Sorry, we're closed Opens Rabu at 9:00 am

Bulan: Februari 2026

Kapolda Aceh Dampingi Menteri PPN Resmikan Gedung A2 serta Mock-up Pesawat di Asrama Haji Aceh

BANDA ACEH || Jejak-indonesia.id - Kapolda Aceh, Marzuki Ali Basyah, M. M, menghadiri peresmian dan penyerahan mock-up pesawat Garuda Indonesia kepada Asrama Haji Provinsi Aceh, sekaligus peresmian Gedung A2 Pemondokan Jamaah (Grand Misfalah) Asrama Haji Kelas I Aceh. Kegiatan tersebut berlangsung di UPT Asrama Haji Embarkasi Aceh, Banda Aceh, Minggu, 15 Februari 2026.

Peresmian dilakukan langsung oleh Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas, Rachmat Pambudy. Sementara itu, penandatanganan prasasti dilaksanakan oleh Wakil Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia, Dahnil Anzar Simanjuntak.

Kabid Humas Polda Aceh menyampaikan bahwa kehadiran Kapolda Aceh dalam kegiatan tersebut merupakan bentuk dukungan terhadap peningkatan fasilitas dan kualitas pelayanan bagi jamaah haji dan umrah, khususnya yang berasal dari Aceh.

“Harapan kita, momentum peresmian ini semakin meningkatkan kualitas pelayanan bagi jamaah haji dan umrah, khususnya masyarakat Aceh, sehingga pelaksanaan ibadah dapat berjalan lebih nyaman dan optimal,” ujar Kabid Humas.

Mock-up pesawat Garuda Indonesia yang diserahkan kepada Asrama Haji Provinsi Aceh diharapkan dapat menjadi sarana edukasi dan simulasi bagi calon jamaah haji sebelum keberangkatan. Sementara Gedung A2 Grand Misfalah akan menambah kapasitas serta kenyamanan pemondokan jamaah di lingkungan Asrama Haji Kelas I Aceh.

Ia menambahkan, sejumlah pejabat turut hadir dalam kegiatan tersebut, antara lain Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Prof. Dr. Ir. Rachmat Pambudy, M.Si.; Wakil Menteri Haji dan Umrah RI Dr. Dahnil Anzar Simanjuntak; Direktur Garuda Indonesia; Wakil Direktur Garuda Indonesia; Direktur Citilink Indonesia; Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah; Pangdam IM; Kapolda Aceh; Kajati Aceh; Ketua DPRA; serta Wakil Wali Kota Banda Aceh.

Prosesi peresmian berlangsung khidmat yang diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, doa bersama, serta menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Hymne Aceh, jelasnya lagi.

Kegiatan tersebut diharapkan menjadi langkah strategis dalam mendukung kesiapan Embarkasi Aceh sebagai salah satu pintu keberangkatan jamaah haji Indonesia, sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan terkait, pungkas Kabid Humas.

Demi Rumah Layak Huni Warga Binaan, Bhabinkamtibmas Desa Bagik Papan Rela Jual Barang Pribadi

Pringgabaya || Jejak-indonesia.id - Aksi kemanusiaan ditunjukkan oleh Bripka Agus Salim, Bhabinkamtibmas Desa Bagik Papan, Kecamatan Pringgabaya, Kabupaten Lombok Timur, Provinsi Nusa Tenggara Barat Pada Senin (16/2) sore sekitar pukul 15.00 WITA, ia memutuskan untuk menjual barang pribadi miliknya berupa satu set pengeras suara (salon) beserta mesin amplinya.

Langkah ini dilakukan Bripka Agus demi menambah kekurangan dana pembangunan rumah layak huni bagi Inaq Mul, seorang warga di Dusun Padamara, Desa Pringgabaya. Kondisi tempat tinggal Inaq Mul saat ini sangat memprihatinkan; tanpa dinding, atap yang bocor, dan sangat dingin saat malam hari, terutama di tengah musim penghujan.

“Saya merasa terpanggil melihat kondisi Inaq Mul. Meski dana terbatas, saya nekad memulai pembangunan ini agar beliau bisa segera tinggal di tempat yang lebih layak,” ujar Bripka Agus.

Saat ini, material berupa batu dan pasir untuk pondasi telah tersedia di lokasi. Hasil penjualan barang pribadi tersebut akan langsung digunakan untuk membeli kebutuhan mendesak lainnya seperti semen, batako, kayu, spandek, serta upah tukang. Inisiatif pribadi ini diharapkan dapat mempercepat proses rehabilitasi rumah Inaq Mul sebelum cuaca semakin ekstrem.

