Sorry, we're closed Opens Senin at 9:00 am

Tahun: 2026

SIMALUNGUN || Jejak-indonesia.id – Berawal dari pengaduan masyarakat (Dumas) yang masuk ke Direktorat Narkoba Polda Sumatera Utara, Satuan Narkoba Polres Simalungun bergerak cepat dan berhasil menggrebek komplotan pengedar narkoba di lokasi bekas Galon Pertamina, Jalan Besar Siantar Seribudolok, Dusun Bandar Raya, Kelurahan Seribudolok, Kecamatan Silimakuta, Selasa malam (25/1/2026) sekitar pukul 21.00 WIB. Sebanyak lima pelaku berhasil diamankan bersama barang bukti sabu seberat 0,47 gram dan ganja seberat 30,91 gram.

Kepala Seksi Humas Polres Simalungun AKP Verry Purba saat dikonfirmasi pada Jumat pagi pukul 07.00 WIB menjelaskan pentingnya peran Dumas dalam pengungkapan kasus ini. “Pengungkapan kasus komplotan narkoba ini berawal dari pengaduan masyarakat yang masuk ke Direktorat Narkoba Polda Sumut. Informasi tersebut kemudian disampaikan kepada Sat Narkoba Polres Simalungun untuk ditindaklanjuti. Ini membuktikan bahwa Dumas sangat efektif dalam membantu kepolisian memberantas kejahatan,” ujar AKP Verry Purba dengan tegas.

Kelima pelaku yang berhasil diamankan adalah RS (22) yang tidak memiliki pekerjaan tetap asal Jalan Kabanjahe, Kecamatan Silimakuta; S (28) yang tidak memiliki pekerjaan tetap asal Kabupaten Sei Rampah; OD (34) yang tidak memiliki pekerjaan tetap asal Nagori Bandar Raya, Kecamatan Silimakuta; BG (41), seorang petani asal Nagori Dolok Paribuan, Kecamatan Silimakuta; dan SP (46) yang tidak memiliki pekerjaan tetap asal Dusun Bandar Raya.

“Berawal dari Dumas yang masuk ke Dirnarkoba Polda Sumut, kami langsung bergerak cepat menindaklanjuti informasi tersebut. Pada hari Selasa tanggal 25 Januari 2026 sekitar pukul 20.00 WIB, personel Sat Narkoba Polres Simalungun mendapat informasi bahwa di lokasi bekas Galon Pertamina sering dijadikan tempat transaksi narkoba jenis sabu,” ungkap AKP Verry Purba menjelaskan awal mula operasi.

Kanit II Sat Narkoba Polres Simalungun IPDA Juli Master Saragih bersama Katim II Sat Narkoba AIPDA Andi Nainggolan, S.H. beserta anggota Polsek Saribu Dolok langsung bergerak cepat mendatangi lokasi yang dimaksud untuk melakukan penyelidikan. “Respons cepat Sat Narkoba Polres Simalungun terhadap Dumas yang masuk ke Dirnarkoba Polda Sumut sangat patut diapresiasi. Tim langsung bergerak ke lokasi untuk melakukan penyelidikan,” jelas AKP Verry Purba.

Sesampainya di TKP sekitar pukul 21.00 WIB, Kanit II Res Narkoba bersama anggota langsung mengamankan lima orang laki-laki yang sedang berada di lokasi. “Tim bergerak cepat dan profesional. Begitu tiba di lokasi, langsung diamankan lima pelaku yang sedang berada di TKP. Ini adalah hasil tindak lanjut dari Dumas yang efektif,” ujar AKP Verry Purba.

Dari penggeledahan, petugas menemukan barang bukti yang cukup lengkap. Ditemukan 3 bungkus plastik klip kecil yang diduga berisi narkotika jenis sabu dengan berat bruto 0,47 gram, 8 bungkus yang diduga berisi narkotika jenis ganja dengan berat bruto 30,91 gram, 4 buah kaca pirex yang berisi sisa diduga narkotika jenis sabu, dan berbagai alat hisap sabu.

“Barang bukti yang diamankan sangat lengkap. Ada sabu, ganja, alat hisap, timbangan elektrik, handphone yang digunakan untuk transaksi, bahkan uang hasil penjualan sebesar Rp700.000. Ini menunjukkan bahwa mereka adalah komplotan yang aktif mengedarkan narkoba,” ungkap AKP Verry Purba.

