Sorry, we're closed Opens today at 9:00 am

Tahun: 2026

Langkah Preventif Satgaswil Papua Barat: Edukasi Bahaya Radikalisme di Momentum HUT Baden Powell ke-169

SORONG || Jejak-indonesia.id – Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Baden Powell ke-169 yang jatuh pada 14 Februari 2026, Gerakan Pramuka Kwartir Cabang (Kwarcab) Kota Sorong resmi membuka perkemahan tahunan di Bumi Perkemahan (Buper) Mirino Suprau, Kamis (12/2).

Acara ini menjadi sangat strategis dengan hadirnya Tim Satuan Tugas Wilayah (Satgaswil) Papua Barat sebagai narasumber. Dalam sesi pembekalan, tim Satgaswil memberikan edukasi mendalam mengenai bahaya paham Intoleransi, Radikalisme, Ekstremisme, dan Terorisme (IRET), serta ancaman nyata radikalisasi digital yang kian marak di dunia maya.

Langkah preventif ini diambil untuk memperkuat wawasan kebangsaan dan membangun ketahanan generasi muda, khususnya di Provinsi Papua Barat Daya. Mengingat pesatnya arus informasi di era siber, para anggota Pramuka diharapkan mampu memproteksi diri dari infiltrasi ideologi negatif yang dapat memecah belah bangsa.

Melalui kegiatan ini, Gerakan Pramuka diproyeksikan menjadi agen perubahan (agent of change) yang garda terdepan dalam menjaga keutuhan NKRI serta merawat persatuan dan kesatuan di tanah Papua.

GWI Kalbar Kunjungi Ketapang, Alfian Tekankan Pentingnya Solidaritas Wartawan

KETAPANG || Jejak-indonesia.id -- Ketua DPD Gabungan Wartawan Indonesia (GWI) Kalimantan Barat, Alfian, melakukan kunjungan silaturahmi ke Kabupaten Ketapang bersama sejumlah rekan media dari Pontianak. Pertemuan yang berlangsung di salah satu kafe di Kota Ketapang itu menjadi momentum penting dalam memperkuat konsolidasi dan mendorong terbentuknya GWI di tingkat kabupaten.

Dalam suasana santai sambil menikmati hidangan kopi, Alfian bertemu dengan beberapa rekan media yang telah tergabung dalam GWI. Diskusi yang berlangsung hangat dan penuh keakraban tersebut tidak sekadar ajang silaturahmi, tetapi juga menjadi ruang bertukar pikiran, memberikan saran, pendapat, serta dukungan terhadap pembentukan kepengurusan GWI Kabupaten Ketapang.

Dalam arahannya, Alfian menegaskan bahwa pembentukan GWI di Ketapang perlu segera direalisasikan agar struktur organisasi di daerah dapat berjalan selaras dengan kepengurusan GWI Kalimantan Barat. Ia menekankan pentingnya menyusun komposisi kepengurusan yang solid, profesional, dan memiliki komitmen kuat dalam menjaga marwah serta etika jurnalistik.

"Organisasi ini bukan sekadar nama dan struktur, tetapi wadah untuk memperkuat kebersamaan, meningkatkan kualitas, dan menjaga integritas profesi wartawan," tegas Alfian dalam diskusi tersebut. Ia juga menyampaikan bahwa GWI harus mampu membangun sinergi dengan semua kalangan, termasuk pemerintah daerah, lembaga swasta, organisasi kemasyarakatan, serta berbagai institusi lainnya.

"Bangun komunikasi yang sehat, jaga profesionalisme, dan jadilah mitra strategis dalam mendukung pembangunan daerah," pesannya. Lebih lanjut, Alfian menyebut bahwa dukungan terhadap keberadaan GWI juga datang dari unsur pimpinan daerah di tingkat provinsi.

Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus, disebut sangat mendukung terbentuknya GWI di setiap kabupaten dan kota di Kalbar sebagai wadah yang memperkuat peran wartawan dalam pembangunan daerah. Dukungan tersebut menjadi energi positif bagi para wartawan di Ketapang untuk segera merampungkan pembentukan kepengurusan GWI Kabupaten.

Para rekan media yang hadir menyambut baik dorongan tersebut dan sepakat bahwa organisasi yang solid dan independen akan menjadi kekuatan moral dalam mengawal pembangunan secara objektif dan konstruktif. Mereka juga berharap GWI dapat menjadi rumah bersama bagi wartawan dan memperkuat peran pers dalam pembangunan daerah.

