Sorry, we're closed Opens today at 9:00 am

Bulan: Februari 2026

Prestasi Gemilang Anggota Polri: Briptu Muhamad Fawwaz Aditia Farrel Raih Medali Emas dan Pecahkan Rekor Dunia

JAKARTA || Jejak-indonesia.id – Personel Kepolisian Republik Indonesia (Polri) kembali mengharumkan nama bangsa di kancah internasional. Briptu Muhamad Fawwaz Aditia Farrel, anggota Batalyon C Pelopor Satuan Brimob Polda Metro Jaya, berhasil meraih medali emas dalam ajang prestisius Asian Rifle/Pistol Championship 2026 yang diselenggarakan di New Delhi, India.

Keberhasilan ini menjadi catatan sejarah baru dalam dunia menembak internasional. Berlaga pada nomor 25 Meter Rapid Fire Pistol Men kategori Individu, Briptu Fawwaz menunjukkan performa luar biasa dengan memadukan konsentrasi tinggi, kecepatan, dan ketepatan. Tidak hanya membawa pulang medali emas, ia juga berhasil mencatatkan diri sebagai pemegang Rekor Dunia (World Record) dan Rekor Asia (Asian Record) untuk nomor yang sama.

Kompetisi bergengsi ini berlangsung pada tanggal 2 hingga 14 Februari 2026. Capaian fenomenal Briptu Fawwaz membuktikan kualitas atlet tembak Indonesia yang mampu bersaing dan mengungguli lawan-lawannya dari berbagai negara di Asia.

Karo Penmas Divhumas Polri, Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko, menyampaikan apresiasi dan rasa bangga atas prestasi gemilang tersebut.

“Prestasi yang diraih Briptu Muhamad Fawwaz Aditia Farrel merupakan kebanggaan besar bagi Polri dan seluruh masyarakat Indonesia. Tidak hanya meraih medali emas, tetapi juga memecahkan Rekor Dunia dan Rekor Asia. Ini membuktikan bahwa personel Polri mampu bersaing dan unggul di tingkat internasional melalui disiplin, dedikasi, serta latihan yang konsisten,” ujar Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko di Jakarta, Sabtu (14/2/2026).

Ia menambahkan, capaian ini menjadi energi positif bagi seluruh jajaran Polri untuk terus meningkatkan kualitas sumber daya manusia, baik dalam pelaksanaan tugas pokok menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat maupun dalam pengembangan prestasi di bidang olahraga.

“Polri berkomitmen untuk terus mendukung pembinaan dan pengembangan potensi personel secara berkelanjutan. Prestasi ini diharapkan menjadi inspirasi dan motivasi bagi anggota lainnya untuk terus berprestasi serta memberikan yang terbaik bagi institusi, bangsa, dan negara,” tutupnya.

Keberhasilan Briptu Muhamad Fawwaz Aditia Farrel ini menjadi bukti nyata bahwa pembinaan yang terarah dan berkesinambungan mampu melahirkan personel yang tidak hanya profesional dalam tugas, tetapi juga berprestasi di panggung dunia.

Tentang Asian Rifle/Pistol Championship: Kejuaraan ini merupakan ajang bergengsi tingkat Asia yang mempertemukan para atlet tembak terbaik dari seluruh negara di kawasan Asia untuk berlaga dalam berbagai nomor senapan dan pistol.

Polri Targetkan Bangun 1.500 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi pada 2026, Simak Skema Pendanaannya

JAKARTA || Jejak-indonesia.id - Mabes Polri membeberkan skema pembiayaan pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tengah digalakkan di seluruh Indonesia. Kadiv Humas Polri, Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir, menyebutkan bahwa pendanaan proyek strategis ini bersumber dari tiga jalur utama.

"Pertama berasal dari dana koperasi Polda atau Polres yang dikelola anggota, kedua menggunakan dana pinjaman Bank Himbara, dan ketiga melalui kerja sama dengan mitra Yayasan Kemala Bhayangkari (YKB)," ujar Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir dalam keterangan resminya, Jumat (13/2/2025).

Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir mengungkap, sejauh ini Polri telah memiliki 1.179 SPPG, terdiri dari 411 di antaranya telah beroperasi, 162 SPPG masih persiapan operasional, 499 SPPG tahap pembangunan, dan 107 SPPG masih tahap groundbreaking. Sebaran SPPG ini mencakup wilayah-wilayah strategis, di antaranya Jawa Tengah dan Jawa Timur dengan 131 SPPG, Sumatera Utara 117 SPPG, Banten 63 SPPG, serta Jawa Barat sebanyak 62 SPPG.

Sementara itu, Kasatgas Makan Bergizi Gratis (MBG) Polri, Irjen Nurworo Danang, menekankan rencana ekspansi pembangunan dapur MBG ke wilayah Terluar, Terdepan, dan Tertinggal (3T). Namun, ia mengakui adanya tantangan besar, terutama terkait faktor keamanan di wilayah Papua Tengah dan Papua Pegunungan akibat potensi gangguan dari Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB).

