Sorry, we're closed Opens today at 9:00 am

Bulan: Februari 2026

Push Bike Series Banyuwangi Ramai Diikuti Peserta dari Berbagai Kota

BANYUWANGI || Jejak-indonesia.id – Kabupaten Banyuwangi rutin menggelar kompetisi sepeda tanpa pedal (push bike). Akhir pekan ini, ratusan peserta anak-anak mengikuti kompetisi “Push Bike Series Tiga” yang digelar di Pantai Marina Boom, Sabtu (14/2/2026).

Push Bike Series 3 merupakan Final Round dimana sebelumnya telah digelar kompetisi Push Bike 1 dan 2. Kompetisi diikuti 310 peserta anak dari berbagai daerah di Indonesia diantaranya Kalimantan, Makassar, Yogyakarta, Klaten, Ngawi, Surabaya, Kediri, Lumajang, Situbondo, Bondowoso, Jember, Bali dan Banyuwangi.

“Kompetisi Push Bike bukan hanya sekedar lomba tapi juga menjadi ruang pembinaan bakat olahraga sejak dini bagi anak-anak. Selamat bagi semua pemenang dan jangan menyerah bagi yang belum berhasil,” kata Bupati Ipuk Fiestiandani, Sabtu (14/2/2026).

Ipuk mengatakan kompetisi ini juga menjadi agenda sporttourism daerah yang masuk dalam Agenda Banyuwangi Festival 2026. Kompetisi ini sendiri digelar di salah satu spot wisata favorit, Pantai Marina Boom.

“Menarik sih digelar di tempat wisata. Biasanya anak kami berlatih di Gesibu atau di CFD A Yani tiap akhir pekan. Salut dengan Banyuwangi yang banyak mewadahi kreativitas dan hobi anak-anak,” kata Mirna, salah satu orang tua peserta.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Alvin Kurniawan menjelaskan Push Bike Series 3 Final Round terbagi dalam beberapa kategori. Dimulai dari kategori 2023 Mix yang bersifat non-seri bagi peserta termuda. Selanjutnya, kelas Boys dan Girls kelahiran 2022 hingga 2018.

“Sebagai puncak, ada kategori Free For All (FFA) Max kelahiran 2016 menjadi kelas paling bergengsi dengan persaingan para rider yang telah berpengalaman menaklukkan lintasan,” terangnya.

Sebelumya kompetisi Push Bike Series 3 Final Round itu dibuka langusng oleh Asisten Administrasi Umum, Suratno. (*)

Hadiri Pelantikan IDI Banyuwangi, Bupati Ipuk Ajak IDI Kolaborasi Perkuat Jemput Bola Rawat Warga Sakit

BANYUWANGI || Jejak-indonesia.id – Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menghadiri pelantikan pengurus Ikatan Dokter Indonesia (IDI) cabang Banyuwangi periode 2025-2028, Sabtu (15/2/2026). Dalam kesempatan itu, Ipuk mengajak IDI Banyuwangi berkolaborasi melakukan penguatan layanan jemput bola, merawat warga yang sakit.

“Saya percaya di bawah kepengurusan yang baru, IDI akan semakin solid, adaptif, dan kontributif dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Banyuwangi,” kata Ipuk.

"Mari terus bersinergi. Kita perkuat lagi layanan jemput bola, merawat warga yang sakit, terutama warga miskin dan lansia sebatang kara. Kalau selama ini IDI sudah memiliki data warga yang biasa diperiksa, ke depan bisa disinkronkan dengan data Pemkab sehingga layanan ini semakin meluas dan tidak tumpang tindih sasaran,” imbuh Ipuk.

Ipuk menyebut, layanan jemput bola rawat warga telah dilaksanakan Pemkab Banyuwangi sejak 2018. Program ini menjadi instrumen penting untuk menjangkau warga miskin, lansia terlantar, dan mereka yang memiliki keterbatasan mobilitas.

Melalui kunjungan rumah oleh dokter dan tenaga kesehatan, Pemkab memastikan bahwa pemeriksaan, pengobatan, pemantauan penyakit kronis, edukasi keluarga, serta rujukan terintegrasi dapat dilakukan secara langsung kepada warga.

“Ini sebagai upaya memberikan pelayanan kesehatan secara merata kepada semua warga. Kami selalu mewanti-wanti jangan sampai ada warga miskin yang tidak bisa mendapat layanan kesehatan,” urainya.

