We're open Closes at 5:00 pm

Tahun: 2026

RDPU dengan Komisi III DPR, Tiga Serikat Buruh Tolak Polri di Bawah Kementerian

JAKARTA || Jejak-indonesia.id – Tiga konfederasi buruh terbesar di Indonesia, yakni Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI), Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), dan Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (KSBSI), menyatakan sikap tegas menolak usulan agar Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) ditempatkan di bawah kementerian.

​Aspirasi tersebut disampaikan langsung dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) bersama Komisi III DPR RI di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (18/2/2026). Rapat tersebut dipimpin langsung oleh Ketua Komisi III DPR RI, Habiburokhman.

​Presiden KSPSI, Andi Gani Nena Wea, dalam kesempatan itu menyampaikan kegelisahan kalangan buruh terhadap situasi yang membuat institusi Polri terus berada dalam sorotan dan tekanan. Sebagai bentuk dukungan, Andi Gani mengungkapkan bahwa pimpinan buruh telah melakukan "Ikrar Buruh" di Tugu Proklamasi belum lama ini.

​Terdapat empat poin utama dalam Ikrar Buruh tersebut yang disampaikan di hadapan anggota Dewan:
1. ​Mendukung pemerintahan Presiden Prabowo Subianto hingga akhir masa jabatan.
2. ​Mendukung Polri tetap berada langsung di bawah Presiden sebagai amanah reformasi.
3. ​Mekanisme fit and proper test calon Kapolri tetap berada di DPR RI.
4. ​Mendorong pembahasan RUU Ketenagakerjaan.

​Andi Gani menegaskan bahwa penempatan Polri di bawah Presiden sangat krusial untuk menjaga independensi dan profesionalitas institusi tersebut dalam melayani masyarakat, termasuk dalam menangani persoalan ketenagakerjaan.
​Senada dengan Andi Gani, Presiden KSBSI Elly Rosita Silaban menilai ada konsekuensi besar jika Polri berada di bawah kementerian. Menurutnya, hal itu berisiko memicu intervensi politik dan birokrasi yang panjang. "Kami berpikir bahwa kalau di bawah kementerian, artinya jika ada apa-apa Polri ini harus diam-diam dulu, baru menunggu perintah dari kementerian," jelas Elly.

​Sementara itu, Sekjen KSPI Ramidi memastikan bahwa dukungan agar Polri tetap di bawah kendali Presiden merupakan murni aspirasi dari akar rumput serikat pekerja dan bukan merupakan titipan pihak tertentu. Stabilitas dan perlindungan hukum yang objektif dinilai sangat bergantung pada posisi Polri yang bertanggung jawab langsung kepada Kepala Negara.

​Ketua Komisi III DPR RI, Habiburokhman, menyambut baik masukan dari para pimpinan buruh tersebut. Ia menilai peran elemen buruh sangat strategis dalam mengawal percepatan reformasi Polri. "Teman-teman buruh ini memiliki kualitas dan kuantitas yang sangat signifikan. Tentu akan berperan besar dalam mengawal institusi ini agar tetap pada jalurnya sebagai pelindung masyarakat," pungkasnya.

Perkuat Sinergitas, Media Indonesia Network Beri Apresiasi Inovasi ke Kalapas Banyuwangi

BANYUWANGI || Jejak-indonesia.id alam rangka mempererat hubungan dan kolaborasi antar lembaga, pimpinan Media Indonesia Network melakukan kunjungan silaturahmi ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banyuwangi pada Rabu, 18 Februari 2026.

Kunjungan ini bertujuan untuk memperkuat sinergitas sekaligus memberikan apresiasi langsung atas berbagai inovasi yang telah dijalankan oleh Lapas Banyuwangi di bawah kepemimpinan Kalapas I Wayan Nurasta Wibawa.

Pimpinan Umum Media Indonesia Network, S. Rio Utomo, S.M., menyatakan kekagumannya terhadap terobosan Lapas Banyuwangi, khususnya terkait pengelolaan SAE PASWANGI (Sarana Asimilasi dan Edukasi Lapas Banyuwangi) yang berlokasi di Kelurahan Pakis.

Menurut Rio, SAE PASWANGI merupakan konsep integrasi pertanian dan peternakan yang sangat luar biasa karena mampu menyatukan berbagai sektor dalam satu kawasan yang tertata rapi.

"Kami sangat mengapresiasi penataan lokasi di SAE PASWANGI. Mulai dari hamparan sawah, budidaya maggot, peternakan unggas, hingga kolam ikan yang terintegrasi dengan baik. Ini adalah bukti nyata keberhasilan pembinaan bagi warga binaan," ujar Rio.

Lebih lanjut, Rio menambahkan bahwa lokasi tersebut kini tidak hanya berfungsi sebagai tempat pembinaan, tetapi juga menjelma menjadi destinasi yang ikonik. Kehadiran jogging track serta ornamen Patung Gandrung di tengah sawah menjadikannya daya tarik visual bagi masyarakat.