Petugas juga mengamankan 1 buah alat hisap sabu (bong) yang terbuat dari botol plastik, 1 buah alat hisap sabu (bong) yang terbuat dari bola lampu, 1 unit timbangan elektrik, 2 ball plastik klip kosong, dan berbagai barang bukti lainnya yang menunjukkan aktivitas peredaran narkoba.

“Dari barang bukti yang ditemukan, jelas bahwa lokasi ini adalah tempat transaksi dan pesta narkoba. Ada alat hisap, ada timbangan untuk menimbang, ada plastik klip untuk mengemas. Ini adalah sarang peredaran narkoba yang berhasil kami bongkar berkat Dumas yang masuk,” jelas AKP Verry Purba.

Saat dilakukan interogasi, para tersangka mengaku bahwa narkotika jenis sabu dan ganja yang ditemukan adalah milik mereka yang diperoleh dari seorang laki-laki berinisial W, warga Kecamatan Silimakuta Seribudolok. “Para tersangka mengaku mendapat pasokan dari W. Berdasarkan keterangan tersebut, tim langsung melakukan pengembangan menuju rumah W, namun W belum dapat diamankan dan diduga telah melarikan diri,” ujar AKP Verry Purba.

Polres Simalungun terus melakukan pengembangan untuk menangkap W sebagai pemasok narkoba kepada kelima tersangka. “Kami terus memburu W yang diduga sebagai pemasok. Pengungkapan kasus ini berawal dari Dumas yang efektif, dan kami akan terus menindaklanjuti hingga seluruh jaringan terbongkar,” tegas AKP Verry Purba.

Saat ini kelima tersangka beserta barang bukti telah diamankan di Kantor Sat Narkoba Polres Simalungun untuk proses penyidikan lebih lanjut. Kelima tersangka dijerat dengan Pasal 112 dan Pasal 127 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

“Pengungkapan kasus ini membuktikan bahwa Dumas sangat efektif dalam membantu kepolisian memberantas kejahatan. Kami mengajak seluruh masyarakat untuk aktif melaporkan aktivitas mencurigakan melalui Dumas, karena setiap laporan akan ditindaklanjuti dengan serius,” tutup AKP Verry Purba mengajak partisipasi masyarakat.

JAKARTA || Jejak-indonesia.id – Satuan Tugas (Satgas) Pangan memperkuat pengawasan terhadap distribusi dan harga bahan pokok di berbagai daerah menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Idul Fitri 1447 Hijriah dan Hari Raya Nyepi 2026.

Dari hasil analisa dan evaluasi Satgas Saber periode 5 Februari hingga 4 Maret 2026, tercatat sebanyak 37.857 kegiatan pemantauan telah dilakukan di 38 provinsi di Indonesia.

Pemantauan tersebut menyasar berbagai pelaku usaha pangan, mulai dari produsen, distributor, agen, hingga pedagang pengecer di pasar tradisional maupun ritel modern.

Langkah ini dilakukan untuk memastikan stabilitas pasokan dan harga pangan sekaligus mencegah terjadinya pelanggaran dalam distribusi komoditas strategis.

Ketua Pengarah Satgas Pangan Pusat yang juga Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Polri, Komjen Pol Drs Syahardiantono,M.Si menegaskan bahwa pengawasan distribusi pangan akan terus diperkuat guna menjaga stabilitas harga dan melindungi masyarakat dari praktik curang.

“Satgas Pangan akan terus melakukan pemantauan secara intensif di seluruh wilayah. Kami tidak hanya memastikan ketersediaan pasokan dan stabilitasi harga pangan, tetapi juga menindak tegas pelaku usaha yang melakukan pelanggaran, seperti penimbunan, pengemasan ulang, hingga peredaran pangan yang tidak memenuhi standar keamanan,” kata Komjen Syahardiantono, Kamis (5/3/2026).

Dari sisi wilayah lokasi kegiatan pemantauan, Provinsi Jawa Barat mencatat aktivitas pemantauan tertinggi dengan 4.791 kegiatan.

Posisi berikutnya ditempati Kalimantan Selatan sebanyak 3.207 kegiatan, Riau dengan 2.919 kegiatan, Jawa Tengah sebanyak 2.902 kegiatan, serta Jawa Timur dengan 2.500 kegiatan.

Sebaliknya, sejumlah provinsi di wilayah Timur Indonesia mencatat jumlah pemantauan relatif lebih rendah, di antaranya Papua Pegunungan, Papua Tengah, Papua Barat Daya, Papua Barat, dan Papua Selatan.

