Sorry, we're closed Opens today at 9:00 am

Bulan: Februari 2026

Mahasiswa STIK Angkatan 83 Bangun Sumur Bor untuk Warga Aceh Utara, Kapolres: Wujud Nyata Kepedulian Polri

ACEH UTARA || Jejak-indonesia.id – Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK) Lemdiklat Polri Angkatan 83 membangun sumur bor bagi masyarakat Kabupaten Aceh Utara sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat (Dianmas) sekaligus upaya membantu pemenuhan kebutuhan air bersih pascabencana. Fasilitas tersebut diresmikan langsung oleh Kapolres Aceh Utara AKBP Trie Aprianto, S.H., M.H., didampingi perwira pendamping dan mahasiswa STIK, Sabtu (14/02/2026).

Pembangunan sumur bor dilakukan setelah mahasiswa melaksanakan survei dan pendataan terhadap warga yang mengalami kesulitan mendapatkan akses air bersih. Dari hasil observasi lapangan serta wawancara dengan masyarakat, ketersediaan sumber air bersih menjadi kebutuhan prioritas dalam mendukung proses pemulihan kondisi wilayah terdampak.

Kegiatan ini dipimpin oleh Perwira Pendamping Kombes Pol Didit Bambang Wibowo, S.I.K., M.H., dan melibatkan 22 mahasiswa STIK Angkatan 83, termasuk Mahasiswa Sindikat 8 STIK-PTIK Angkatan 83 M. Rizky Ali Akbar yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Senat Persatuan Mahasiswa Ilmu Kepolisian (PMIK). Ia turut berperan aktif dalam koordinasi serta pelaksanaan kegiatan di lapangan.

Proses pembangunan sumur bor dikerjakan secara gotong royong bersama masyarakat setempat, mulai dari pengeboran, pemasangan instalasi pipa, hingga uji kelayakan air agar dapat segera dimanfaatkan oleh warga.

Dalam sambutannya, Kapolres Aceh Utara menyampaikan apresiasi atas kepedulian dan inisiatif para mahasiswa STIK dalam menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat.

“Pembangunan sumur bor ini merupakan bentuk nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat. Saya mengapresiasi dedikasi mahasiswa STIK Angkatan 83 yang telah memberikan solusi konkret terhadap kebutuhan dasar warga. Semoga fasilitas ini dapat dimanfaatkan dan dirawat bersama untuk kepentingan jangka panjang,” ujar AKBP Trie Aprianto.

Keberadaan sumur bor ini diharapkan dapat menyediakan akses air bersih bagi masyarakat terdampak, meningkatkan kualitas kesehatan dan sanitasi lingkungan, mempererat kemitraan antara Polri dan masyarakat, serta menumbuhkan kepedulian sosial mahasiswa terhadap dinamika kewilayahan.

Warga setempat pun menyambut baik bantuan tersebut dan menyampaikan terima kasih atas kepedulian yang diberikan. Mereka berharap fasilitas sumur bor dapat menjadi solusi jangka panjang untuk memenuhi kebutuhan air bersih sehari-hari.

Melalui kegiatan Dianmas ini, Mahasiswa STIK Angkatan 83 tidak hanya mengaplikasikan teori yang diperoleh selama pendidikan, tetapi juga mengasah kemampuan kepemimpinan, manajerial, serta kepekaan sosial dalam menjawab tantangan dan kebutuhan masyarakat di lapangan.

Empat Ekor Kijang Dilepasliarkan di Kawasan CA/TWA Kawah Ijen

BANYUWANGI || Jejak-indonesia.id – Kepala Resort RKW 14 Kawah Ijen menerima penyerahan empat ekor satwa dilindungi jenis kijang dari penangkaran Muncar untuk selanjutnya dilepasliarkan di kawasan Cagar Alam/Taman Wisata Alam (CA/TWA) Kawah Ijen, Sabtu (14/2/2026).

Sebanyak empat ekor kijang yang terdiri dari tiga jantan dan satu betina tersebut langsung dilepasliarkan pada malam hari di kawasan konservasi Kawah Ijen.

Keputusan pelepasliaran tanpa menunggu pagi hari diambil berdasarkan pertimbangan kondisi satwa yang mengalami stres setelah seharian berada di kandang evakuasi.

Langkah cepat tersebut dinilai penting agar satwa segera kembali ke habitat alaminya dan dapat beradaptasi dengan lingkungan sekitar.

Kepala Resort RKW 14, Rusdi Santoso, menyampaikan bahwa proses pelepasliaran dilakukan secara hati-hati dengan melibatkan unsur Masyarakat Mitra Polhut (MMP) serta mitra masyarakat setempat.

“Pertimbangan kami, semakin cepat satwa kembali ke habitat alaminya maka tingkat stres dapat diminimalkan. Alhamdulillah seluruh"proses berjalan lancar,”ujarnya.