Gerakan Indonesia Asri, Polres Probolinggo Bersih – bersih Lokasi Wisata Bromo

PROBOLINGGO || Jejak-indonesia.id - Kawasan wisata Gunung Bromo kembali menjadi pusat perhatian melalui kegiatan kerja bakti massal yang melibatkan berbagai unsur masyarakat dan pemangku kepentingan pariwisata.

Polres Probolinggo Polda Jatim bersinergi dengan TNI, pelaku usaha wisata, Forum Sahabat Gunung, Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, pengelola hotel, sopir jeep wisata, hingga pedagang asongan, melaksanakan aksi bersih-bersih di sejumlah titik kawasan Bromo, Sabtu (14/2/2026).

Kegiatan ini merupakan bentuk dukungan terhadap program “Indonesia Asri” sekaligus upaya nyata menjaga kelestarian alam serta kenyamanan wisatawan yang berkunjung ke kawasan Bromo.

Aksi bersih-bersih menyasar sejumlah titik strategis, mulai jalan masuk menuju lautan pasir, area lautan, Lembah Watangan, hingga sekitar Pura Agung Poten Luhur.

Kapolres Probolinggo AKBP M. Wahyudin Latif melalui Kapolsek Sukapura AKP Ardhi Bita Kumala menyampaikan bahwa kegiatan tersebut menjadi wujud sinergitas antara kepolisian, TNI, pengelola taman nasional, dan seluruh elemen masyarakat wisata.

“Kami ingin menunjukkan bahwa menjaga kebersihan dan kelestarian Gunung Bromo bukan hanya tanggung jawab satu pihak, tetapi tanggung jawab kita bersama,” ujar Kapolsek Sukapura.

Lebih lanjut, AKP Ardhi menegaskan bahwa kebersihan kawasan wisata sangat berpengaruh terhadap citra daerah dan keberlangsungan ekonomi masyarakat setempat.

“Jika lingkungan terjaga, wisatawan akan merasa nyaman dan aman. Dampaknya tentu dirasakan langsung oleh pelaku usaha, mulai dari hotel, penyedia jasa transportasi, hingga pedagang kecil,” imbuh AKP Ardhi.

Melalui kerja bakti ini, seluruh pihak menyatakan dukungan penuh terhadap gerakan Indonesia Asri sekaligus mengajak wisatawan untuk lebih peduli terhadap lingkungan.

Dalam kesempatan tersebut, AKP Ardhi juga menyampaikan imbauan khusus kepada para pengunjung Taman Nasional Bromo Tengger Semeru agar senantiasa menjaga kebersihan dan mematuhi aturan yang berlaku.

“Kami mengimbau seluruh wisatawan agar tidak membuang sampah sembarangan, tidak merusak fasilitas umum, serta tetap memperhatikan keselamatan selama berada di kawasan wisata,” tegas Kapolsek Sukapura.

Ketua Komunitas Alam Hijau Prabulinggih, Bambang Heri Wahyudi, mengapresiasi inisiatif bersama ini sebagai langkah konkret dalam menjaga ekosistem kawasan konservasi.

“Alhamdulillah, ratusan peserta yang bergabung berhasil mengumpulkan sampah setara lima kendaraan, baik truk maupun pikap,” ujar Bambang.

Sementara itu, para pelaku usaha wisata berharap kegiatan serupa dapat dilaksanakan secara rutin, terutama saat momen libur panjang ketika jumlah pengunjung meningkat signifikan.

Dengan semangat gotong royong, seluruh peserta berharap aksi bersih-bersih ini tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial, tetapi mampu menumbuhkan kesadaran kolektif untuk menjaga keindahan dan kelestarian kawasan wisata kebanggaan Jawa Timur tersebut demi generasi mendatang. (*)

Polresta Sidoarjo Bongkar Pengoplosan LPG Subsidi Jadi Gas Portabel

SIDOARJO || Jejak-indonesia.id - Satreskrim Polresta Sidoarjo Polda Jatim berhasil membongkar kasus pengoplosan LPG 3 kilogram bersubsidi yang dipindahkan ke tabung gas portabel ukuran 235 gram, untuk diperjualbelikan ke masyarakat.

Bermula dari laporan Masyarakat, Tim Opsnal Satreskrim Polresta Sidoarjo Polda Jatim melakukan penyelidikan di wilayah Kepuh Permai, Desa Kepuh Kiriman, Kecamatan Waru pada 6 Februari 2026.

