Sorry, we're closed Opens today at 9:00 am

Tahun: 2026

Tim Inafis Polres Simalungun Bekerja Maksimal Ungkap Kematian Pria di Bondar, Motif Masih Diselidiki

SIMALUNGUN || Jejak-indonesia.id - Tim Identifikasi (Inafis) Satuan Reserse Kriminal Polres Simalungun menunjukkan kinerja profesional dalam mengungkap kasus kematian misterius seorang pria di aliran Bondar Simpangan Bolon, Kelurahan Huta Bayu, Rabu (11/2/2026) sore. Meski penyebab kematian sudah terungkap lewat otopsi, motif di balik kejadian ini masih terus didalami.

"Tim Inafis kami bekerja maksimal sejak laporan masuk. Dari olah TKP hingga otopsi, semua dilakukan secara profesional dan teliti. Hasilnya, penyebab kematian sudah terungkap, tapi motif kejadian masih kami dalami lebih lanjut," ujar Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Simalungun AKP Herison Manullang, SH saat dikonfirmasi Kamis (11/2/2026) sekitar pukul 15.10 WIB.

Kasus bermula ketika warga menemukan jenazah seorang pria mengapung di aliran Bondar Simpangan Bolon pada Rabu sore sekitar pukul 16.00 WIB. Korban kemudian diidentifikasi sebagai Chu Wan Lee Simanjuntak (37 tahun), seorang wiraswasta yang tinggal di Sipintu Pintu, Kelurahan Huta Bayu, Kecamatan Huta Bayu Raja.

Informasi penemuan mayat langsung ditindaklanjuti cepat oleh jajaran Polsek Tanah Jawa. Kapolsek Kompol Banuarea Manurung, SH bersama tim termasuk Kanit Reskrim IPTU Fritsel G. Sihotang, SH, MH, Pawas IPDA WO Silitongan, dan beberapa personel lainnya segera meluncur ke lokasi.

"Begitu informasi masuk, tim langsung bergerak ke TKP. Kecepatan respons sangat penting dalam kasus seperti ini untuk mengamankan barang bukti dan jejak-jejak penting," ungkap Kasat Reskrim menjelaskan tindakan cepat tim.

Sesampainya di TKP, petugas mendapati jenazah sudah diangkat oleh warga dan diletakkan di pinggir bondar. Tim langsung membuat garis police line untuk mengamankan TKP dan mencegah kontaminasi barang bukti.

Tim Inafis Polres Simalungun yang terdiri dari Aipda Owen Saragih dan Aipda Sujid Saputra kemudian melakukan pemeriksaan luar terhadap jenazah. Hasilnya mencengangkan—ditemukan luka-luka di bagian kepala dan wajah korban.

"Dari pemeriksaan luar yang dilakukan Tim Inafis, langsung terlihat ada luka-luka mencurigakan di kepala dan wajah korban. Ini membuat kami curiga dan melanjutkan investigasi lebih dalam," ucap AKP Herison menjelaskan temuan awal yang mencurigakan.

Tim juga melakukan olah TKP secara menyeluruh. Beberapa barang bukti penting berhasil diamankan, termasuk botol bir hitam yang ditemukan di lokasi. Informasi dari saksi-saksi menyebutkan korban sempat berada di warung tuak sebelum kejadian. Sepeda motor korban juga ditemukan di lokasi yang berbeda dari TKP penemuan jenazah.

"Kami mengamankan semua barang bukti dan melakukan interrogasi terhadap saksi-saksi. Dua orang saksi, BS (61 tahun) dan SP (50 tahun), keduanya petani setempat, memberikan keterangan penting tentang keberadaan korban sebelum kejadian," ungkap Kasat Reskrim.

Untuk memastikan penyebab kematian, jenazah dibawa ke Rumah Sakit Umum Djasamen Saragih untuk dilakukan otopsi. Hasil otopsi pemeriksaan luar dan dalam mengungkap fakta mengejutkan.