Ipuk juga berpesan agar para dokter mengedepankan sikap humanis. “Jangan sampai ada hambatan layanan bagi warga. Layani semuanya dengan baik, tidak boleh menolak pasien, termasuk ketika kepesertaan BPJS mereka dalam kondisi nonaktif,” tegasnya.

Tak lupa, Ipuk juga menyampaikan apresiasi kepada IDI Banyuwangi. Menurutnya, IDI telah banyak membantu pemerintah dalam penanganan kesehatan di masyarakat. IDI juga terus mendukung agenda strategis pemkab lainnya.

“Atas nama Pemkab, saya sampaikan terima kasih atas dukungan para dokter terhadap agenda strategis daerah, termasuk dukungan terhadap Banyuwangi Berbagi untuk menurunkan kemiskinan,” ujarnya.

Ipuk berharap para pengurus yang baru dilantik dapat melaksanakan tugas dengan amanah.

Sementara itu, Ketua IDI Cabang Banyuwangi Periode 2025-2028, dr Widji Lestariono, mengatakan visi IDI adalah membantu program kesehatan pemerintah daerah.

" Kami siap berkolaborasi dengan Pemkab mewujudkan pelayanan yang bermutu dan adil bagi masyarakat,” ujarnya. (*)

Jumat Hari Naik Transportasi Umum, Bupati Ipuk Pilih Becak Listrik ke Kantor

BANYUWANGI || Jejak-indonesia.id - Gerakan menggunakan transportasi umum dan ojek online tiap Jumat konsisten dilakukan karyawan di lingkungan Pemkab Banyuwangi. Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani kembali memberi contoh dengan berangkat kerja tanpa kendaraan dinas.

Seperti pekan-pekan sebelumnya, Ipuk berangkat dari rumah menuju Kantor Pemkab menggunakan moda transportasi publik. Jika sebelumnya sempat naik angkot dan ojek online, kali ini ia memilih becak listrik.

Becak listrik tersebut merupakan bagian dari program bantuan Presiden Prabowo yang disalurkan kepada para pengemudi becak lansia di Banyuwangi.

"Nyaman juga naik becak listrik ini, tahu-tahu sudah sampai kantor," ujar Ipuk sambil tersenyum.

Ipuk menyampaikan, naik transportasi umum setiap Jumat merupakan kebijakan rutin yang berlaku bagi seluruh pegawai Pemkab.

"Ini gerakan rutin setiap Jumat dan akan terus berlanjut. Seluruh karyawan pemkab berangkat dan pulang kerja menggunakan transportasi publik, baik angkutan umum maupun ojek online," kata Ipuk.

Menurutnya, kebijakan tersebut menjadi salah satu cara mendorong peningkatan pendapatan para sopir angkutan umum sekaligus mengurangi polusi.

"Mudah-mudahan ini menjadi bagian dari dukungan kita agar transportasi umum semakin berdaya," imbuhnya.

Dalam kesempatan itu, Ipuk juga membagikan helm kepada sejumlah pengemudi sebagai bentuk perhatian terhadap keselamatan berkendara.

Salah satu pengemudi ojek online asal Kecamatan Licin, Ambon, mengaku bersyukur adanya program ini. Sehingga bisa menambah pendapatan mereka.

"Di sini kami bersama dengan transportasi lain mendukung program Pemkab Banyuwangi," kata dia.

Ambon juga bersyukur dengan pertumbuhan pariwisata Banyuwangi. Dampaknya, ia kerap menerima penumpang dari wisatawan asing. Meski begitu, pengemudi juga dituntut mampu beradaptasi, termasuk berkomunikasi dengan wisatawan mancanegara.

"Beruntungnya saya bisa bahasa Inggris sedikit-sedikit. Karena tamu yang saya antar itu ada dari Australia dan Selandia Baru," katanya.

Ia berharap ke depan ada pendampingan atau pelatihan bahasa bagi para pengemudi, sehingga mereka bisa semakin menguasainya. (*)

Perkuat Tangkapan Air di Hulu, Banyuwangi Tanam 20 Ribu Pohon di Pesanggaran

BANYUWANGI || Jejak-indonesia.id – Pemerintah Kabupaten Banyuwangi bersama PTPN I Regional 5 melakukan reboisasi di areal HGU Kebun Sumberjambe, Desa Kandangan, Kecamatan Pesanggaran.