"Banyak pihak menilai lokasi ini sangat keren untuk spot foto. Tidak heran jika warga setempat mulai menggemari tempat ini sebagai lokasi santai sekaligus belajar," imbuhnya.

Menanggapi apresiasi tersebut, Kalapas Kelas IIA Banyuwangi, I Wayan Nurasta Wibawa, menjelaskan bahwa filosofi di balik SAE PASWANGI memang dirancang untuk memberikan manfaat luas, tidak hanya terbatas bagi internal Lapas.

"SAE PASWANGI bukan sekadar sarana asimilasi dan edukasi bagi warga binaan kami agar mereka memiliki keahlian saat kembali ke masyarakat nanti. Lebih dari itu, tempat ini terbuka bagi seluruh lapisan masyarakat yang ingin belajar mengenai pertanian, pembuatan maggot, peternakan, maupun perikanan," terang kalapas II A Banyuwangi.

Rapat di Komisi III DPR, KSPSI-KSBSI-KSPI Dukung Polri di Bawah Presiden

JAKARTA || Jejak-indonesia.id - Komisi III DPR menggelar rapat dengar pendapat umum dengan KSPSI, KSPI, dan KSBSI. Dalam rapat itu, ketiga konfederasi buruh tersebut menyatakan dukungan terhadap Polri agar tetap berada di bawah lembaga Presiden.

​Rapat digelar di ruang rapat Komisi III DPR gedung Nusantara II, Senayan, Jakarta, Rabu (18/2/2026). Rapat dipimpin langsung oleh Ketua Komisi III DPR Habiburokhman. Serikat buruh yang hadir yakni KSPSI, KSPI, dan KSBSI. Presiden KSPSI Andi Gani Nena Wea, Presiden KSBSI Elly Rosita Silaban, dan Sekjen KSPI Ramidi hadir mewakili ketiga federasi buruh tersebut.

​Habiburokhman awalnya menyinggung peran buruh dalam reformasi Polri. Ia mengatakan buruh sebagai salah satu elemen masyarakat yang bisa mengawal reformasi Polri agar tetap berada pada koridor yang baik.

​"Kita tahu salah satu gerakan masyarakat yang paling signifikan adalah serikat buruh, teman-teman buruh ini, quality dan quantity-nya sangat signifikan ya, dari segi jumlah sangat besar, dari segi kedudukan yang sangat strategis. Tentu akan berperan besar dalam mengawal percepatan reformasi Polri ini ya," kata Habiburokhman mengawali rapat.

​Kemudian, Habiburokhman mempersilakan setiap federasi buruh menyampaikan pandangannya terkait reformasi Polri hingga posisi Polri di bawah Presiden langsung.

​KSPSI
Presiden KSPSI Andi Gani Nena Wea mengawali penyampaian dari tiga konfederasi buruh. Ia mengaku gelisah dengan kondisi Polri yang dipojokkan banyak pihak.
​"Kegelisahan kami karena Polri begitu dipojokkan dengan beberapa elemen, dan kami sebagai elemen besar, Pak Habib, kami tidak mengatasnamakan rakyat, tapi faktanya kami punya basis jutaan, tapi tidak pernah mentang-mentang punya massa jutaan, menekan-nekan, kami tak pernah lakukan," kata Andi Gani.

​Andi Gani lalu menegaskan dukungan agar Polri tetap berada di bawah Presiden langsung. Ia menyebut Polri sudah berperan besar terhadap kaum buruh.
​"Polri harus tetap di bawah Presiden karena itu amanah reformasi yang tidak bisa ditekan oleh sekelompok orang. Saya berani nyatakan itu karena sekelompok orang itu mengatasnamakan siapa? Karena kami yang punya basis massa jutaan saja tidak berani mengatasnamakan rakyat, kami hanya berani atasnamakan diri kami sendiri," ucap dia.

​"Mengapa kami dukung Polri tetap di bawah Presiden? Karena pertama kali di dunia Polri membentuk desk ketenagakerjaan, nggak ada di negara manapun, baru Pak Kapolri Listyo Sigit menginisiasi desk ketenagakerjaan dan akhirnya desk ini berhasil menyelesaikan 144 kasus ketenagakerjaan di Indonesia, dan hampir semua 70% RJ (Restorative Justice)," lanjutnya.
​Andi Gani memastikan kaum buruh akan tetap berada di belakang Komisi III DPR dan mengawal Polri tetap berada di bawah Presiden.

​KSBSI
Presiden KSBSI Elly Rosita Silaban juga menyatakan dukungan yang sama. Ia berpandangan Polri tidak bisa berada di bawah kendali kementerian.
​"Menurut pendapat kita bahwa Polri sebagai alat negara yang bertugas menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat harus tetap berdiri independen, serta profesional, sebagaimana diamanatkan dalam konstitusi dan peraturan perundang-undangan, Polri itu tidak boleh di bawah kendali kementerian, supaya jangan ada intervensi politik," ucap Elly.