Ditemukan pendarahan di rongga kepala yang ditandai dengan adanya darah di dalam rongga kepala serta patah atau retak tulang dasar tengkorak (fraktur basis cranii). Ada pula luka lecet antemortem atau luka sebelum kematian hampir di seluruh wajah, luka robek di kepala kiri luar, dahi kiri dan kanan, kelopak mata, serta pangkal hidung.

"Hasil otopsi menunjukkan korban mengalami pendarahan di rongga kepala akibat trauma tumpul. Pendarahan ini mengganggu sistem saraf pusat pernapasan yang berujung asfiksia atau mati lemas. Itu penyebab kematiannya," ungkap Kasat Reskrim memaparkan hasil otopsi secara detail.

Selain luka antemortem, ditemukan juga luka lecet postmortem atau luka setelah kematian di tangan, kaki, dan punggung. Sumber trauma yang menyebabkan kematian adalah trauma tumpul, namun bagaimana trauma itu terjadi masih menjadi fokus penyelidikan.

"Penyebab kematian sudah jelas dari hasil otopsi Tim Inafis kami. Tapi motif dan kronologi lengkap kejadian masih terus kami dalami. Apakah ini kecelakaan, perkelahian, atau ada unsur lain, semua masih dalam penyelidikan intensif," tegas AKP Herison.

Kasus ini tercatat dalam Laporan Polisi Nomor LP-A/01/II/2026/Polsek Tanah Jawa tertanggal 11 Februari 2026. Setelah otopsi selesai, jenazah Chu Wan Lee Simanjuntak dikembalikan kepada keluarga untuk dimakamkan.

"Tim Inafis kami telah bekerja maksimal dengan dokumentasi lengkap. Situasi di lokasi aman dan kondusif. Penyelidikan terus berlanjut hingga motif terungkap tuntas," tutup Kasat Reskrim.

Wujudkan Ketahanan Pangan Nasional, Wakapolda Metro Jaya Tinjau Lahan Produktif 49 Hektar di Muara Gembong

BEKASI || Jejak-indonesia.id – Dalam upaya mendukung program ketahanan pangan nasional secara mandiri dan berkelanjutan, Wakapolda Metro Jaya Brigjen Pol. Dekananto Eko Purwono, S.I.K., M.H., melakukan peninjauan langsung ke area tambak dan peternakan di Muara Gembong, Kabupaten Bekasi. Rabu (11/2/2026). Lahan produktif seluas 49 hektar tersebut kini dioptimalkan sebagai pusat produksi pangan terintegrasi bagi kepolisian dan masyarakat.

Dalam kunjungan tersebut, Wakapolda meninjau secara mendalam berbagai sektor budidaya yang sedang dikembangkan. Sektor-sektor strategis tersebut meliputi peternakan kambing dan ayam petelur, serta sektor perikanan yang memfokuskan pada budidaya ikan nila, bandeng, dan udang. Kehadiran pimpinan Polri di lokasi ini bertujuan untuk memberikan dukungan moril sekaligus memastikan pengelolaan lapangan berjalan produktif.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Kombes Pol. Budi Hermanto, S.I.K., M.Si., menyatakan bahwa optimalisasi lahan ini adalah bukti nyata peran kepolisian dalam memperkuat ekosistem pangan.

"Kegiatan ini merupakan komitmen nyata Polri dalam memperkuat ekosistem ketahanan pangan," ujar Kabidhumas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Budi Hermanto, S.I.K., M.Si.

Rencananya, hasil dari budidaya di Muara Gembong ini nantinya akan didistribusikan secara konsisten ke 57 Satuan Pelayanan Pangan Gizi (SPPG) di seluruh wilayah hukum Polda Metro Jaya.

Langkah ini dirancang untuk menciptakan rantai pasok bahan baku yang stabil, guna menjamin ketersediaan pangan yang berkualitas dan bergizi bagi masyarakat luas. Dengan pengelolaan lahan yang efektif, Polda Metro Jaya berharap program ini dapat menjadi model bagi kemandirian pangan di wilayah lainnya.

