalam satu tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Sebagai salah satu daerah lumbung pangan nasional, Banyuwangi mencatat surplus beras dan jagung mencapai ratusan ton sepanjang tahun 2025.

Pencapaian swasembada pangan nasional diumumkan Presiden Prabowo saat Panen Raya di Karawang, Jawa Barat, yang diikuti secara virtual oleh pemerintah provinsi serta kabupaten/kota se-Indonesia, termasuk di Kabupaten Banyuwangi, yang digelar di kawasan Usaha Jasa Pelayanan Alsintan (UPJA) Sri Rejeki, Desa/Kecamatan Cluring, Banyuwangi, Rabu (7/1/2026).

Dalam panen raya tersebut, Presiden mengapresiasi seluruh komunitas pertanian di Indonesia atas kerja keras dan kekompakan dalam mewujudkan swasembada pangan lebih cepat dari target awal.

“Saya memberi target empat tahun untuk swasembada pangan. Namun dalam satu tahun, kita sudah berdiri di atas kaki kita sendiri dan tidak bergantung pada bangsa lain,” ujar Presiden Prabowo.

Sebagai salah satu lumbung pangan nasional, Banyuwangi berkontribusi melalui capaian surplus produksi beras dan jagung.

"Alhamdulilah, program swasembada pangan yang dicanangkan Presiden turut meningkatkan produktivitas pertanian di Banyuwangi. Sepanjang tahun 2025, Banyuwangi mencatat surplus beras dan jagung," kata Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani.

Produksi beras Banyuwangi tahun 2025 mencapai 546.923,81 ton, meningkat 38.103,81 ton dibandingkan tahun 2024.

“Kebutuhan beras masyarakat sepanjang 2025 itu sebesar 163.665,78 ton. Jadi, Banyuwangi surplus beras sebesar 383.258,03 ton pada tahun 2025,” ujar Ipuk.

Selain beras,produksi jagung juga surplus. Sepanjang tahun 2025, produksi jagung Banyuwangi naik 41.518 ton atau sekitar 19 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Sementara kebutuhan jagung di Banyuwangi tercatat sebesar 69.842,31 ton, sehingga surplus produksi mencapai 18.754,50 ton.

“Alhamdulillah, Indonesia kini bisa swasembada pangan. Kami bersyukur Banyuwangi bisa berkontribusi dalam mendukung ketahanan dan kedaulatan pangan nasional,” ujarnya.

Capaian tersebut, sambung dia, merupakan hasil kerja kolaboratif berbagai pihak, mulai dari petani, pemerintah daerah, hingga dukungan TNI-Polri serta seluruh mitra pertanian di Banyuwangi.

“Ini adalah buah dari kerja bersama dalam menyukseskan program swasembada pangan Bapak Presiden,” katanya.

Hadir dalam panen raya secara virtual Wakil Bupati Mujiono bersama para petani, dan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). (*)

Dukung Ketahanan Pangan, Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan Resmikan Program ‘Tabung Harmoni Hijau’ di Pekanbaru

PEKANBARU || jejakindonesia.id - Kapolda Riau, Irjen Pol Herry Heryawan, secara resmi meluncurkan program "Tabung Harmoni Hijau Polda Riau" di Jalan Limbungan, Rumbai Pesisir, Kota Pekanbaru, pada Rabu (7/1/2026). Inovasi strategis ini bertujuan membekali personel Polri dan masyarakat dengan keterampilan pertanian modern serta kewirausahaan guna mewujudkan kemandirian ekonomi dan mendukung ketahanan pangan nasional.

Peresmian program berlangsung khidmat dan menjadi bukti komitmen Polda Riau dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang mandiri, produktif, dan berdaya saing, sekaligus mendukung kebijakan pemerintah di sektor pangan dan ekonomi berkelanjutan.

Dalam sambutannya, Kapolda Riau menegaskan bahwa Tabung Harmoni Hijau bukan sekadar upaya penghijauan atau pemanfaatan lahan kosong, melainkan wadah edukasi dan investasi keterampilan jangka panjang.

“Kita ingin menciptakan ekosistem di mana setiap individu memiliki kemampuan mengelola sumber daya alam secara bijak. Melalui pertanian modern dan jiwa kewirausahaan, kita membangun masa depan yang mandiri dan sejahtera,” ucap Irjen Pol Herry Heryawan.

