We're open Closes at 5:00 pm

Tahun: 2026

​Kapolres Kendal Resmi Kukuhkan dan Lantik Pengurus Pokdarkamtibmas Bhayangkara 2026-2031

KENDAL || Jejak-indonesia.id – Stabilitas keamanan sebuah wilayah tidak hanya berpijak pada pundak aparat penegak hukum semata, melainkan buah dari kolaborasi erat antara kepolisian dan kesadaran kolektif masyarakat. Semangat inilah yang melandasi prosesi khidmat di Aula Tribrata Mapolres Kendal pada Rabu, 18 Februari 2026, saat Kapolres Kendal, AKBP Hendry Susanto Sianipar, S.I.K., secara resmi mengukuhkan kepengurusan Kelompok Sadar Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Pokdarkamtibmas) Bhayangkara Resor Kendal untuk masa bakti 2026-2031.

​Acara pelantikan yang berlangsung penuh antusiasme ini dipandu oleh Kasat Binmas Polres Kendal, AKP Agus Supriyadi, S.H. Di para pengurus inti mengikrarkan komitmennya. Nama-nama seperti Adi (Ketua), Nyaman (Wakil Ketua), dan Muhk Zayuli (Sekretaris) kini resmi memegang tongkat estafet perjuangan menjaga kondusivitas di Kabupaten Kendal.

​Dalam amanatnya, Kapolres Kendal AKBP Hendry Susanto Sianipar memberikan apresiasi yang mendalam bagi para warga sipil yang memilih untuk "mewakafkan" waktu dan tenaga mereka demi kepentingan publik.

​"Saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas kesanggupan rekan-rekan semua. Membantu menjaga keamanan di Kabupaten Kendal adalah tugas mulia. Peran serta masyarakat melalui Pokdarkamtibmas adalah pilar utama yang sangat krusial dalam menciptakan lingkungan yang harmonis dan tertib," tegas AKBP Hendry.

​Menyongsong Ramadan 1447 H, 2026.​Lebih lanjut, Kapolres memberikan penekanan khusus pada fungsi preventif atau pencegahan. Beliau mengingatkan bahwa tugas utama pengurus bukan sekadar simbolis, melainkan menjadi agen perubahan di tengah masyarakat. Hal ini menjadi semakin relevan mengingat kalender keagamaan yang sudah mendekati Bulan Suci Ramadan 1447 H.

​Kapolres menyoroti beberapa fenomena sosial yang kerap muncul menjelang dan selama bulan puasa, seperti:

​Aksi Tawuran Remaja: Yang sering kali dipicu masalah sepele namun berdampak fatal.

​Balap Liar: Yang meresahkan pengguna jalan dan membahayakan nyawa.

​Penyalahgunaan Miras: Khususnya di wilayah-wilayah rawan yang melibatkan anak-anak muda.

​"Mari kita jaga kondusivitas wilayah kita. Jangan biarkan kesucian bulan Ramadan ternodai oleh aksi-aksi negatif. Pokdarkamtibmas harus mampu menjadi mata dan telinga kami untuk mendeteksi dini potensi gangguan ini," tambahnya.

​Masa bakti lima tahun ke depan bukanlah waktu yang singkat. Selama kurun waktu 2026 hingga 2031, para pengurus diharapkan mampu bertransformasi menjadi jembatan komunikasi yang efektif. Harapannya, setiap gesekan di tingkat bawah dapat diselesaikan secara persuasif sebelum berkembang menjadi konflik besar.

​"Jabatan yang teman-teman emban saat ini adalah sebuah amanah besar. Dengan aktifnya Pokdarkamtibmas, saya optimis Kabupaten Kendal akan menjadi wilayah yang jauh lebih aman, kondusif, dan masyarakatnya memiliki tingkat kesadaran hukum yang jauh lebih tinggi," tutup Kapolres dengan nada optimis.

​Dengan pengukuhan ini, Pokdarkamtibmas Kendal kini resmi berdiri sebagai garda terdepan dalam mendeteksi dini potensi gangguan keamanan. Mereka bukan hanya mitra Polri, melainkan perpanjangan tangan negara untuk memastikan setiap warga merasa aman di rumahnya sendiri.

Red:

Polres Sumenep Larang Warga Bermain Petasan

SUMENEP || Jejak-indonesia.id – Polres Sumenep Polda Jatim melarang warga masyarakat bermain petasan dalam menyambut Ramadhan dan merayakan Idul Fitri nanti.