Alfian juga menekankan pentingnya solidaritas wartawan dalam menghadapi tantangan zaman. "Kita harus bersatu dan saling mendukung dalam menghadapi berbagai tantangan, termasuk dalam hal kebebasan pers dan keamanan wartawan," katanya.

Dalam kesempatan itu, Alfian juga mengajak para wartawan di Ketapang untuk terus meningkatkan kualitas dan profesionalisme dalam menjalankan tugas jurnalistik. "Kita harus terus belajar dan meningkatkan kemampuan kita agar dapat memberikan informasi yang akurat dan berimbang kepada masyarakat," pesannya.

Dengan demikian, diharapkan GWI Kabupaten Ketapang dapat menjadi wadah yang kuat dan solid dalam memperkuat peran pers di daerah.

Alfian berharap semangat kebersamaan yang terbangun dalam pertemuan tersebut tidak berhenti sebatas diskusi semata, tetapi dapat diimplementasikan dalam tindakan nyata.

Sebagai penutup, Alfian mengucapkan terima kasih kepada para rekan media di Ketapang yang telah menyambut kunjungannya dengan hangat. "Saya berharap kita dapat terus bersinergi dan bekerja sama dalam membangun daerah dan memperkuat peran pers di Kalimantan Barat," katanya. ( Nasrun Sy.)

Polres Simalungun Tegaskan Serius Buru Pelaku Pencabulan Anak, Status DPO Sudah Diterbitkan

SIMALUNGUN || Jejak-indonesia.id - Polres Simalungun membantah keras tudingan mengabaikan kasus pencabulan terhadap anak di bawah umur yang terjadi di Kecamatan Silau Kahean. Pihak kepolisian menegaskan bahwa penanganan kasus ini terus berjalan intensif, bahkan kedua pelaku sudah ditetapkan sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO).

"Sampai sekarang penyelidik Satreskrim Polres Simalungun terus melakukan penyelidikan untuk mengetahui keberadaan pelaku. Jika diketahui keberadaannya, akan segera dilakukan penangkapan dan diproses tuntas," ujar Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Simalungun AKP Herison Manullang, SH saat memberikan klarifikasi, Sabtu (6/12/2025) sekitar pukul 11.22 WIB.

Ps. Kanit PPA Sat Reskrim Polres Simalungun Aiptu Khairul Nizar, SH saat dikonfirmasi Kamis (12/2/2026) sekitar pukul 14.50 WIB membenarkan informasi tersebut dan menegaskan bahwa kasus dengan nomor laporan polisi LP/B/325/XL/2024/SPKT/Polres Simalungun/Polda Sumut ini ditangani sesuai prosedur.

Kasus bermula dari laporan yang masuk pada 5 November 2024. Seorang remaja perempuan berinisial Mawar (14 tahun) menjadi korban pencabulan yang dilakukan oleh dua pelaku berinisial JD dan RS. Aksi bejat itu terjadi pada dua waktu berbeda, yakni 22 Oktober 2024 dan 1 November 2024.

"Untuk para tersangka sudah diterbitkan DPO. Ini menunjukkan keseriusan kami menangani kasus ini," ungkap Kasat Reskrim menegaskan komitmen Polres Simalungun.

Sebelumnya, muncul pemberitaan yang menyebutkan bahwa penyidik justru meminta keluarga korban untuk mencari alamat pelaku sendiri. Menanggapi hal ini, AKP Herison Manullang menyatakan akan melakukan pemeriksaan internal terhadap anggotanya.

"Terkait ucapan penyidik pembantu yang menangani perkara tersebut, akan dicek kebenarannya," ucapnya menunjukkan keseriusan dalam menjaga profesionalisme dan kode etik Polri.

Kasat Reskrim menjelaskan bahwa kendala utama penangkapan bukanlah karena kelalaian atau diskriminasi terhadap pelapor yang berasal dari kalangan ekonomi menengah ke bawah. Masalah sebenarnya adalah kedua pelaku yang terus berpindah tempat dan menyembunyikan diri untuk menghindari aparat.

"Kami terus melakukan penyelidikan dan koordinasi dengan berbagai pihak untuk melacak keberadaan kedua pelaku. Mereka terus berpindah tempat, itulah kendalanya," ungkap AKP Herison menjelaskan kesulitan yang dihadapi tim penyidik.

Pihak Polres Simalungun dengan tegas membantah adanya pembedaan perlakuan dalam penanganan kasus berdasarkan status ekonomi pelapor. Setiap laporan masyarakat, kata mereka, ditangani secara profesional dan sesuai Standard Operating Procedure (SOP) Kepolisian Negara Republik Indonesia.