Kapolda Riau berharap keterampilan yang diperoleh dapat menjadi bekal bagi personel Polri untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga, baik saat masih aktif bertugas maupun setelah memasuki masa purna tugas.

Program Tabung Harmoni Hijau dirancang secara terintegrasi dengan empat fokus utama:

* Edukasi Pertanian Modern: Pelatihan teknik tanam efisien dan ramah lingkungan.

* Penguatan Kewirausahaan: Pendampingan pengolahan hasil tani menjadi produk bernilai ekonomi tinggi.

* Peningkatan Kesejahteraan: Memberikan dampak ekonomi langsung bagi keluarga dan masyarakat.

* Kebermanfaatan Lingkungan: Menciptakan kawasan hijau yang produktif di lingkungan Polda Riau.

Peresmian program ini ditandai dengan pemukulan gong dan penandatanganan kerja sama (MoU) pemanfaatan lahan antara Pemerintah Kota Pekanbaru dan Polda Riau. Pada kesempatan tersebut, Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho, secara resmi memberikan izin pinjam pakai lahan kepada Polda Riau untuk pusat pengembangan program.

Usai seremoni, Kapolda Riau bersama jajaran Pejabat Utama (PJU) dan Wali Kota Pekanbaru melakukan peninjauan langsung ke lokasi yang akan dijadikan pusat pelatihan.

Melalui inisiatif ini, Polda Riau menunjukkan peran aktif Polri tidak hanya sebagai penjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), tetapi juga sebagai agen transformasi sosial dan ekonomi.

“Polri harus hadir dan memberi manfaat nyata. Program ini adalah bentuk pengabdian kami untuk mendukung kemandirian pangan, ekonomi kreatif, dan kesejahteraan bersama,” tegas Irjen Pol Herry Heryawan.

Program Tabung Harmoni Hijau Polda Riau diharapkan menjadi percontohan (role model) bagi instansi lain dalam mengoptimalkan potensi sumber daya manusia dan lahan demi keberlanjutan ekonomi di Provinsi Riau.

Kasad Hadiri Panen Raya di Cilebar Karawang, Presiden RI Umumkan Swasembada Pangan Nasional

KARAWANG || jejakindonesia.id — Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, M.Sc., menghadiri Panen Raya yang dirangkaikan dengan pengumuman capaian swasembada pangan nasional bersama Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto di Cilebar, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Rabu (7/1/2026).

Panen Raya tersebut menjadi momentum penting yang menegaskan keberhasilan sinergi Kementerian Pertanian dengan berbagai instansi dan lembaga negara, termasuk TNI, pemerintah daerah, serta para petani, dalam mewujudkan kemandirian dan ketahanan pangan nasional.

Dalam sambutannya, Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan komitmen kuat pemerintah untuk terus memperkuat sektor pertanian sebagai pilar strategis ketahanan nasional, khususnya di tengah tantangan perubahan global di bidang pangan. Presiden menekankan bahwa ketahanan pangan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari ketahanan nasional.

Di hadapan para petani, penyuluh pertanian, dan seluruh komunitas pertanian Indonesia, Presiden Prabowo menyampaikan apresiasi atas kerja keras dan kebersamaan yang telah ditunjukkan selama ini.

“Terima kasih seluruh komunitas pertanian di Indonesia. Saudara bekerja keras, saudara bersatu, saudara kompak. Saudara menghasilkan, saudara berikan kepada bangsa dan negara. Kita sudah swasembada, satu tahun. Kita sudah berdiri di atas kaki kita sendiri, satu tahun. Kita sudah tidak tergantung bangsa-bangsa lain,” kata Presiden Prabowo.

Panen Raya di Cilebar ditandai dengan pelaksanaan panen padi secara simbolis dan diikuti secara daring oleh kelompok tani dari berbagai daerah di seluruh Indonesia. Kegiatan ini menjadi wujud rasa syukur atas meningkatnya produktivitas pertanian nasional sekaligus simbol kebangkitan sektor pangan Indonesia.

Acara tersebut juga dihadiri jajaran menteri dan wakil menteri Kabinet Merah Putih, pimpinan lembaga negara, Jaksa Agung, Kapolri, Wakil Panglima TNI, para Kepala Staf Angkatan, serta jajaran pimpinan BUMN yang terlibat langsung dalam program swasembada pangan nasional.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden juga memberikan tanda kehormatan Satyalancana Wira Karya kepada Komandan Komando Pembinaan Doktrin, Pendidikan dan Latihan TNI (Dankodiklat TNI) Letjen TNI Mohamad Naudi Nurdika, atas kontribusinya dalam mendukung program strategis nasional swasembada pangan.