Sebagai langkah antisipasi, Polri akan melakukan survei mendalam serta koordinasi intensif dengan aparat setempat, pemerintah daerah, hingga tokoh masyarakat. "Sepanjang memungkinkan untuk dibangun SPPG, Polri akan berupaya memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat, khususnya di wilayah terpencil," tegas Irjen Pol. Danang.

Target 1.500 Unit pada 2026

Sebelumnya, Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo menegaskan komitmen Korps Bhayangkara untuk terus menambah jumlah fasilitas ini secara merata sepanjang tahun. Program ini merupakan bentuk dukungan nyata Polri terhadap prioritas pemerintah dalam meningkatkan kualitas gizi nasional.

"Pada tahun 2026, Polri menargetkan pembangunan terus berlanjut hingga mencapai total 1.500 unit SPPG di seluruh Indonesia," ungkap Kapolri saat memberikan sambutan di SPPG Polri Palmerah.

Program SPPG diharapkan menjadi garda terdepan dalam menekan angka stunting dan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat hingga ke pelosok tanah air.

Dukung Ketahanan Gizi Nasional, Kapolda Papua Barat Daya Hadiri Peresmian 510 SPPG Polri oleh Presiden Prabowo

JAKARTA || Jejak-indonesia.id - Kapolda Papua Barat Daya Brigjen Pol. Gatot Haribowo, S.I.K., M.AP., Mengikuti kegiatan Peresmian Operasional 510 SPPG Polri, peletakan batu pertama pembangunan 107 SPPG Polri, serta peresmian 18 Gudang Ketahanan Pangan Polri di 12 Polda yang dipimpin langsung oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.

Peresmian ini berpusat di SPPG Polri Palmerah, Jakarta Barat, dihadiri oleh Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo M.Si., beserta jajaran Pejabat Utama (PJU) Mabes Polri. Kehadiran para pimpinan kepolisian ini menegaskan komitmen Polri dalam mengawal program strategis pemerintah, khususnya di bidang pemenuhan gizi masyarakat.

Dalam laporannya, Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo memaparkan capaian signifikan pembangunan SPPG di seluruh Indonesia. Saat ini, Polri telah mengelola total 1.179 unit SPPG dengan rincian: 411 unit telah beroperasi, 162 unit dalam tahap persiapan, 499 unit sedang dalam proses pembangunan, dan 107 unit lainnya baru saja memulai tahap groundbreaking.

“Pembangunan SPPG ini merupakan dukungan nyata Polri terhadap program Presiden, khususnya dalam mengawal agenda strategis pemerintah untuk memperkuat ketahanan gizi masyarakat,” ucap Kapolri. Jum'at, (14/2/2026)

Jika seluruh fasilitas ini telah beroperasi penuh, SPPG Polri diproyeksikan mampu memberikan manfaat layanan gizi bagi 2.947.500 orang serta menyerap sekitar 58.950 tenaga kerja lokal di berbagai daerah. Hal ini diharapkan dapat memberikan dampak ganda bagi kesejahteraan masyarakat dan penguatan ekonomi daerah.

Kehadiran Kapolda Papua Barat Daya dalam peluncuran serentak ini mempertegas kesiapan Polda Papua Barat Daya dalam mengimplementasikan kebijakan nasional di wilayahnya. Selain pemenuhan gizi, program ini diharapkan menjadi langkah konkret Polri dalam memberdayakan ekonomi lokal melalui penciptaan lapangan kerja baru serta memperkuat ketahanan sosial secara berkelanjutan.

Polri Terbangkan ETLE Drone Patrol Presisi Awasi Lalu Lintas di 5 Titik Strategis Ibu Kota

JAKARTA || Jejak-indonesia.id - Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri kembali mengoptimalkan pengawasan lalu lintas berbasis teknologi melalui operasional ETLE Drone Patrol Presisi di 5 titik strategis di Jakarta.

Lima titik itu adalah sepanjang Jalan Gatot Subroto,Senopati,Gunawarman,adityawarman,TB Simatupang yang merupakan koridor utama mobilitas masyarakat di wilayah DKI Jakarta.

Ruas ini dikenal sebagai jalur strategis penghubung pusat perkantoran, kawasan bisnis, dan akses menuju simpul transportasi penting di Ibu Kota.

Kegiatan ini dilaksanakan di bawah arahan Kakorlantas Polri Irjen Pol. Drs. Agus Suryonugroho, S.H., M.Hum., dengan pelaksanaan teknis oleh Direktorat Penegakan Hukum (Ditgakkum) Korlantas Polri yang dipimpin oleh Dirgakkum, Brigjen Pol. Faizal, S.I.K., M.H.

Guna memastikan pengawasan berjalan profesional, terukur, dan sesuai ketentuan hukum yang ada, juga dilakukan pengendalian teknis di lapangan oleh Kasubdit Dakgar Ditgakkum Korlantas Polri, Kombes Pol. Dwi Sumrahadi Rakhmanto, S.H., S.I.K., M.H.

Kombes Dwi Sumrahadi mengatakan, pengoperasian drone dilakukan secara real time menggunakan pesawat tanpa awak yang dilengkapi kamera beresolusi tinggi dan sistem Automatic Number Plate Recognition (ANPR).