Kondisi geografis serta keterbatasan jumlah pasar dan pelaku usaha menjadi salah satu faktor yang memengaruhi intensitas pengawasan di wilayah tersebut.

Berdasarkan jenis pelaku usaha yang dipantau, pedagang atau pengecer menjadi kelompok yang paling banyak diawasi dengan 25.426 titik pemantauan. Ritel modern tercatat 5.804 titik, disusul grosir atau toko besar sebanyak 3.744 titik.

Sementara itu, pemantauan terhadap distributor tercatat 2.056 kegiatan, produsen sebanyak 538 kegiatan, dan agen sebanyak 289 kegiatan.

Komjen Pol Syahardiantono, menegaskan bahwa Satgas Pangan tidak akan ragu menindak pelaku usaha yang terbukti melakukan pelanggaran yang merugikan masyarakat.

“Apabila ditemukan praktik yang merugikan konsumen atau mengganggu stabilitas harga pangan, kami akan menindak sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Penegakan hukum ini penting untuk memberikan efek jera,” ujarnya.

Dari sisi perkembangan harga komoditas, laporan tersebut menunjukkan adanya dinamika pada sejumlah bahan pokok utama.

Harga beras premium dan beras medium secara nasional tercatat mengalami tren penurunan. Bahkan di sejumlah wilayah harga kedua jenis beras tersebut sudah berada di bawah harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah.

Namun kondisi berbeda terjadi pada komoditas minyak goreng kemasan sederhana Minyakita.

Walaupun sudah mengalami trend penurunan, namun harga rata-rata nasional komoditas ini masih berada di atas HET, khususnya wilayah Indonesia Timur.

Komoditas bawang merah juga tercatat masih berada di atas harga acuan pembelian (HAP).

Sedangkan Harga bawang putih di beberapa wilayah juga menunjukkan variasi cukup besar. Di kawasan timur Indonesia, harganya masih stabil di atas HAP namun masih terkendali.

Sementara itu, harga cabai rawit merah masih berada di atas harga acuan dengan rata-rata nasional berkisar antara Rp61.888 hingga Rp70.271 per kilogram.

Untuk komoditas protein hewani, harga telur ayam ras tercatat mengalami kenaikan menjadi sekitar Rp31.000 per kilogram. Harga daging ayam ras juga meningkat tipis di atas HAP.

Sebaliknya, harga daging sapi mengalami penurunan menjadi sekitar Rp139.801 per kilogram atau berada di bawah harga acuan pembelian.

Sementara itu, Ketua Pelaksana Satgas Pangan yang juga Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Badan Pangan Nasional, I Gusti Ketut Astawa, menambahkan pengawasan dilakukan secara terpadu oleh pemerintah pusat dan daerah untuk menjaga stabilitas pangan nasional.

Menurut Ketut Astawa, pemantauan yang dilakukan tidak hanya bertujuan memastikan harga tetap terkendali, tetapi juga memastikan distribusi berjalan lancar hingga tingkat konsumen.

“Pengawasan ini dilakukan secara berlapis oleh Satgas pusat dan daerah. Tujuannya untuk memastikan ketersediaan pangan tetap terjaga, distribusi berjalan lancar, dan masyarakat memperoleh bahan pokok dengan harga yang wajar,” ungkapnya.

SURABAYA || Jejak-indonesia.id – Satuan Tugas (Satgas) Saber Pelanggaran Harga, Keamanan dan Mutu Pangan melakukan pemantauan langsung terhadap pasokan dan harga pangan menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Idul Fitri 2026 di sejumlah wilayah di Jawa Timur, Rabu (4/3/2026).

Kegiatan pemantauan dipimpin oleh Kaposko Satgas Saber Pangan Pusat, Brigjen Pol Zain Dwi Nugroho bersama Tim Satgas Saber Pusat didampingi Wadir Reskrimsus Polda Jatim,Akbp Henri Noveri.

Tim Satgas Saber Pusat juga melibatkan unsur Badan Pangan Nasional, Satgasda Saber Polda Jatim dan Polres Kediri, Dinas Perdagangan dan pertanian di tingkat provinsi hingga kabupaten.

Beberapa lokasi yang menjadi titik pemantauan antara lain: Pasar Wonokromo di Kota Surabaya, lahan petani cabai rawit merah di Kecamatan Kepung, pengepul cabai di Kecamatan Puncu, peternakan ayam petelur PT Mitra Jaya Fermindo, Pasar Induk Pare di Kabupaten Kediri, serta Grosir Superindo Jemursari Surabaya.