Di lokasi tersebut, petugas mendapati seorang pria tengah mengangkut tabung gas portabel yang diduga hasil pengoplosan dan siap kirim.

Pelaku diketahui berinisial M (37), warga Sidoarjo yang berprofesi sebagai wiraswasta.

Dari hasil pemeriksaan di lokasi, didapatkan berbagai peralatan yang digunakan untuk memindahkan isi LPG subsidi 3 Kg ke tabung gas portabel, termasuk regulator, selang, alat pengisi ulang, timbangan digital hingga alat press.

Kapolresta Sidoarjo Kombes. Pol. Christian Tobing mengatakan dalam penggerebekan tersebut, petugas juga mengamankan barang bukti berupa 13 tabung LPG 3 Kg bersubsidi, lebih dari seribu tabung portabel kosong, serta ratusan tabung gas portabel yang sudah terisi.

"Produk gas portabel tersebut dijual dengan merek tertentu, namun isinya tidak sesuai dengan keterangan berat pada label,” ujar Kombes. Pol. Christian Tobing, Sabtu (14/2/2026).

Hasil pemeriksaan mengungkap, praktik ilegal ini telah dijalankan pelaku selama kurang lebih dua tahun.

Awalnya dilakukan secara kecil-kecilan saat pelaku masih bekerja di sebuah perusahaan terpal.

Namun setelah mengalami PHK, pelaku fokus menjalankan usaha pengoplosan tersebut.

"Ide melakukan pemindahan gas bahkan diperoleh dari tayangan video di YouTube," terang Kombes. Pol. Christian Tobing.

Dari pengakuan pelaku, setiap kaleng gas portabel pelaku meraup keuntungan sekitar Rp. 4.000.

Dalam sehari, ia mampu memproduksi sekitar 140 tabung dan dalam sebulan bisa mencapai ribuan tabung.

Omzet yang diperoleh diperkirakan mencapai Rp. 30 juta per bulan. Distribusi penjualan dilakukan di wilayah Sidoarjo dan Surabaya.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat dengan Pasal 55 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 6 Tahun 2023, dengan ancaman hukuman maksimal 6 tahun penjara dan denda hingga Rp60 miliar.

Pelaku juga dikenakan Pasal 62 ayat (1) Undang-Undang Perlindungan Konsumen dengan ancaman pidana maksimal 5 tahun penjara atau denda hingga Rp. 2 miliar. (*)

Berkontribusi Nyata Akpol 98 Dukung Pembentukan Perwira Polri yang Presisi

SEMARANG || Jejak-indonesia.id - Akpol Angkatan 1998 Batalyon Parama Satwika berkontribusi dalam mendukung peningkatan kualitas sarana pendidikan di lingkungan Akademi Kepolisian.

Hal itu diwujudkan dalam bentuk pembangunan Loby Parama Satwika yang sudah diresmikan dengan dihadiri langsung Dosen Kepolisian Utama Tk 2 Akpol, Brigjen Pol. Suharjimantoro yang mewakili Gubernur Akpol di Semarang, Minggu (15/2/26).

Brigjen Pol. Ade Ary Syam Indradi selaku Ketua Alumni Akpol 1998, menyatakan bahwa Lobby Parama Satwika dibangun sebagai fasilitas pendukung yang berfungsi sebagai ruang penerima, ruang interaksi, serta sarana representatif bagi kegiatan akademik dan kelembagaan.

Kehadiran lobby ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi taruna, tenaga pendidik, serta seluruh civitas akademika dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih nyaman, tertib, dan profesional.

“Dengan diresmikannya Lobby Parama Satwika, diharapkan sarana prasarana pendidikan di Akademi Kepolisian semakin memadai, serta mampu mendukung proses pembelajaran yang efektif dalam mencetak perwira Polri yang profesional, modern, dan terpercaya,” jelasnya.

Ia menegaskan, pembangunan loby ini tentunya merupakan wujud bhakti Akpol Angkatan 1998. Pembangunan fasilitas ini juga menjadi simbol kepedulian dan ikatan emosional alumni terhadap almamater.

“Sekaligus bentuk kontribusi nyata dalam mendukung Akademi Kepolisian sebagai lembaga pendidikan pembentukan perwira Polri yang unggul, berintegritas, dan berkarakter kebhayangkaraan,” ungkapnya. (*)

error: Content is protected !!