Sorry, we're closed Opens Kamis at 9:00 am

Tahun: 2026

Festival Komik Polisi Penolong 2026: Menghidupkan Kembali Wajah Humanis Polri Lewat Komik, Aksi, dan Dialog Publik

JAKARTA || jejakindonesia.id — Upaya membangun kembali kedekatan Polri dengan masyarakat, khususnya generasi muda, terus dilakukan melalui pendekatan kreatif dan partisipatif. Salah satunya diwujudkan lewat Festival Komik Polisi Penolong 2026 yang digelar di kawasan Car Free Day (CFD) Bundaran HI, Jakarta, Minggu pagi.

Festival ini merupakan puncak rangkaian Lomba Komik “Polisi Penolong” 2026, sebuah inisiatif berbasis storytelling visual yang mengajak publik—khususnya anak muda—untuk merekam dan menyampaikan kisah-kisah positif tentang polisi melalui medium komik.
Acara ini dihadiri langsung oleh Kepala Badan Pemelihara Keamanan (Kabaharkam) Polri, Komjen Pol Karyoto, SIK. beserta jajaran Baharkam Polri, sebagai bentuk dukungan terhadap upaya membangun citra Polri yang humanis, terbuka, dan dekat dengan masyarakat.

Komik sebagai Jembatan Emosi Generasi Muda
Dalam beberapa tahun terakhir, citra Polri di ruang publik—terutama di media sosial—menghadapi tantangan serius. Padahal di lapangan, masih banyak polisi yang hadir sebagai penolong pertama saat terjadi bencana, kecelakaan, konflik sosial, hingga situasi darurat lainnya.

“Komik dipilih karena menjadi bahasa yang dekat dengan generasi muda. Ringkas, visual, menyentuh, dan mudah dibagikan. Lewat komik, publik diajak melihat polisi dari sisi kemanusiaan,” ujar salah satu inisiator kegiatan.

Lomba Komik “Polisi Penolong” sendiri telah dilaksanakan pada November–Desember 2025, dengan lebih dari 500 peserta dari seluruh Indonesia. Sebanyak 15 karya terbaik dan 1 karya favorit dipamerkan dalam festival ini, sekaligus diumumkan para pemenangnya.

Dewan juri yang hadir dalam acara ini terdiri dari Jan Praba (seniman dan komikus nasional), Wahyu Aditia (komikus digital nasional), serta Hasby Ristama, inisiator Lomba Komik Polisi Penolong. Melalui festival ini, masyarakat juga diajak melihat langsung kemampuan dan kelengkapan peralatan Polri dalam menjalankan fungsi penolong dan penyelamat.

Beragam satuan kerja di bawah Baharkam Polri turut hadir, di antaranya Korps Kepolisian Perairan dan Udara (Polairud), termasuk Polair dan Poludara yang sebelumnya viral saat membantu penanganan bencana di Sumatra melalui jalur udara dan laut. Korps Sabhara, menghadirkan Polisi Pariwisata Pamobvit, tim rescue Perintis Samapta, hingga Polisi Satwa (K9) yang berperan penting dalam operasi pencarian dan penyelamatan korban bencana. Salah satu anjing pelacak legendaris yang gugur saat mencari korban bencana Sumatra, K9 Reno, bahkan menjadi inspirasi dalam salah satu karya komik peserta lomba.

Tak hanya itu, jajaran Binmas Polri juga hadir, termasuk sosok Pak Purnomo – Polisi Baik, yang dikenal luas karena dedikasi dan pendekatan kemanusiaannya. Kehadirannya menjadi simbol nyata polisi yang hadir, mendengar, dan membantu masyarakat.

Ruang Ekspresi, Dialog, dan Partisipasi Publik
Festival Komik Polisi Penolong dirancang sebagai ruang terbuka bagi masyarakat. Beragam kegiatan digelar, mulai dari:
- Lomba menggambar komik untuk anak-anak SD
- Lomba lukis Polisi Penolong secara spontan (on the spot)
- Senam Zumba bersama
- Pameran foto dan peralatan rescue Polri
- Panggung dialog dan “curhat publik” tentang pengalaman, kritik, dan harapan terhadap Polri

Masyarakat juga dapat berinteraksi langsung dengan personel Polri, berdialog, bertanya, hingga menyampaikan aspirasi secara terbuka.