Selain membahayakan, ledakan petasan cukup mengganggu warga yang sedang melaksanakan Ibadah ramadhan dan waktu istirahat.

Hal itu disampaikan oleh Kapolres AKBP Anang Hardiyanto, S.I.K saat inspeksi mendadak (Sidak) di sejumlah toko yang menjual kembang api dan petasan, Rabu (18/2/26).

"Kami imbau warga tidak bermain petasan dan melarang pedagang menjual petasan apa lagi dengan daya ledak tinggi, ” tegasnya.

Menurut AKBP Anang, pihaknya sudah melakukan imbauan- imbauan kepada masyarakat tentang larangan penggunaan mercon dan hal-hal membahayakan lainnya.

Selain membahayakan, lanjut AKBP Anang juga mengganggu ibadah dan membayahakan diri sendiri dan orang lain.

"Untuk toko yang memang resmi menjual kembang api, diperbolehkan menjual namun tetap kita cek apakah barang-barang yang di jual tersebut sesuai dengan apa yang ada di list yang sudah diizinkan sesuai produsennya," ujar AKBP Anang.

Ia menambahkan pihaknya akan melakukan tindakan tegas terhadap penjual mercon yang tidak berizin.

Oleh karena itu, seluruh pedagang kembang api diminta untuk berhati-hati dalam menjajakkan dagangannya, serta menjaga agar tidak menimbulkan bahaya bagi orang lain.

Kegiatan ini merupakan wujud komitmen Polri dalam menciptakan situasi yang aman dan kondusif khususnya di wilayah Kabupaten Sumenep. (*)

Polri Peduli : Medan Sulit dan Daerah Terpencil Tak Surutkan Polres Jember Salurkan Bantuan Untuk Warga

JEMBER || Jejak-indonesia.id – Kepedulian terhadap masyarakat di daerah terpencil terus kembali diwujudkan oleh Polres Jember Polda Jawa Timur (Jatim).

Kali ini dengan menggandeng komunitas Raung Offroad, sejumlah personel Polres Jember Polda Jatim menyalurkan bantuan sosial berupa kebutuhan pokok kepada warga di Desa Klungkung dan Desa Karangpring, Kecamatan Sukorambi, Kabupaten Jember.

Medan yang cukup menantang dan akses jalan yang sulit tidak menyurutkan semangat rombongan untuk menjangkau masyarakat yang selama ini jarang tersentuh bantuan.

Wakapolres Jember Kompol Ferry Dharmawan yang turut turun langsung ke lapangan menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat tak terkecuali warga yang berada di wilayah terpencil.

“Kami ingin lebih dekat dengan masyarakat sekaligus membantu mereka, terutama di daerah terpencil yang membutuhkan perhatian dan dukungan," ungkapnya, Rabu (18/2/26).

Selain penyaluran bantuan, kegiatan ini juga menjadi momentum silaturahmi serta sarana mendengarkan langsung aspirasi dan kebutuhan masyarakat.

"Semoga bantuan yang kita salurkan, dapat mengurangi beban warga di daerah yang terpencil," kata Kompol Ferry.

Warga pun menyambut hangat kedatangan rombongan dan mengapresiasi kepedulian Polres Jember serta komunitas offroad yang telah hadir membawa bantuan. (*)

Kapolres Pasuruan Ajak Masyarakat Ciptakan Ramadan Aman dan Kondusif

PASURUAN || Jejak-indonesia.id – Kapolres Pasuruan, AKBP Harto Agung Cahyono, mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang aman dan kondusif selama Bulan Suci Ramadan 1447 Hijriah/2026 Masehi.

Ajakan tersebut disampaikan sebagai langkah preventif guna memastikan pelaksanaan ibadah puasa berjalan lancar, nyaman, dan penuh kekhusyukan di wilayah hukum Polres Pasuruan.

“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga situasi kamtibmas selama Ramadan. Hindari penggunaan petasan atau kembang api berbahaya yang dapat mengganggu keamanan,” ujar AKBP Harto Agung Cahyono.

Kapolres juga mengimbau masyarakat untuk tertib berlalu lintas serta tidak melakukan aktivitas yang meresahkan, seperti balap liar dan penggunaan knalpot bising.

“Tertiblah dalam berlalu lintas. Hindari balap liar dan penggunaan knalpot tidak sesuai spesifikasi karena dapat mengganggu kenyamanan masyarakat, khususnya saat ibadah,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia meminta warga meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi tindak kriminal dengan menjaga barang berharga dan segera melaporkan hal mencurigakan kepada pihak kepolisian.