Dalam kegiatan itu, sebanyak 20 ribu pohon ditanam di kawasan konservasi Kebun Sumberjambe yang menjadi daerah tangkapan air wilayah Pesanggaran.

Penanaman dipimpin Sekretaris Daerah Banyuwangi Guntur Priambodo, diikuti pejabat PTPN, organisasi perangkat daerah (OPD) Banyuwangi mulai Dinas Lingkungan Hidup (DLH), BPBD, Dinas PU Pengairan, Dinas Pertanian, TNI-Polri, serta Camat dan warga Pesanggaran.

"Reboisasi ini menjadi bagian dari upaya mitigasi risiko bencana, khususnya banjir," kata Guntur.

Ia menyebut, sebagian besar area Sumberjambe merupakan kawasan konservasi yang selama ini berfungsi sebagai penyangga lingkungan dan sumber aliran sungai menuju wilayah hilir Pesanggaran.

"Maka selain untuk mitigasi risiko banjir, penghijauan ini sekaligus menjaga ketahanan air dan pangan masyarakat. Kebun Sumberjambe sangat penting dijaga karena akan meminimalisir luapan air Sungai Karang Tambak yang kerap menimbulkan banjir," sambung Guntur.

Menurutnya, kawasan hutan di wilayah atas memiliki peran penting sebagai daerah tangkapan air yang memengaruhi debit sungai di wilayah permukiman.

Peremajaan tanaman di kawasan tersebut juga diperlukan agar fungsi konservasi tetap berjalan optimal dan mampu menekan potensi limpasan air.

"Kalau daerah atasnya terjaga, maka risiko banjir di bawah bisa kita kurangi. Ini langkah jangka panjang yang harus konsisten dilakukan," katanya. (*)

Hadir dengan Hati: Kapolsek Curug Perkenalkan Diri dan Pererat Toleransi di HKBP Cijengir

TANGERANG || Jejak-indonesia.id -  Kapolsek Curug AKP H.P. Tampubolon, S.T.K., S.I.K. menghadiri Ibadah Minggu di Gereja HKBP Cijengir, Kelurahan Binong, Kecamatan Curug, Kabupaten Tangerang, pada Minggu (15/02/2026). Kehadiran Kapolsek Curug ini merupakan wujud nyata pendekatan humanis Polri dalam merawat kebersamaan, memperkuat toleransi, dan membangun kepercayaan publik.

Dalam kesempatan tersebut, AKP H.P. Tampubolon menyampaikan pesan-pesan yang sarat makna dan menyentuh hati. Beliau mengajak seluruh jemaat untuk senantiasa mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa sebagai pondasi moral dalam kehidupan bermasyarakat. "Kami ingin hadir bukan hanya ketika ada persoalan, tetapi juga dalam kebersamaan seperti ini. Sinergi antara kepolisian dan masyarakat adalah kunci terciptanya wilayah yang aman, damai, dan harmonis," ungkapnya.

Kapolsek Curug juga mengimbau agar pengurus dan jemaat HKBP Cijengir terus membangun komunikasi aktif dengan Polsek Curug. Setiap potensi gangguan Kamtibmas diharapkan dapat segera diinformasikan guna dilakukan langkah preventif secara cepat dan tepat.

Kegiatan berlangsung dengan aman, tertib, dan penuh keakraban. Kehangatan yang terbangun menjadi simbol kuat bahwa kolaborasi antara aparat dan masyarakat adalah fondasi utama terciptanya Kamtibmas yang kokoh.

Dengan semangat kebersamaan lintas elemen, Polsek Curug optimistis wilayah Kecamatan Curug akan senantiasa berada dalam suasana yang kondusif—damai dalam iman, kuat dalam persaudaraan, dan solid dalam menjaga keamanan bersama.

Polsek Curug akan terus melakukan langkah preventif dan deteksi dini untuk menjaga stabilitas keamanan wilayah. Masyarakat diimbau untuk terus memantau perkembangan situasi dan tidak terpengaruh oleh tindakan kriminal.

Kehadiran Kapolsek Curug di Gereja HKBP Cijengir menjadi contoh nyata bahwa Polri hadir untuk merangkul, bukan menjaga jarak. Sinergi antara aparat dan masyarakat adalah kunci terciptanya Kamtibmas yang kondusif.(Rezi/team)

error: Content is protected !!