"Perangkat ini mampu memantau arus kendaraan secara menyeluruh, merekam pelanggaran secara objektif, serta mengidentifikasi pelat nomor kendaraan dengan akurat tanpa mengganggu kelancaran lalu lintas di bawahnya," jelas Kombes Dwi Sumrahadi, Sabtu (14/2/26).

Adapun jenis pelanggaran yang terpantau dan diproses melalui sistem ETLE di koridor Gatot Subroto meliputi pelanggaran ganjil genap pada jam pemberlakuan pembatasan kendaraan; Kendaraan yang melawan arus; Pengendara sepeda motor yang tidak menggunakan helm SNI dan Pengemudi di bawah umur, termasuk pelajar yang belum memiliki SIM.

"Penindakan terhadap pelanggaran tersebut mengacu pada ketentuan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, khususnya Pasal 106, Pasal 287, Pasal 291, serta Pasal 281," jelas Kombes Dwi Sumrahadi.

Selain itu penindakan terhadap pelanggaran lalu lintas ini juga mengacu pada regulasi pembatasan lalu lintas sistem ganjil genap yang berlaku di wilayah DKI Jakarta.

Setiap pelanggaran yang terekam oleh ETLE Drone selanjutnya terintegrasi ke dalam sistem ETLE Nasional untuk dilakukan proses identifikasi kendaraan, verifikasi oleh petugas, hingga penerbitan surat konfirmasi pelanggaran secara elektronik kepada pemilik kendaraan.

"Rekaman visual dari udara menjadi alat bukti elektronik yang sah dalam proses penegakan hukum," tegasnya.

Sementara itu, Kakorlantas Polri Irjen Pol. Drs. Agus Suryonugroho melalui Dirgakkum, Brigjen Pol. Faizal menegaskan bahwa kehadiran ETLE Drone Patrol di koridor Gatot Subroto merupakan bagian dari komitmen Polri dalam menghadirkan pengawasan lalu lintas yang modern dan transparan.

"Pengawasan berbasis udara ini tidak hanya meningkatkan efektivitas penegakan hukum, tetapi juga memberikan efek preventif yang kuat bagi masyarakat," kata Brigjen Pol. Faizal.

Menurutnya, dengan pengawasan yang konsisten dan berbasis teknologi, diharapkan tingkat kepatuhan pengguna jalan di kawasan Gatot Subroto semakin meningkat, risiko kecelakaan dapat ditekan, dan tercipta budaya tertib berlalu lintas yang berkelanjutan di jantung Ibu Kota. (*)

Perkuat Ketahanan Pangan Presiden RI Resmikan Gudang Jagung Milik Polda Jatim

MOJOKERTO || Jejak-indonesia.id – Presiden RI Prabowo Subianto meresmikan gudang ketahanan pangan milik Polri di seluruh Indonesia, Jumat (13/2/26).

Gudang untuk memperkuat ketahanan pangan yang diresmikan tersebut diantaranya milik Polda Jawa Timur (Jatim).

Kapolda Jawa Timur Irjen Pol. Drs. Nanang Avianto, M.Si. melaporkan langsung kesiapan Gudang Ketahanan Pangan Polri kepada Presiden RI Prabowo Subianto.

Gudang tersebut berada di Desa Pacing, Kecamatan Bangsal, Kabupaten Mojokerto, dan menjadi gudang khusus jagung pertama di Jawa Timur.

Gudang yang dibangun di lahan milik SPN Polda Jawa Timur itu memiliki luas bangunan 1.464 meter persegi dengan daya tampung total 2.000 ton.

Pembangunan rampung dalam 120 hari dan kini siap digunakan penuh untuk mendukung ketahanan pangan nasional.

“Gudang ini kami siapkan khusus untuk komoditas jagung dengan kapasitas masing-masing 1.000 ton per bangunan. Lokasinya strategis sehingga memudahkan petani dalam penyerapan hasil panen,” ujar Irjen Pol Nanang dalam laporannya, Jumat (13/2/2026)

Pengelolaan gudang dilakukan melalui kerja sama dengan Perum Bulog, yang menyerap jagung petani seharga Rp6.400 per kilogram dengan kadar air maksimal 14 persen.

Irjen Nanang menyebut sinergi ini menjadi bentuk tata kelola profesional untuk menjaga stabilitas stok dan harga pangan di Jawa Timur, sekaligus mendukung kebutuhan industri peternakan.

“Polri menyediakan lahan, membangun infrastruktur, dan menjaga keamanan. Sementara Bulog menangani operasional hingga distribusi. Ini kami harapkan mampu memperkuat ketahanan pangan daerah,” tegas Irjen Nanang.

Saat ini gudang sudah terisi 142 ton jagung pipil dan terbuka membantu 13 cabang Bulog lain di Jawa Timur.

"Ke depan, fasilitas tersebut akan dilengkapi sarana pemipilan, pengeringan, dan pengepakan," pungkas Irjen Nanang. (*)

error: Content is protected !!