“Berdasarkan hasil pemantauan di Pasar Wonokromo, secara umum pasokan pangan menjelang Idul Fitri dinilai aman dan distribusi berjalan lancar,” kata Brigjen Zain Dwi Nugroho.

Sejumlah komoditas di antaranya beras premium, medium, cabai merah keriting, bawang merah, bawang putih, minyak goreng Minyakita dari Bulog, serta daging ayam ras, tercatat masih berada pada kisaran harga eceran tertinggi (HET) atau harga acuan pemerintah (HAP).

Harga beberapa komoditas di pasar tersebut antara lain beras premium sekitar Rp15.000 per kilogram, beras medium Rp13.000 hingga Rp13.500 per kilogram, bawang merah Rp40.000 per kilogram, bawang putih Rp34.000 per kilogram, cabai merah keriting Rp50.000 per kilogram, cabai merah besar Rp25.000 per kilogram, dan daging ayam ras Rp40.000 per kilogram.

Sementara itu, harga telur ayam ras berada di kisaran Rp31.000 hingga Rp32.000 per kilogram atau sedikit di atas harga acuan pemerintah. Untuk minyak goreng Minyakita dari Bulog dijual sekitar Rp15.700 per kilogram dan mulai tersedia secara lebih luas di kalangan pedagang.

“Secara umum hasil pemantauan menunjukkan pasokan dan distribusi pangan di wilayah Surabaya dan Kabupaten Kediri dalam kondisi aman menjelang Idul Fitri,” terang Brigjen Zain Dwi Nugroho.

Meski sebagian besar komoditas relatif stabil, Satgas menemukan harga cabai rawit merah masih berada di atas harga acuan pemerintah.

Di tingkat konsumen, harga cabai rawit merah tercatat dijual di kisaran Rp90.000 hingga Rp100.000 per kilogram. Harga tersebut dinilai masih fluktuatif meski sempat mengalami penurunan.

Menurut Brigjen Pol Zain, kenaikan harga cabai rawit merah dipengaruhi oleh faktor cuaca yang berdampak pada produksi di tingkat petani.

“Kenaikan harga cabai rawit merah saat ini dipengaruhi tingginya curah hujan yang berdampak pada penurunan produksi akibat serangan hama dan penyakit tanaman,” ujarnya.

Pemantauan juga dilakukan di lahan cabai rawit merah milik petani bernama Ahmad Asrori di Desa Kepung, Kecamatan Kepung, Kabupaten Kediri.

Petani tersebut mengelola lahan cabai seluas sekitar 2.800 meter persegi.

Berdasarkan keterangan petani, produksi cabai saat ini hanya mencapai sekitar 25 hingga 50 persen dari produksi normal.

Hal ini disebabkan curah hujan tinggi yang memicu serangan jamur fusarium dan patek, serta serangan hama lalat buah.

Selain itu, tanaman cabai yang ditanam pada September 2025 di dataran rendah juga dilaporkan mengalami gagal panen akibat banjir.

Dalam kondisi saat ini, panen cabai dilakukan setiap lima hingga tujuh hari dengan hasil sekitar 30 hingga 50 kilogram. Cabai tersebut dijual langsung ke pasar induk dengan harga sekitar Rp75.000 per kilogram.

Sementara hasil pemantauan di tingkat pengepul di Desa Asmorobangun, Kecamatan Puncu, menunjukkan harga pembelian cabai rawit merah dari petani berkisar Rp.81.000 hingga Rp.82.000 per kilogram.

Selanjutnya cabai dijual ke Pasar Induk Pare dengan harga sekitar Rp83.000 hingga Rp84.000 per kilogram. Pengepul juga memasok cabai ke sejumlah daerah lain seperti Tulungagung.

Namun, pasokan cabai yang diterima pengepul saat ini relatif rendah, yakni kurang dari satu ton per hari, jauh di bawah kondisi normal yang bisa mencapai sekitar lima ton.

Selain komoditas hortikultura, Satgas Saber Pusat juga memantau kondisi peternakan ayam petelur di Kecamatan Puncu, Kabupaten Kediri.

Dari hasil pemantauan diketahui harga pokok produksi telur dipengaruhi oleh biaya pakan.

Dengan harga pakan sekitar Rp7.000 per kilogram dan rasio konsumsi pakan sekitar 3,5, maka harga pokok produksi telur mencapai sekitar Rp24.500 per kilogram.

Peternak kemudian menjual telur di tingkat kandang sekitar Rp26.500 per kilogram.