"Kami memahami keresahan keluarga korban. Namun proses hukum memiliki tahapan yang harus dijalankan secara profesional. Status DPO yang sudah diterbitkan menunjukkan keseriusan kami dalam menangkap pelaku," ujar Kasat Reskrim meyakinkan.

AKP Herison Manullang juga mengajak partisipasi masyarakat dalam upaya penangkapan kedua pelaku. Kerja sama antara masyarakat dan aparat penegak hukum sangat diperlukan, terutama dalam kasus kekerasan seksual terhadap anak.

"Siapa pun yang mengetahui keberadaan kedua pelaku, segera laporkan ke kepolisian. Kami membutuhkan informasi dari masyarakat," ucapnya mengajak warga untuk berpartisipasi aktif.

Polres Simalungun menegaskan komitmen memberikan perlindungan hukum kepada seluruh masyarakat tanpa pandang bulu. Tidak ada toleransi sedikit pun terhadap kejahatan yang menyasar anak-anak.

"Kami akan terus bekerja keras hingga pelaku tertangkap dan diproses secara hukum. Tidak ada kompromi dalam kasus kejahatan terhadap anak," tegas Kasat Reskrim menutup pernyataannya.

Pihak kepolisian juga mengimbau media massa untuk menyampaikan informasi secara berimbang agar tidak menimbulkan persepsi negatif terhadap kinerja institusi Polri yang terus berupaya maksimal menangani setiap laporan masyarakat.

Kasus pencabulan anak ini menjadi perhatian serius Polres Simalungun. Dengan status DPO yang sudah diterbitkan, harapannya kedua pelaku segera dapat ditangkap dan mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum.

Polda Kepri Turun Langsung Wujudkan Lingkungan Aman, Sehat, Resik, Dan Indah

BATAM || Jejak-indonesia.id – Dalam rangka mendukung Program Presiden RI, Bapak Prabowo Subianto, yakni Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah), Polda Kepri Melalui jajaran Ditintelkam, Ditreskrimsus, Ditlantas, Bidhumas, Dittahti melaksanakan kegiatan bakti kebersihan secara serentak di sejumlah sekolah dan tempat ibadah di Kota Batam. Kamis(12/2/2026).

Kegiatan ini menjadi wujud nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat dalam mendukung terciptanya lingkungan yang bersih, nyaman, asri, dan sehat di wilayah hukum Polda Kepri.

Bakti kebersihan tersebut melibatkan sejumlah satuan kerja di lingkungan Polda Kepri yang dilaksanakan secara terpadu di berbagai lokasi.

Ditintelkam Polda Kepri melaksanakan bakti kebersihan di SMKN 6 Batam serta Gereja HKBP Lubuk Baja. Sementara itu, Ditreskrimsus Polda Kepri melaksanakan kegiatan serupa di Masjid Al-Barokah Batu Besar, Nongsa serta Gereja Kristen Protestan Simalungun Sei Panas. Selanjutnya, Ditlantas Polda Kepri melaksanakan bakti kebersihan di Masjid Al-Muhajirin Batu Besar, Nongsa, dengan fokus pembersihan area dalam dan luar tempat ibadah guna menciptakan lingkungan yang bersih dan nyaman.

Selain kegiatan bersih-bersih, Ditlantas Polda Kepri juga memberikan bantuan sosial berupa 10 karung beras serta peralatan kebersihan untuk masjid dan gereja, yang terdiri dari 15 kain pel, 15 ember, 13 sapu lidi, 13 sapu lantai, 10 kanebo/kain lap, 7 kemoceng, 10 serokan sampah, 6 pembersih kaca, 5 tong sampah, dan 5 sikat WC. Di lokasi lain, Bidhumas Polda Kepri turut melaksanakan bakti kebersihan di SDN 004 Nongsa, sementara Dittahti Polda Kepri melaksanakan kegiatan serupa di Masjid At-Taqwa Kabil, Nongsa, sebagai bentuk kepedulian terhadap kebersihan lingkungan pendidikan dan tempat ibadah.

Kabid Humas Polda Kepri menyampaikan bahwa kegiatan bakti kebersihan ini bukan sekadar aksi sosial, melainkan bagian dari komitmen Polri dalam mendukung terciptanya lingkungan yang sehat serta memperkuat semangat kebersamaan dan toleransi di tengah masyarakat.

“Menjaga kebersihan adalah tanggung jawab bersama. Lingkungan yang bersih, sehat, dan indah akan berdampak positif bagi kualitas hidup masyarakat. Melalui kegiatan ini, kami ingin memperkuat sinergi antara Polri dan seluruh elemen masyarakat,” ujar Kabidhumas Polda Kepri.

