Sorry, we're closed Opens today at 9:00 am

Tahun: 2026

Agus Flores: PW FRN All Out Dukung Kapolri, Lawan Oknum Perusak Citra Polri dan Wartawan Gadungan

JAKARTA || jejakindonesia.id – Ketua Umum Perkumpulan Wartawan Fast Respon Nusantara (PW FRN), Agus Flores, menegaskan komitmen dan dukungan penuh terhadap seluruh program Kapolri dan jajaran Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), khususnya yang sejalan dengan visi Asta Cita dan penguatan hubungan Polri dengan masyarakat.

Agus Flores menyampaikan bahwa sejak awal dirinya konsisten on the track bersama Kapolri. Ia menekankan bahwa dukungan tersebut diberikan secara tulus, dengan niat baik dan doa, meski di lapangan masih terdapat pihak-pihak yang tidak sevisi dan berpotensi memperkeruh hubungan antara polisi dan masyarakat.

“Dari dulu saya on the track dengan Kapolri. Apapun program Kapolri, kami dukung dengan tulus sesuai Asta Cita. Dengan hati yang ikhlas dan doa, karena kita sadar tidak semua di sekitar kita memiliki visi dan misi yang sama, bahkan ada yang sengaja memperkeruh hubungan Polri dan masyarakat,” tegas Agus Flores.

PW FRN, lanjut Agus, secara aktif mendukung berbagai program pro-rakyat Polri yang bertujuan membangun komunikasi sehat, transparan, dan berkeadilan. Adapun bentuk dukungan tersebut meliputi:

1.Respons Cepat Keluhan Masyarakat
PW FRN mendorong agar setiap keluhan masyarakat terhadap oknum polisi benar-benar direspons dan ditindaklanjuti secara serius oleh institusi kepolisian sebagai bentuk perlindungan dan pelayanan publik.

2.Dukungan terhadap Program Propam dan Balkot Aduan
PW FRN secara aktif menyosialisasikan keberadaan Balkot Aduan Propam kepada masyarakat, serta membantu menyalurkan aduan agar dapat diproses sesuai mekanisme yang berlaku.

3.Penolakan Praktik Ghosting dan Pemblokiran Nomor Pengadu
Agus Flores menegaskan bahwa praktik ghosting dan pemblokiran nomor masyarakat yang mengadu merupakan persoalan serius dan telah berulang kali ia sampaikan langsung kepada Kapolri.

4.Dukungan Program MBG Asta Cita
PW FRN menyatakan dukungan penuh terhadap program MBG yang menjadi bagian dari implementasi Asta Cita dalam penguatan pelayanan publik dan kesejahteraan masyarakat.

5.Pengawasan Oknum Wartawan Menggunakan Atribut Polri/Bareskrim
PW FRN menemukan indikasi kuat adanya oknum wartawan yang menyalahgunakan lambang Polri dan Bareskrim untuk membekingi narkoba, memeras pengusaha, hingga menekan kepala desa dengan mengatasnamakan aparat penegak hukum.

6.Penelusuran Motif Oknum Wartawan Bermodal Logo Polri
Agus menegaskan bahwa wartawan yang menggunakan logo Polri atau Bareskrim secara ilegal patut dicurigai dan harus ditelusuri maksud serta tujuannya demi menjaga marwah institusi Polri dan profesi pers.

7.Dukungan Program Bersih-Bersih Oknum Lantas
PW FRN mendukung penuh program pembersihan oknum di jajaran lalu lintas sebagai bagian dari kebijakan dan komitmen Kakorlantas Polri.

8.Dukungan Praperadilan terhadap Oknum Polisi Bermasalah
PW FRN mendorong mekanisme praperadilan terhadap oknum polisi yang melanggar hukum, sepanjang mendapat izin dan persetujuan dari Kapolri, Kapolda, serta Propam sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas.