Satgas menilai harga di tingkat distributor dan pengecer perlu terus dijaga agar tidak melampaui harga acuan pemerintah.

Satgas juga memberikan sejumlah rekomendasi untuk menjaga stabilitas harga pangan. Salah satunya adalah pembangunan sumur bor dan sistem irigasi di lahan pertanian cabai agar produksi dapat berlangsung 2 kali dalam setahun.

“Kami juga mendorong adanya dukungan infrastruktur pertanian seperti sumur bor dan irigasi agar petani dapat menanam cabai lebih optimal sehingga pasokan lebih stabil,” kata Brigjen Zain.

Selain itu, Satgas merekomendasikan koordinasi dengan pelaku usaha dan industri yang menggunakan cabai rawit merah sebagai bahan baku agar harga pembelian di tingkat produsen dan pengepul dapat ditekan sesuai harga acuan pemerintah.

Selain itu diperlukan juga dukungan Fasilitasi Distribusi Pangan (FDP) dari pemerintah untuk bisa menurunkan biaya transportasi dari daerah sentra produksi kepada daerah yang defisit.

Secara keseluruhan, Satgas menilai kondisi pasokan dan distribusi pangan di Surabaya dan Kabupaten Kediri menjelang Idul Fitri 2026 masih dalam kondisi aman. (*)

SURABAYA || Jejak-indonesia.id – Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Drs Nanang Avianto,M.Si bersama Wakapolda Jatim, Brigjen Pol Pasma Royce membagikan ratusan paket takjil kepada para pengendara yang melintas di depan Mapolda Jatim, Kamis (5/3/2026).

Didampingi para Pejabat Utama Polda Jatim, Irjen Pol Nanang turun langsung ke jalan menyapa dan menyerahkan kurang lebih 600 paket takjil kepada pengendara roda dua maupun roda empat yang melintas di Jalan Ahmad Yani, Surabaya.

Dirbinmas Polda Jatim, Kombes Pol Eko Santoso didampingi Kabidhumas Polda Jatim Kombes Pol Jules Abraham Abast, mengatakan bahwa selain pembagian takjil juga dilaksanakan buka bersama dengan elemen masyarakat dan doa bersama anak yatim.

“Alhamdulillah, Bapak Kapolda dan Wakapolda Jatim hadir langsung di tengah masyarakat untuk berbagi kebahagiaan dan mempererat silaturahmi di bulan yang penuh berkah ini,” kata Kombes Pol Eko.

Kegiatan tersebut merupakan wujud nyata kepedulian Polri kepada masyarakat, khususnya di momentum Ramadan.

Selain berbagi takjil, Polda Jatim juga membagikan bikisan berupa sembako.

Kegiatan sosial tersebut juga menjadi sarana mempererat silaturahmi dan membangun hubungan yang harmonis antara Polri dengan masyarakat.

“Melalui kegiatan ini, kami berharap masyarakat yang masih dalam perjalanan dapat terbantu untuk berbuka puasa tepat waktu,” kata Kombes Eko.

Langkah humanis ini diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan publik terhadap institusi Polri dalam menjalankan tugas sebagai pengayom, pelindung dan pelayanan kepada masyarakat.

Pembagian takjil pun diakhiri dengan pesan agar seluruh pengguna jalan selalu mengutamakan keselamatan saat berkendara. (*)

BALI || Jejak-indonesia.id – Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Pol Drs. Agus Suryonugroho, S.H., M.Hum. melakukan audiensi dengan Gubernur Bali I Wayan Koster di Kantor Gubernur Bali, Kamis (5/3/2026). Pertemuan ini membahas kesiapan pelaksanaan Operasi Ketupat 2026 yang berlangsung berdekatan dengan momentum dua hari raya keagamaan yakni Idulfitri dan Hari Raya Nyepi.

Kakorlantas Polri Irjen Pol Drs. Agus Suryonugroho, S.H., M.Hum. mengatakan audiensi tersebut merupakan bagian dari koordinasi lintas instansi, untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan masyarakat dapat berjalan aman dan lancar.

“Operasi Ketupat adalah operasi kemanusiaan. Jadi bukan hanya di bidang lalu lintas, bukan hanya mengamankan arus mudik dan arus balik, tetapi negara hadir dalam rangka mengamankan momentum sosial masyarakat,” kata Kakorlantas.

Ia menjelaskan pengamanan dalam Operasi Ketupat mencakup beberapa klaster penting, yaitu jalur tol, jalan arteri, pelabuhan penyeberangan seperti Gilimanuk–Ketapang, tempat ibadah, serta kawasan wisata yang banyak terdapat di Bali.