​Elly berpandangan tidak boleh ada yang mengintervensi Polri, selain Presiden. Dia menyebut ada konsekuensi jika Polri di bawah kementerian.
​"Menurut kami tidak boleh ada yang intervensi selain Pak Presiden untuk perintah Polri menjaga keamanan atau menindak sesuatu yang harus segera ditindak. Kami berpikir bahwa kalau di bawah kementerian, artinya, kalau ada apa-apa Polri ini harus diam-diam dulu, baru menunggu perintah dari kementerian," jelasnya.

​KSPI
Hal serupa juga disampaikan oleh KSPI. Sekjen KSPI Ramidi menyatakan dukungan Polri tetap berada di bawah Presiden.

​"Barangkali menambahkan apa yang sudah disampaikan Bu Elly dan Pak Andi Gani, sekali lagi apa yang kami sampaikan hari ini semata-mata adalah kondisi yang real adanya di 3 konfederasi, baik KSPI, KSPSI, maupun KSBSI, bukan pesanan, bukan karena kondisi apapun, tapi kami punya kepentingan besar terhadap keberadaan Polri agar tetap berada di bawah Presiden RI," ujar Ramidi.

Polresta Banyuwangi Dukung Gerakan Banyuwangi Asri di Grand Watu Dodol

BANYUWANGI || Jejak-indonesia.id -  Polresta Banyuwangi turut ambil bagian dalam kegiatan Gerakan Banyuwangi Asri yang digelar di kawasan wisata Grand Watu Dodol, Rabu (18/2/2026).

Kegiatan ini menjadi bentuk nyata sinergi lintas sektor dalam mewujudkan lingkungan yang Aman, Sehat, Resik, dan Indah.
Gerakan Banyuwangi Asri mengusung empat pilar utama, yakni Aman (keselamatan, kesehatan, dan bebas risiko), Sehat (higienis serta mendukung kualitas hidup dan kerja), Resik (bersih, tertib, dan disiplin), serta Indah (estetika dan kenyamanan visual). Implementasinya dilakukan melalui aksi bersih-bersih sepanjang pesisir Pantai Grand Watu Dodol yang melibatkan berbagai elemen.

Kegiatan diawali dengan apel kesiapan yang diikuti seluruh peserta dan dipimpin langsung oleh Bupati Banyuwangi serta didampingi jajaran Forkopimda. Apel tersebut menjadi penegasan komitmen bersama bahwa kebersihan dan ketertiban kawasan wisata bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga seluruh elemen masyarakat.

Kapolresta Banyuwangi, Kombes Pol Dr. Rofiq Ripto Himawan, S.I.K., S.H., M.H., menyampaikan bahwa kehadiran Polresta Banyuwangi dalam kegiatan ini bukan sekadar seremonial, melainkan bentuk dukungan konkret terhadap terciptanya ruang publik yang aman dan nyaman bagi masyarakat maupun wisatawan.

Menurutnya, kawasan wisata yang bersih dan tertata akan berdampak langsung pada peningkatan rasa aman, kesehatan lingkungan, serta citra positif daerah. “Kami ingin memastikan bahwa setiap kegiatan masyarakat, termasuk di kawasan wisata, berlangsung dalam suasana yang aman, sehat, dan tertib. Ini bagian dari komitmen Polri untuk selalu hadir mendukung pembangunan daerah,” tegasnya.

Kegiatan ini diikuti oleh stakeholder terkait, unsur TNI-Polri, pelajar, mahasiswa, serta kelompok sadar wisata (Pokdarwis). Seluruh peserta bersama-sama melakukan aksi bersih pantai dengan mengumpulkan sampah dan memastikan area pesisir tetap terjaga kebersihannya.

Melalui Gerakan Banyuwangi Asri, Polresta Banyuwangi berharap tumbuh kesadaran kolektif bahwa menjaga kebersihan dan ketertiban adalah tanggung jawab bersama. Lingkungan yang terawat bukan hanya mencerminkan kedisiplinan, tetapi juga menjadi fondasi bagi terciptanya situasi kamtibmas yang kondusif di wilayah Kabupaten Banyuwangi.(***)

SEGENAP PIMPINAN dan ANGGOTA DPRD KOTA PASURUAN beserta seluruh jajaran sekretariat dan staf mengucapkan:

Jejak-indonesia.id || Selamat Menjalankan Ibadah Puasa Ramadhan 1447 Hijriah / 2026 Masehi

Semoga bulan suci Ramadhan ini menjadi momentum untuk memperkuat keimanan, membersihkan hati, serta menumbuhkan kejujuran, keadilan, dan kepedulian sosial dalam setiap pengabdian kepada masyarakat.

Semoga setiap amal ibadah yang kita tunaikan diterima oleh Allah SWT, dan Ramadhan ini menghadirkan keberkahan, kedamaian, serta semangat baru dalam membangun Kota Pasuruan yang lebih adil, sejahtera, dan bermartabat.

Marhaban Ya Ramadhan.
Semoga kita semua diberi kekuatan untuk menjalani ibadah dengan penuh keikhlasan dan ketakwaan.