9.Dukungan Total terhadap Program Kapolri, Kakorlantas, dan Propam
PW FRN menegaskan akan terus berdiri bersama Polri dalam mendukung setiap program yang bertujuan memperbaiki institusi, meningkatkan kepercayaan publik, dan mewujudkan Polri yang presisi dan humanis.

“Intinya, semua program Kapolri, Kakorlantas, dan Propam kami dukung penuh. Tujuan kami satu: Polri semakin dipercaya rakyat dan benar-benar hadir sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat,” pungkas Agus Flores.

Ukir Sejarah Baru Polres Tanjungbalai Bongkar Sindikat Kokain Skala Jumbo, 2 Pelaku dan 3 Kg Lebih Diamankan

Tanjung Balai || jejakindonesia.id - Satuan Narkoba Polres Tanjungbalai nengukir sejarah baru di jajaran Polda Sumatera Utara, berhasil mengungkap kasus peredaran narkoba dengan skala yang mencengangkan. Dua orang nelayan berhasil diamankan dengan barang bukti kokain seberat lebih dari 3 kilogram.

Pengungkapan kasus ini menjadi pukulan telak bagi jaringan narkoba yang beroperasi di wilayah perairan Tanjungbalai.

Penangkapan pertama dilakukan terhadap T H Alias Tahan (33) di Jalan Masjid, Kelurahan Pulau Simardan, pada Selasa (6/1/2026) sekitar pukul 22.00 WIB.

Dari tangan pelaku, petugas menemukan tiga bungkus besar kokain dengan berat total 3.012,1 gram, sebuah plastik assoy, dan sebuah handphone.

Berdasarkan keterangan tersangka Tahan, petugas kemudian mengembangkan kasus ini dan berhasil menangkap I Alias IL (50) di Jalan Selat Tanjung Medan."

Kedua pelaku kini harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum. Mereka terancam hukuman berat sesuai dengan Pasal 114 ayat (2) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Kapolres Tanjungbalai AKBP Welman Fery S.IK.M.IKom melalui kasi Humas Ipda M Ruslan,S.I.P menegaskan bahwa pihaknya tidak akan mentolerir terhadap segala bentuk peredaran narkoba dan akan terus meningkatkan upaya pemberantasan narkoba di wilayah hukum Polres Tanjung Balai. **

Foto; Dua tersangka bersama barang bukti diruang periksa Polres Tanjungbalai.(Ist)

Polresta Banyuwangi Gelar Panen Raya Jagung Serentak Kuartal I Tahun 2025

BANYUWANGI || jejakindonesia.id – Polresta Banyuwangi melaksanakan Panen Raya Jagung Serentak Kuartal I Tahun 2025 sebagai bentuk dukungan terhadap program peningkatan produksi jagung nasional dan penguatan ketahanan pangan.

Kegiatan ini dilaksanakan di lahan jagung seluas 14 hektare yang berada di aset Desa Genteng Wetan, Dusun Resomulyo, Kecamatan Genteng, Kabupaten Banyuwangi.Kamis (8/1/2026)

Lahan jagung tersebut diproyeksikan menghasilkan sekitar 126 ton jagung varietas BISI-18. Hasil panen berupa jagung pipil kering dengan kadar air sekitar 25 persen, yang dikelola oleh Kelompok Tani Maju Jaya di bawah kepemimpinan Sugeng Suprayitno.

Mewakili Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol. Dr. Rama Samtama Putra, S.I.K., M.Si., M.H., Kabag SDM Polresta Banyuwangi Kompol Ali Masduki,S.H., M.H., menyampaikan bahwa kegiatan panen raya ini merupakan implementasi nyata peran Polri dalam mendukung program strategis pemerintah di bidang ketahanan pangan.

“Polri terlibat aktif mulai dari penanaman hingga pendataan target lahan dan produksi. Untuk wilayah Polresta Banyuwangi, target penanaman jagung tahun 2025 telah tercapai 100 persen,” ungkap Kompol Ali Masduki.