“Waspadai tindak kriminal. Jaga barang berharga dan segera laporkan jika ada hal yang mencurigakan,” katanya.

Kapolres juga menekankan pentingnya peran orang tua dalam mengawasi anak dan remaja agar tidak terlibat tawuran, perang sarung, maupun aktivitas berbahaya lainnya.

“Peran orang tua sangat penting untuk mencegah anak-anak terlibat tawuran, perang sarung, atau kegiatan yang dapat membahayakan diri sendiri dan orang lain,” tambahnya.

Selain itu, masyarakat diimbau memastikan rumah dalam kondisi aman saat ditinggalkan beribadah, seperti mengunci pintu serta mematikan kompor dan aliran listrik yang tidak diperlukan.

Tak kalah penting, AKBP Harto Agung Cahyono juga mengajak masyarakat untuk menjaga toleransi dan ketertiban umum selama Ramadan.

“Mari kita jaga toleransi antarwarga dan ketertiban umum demi kenyamanan bersama. Ramadan adalah momentum memperkuat persaudaraan dan kebersamaan,” pungkasnya.

Polres Pasuruan juga mengingatkan bahwa layanan darurat kepolisian melalui call center 110 tersedia selama 24 jam untuk menerima laporan dan pengaduan masyarakat.

Dengan sinergi antara kepolisian dan masyarakat, diharapkan suasana Ramadan di Kabupaten Pasuruan berlangsung aman, tertib, dan damai.

Polresta Banyuwangi Dukung Gerakan Banyuwangi Asri di Grand Watu Dodol

BANYUWANGI || Jejak-indonesia.id – Polresta Banyuwangi turut ambil bagian dalam kegiatan Gerakan Banyuwangi Asri yang digelar di kawasan wisata Grand Watu Dodol, Rabu (18/2/2026).

Kegiatan ini menjadi bentuk nyata sinergi lintas sektor dalam mewujudkan lingkungan yang Aman, Sehat, Resik, dan Indah.

Gerakan Banyuwangi Asri mengusung empat pilar utama, yakni Aman (keselamatan, kesehatan, dan bebas risiko), Sehat (higienis serta mendukung kualitas hidup dan kerja), Resik (bersih, tertib, dan disiplin), serta Indah (estetika dan kenyamanan visual). Implementasinya dilakukan melalui aksi bersih-bersih sepanjang pesisir Pantai Grand Watu Dodol yang melibatkan berbagai elemen.

Kegiatan diawali dengan apel kesiapan yang diikuti seluruh peserta dan dipimpin langsung oleh Bupati Banyuwangi serta didampingi jajaran Forkopimda. Apel tersebut menjadi penegasan komitmen bersama bahwa kebersihan dan ketertiban kawasan wisata bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga seluruh elemen masyarakat.

Kapolresta Banyuwangi, Kombes Pol Dr. Rofiq Ripto Himawan, S.I.K., S.H., M.H., menyampaikan bahwa kehadiran Polresta Banyuwangi dalam kegiatan ini bukan sekadar seremonial, melainkan bentuk dukungan konkret terhadap terciptanya ruang publik yang aman dan nyaman bagi masyarakat maupun wisatawan.

Menurutnya, kawasan wisata yang bersih dan tertata akan berdampak langsung pada peningkatan rasa aman, kesehatan lingkungan, serta citra positif daerah.

“Kami ingin memastikan bahwa setiap kegiatan masyarakat, termasuk di kawasan wisata, berlangsung dalam suasana yang aman, sehat, dan tertib. Ini bagian dari komitmen Polri untuk selalu hadir mendukung pembangunan daerah,” tegasnya.

Kegiatan ini diikuti oleh stakeholder terkait, unsur TNI-Polri, pelajar, mahasiswa, serta kelompok sadar wisata (Pokdarwis). Seluruh peserta bersama-sama melakukan aksi bersih pantai dengan mengumpulkan sampah dan memastikan area pesisir tetap terjaga kebersihannya.

Melalui Gerakan Banyuwangi Asri, Polresta Banyuwangi berharap tumbuh kesadaran kolektif bahwa menjaga kebersihan dan ketertiban adalah tanggung jawab bersama. Lingkungan yang terawat bukan hanya mencerminkan kedisiplinan, tetapi juga menjadi fondasi bagi terciptanya situasi kamtibmas yang kondusif di wilayah Kabupaten Banyuwangi.