Acara ditutup dengan penyerahan trofi dan hadiah Lomba Komik Polisi Penolong 2026, yang diserahkan langsung oleh Kabaharkam Polri Komjen Pol Karyoto sebagai simbol apresiasi terhadap kreativitas publik dalam merawat narasi positif tentang polisi.

Melalui festival ini, Polri menegaskan kembali pesan penting bahwa di balik seragam, masih banyak polisi baik—siap menolong, siap hadir, dan siap mendengar masyarakat.

Pencarian Hari Kedua, Polda Sulsel Konfirmasi Penemuan Material Pesawat ATR 42-500

PANGKEP || jejakindonesia.id - Pencarian hari kedua terhadap pesawat jenis ATR 42-500 milik maskapai Indonesia Air Transport yang hilang kontak di wilayah Sulawesi Selatan mulai menemui titik terang. Tim SAR Gabungan dari Ditsamapta Polda Sulsel berhasil menemukan puing-puing pesawat di kawasan Gunung Bulusaraung, Kecamatan Balocci, Kabupaten Pangkep, pada Minggu (18/1/2026).

Direktur Samapta Polda Sulsel Kombes Pol. Brury Soekotjo, mengonfirmasi bahwa penemuan tersebut terjadi sekitar pukul 10.00 WITA. Puing ditemukan saat personel melakukan penyisiran intensif di medan pegunungan yang terjal.

"Personel Sie Pammat Ditsamapta Polda Sulsel yang tergabung dalam Tim SAR Gabungan telah menemukan titik jatuhnya pesawat beserta material puing ATR 42-500 di area Gunung Bulusaraung," ujar Kombes Pol. Brury.

Operasi pencarian ini telah dimulai sejak pukul 07.00 WITA dengan melibatkan personel gabungan dari Ditsamapta Polda Sulsel (Unit Pammat), Satbrimob Polda Sulsel, TNI, Basarnas, dan BPBD. Untuk mengoptimalkan jangkauan di medan yang berat, tim dibagi menjadi empat kelompok penyisir.

Di bawah pimpinan Plt. Kasi Pammat, AKP Acang Suryana, S.H., tim bergerak dari titik kumpul di Polsek Balocci menuju lereng Gunung Bulusaraung hingga akhirnya menemukan lokasi jatuhnya pesawat.

Pascapenemuan ini, fokus utama tim akan beralih pada upaya evakuasi korban serta pengamanan lokasi kejadian (status quo). Hal ini dilakukan guna mendukung proses penyelidikan lebih lanjut oleh pihak berwenang mengenai penyebab kecelakaan.

Saat ini, sejumlah personel tetap disiagakan di posko terdekat untuk mendukung kebutuhan logistik dan koordinasi evakuasi. Ditsamapta Polda Sulsel menyatakan komitmennya untuk memberikan upaya maksimal dalam misi kemanusiaan ini dan akan terus memperbarui informasi terkait perkembangan proses evakuasi di lapangan.

Sinergi Kemanusiaan Brimob dan PMI, Dapur Lapangan Beroperasi dan Masjid Diperbaiki di Aek Ngadol

SUMUT || jejakindonesia.id - Personel Brimob Batalyon C Pelopor Satuan Brimob Polda Sumatera Utara terus menunjukkan kepedulian terhadap masyarakat terdampak bencana di Kabupaten Tapanuli Selatan. Pada Minggu (18/1/2026), Brimob melaksanakan kegiatan dapur lapangan sekaligus pengecatan fasilitas kamar mandi Masjid Nurul Islam di Desa Aek Ngadol, Kecamatan Batang Toru.

Kegiatan ini dipusatkan di sekitar Posko 1 Brimob Batalyon C Pelopor dan dilaksanakan bersama Palang Merah Indonesia (PMI). Selain menyiapkan dapur lapangan untuk mendukung kebutuhan konsumsi masyarakat dan relawan, personel Brimob juga melakukan pengecatan kamar mandi masjid sebagai bagian dari perbaikan fasilitas umum agar dapat kembali digunakan dengan nyaman.