Adapun petugas yang terlibat dalam kegiatan tersebut antara lain Kepala Resort RKW 14 Rusdi Santoso, Inul (MMP), Ilham (MMP), Jhon (MMP), Sarwono (Mitra Masyarakat), serta Ajis (Mitra Masyarakat).

Sementara itu, Kepala Seksi KSDA Wilayah Banyuwangi, Dwi Putro Sugiarto, menambahkan bahwa lokasi pelepasliaran dipilih di area yang berdekatan dengan sumber mata air (brom).

Pemilihan titik tersebut didasarkan pada ketersediaan pakan alami berupa rumput yang melimpah, tersedianya sumber air, serta lokasi yang relatif jauh dari aktivitas manusia.

“Hal ini dilakukan guna menjamin keamanan dan keselamatan satwa setelah dilepas ke habitat alaminya,” jelasnya.

Dengan dilepasliarkannya empat ekor kijang tersebut, pihak Resort RKW 14 berharap satwa dapat beradaptasi dengan baik serta berkembang biak di kawasan konservasi CA/TWA Kawah Ijen.

Kegiatan pelepasliaran berlangsung dalam keadaan aman, tertib, dan sukses.

Dokumentasi kegiatan turut dilampirkan sebagai bagian dari laporan resmi pelaksanaan pelepasliaran, tutup Dwi.

Aditya Wisnu Permana Kembali Nahkodai Club AOS Perbakin Banyuwangi

BANYUWANGI || Jejak-indonesia.id -  Musyawarah Club (Musclub) Air Softer Osing Seduluran (AOS) Perbakin Banyuwangi yang digelar di Villa Omah Isun, Pakis, pada Sabtu (14/02/2026), resmi menetapkan kembali Aditya Wisnu Permana, S.H. sebagai ketua untuk masa bakti 2026-2030.

​Pemilihan yang berlangsung secara khidmat ini menjadi momentum penting bagi penguatan struktur organisasi hobi dan olahraga menembak di Bumi Blambangan.

​Dalam sambutannya setelah terpilih, Aditya Wisnu Permana menyampaikan rasa terima kasih atas kepercayaan yang kembali diberikan oleh seluruh anggota. Ia menegaskan komitmennya untuk membawa AOS Perbakin Banyuwangi lebih baik lagi.

​"Terima kasih atas amanah dari saudara-saudara sekalian. Kami bersama jajaran pengurus akan terus berbenah. Fokus utama kami adalah terus membina atlet-atlet lokal agar mampu berprestasi dan mengharumkan nama Banyuwangi di kancah yang lebih luas," ujar Aditya.

​Ketua Perbakin Banyuwangi, Romadhoni Isyak, S.H., M.H., yang hadir dalam acara tersebut, turut memberikan ucapan selamat. Beliau berharap di bawah kepemimpinan Aditya, AOS dapat semakin solid dan sinergis dengan induk organisasi.

​"Selamat atas terpilihnya Mas Aditya sebagai nahkoda AOS. Kami mengapresiasi semangat kebersamaan ini dan berterima kasih kepada semua pihak yang selama ini telah mendukung kemajuan Perbakin di Banyuwangi," ungkap Romadhoni.

Romadhoni juga menambahkan prestasi atlit - alit AOS di pertahankan dan ditingkatkan.

Reporter : Rio

Geliat Ketahanan Pangan di Balik Jeruji: Strategi Menteri Imipas Agus Andrianto Transformasi Lapas Jadi Pusat Ekonomi

JAKARTA || Jejak-indonesia.id - Di bawah naungan kementerian baru, Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas), Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) mulai menunjukkan wajah baru. Bukan sekadar tempat menjalani masa hukuman, lembaga pemasyarakatan (lapas) dan rumah tahanan (rutan) kini bertransformasi menjadi pusat ketahanan pangan dan pemberdayaan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).

Langkah besar ini ditandai dengan kesuksesan Panen Raya Serentak se-Indonesia pada Kamis (15/1/2026). Dari program tersebut, Ditjenpas berhasil mencatatkan hasil produksi yang impresif: 99.930 kg komoditas pertanian dan perkebunan, 4.019 kg sektor peternakan, serta 19.608 kg sektor perikanan. Secara akumulatif, para warga binaan berhasil memproduksi total 123.557 kg pangan dalam satu periode panen di awal tahun 2026.

Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Jenderal Pol. (Purn) Drs. Agus Andrianto S.H., M.H., saat meninjau pilot project di Lapas Terbuka Nusakambangan, Selasa (10/2/2026), mengungkapkan bahwa inisiatif ini didorong oleh empat faktor strategis:

1. Menertibkan Lahan Tidur dan Aset Negara

Berangkat dari temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terkait banyaknya lahan aset negara yang tidak dimanfaatkan (idle), Menteri Agus bergerak cepat melakukan inventarisasi. Di Nusakambangan misalnya, lahan yang semula tak terawasi kini dikelola secara profesional untuk pembinaan narapidana guna mencegah perambahan liar oleh pihak luar dan memastikan lahan tetap steril sesuai fungsinya.

2. Penyelarasan dengan Asta Cita Presiden

Program ini dirancang sebagai kontribusi nyata kementerian terhadap visi Asta Cita Presiden RI, khususnya terkait kemandirian pangan. Produk hasil karya narapidana kini tak lagi sekadar menjadi pajangan seremonial, tetapi didorong untuk masuk ke pasar komersial guna memberikan kepercayaan diri serta kesejahteraan bagi warga binaan.

3. Optimalisasi Rantai Pasok Pangan Internal dan Lokal

Menteri Agus telah menerbitkan peraturan yang mewajibkan vendor penyedia bahan makanan di lapas untuk menyerap hasil panen narapidana minimal sebanyak 5 persen. Selain memenuhi kebutuhan internal, program ini juga menggerakkan ekonomi daerah dengan merangkul pengusaha lokal. Jika hasil melimpah, produksi tersebut diproyeksikan untuk menyuplai program Makan Bergizi Gratis hingga pasar tradisional dan modern.

4. Pembekalan Keterampilan dan Tabungan Masa Depan

Fokus utama program ini tetaplah pada pembinaan. Para narapidana tidak hanya mendapatkan keahlian (skill) baru sebagai bekal bebas nanti, tetapi juga menerima premi (upah) dari hasil penjualan produk. Premi ini diharapkan menjadi tabungan modal usaha saat mereka kembali ke masyarakat.

Tak hanya bagi narapidana, Menteri Agus menyebut aktivitas ini juga menjadi inspirasi bagi pegawai lapas dalam mempersiapkan masa pensiun melalui teknik "amati, tiru, dan modifikasi" (ATM) pada program-program ketahanan pangan yang telah berjalan.

Melalui sinergi antara pemanfaatan aset, pembinaan manusia, dan dukungan ekonomi lokal, Kemenimipas optimistis mampu memberikan kontribusi nyata bagi ketahanan pangan nasional sekaligus menciptakan sistem pemasyarakatan yang lebih produktif dan manusiawi.

Kapolri Ajak GP Ansor-Banser Perkuat Sinergi Jaga Kamtibmas dan Sukseskan Program Pemerintah

JAKARTA || Jejak-indonesia.id - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memberikan pengarahan dan pembekalan sekaligus membuka latihan instruktur dan kursus pelatih II GP Ansor, Banser dan Majelis Dzikir Sholawat (MDS) Rijalul Ansor.

Dalam kesempatan itu, Sigit menekankan soal penguatan sinergisitas dalam rangka menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Ia juga mengajak organisasi saya Nahdlatul Ulama (NU) itu untuk menyukseskan seluruh program pemerintah.

"Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan kualitas sumber daya manusia kader NU, Banser, dan Ansor akan semakin meningkat untuk menjaga stabilitas kamtibmas, mendukung program pemerintah, dan mendukung pertumbuhan ekonomi," kata Sigit di Lapangan Olahraga SPN Selopamioro, Bantul, Yogyakarta, Sabtu (14/2/2026).

Menurut Sigit, seluruh elemen bangsa harus bersatu padu di tengah keberagaman suku, budaya, agama. Hal itu, kata Sigit merupakan kekuatan utama Bangsa Indonesia.

Apalagi, menurut Sigit, situasi global saat ini sedang tidak menentu dan berdampak kepada situasi dalam negeri. Sebabnya diperlukan kolaborasi dan sinergi yang kuat seluruh anak bangsa.

"Di tengah tekanan ekonomi global, perekonomian Indonesia masih berada pada posisi stabil, hal tersebut tidak terlepas dari implementasi Misi Asta Cita serta berbagai kebijakan dan program Pemerintah lainnya," ujar Sigit.

"Saya menitipkan agar NU, Banser, Ansor agar terus beriringan bersama-sama Polri, meningkatkan sinergisitas, kebersamaan, dan kolaborasi agar semakin kuat," tambah Sigit menekankan.

Lebih dalam, Sigit menegaskan, seluruh jajaran Polri harus bahu membahu dengan NU, Ansor, Banser, dari tingkat pusat hingga daerah untuk menjaga dan membangun bangsa agar menjadi lebih baik.

"Tunjukkan kepada dunia Indonesia adalah negara yang luar biasa, mampu melompat dari negara berkembang menjadi negara maju, dan dipandang oleh dunia internasional," tutup Sigit.

error: Content is protected !!