“Tempat wisata juga menjadi perhatian karena Bali merupakan salah satu tujuan wisata utama masyarakat saat libur Lebaran,” ujarnya.

Kakorlantas juga menyampaikan bahwa rencana penyelenggaraan kompetisi lari Kemala Run di Bali mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi Bali.

“Yang lebih menggembirakan, rencana Kemala Run akan digelar di Bali dan Pak Gubernur memberikan dukungan yang luar biasa. Ini tentu menjadi kolaborasi yang baik agar kegiatan dapat berjalan lancar,” kata Kakorlantas.

Selain itu, Kakorlantas memastikan pengaturan penyeberangan di Pelabuhan Gilimanuk telah disiapkan untuk menyesuaikan dengan pelaksanaan Hari Raya Nyepi.

“Penyeberangan Gilimanuk sudah diatur jam berapa dibuka dan jam berapa ditutup, termasuk dari Ketapang ke Gilimanuk. Kami juga sudah mendapat laporan dari Dirlantas Polda Bali,” jelasnya.

Ia menambahkan sinergi antara Polri dan pemerintah daerah menjadi kunci dalam menjaga keamanan dan kelancaran aktivitas masyarakat selama periode Hari Raya Nyepi dan Idulfitri.

“Dengan kolaborasi yang baik, negara hadir untuk memastikan seluruh kegiatan masyarakat berjalan aman dan lancar,” tutupnya.

Di kesempatan yang sama, Gubernur Bali I Wayan Koster menyampaikan apresiasi atas kunjungan Kakorlantas Polri yang datang langsung untuk berkoordinasi terkait pengamanan sejumlah agenda besar di Bali, mulai dari Operasi Ketupat Lebaran, Hari Raya Nyepi hingga kegiatan Kemala Run.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada Bapak Kakorlantas yang melakukan audiensi untuk menyampaikan beberapa rencana kegiatan. Yang pertama adalah Operasi Ketupat dalam rangka mengamankan aktivitas lalu lintas selama mudik Lebaran. Yang kedua kegiatan Kemala Run, dan yang ketiga adalah pengamanan Hari Raya Nyepi,” kata Koster.

Ia menegaskan Pemerintah Provinsi Bali siap mendukung program pengamanan yang dilakukan Polri karena berkaitan langsung dengan aktivitas masyarakat Bali.

“Saya sebagai Gubernur tentu harus ikut berkontribusi mendukung apa yang menjadi rencana Bapak Kakorlantas, karena ini adalah program Bapak Kapolri yang harus kita sukseskan secara bersama-sama,” ujarnya.

Koster juga menjelaskan bahwa isu yang berkembang di media sosial mengenai benturan antara Nyepi dan Idulfitri sebenarnya tidak tepat, karena kedua hari besar tersebut tidak berlangsung pada waktu yang sama.

“Tidak berhimpit sebenarnya. Nyepi pada 19 Maret, kemudian Ngembak Geni tanggal 20 pagi. Sore harinya baru malam takbiran, karena Idulfitri diperkirakan tanggal 21. Jadi tidak beririsan sebenarnya,” jelasnya.

Menurutnya, pemerintah daerah bersama unsur tokoh agama juga telah menyiapkan surat edaran bersama dengan seluruh majelis umat beragama di Bali, termasuk Majelis Ulama Indonesia, sehingga pengaturan kegiatan keagamaan telah disepakati bersama.

“Kami sudah membuat surat edaran bersama dengan semua majelis umat beragama di Bali, terutama dengan Majelis Ulama Indonesia. Jadi semuanya sudah clear dan tidak ada masalah,” kata Koster.

Selain itu, Koster mengatakan dalam audiensi juga dibahas rencana kegiatan Kemala Run yang akan digelar di Bali, dengan jumlah peserta yang diperkirakan mencapai sekitar 15 ribu orang.

“Tempatnya sangat layak dan luas, hanya ada akses jalan yang perlu diperbaiki. Tadi Kakorlantas juga sudah mengajak Kepala Balai Jalan untuk melakukan perbaikan segera dan saya akan mengawal ini,” ujarnya.

Pada Jumat 6 Maret 2026, Kakorlantas dijadwalkan melaksanakan kegiatan Polantas Menyapa dan Melayani bersama komunitas ojek online, GP Ansor, serta pecalang sebagai bentuk sinergi menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat agar tetap kondusif di Bali.

error: Content is protected !!