Lebih lanjut disampaikan, Polresta Banyuwangi akan terus memperkuat koordinasi dengan Dinas Pertanian, Badan Pusat Statistik (BPS), serta Bulog, khususnya dalam pendataan dan penyerapan hasil panen jagung.

Evaluasi pelaksanaan program tahun 2025 akan menjadi dasar peningkatan pelaksanaan program di tahun 2026, termasuk mendorong penetapan harga standar jagung oleh Bulog agar petani tidak dirugikan.

Kegiatan panen raya ini dilanjutkan dengan Zoom Meeting nasional yang dipimpin langsung oleh Kapolri sebagai bentuk monitoring dan penguatan komitmen Polri dalam mendukung ketahanan pangan nasional.

Melalui sinergi lintas sektor yang berkelanjutan, Polresta Banyuwangi berkomitmen untuk terus mendukung program pemerintah demi terwujudnya ketahanan pangan nasional dan kesejahteraan masyarakat. (***)

Sistem Digitalisasi Pemerintahan Banyuwangi Kembali yang Terbaik Se-Indonesia

BANYUWANGI || jejakindonesia.id – Sistem digitalisasi pemerintahan Pemkab Banyuwangi kembali ditetapkan menjadi yang terbaik di Indonesia. Berdasarkan pemantauan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB), Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) Banyuwangi ditetapkan sebagai pemerintah daerah dengan indeks SPBE tertinggi.

SPBE merupakan penyelenggaraan pemerintahan yang memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi untuk memberikan pelayanan. Untuk mengukur perkembangan SPBE di Indonesia, KemenPAN-RB bersama tim melaksanakan pemantauan dan evaluasi SPBE.

Hasil pemantauan Kemenpan RB terhadap sistem pemerintahan berbasis elektronik pada seluruh kementerian, lembaga, dan pemerintahan provinsi dan daerah se-Indonesia, Banyuwangi masuk kategori ”Memuaskan” dengan nilai indeks 4,87 dari skala maksimal 5. Nilai tersebut merupakan yang tertinggi di antara pemerintah daerah baik provinsi maupun kabupaten/kota.

Berikut lima besar intansi dengan indeks tertinggi adalah Kemenpan RB (4,88), Pemkab Banyuwangi (4,87), Pemprov Jabar (4,80), Pemprov Jatim (4,79), Pemkot Surabaya (4,78). Sementara indeks SPBE nasional (rata-rata) tercatat 3,23.

Pemantauan SPBE 2025 terdiri atas 47 indikator dalam empat domain SPBE. Pertama, domain Kebijakan Internal, kedua domain Tata Kelola SPBE, ketiga domain Manajemen SPBE dan keempat domain Layanan SPBE yang terdiri atas penerapan layanan administrasi pemerintahan berbasis elektronik dan layanan publik berbasis elektronik.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani bersyukur dapat meraih capaian indeks SPBE tertinggi di antara pemerintah daerah lainnya se-Indonesia. Capaian ini merupakan hasil komitmen berkelanjutan dalam upaya digitalisasi di semua lini pemerintahan.

“Capaian ini semakin memotivasi kami untuk terus berkomitmen melakukan kinerja terbaik dengan terus memaksimalkan sistem elektronik baik pada administrasi pemerintahan maupun integrasi pelayanan publik, dengan terus memperbaiki sistem tata kelola dan peningkatan kapasitas aparaturnya,” kata Ipuk.

Pelaksanaan evaluasi SPBE dilakukan setiap dua tahun sekali untuk memastikan penerapan SPBE pada instansi pusat dan daerah dilaksanakan secara berkelanjutan. SPBE adalah gambaran atas progres transformasi digital instansi, sekaligus menjadi panduan strategis dalam menyelaraskan penerapan pemerintah digital dengan kebijakan nasional.

Ipuk berterima kasih atas apresiasi dan dukungan pemerintah pusat, yang memberikan kepercayaan pada Banyuwangi atas komitmen dalam melaksanakan digitalisasi secara berkelanjutan. Salah satunya dengan menunjuk Banyuwangi untuk pelaksanaan program transformasi digital nasional. Yakni menjadi pilot project digitalisasi Bantuan Sosial (Bansos) yang bertujuan memastikan penyaluran bantuan lebih tepat sasaran dan transparan melalui aplikasi Portal Perlinsos.