Sigap Sebelum Banjir Susulan Datang, Polda Sumut Bergerak Cepat Evakuasi Warga Di Tapteng

SUMUT || Jejak-indonesia.id - Tidak menunggu situasi memburuk, tidak menanti korban bertambah. Satuan Brimob Polda Sumatera Utara bergerak cepat saat potensi banjir susulan mengancam wilayah Kelurahan Bonalumban, Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah.

Pada Rabu malam, 11 Februari 2026, pukul 23.00 WIB hingga selesai, satu pleton personel Batalyon C Pelopor yang BKO di Polres Tapanuli Tengah langsung diterjunkan ke lokasi rawan terdampak luapan air. Dalam suasana malam yang gelap dan kondisi cuaca yang belum sepenuhnya stabil, personel melaksanakan patroli menyeluruh sekaligus melakukan evakuasi warga dari titik-titik berisiko tinggi.

Langkah cepat ini merupakan bagian dari komitmen dan perhatian penuh Komandan Satuan Brimob Polda Sumut, Kombes Pol. Rantau Isnur Eka, S.I.K., M.M., M.H., M.Han., dalam memastikan keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama. Arahan tegas untuk mengedepankan respons cepat, tindakan terukur, serta pendekatan humanis diwujudkan secara nyata di lapangan.

Personel Batalyon C Pelopor menyisir gang-gang pemukiman, membantu warga yang masih bertahan di rumah, mengevakuasi masyarakat rentan, serta memastikan tidak ada yang tertinggal apabila debit air kembali meningkat. Upaya ini dilakukan sebagai langkah antisipatif menghadapi kemungkinan banjir susulan yang dapat terjadi sewaktu-waktu.

Dengan semangat pengabdian dan solidaritas, proses evakuasi berlangsung aman, tertib, dan terkendali. Patroli di daerah rawan banjir berjalan maksimal, situasi kamtibmas tetap kondusif, dan seluruh personel beserta perlengkapan dinas dalam keadaan lengkap dan aman. Perkembangan terakhir menunjukkan air yang sebelumnya meluap telah berangsur surut, namun kesiapsiagaan tetap dipertahankan.

Kehadiran Brimob di tengah masyarakat bukan hanya saat kondisi darurat mencapai puncaknya, tetapi juga dalam langkah-langkah pencegahan sebelum risiko membesar. Inilah wujud nyata Brimob sebagai pelindung, pengayom, sekaligus sahabat masyarakat dalam situasi sulit.

Brimob Polda Sumut hadir dengan ketegasan, bergerak dengan kecepatan, dan bertindak dengan kepedulian.

Dari Puing ke Harapan: Polda Sumut Terus Kawal Pemulihan Warga Batang Toru

BATANG TORU || Jejak-indonesia.id – Personel Batalyon C Satuan Brimob Polda Sumatera Utara terus menunjukkan komitmen nyata dalam mendukung pemulihan masyarakat pascabencana di Kabupaten Tapanuli Selatan. Pada Kamis, 12 Februari 2026, sejumlah kegiatan kemanusiaan dan pengamanan dilaksanakan secara terpadu di beberapa titik wilayah Kecamatan Batang Toru.

Kegiatan difokuskan di Posko Brimob Hapesong Lama Desa Simatuhir, pembangunan Hunian Tetap (Huntap) Desa Napa, serta Desa Garoga dan Desa Aek Ngadol. Kehadiran personel Brimob tidak hanya memastikan keamanan pembangunan hunian, tetapi juga memberikan bantuan langsung yang menyentuh kebutuhan dasar masyarakat.

Di Desa Garoga, personel Brimob membantu proses pengecoran pondasi rumah milik warga terdampak bencana, Bapak Ikhsan Hasibuan, yang hingga kini masih dalam tahap pengerjaan. Sementara itu, di Desa Simatuhir, patroli rutin dilakukan di sekitar pembangunan hunian sementara (Huntara) untuk memastikan kegiatan berjalan aman dan lancar. Saat ini, progres pembangunan Huntara menunjukkan perkembangan signifikan, dengan sebagian komunal telah rampung dan lainnya masih dalam berbagai tahap penyelesaian.