Polda Kepri berharap kegiatan bakti kebersihan ini dapat menjadi contoh positif serta menginspirasi masyarakat untuk terus menjaga kebersihan lingkungan secara berkelanjutan demi mewujudkan Kepulauan Riau yang aman, sehat, resik, dan indah.

*Polri Untuk Masyarakat*

Kombes. Pol. Dr. Nona Pricillia Ohei, S.I.K., S.H., M.H.
Kabidhumas Polda Kepri

E-Mail: humaspoldakepri1@gmail.com
Telp/Fax: (0778) 7760038
Twitter: @poldakeprihumas
Facebook: Humas Polda Kepri
Instagram: @humaspoldakepri

Perkuat Meritokrasi, Polri Konsolidasikan Asesor Assessment Center

JAKARTA || Jejak-indonesia.id – Polri menggelar kegiatan bertajuk "Konsolidasi Asesor Assessment Center Polri Tahun 2026" di Hotel Grand Sahid Jaya, Kamis (12/2/2026). Mengusung tema "Penguatan Assessment Center Polri sebagai Komponen Utama dalam Pembinaan Karier untuk Mewujudkan SDM yang Unggul", kegiatan ini menjadi momentum penting untuk menyelaraskan persepsi para penguji kompetensi di seluruh Indonesia.

Acara dibuka secara resmi oleh Kepala Biro Pembinaan Karier SSDM Polri, Brigjen Pol Langgeng Purnomo mewakili Asisten Kapolri bidang SDM. Dalam sambutan As sdm kapolri yang dibacakan Brigjen Langgeng, As SDM menekankan Polri terus mematangkan langkah transformasi reformasi menuju organisasi yang modern dan profesional melalui tata kelola personel yang lebih transparan dan akuntabel.

"Penguatan sistem meritokrasi melalui assessment center yang multi-tools dan multi-assessor untuk pembinaan karier anggota Polri agar terpilih personel Polri yang berintegritas dan berkompeten di tengah dinamika tantangan global yang kian kompleks". Jelas Brigjen Langgeng.

Sebagai instrumen vital dalam mewujudkan transformasi tersebut, Polri mengoptimalkan peran Assessment Center. Fasilitas ini menjadi "filter" strategis untuk mengukur kompetensi manajerial para calon pemimpin Polri di berbagai tingkatan. Melalui metodologi yang saintifik dan objektif, Assessment Center memastikan bahwa setiap jabatan diemban oleh personel yang tepat (right man on the right place), sekaligus menghapus stigma subjektivitas dalam jenjang karier kepolisian.

"Tahun ini Polri memperkuat meritokrasi pembinaan karier melalui Assessment Center, sehingga konsolidasi ini diperlukan untuk analisa evaluasi perbaikan ke depan yang lebih baik. Visi besar kami adalah mewujudkan SDM unggul tidak hanya bagi internal Polri, tetapi juga bagi seluruh bangsa Indonesia," ujar Langgeng.

Kegiatan ini turut menghadirkan narasumber eksternal dari Perkumpulan Assessment Center Indonesia untuk memberikan perspektif profesional mengenai standar penilaian terkini. Hadir pula Kabagpenkompeten, Karo SDM Polda jajaran dan seluruh assessor Polri baik secara fisik maupun daring.

Sejak dirintis pada tahun 2009, Assessment Center Polri telah menunjukkan lompatan besar. Hingga tahun 2025, Polri tercatat memiliki 1.763 asesor yang tersebar di seluruh tanah air. Capaian ini diperkuat dengan Akreditasi "A" dari BKN, sertifikasi internasional ISO 9001:2015, hingga deretan Rekor MURI untuk kategori pelatihan asesor dan jumlah asesi terbanyak dalam 15 tahun.

Kepercayaan lembaga di luar Polri pun meningkat, jika pada 2021 hanya terdapat 18 instansi mitra, pada tahun 2025 jumlahnya melonjak menjadi lebih dari 50 instansi dengan total lebih dari 2.500 asesi eksternal. Sebagai bentuk apresiasi, dalam acara ini juga diberikan penghargaan kepada Polda-polda berprestasi yang mampu menjaga kualitas penilaian, baik di lingkup internal maupun layanan eksternal.

"Assessment Center Polri berkomitmen untuk terus menyempurnakan sistem, menguatkan metodologi dan menjaga integritas dalam setiap proses asesmen guna melahirkan kader-kader pimpinan bangsa yang unggul, berintegritas dan profesional demi masa depan Indonesia," tutup Langgeng.