Uji coba program ini telah berlangsung sejak bulan September 2025. Saat ini, project ini akan diperluas ke sejumlah daerah lain di Indonesia setelah melihat keberhasilan yang dilakukan Banyuwangi.

“Ini adalah sebuah kepercayaan yang berharga dimana Banyuwangi menjadi model "laboratorium hidup" transformasi digital pemerintahan daerah untuk menciptakan sistem perlindungan sosial yang lebih baik secara nasional,” kata Ipuk.

Sebelumnya Banyuwangi juga telah memiliki sistem pelayanan publik digital terintegrasi “Smart Kampung”. Smart Kampung dikembangkan sejak 2016 untuk mendorong budaya digital hingga tingkat desa. Pada Smart Kampung, selain untuk pelayanan publik terkait kependudukan, juga digunakan untuk permasalahan bantuan sosial, pendidikan, hingga kesehatan. (*)

Polda Sumut Salurkan Bantuan Pendidikan, Sembako, dan Air Bersih ke Warga Terdampak Bencana di Sibolga dan Tapteng

SIBOLGA || jejakindonesia.id - Tapanuli Tengah – Satuan Brimob Polda Sumatera Utara terus menunjukkan komitmennya dalam penanggulangan bencana alam di wilayah Kota Sibolga dan Kabupaten Tapanuli Tengah. Melalui personel SAR Batalyon A Pelopor, berbagai bantuan kemanusiaan disalurkan kepada masyarakat terdampak bencana guna mendukung pemulihan kehidupan sosial, pendidikan, dan kebutuhan dasar warga, Rabu (7/1/2026).

Kegiatan kemanusiaan ini mencakup pendistribusian bantuan pendidikan, sembako, serta air bersih di sejumlah titik terdampak. Personel SAR Batalyon A Pelopor bergabung dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Tapanuli Tengah menyalurkan bantuan berupa peralatan kebersihan sekolah serta perlengkapan belajar seperti tas, buku, dan alat tulis ke sekolah darurat SDN 155678 Hutanabolon 2, Kecamatan Tukka, serta UPTD SDN 158505 Tukka.

Bantuan tersebut ditujukan untuk mendukung keberlangsungan proses belajar mengajar di tengah kondisi pascabencana.

Selain itu, personel Brimob bersama relawan juga melaksanakan pendistribusian bantuan sembako kepada masyarakat terdampak di Desa Sigiring-giring, Kecamatan Tukka, guna membantu memenuhi kebutuhan pokok warga yang masih dalam masa pemulihan. Sementara di Desa Sibuluan Nalambok, Kecamatan Sarudik, Brimob mendistribusikan air bersih dengan memanfaatkan peralatan water treatment milik Sat Brimob Polda Sumut, yang sangat membantu masyarakat di tengah keterbatasan akses air bersih.

Komandan Batalyon A Pelopor Sat Brimob Polda Sumut, Kompol Mukhtar I. Kadoli, S.I.K., M.H. Ia menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk kehadiran Polri di tengah masyarakat dalam situasi darurat bencana.
“Kami berupaya menjawab kebutuhan paling mendasar masyarakat pascabencana, mulai dari pendidikan anak-anak, ketersediaan pangan, hingga akses air bersih. Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban warga sekaligus menumbuhkan kembali semangat untuk bangkit,” ujar Kompol Mukhtar.

Ia menambahkan bahwa perhatian terhadap pendidikan menjadi salah satu prioritas, agar anak-anak tetap termotivasi mengikuti proses belajar meski berada dalam kondisi terbatas. Sementara pemenuhan kebutuhan pangan dan air bersih dilakukan untuk menjaga kesehatan dan ketahanan masyarakat terdampak.

error: Content is protected !!