Selain pengamanan pembangunan hunian, personel Brimob juga membersihkan sisa pohon yang sebelumnya ditebang di belakang rumah Bapak Marancar Simatupang, sebagai bagian dari upaya menciptakan lingkungan yang lebih aman dan bersih bagi warga.

Dalam kegiatan sosial lainnya, Brimob turut membantu Organisasi Pramuka Peduli Jawa Tengah dalam menyalurkan bantuan Starling (stasiun air minum keliling) kepada masyarakat Desa Garoga. Sementara itu, bantuan WC amfibi disiapkan dan menunggu warga yang membutuhkan. Dapur lapangan yang didirikan juga berjalan optimal dan telah menyalurkan makanan kepada masyarakat terdampak.

Danki-1 Penugasan Batalyon C, AKP Antanius Tarigan, S.H., M.H., yang memimpin kegiatan tersebut menyampaikan bahwa kehadiran Brimob merupakan wujud nyata pengabdian Polri kepada masyarakat, khususnya dalam situasi pascabencana.

“Kami hadir tidak hanya untuk menjaga keamanan, tetapi juga memastikan masyarakat merasa aman, nyaman, dan terbantu dalam proses pemulihan. Sinergi antara personel Brimob dan masyarakat menjadi kunci agar pembangunan hunian dan bantuan sosial dapat berjalan dengan baik,” ujar AKP Antanius Tarigan.

Ia menambahkan, seluruh kegiatan dilaksanakan dengan pendekatan humanis, mengedepankan keselamatan serta kenyamanan warga yang terlibat langsung dalam pembangunan hunian sementara maupun hunian tetap.

Dengan berbagai upaya yang dilakukan secara berkelanjutan, Brimob Polda Sumut berharap proses pemulihan pascabencana di wilayah Batang Toru dapat berjalan lebih cepat, sehingga masyarakat dapat kembali menjalani kehidupan dengan aman dan layak.

Wamendagri Ribka Haluk Dorong Sinergisitas Pemda dan BPK dalam Pemeriksaan LKPD 2025

BALI || Jejak-indonesia.id - Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Ribka Haluk menegaskan perlunya sinergi yang lebih kuat antara pemerintah daerah (Pemda) dan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dalam pemeriksaan Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun 2025. Langkah ini penting untuk memastikan pemeriksaan berjalan lancar serta mendukung tata kelola keuangan negara yang transparan dan akuntabel.

"Pemeriksaan bukan untuk mencari kesalahan, tetapi untuk memastikan pengelolaan keuangan daerah telah berjalan sesuai dengan ketentuan peraturan perundangan dan telah menerapkan tata kelola keuangan daerah yang baik dan benar," ujarnya dalam acara Entry Meeting Pemeriksaan LKPD Tahun 2025 di Kantor Perwakilan BPK Provinsi Bali, Kamis (12/2/2026).

Ribka menilai pemeriksaan ini menjadi kesempatan untuk memperkuat sinergi BPK, Kemendagri, dan Pemda demi mewujudkan kesejahteraan masyarakat sesuai amanat konstitusi. Ia juga meminta para kepala daerah bersikap kooperatif, transparan, dan komunikatif selama pemeriksaan.

Selain itu, Ribka turut menegaskan pentingnya integrasi data melalui Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD) sebagai wujud transparansi pengelolaan pemerintahan. Menurutnya, dari total 546 Pemda, sebanyak 524 daerah telah menerapkan SIPD, sedangkan sisanya masih menghadapi sejumlah kendala terkait jaringan dan infrastruktur.

"Harus memanfaatkan SIPD ini, karena dengan sistem SIPD ini tentunya BPK juga dapat mengakses, KPK, dan juga semua aktivitas pemerintahan. Karena semua informasi tentang penyelenggaraan daerah ini ada di SIPD," pungkasnya.

Acara ini turut dihadiri oleh Anggota VI BPK RI Fathan Subchi, Direktur Jenderal PKN VI BPK RI Laode Nusriadi, serta para gubernur, sekretaris daerah, dan inspektur di wilayah lingkup Ditjen PKN VI BPK RI.

Puspen Kemendagri