Melalui momentum Panen Raya dan pengumuman swasembada pangan nasional ini, diharapkan semangat bertani dan kolaborasi lintas sektor semakin kokoh dalam menjaga ketahanan pangan nasional demi terwujudnya Indonesia yang mandiri, berdaulat, dan sejahtera.

Sumber: Dispenad

Kapolres Pasuruan Kota Resmikan SPPG YKB, Dukung Program Makan Bergizi Gratis

PASURUAN – Diakhir masa tugasnya Kapolres Pasuruan Kota AKBP Davis Busin Siswara meresmikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan Kemala Bhayangkari (YKB) Polres Pasuruan Kota, Polda Jatim, Rabu (7/1/2026),

Dapur SPPG tersebut berada di Jalan Gajah Mada No. 19, Kelurahan Karanganyar, Kecamatan Panggungrejo, Kota Pasuruan.

Peresmian ini menjadi bagian nyata dukungan Polri terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG) guna meningkatkan kualitas gizi dan kesehatan anak-anak sekolah.

AKBP Davis Busin Siswara yang akan mengemban jabatan baru sebagai Wakapolres Metro Bekasi itu mengatakan, dapur SPPG sebelumnya merupakan rumah dinas Kapolres yang kemudian dimanfaatkan untuk mendukung pelaksanaan Program MBG.

“Dapur SPPG ini wujud kerja bersama semua pihak untuk masyarakat Kota Pasuruan," ungkapnya.

Ia berharap nantinya keberadaan SPPG ini membawa manfaat nyata untuk masyarakat di Kota Pasuruan.

Sementara itu, Walikota Pasuruan H. Adi Wibowo yang hadir pada acara tersebut mengatakan bahwa SPPG Polres Pasuruan Kota merupakan SPPG ke-14 yang telah diresmikan di wilayah Kota Pasuruan.

Ia menyebutkan, kehadiran SPPG bukan sekadar fasilitas fisik, melainkan bagian dari investasi jangka panjang dalam membangun sumber daya manusia.

“Program ini bukan hanya soal makanan, tetapi tentang masa depan anak-anak kita menuju Indonesia Emas. Kami berharap pada tahun 2026 Kota Pasuruan memiliki 34 SPPG yang aktif dan berkelanjutan,” ungkap Walikota Pasuruan. (*)

Konsisten Dukung Swasembada Pangan Kapolres Sumenep Terima Penghargaan dari Presiden RI

SUMENEP || jejakindonesia.id — Kapolres Sumenep, AKBP Rivanda,S.I.K menjadi salah satu dari 20 penerima penganugerahan tanda kehormatan Satyalancana Wira Karya oleh Presiden RI Prabowo Subianto.

Penghargaan tersebut diberikan kepada Polri atas kontribusi nyata dalam mendukung penguatan ketahanan pangan nasional yang menjadi bagian dari agenda Asta Cita Presiden.

Penganugerahan berlangsung dalam kegiatan Panen Raya Nasional di Kabupaten Karawang Jawa Barat, Rabu (7/1/26).

AKBP Rivanda, S.I.K menyampaikan bahwa penghargaan ini merupakan hasil kerja bersama seluruh jajaran Polres Sumenep Polda Jatim serta dukungan masyarakat, khususnya para petani.

"Penghargaan ini menjadi amanah bagi kami untuk terus menjaga konsistensi pengabdian kepada masyarakat," ujarnya di Mapolres Sumenep, Kamis (8/1)

Ia menegaskan bahwa Polri tidak hanya berperan dalam menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga turut mendukung program strategis nasional, termasuk ketahanan dan swasembada pangan.

“Kami berkomitmen untuk terus mendukung program pemerintah dalam sektor pertanian melalui pendampingan, pengamanan dan sinergi lintas sektor, sehingga tujuan swasembada pangan nasional dapat tercapai dan berkelanjutan,” ujar AKBP Rivanda.

Sebagai informasi, kegiatan Panen Raya Nasional di Kabupaten Karawang itu diikuti lebih kurang 5000 petani dan penyuluh secara luring dan 2 juta petani serta pemangku kepentingan sektor pertanian dari seluruh Indonesia secara daring. (*)

error: Content is protected !!