Kegiatan tersebut dilaksanakan dengan melibatkan peralatan sederhana seperti cangkul, sekop, dan angkong, namun tetap berjalan efektif berkat kerja sama yang solid antara Brimob, PMI, dan masyarakat setempat.

Danton I Kompi 2 Batalyon C Pelolor Satbrimob Polda Sumut, Iptu Erwinsyah Putra Siregar, S.H., menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud kehadiran negara di tengah masyarakat, tidak hanya dalam aspek pengamanan, tetapi juga kemanusiaan.
“Melalui dapur lapangan dan perbaikan fasilitas ibadah ini, kami ingin membantu meringankan beban warga sekaligus memastikan sarana umum tetap layak digunakan. Brimob akan terus hadir dan bekerja bersama masyarakat,” ujarnya.

Hasil dari kegiatan tersebut, satu kamar mandi Masjid Nurul Islam telah selesai dicat dan akan dilanjutkan pada kamar mandi lainnya.

Pangdam Kasuari Pimpin Upacara Penyerahan Tunggul Yonif TP : Tegaskan Tunggul Yonif TP sebagai Simbol Kehormatan dan Pengabdian

KAIMANA || jejakindonesia.id – Pangdam XVIII/Kasuari Mayjen TNI Christian Kurnianto Tehuteru memimpin Upacara Penyerahan Tunggul Yonif Teritorial Pembangunan (TP) kepada para Danyonif TP di Yonif TP 864/NN, Kabupaten Kaimana, Papua Barat, pada Kamis (15/1/2026). Upacara tersebut dihadiri pejabat Kodam XVIII/Kasuari dan Forkopimda Kabupaten Kaimana sebagai penegasan resmi eksistensi dan kehormatan satuan Yonif TP di wilayah Papua Barat dan Papua Barat Daya.

Dalam amanatnya, Pangdam menegaskan tunggul sebagai simbol kehormatan, identitas, dan semangat juang prajurit, sekaligus pengingat integritas dan loyalitas. Penamaan satuan Yonif TP mencerminkan sejarah, kearifan lokal, serta harapan agar prajurit senantiasa mengabdi dengan tanggung jawab moral tinggi.

Pangdam mengapresiasi Forkopimda dan masyarakat Kaimana atas sambutan hangat dan kepercayaan kepada Yonif TP, yang menjadi modal penting pelaksanaan tugas secara humanis dan profesional. Yonif TP diharapkan aktif mendukung ketahanan pangan, pembangunan, dan kesejahteraan masyarakat. Kegiatan dilanjutkan dengan peninjauan lahan Yonif TP 864/NN, penanaman bibit jagung, serta penebaran bibit ikan sebagai wujud nyata komitmen TNI AD dalam pemberdayaan masyarakat Papua Barat.

Sumber: Pendam XVIII Kasuari

Mendagri: Pemerintah Kembalikan TKD Rp10,6 Triliun untuk Aceh, Sumut, dan Sumbar

JAKARTA || jejakindonesia.id — Pemerintah pusat memutuskan untuk mengembalikan dana Transfer ke Daerah (TKD) kepada Provinsi Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar). Total dana TKD yang dikembalikan mencapai Rp10,6 triliun. Langkah ini ditempuh untuk mendukung percepatan pemulihan pascabencana banjir dan longsor di daerah tersebut.

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian selaku Ketua Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatra menjelaskan, keputusan tersebut telah disetujui Presiden Prabowo Subianto dalam rapat yang digelar pada Sabtu (17/1/2026). Dengan kebijakan ini, TKD untuk seluruh provinsi serta kabupaten/kota di tiga wilayah tersebut disamakan dengan TKD tahun 2025 setelah efisiensi.

"Presiden kemudian sudah memutuskan tadi bahwa seluruh provinsi, kabupaten/kota tiga ini, Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, transfer keuangan daerahnya disamakan dengan di tahun 2025. Dengan kata lain ya ditambahnya angkanya totalnya menjadi 10,6 triliun," kata Mendagri di rumah dinas, Jalan Widya Chandra, Jakarta, Sabtu malam (17/1/2026).

Ia menegaskan, pemerintah pusat berkomitmen penuh memulihkan kondisi di tiga provinsi tersebut, mulai dari sektor pendidikan, kesehatan, hingga perekonomian. Berbagai kekuatan dan sumber daya nasional telah dimobilisasi untuk mendukung pemulihan pascabencana.

“Pesan Pak Presiden ya jelas, beliau sangat memahami kesulitan dari daerah. Beliau sudah mobilisasi semua kekuatan pusat, dan itu ada anggaran yang tersendiri; dari PU, dari Kementerian Pendidikan, dari dana tentara, kesehatan, lain-lain, TNI, Polri, BNPB, kemudian juga Basarnas, macam-macam, semua di-backup semua, semua didorong,” katanya.

Meski demikian, Mendagri mengingatkan pentingnya gotong royong antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah (Pemda) dalam penanganan pascabencana. Pengembalian TKD ini diharapkan dapat memperkuat kapasitas fiskal daerah.

“Tapi daerah sendiri ini juga tentu perlu juga untuk bergerak, gotong royong. Nah, tapi untuk mereka kuat, ditambah anggaran. Kira-kira gitu,” ucapnya.

Mendagri juga menekankan agar dana TKD dimanfaatkan secara efektif, efisien, dan bertanggung jawab untuk pemulihan kehidupan masyarakat. Ia mengingatkan keras agar tidak terjadi penyelewengan anggaran.

“Ya jangan diselewengkan, ini anggaran bencana. Kalau anggaran bencana ini sampai diselewengkan, ini apa namanya itu, mudaratnya berlipat-lipat ganda. Satu, ini adalah pidana. Yang kedua, tanggung jawab kepada Tuhan. Yang ketiga, ini adalah artinya menari-nari di atas penderitaan masyarakatnya sendiri. Enggak boleh,” tegasnya.

Adapun rincian pengembalian TKD tersebut meliputi Rp1,6 triliun untuk Provinsi Aceh beserta 23 kabupaten/kota, Rp6,3 triliun untuk Provinsi Sumatera Utara dan 33 kabupaten/kota, serta Rp2,7 triliun untuk Provinsi Sumatera Barat dan 19 kabupaten/kota.

Mendagri menjelaskan, dana tersebut dapat digunakan sesuai kebutuhan daerah masing-masing, seperti perbaikan jalan dan jembatan, penanganan pengungsi, normalisasi sungai, hingga pembersihan lingkungan terdampak bencana. Ia juga memastikan pemerintah pusat akan mengawal proses penyaluran dana agar dapat segera diterima daerah.

“Ya, jadi dengan tambahan anggaran ini ya saya harap kerja mereka lebih optimal lagi. Jangan disalahgunakan sekali lagi. Saya akan kawal secepat mungkin bersama dengan Menteri Keuangan agar anggaran-anggaran ini dapat segera ditransfer ke daerah-daerah secepat mungkin,” ujarnya.

Mendagri memastikan seluruh kabupaten/kota di tiga provinsi tersebut, tanpa terkecuali, menerima pengembalian TKD secara utuh. Menurutnya, meskipun tidak semua daerah terdampak langsung, dampak sosial dan ekonomi dirasakan secara luas.

“Dan beliau langsung memutuskan tadi diberikan kepada seluruh kabupaten/kota di dan provinsi di tiga provinsi ini. Kenapa? Karena inilah bencana-bencana provinsi,” jelasnya.

Lebih lanjut, Mendagri menyampaikan harapannya agar proses transfer TKD dapat mulai berjalan pada awal pekan depan melalui koordinasi antara Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dan Kementerian Keuangan (Kemenkeu). “Saya maunya minggu depan sudah ditransfer. Ini kan hari Sabtu, enggak masuk kerja, toh? Hari Senin berarti,” pungkasnya.

Puspen Kemendagri

error: Content is protected !!