We're open Closes at 5:00 pm

Bulan: Februari 2026

Polres Ponorogo Perbaiki Jembatan Darurat, Akses Dua Desa di Ngebel Kembali Normal

PONOROGO || Jejak-indonesia.id – Jajaran Polres Ponorogo melalui Polsek Ngebel merespon keluhan warga setempat soal akses jalan penghubung antar desa yang mengalami longsor parah hingga berimbas pada jembatan di Dukuh Dayakan Desa Wagir Lor, Kecamatan Ngebel nyaris ambruk.

Jalur vital yang menghubungkan Desa Wagir Lor dengan Desa Wates, Kecamatan Jenangan itu nyaris tidak dapat dilewati oleh warga setempat.

Kapolsek Ngebel AKP Nuryadi mengatakan akses jalan tersebut menjadi urat nadi warga, mulai dari jalur anak sekolah hingga aktivitas ekonomi masyarakat.

"Oleh karena itu kami Polsek Ngebel sesuai petunjuk Bapak Kapolres, berupaya agar jalur ini bisa dilalui oleh warga dengan memperbaiki jembatan darurat bersama masyarakat setempat," kata AKP Nuryadi, Jumat (6/2/26).

Menurut AKP Nuryadi, badan jalan di lokasi tersebut telah beberapa kali mengalami longsor hingga menyebabkan sebagian badan jalan amblas.

AKP Nuryadi menambahkan, langkah awal pihak kepolisian bersama Pemerintah Desa Wagir Lor dan warga saat ini memasang papan kayu serta pembatas jalan agar jalur tersebut tetap bisa dilewati.

"Sudah normal bisa dilalui, namun akses hanya dapat digunakan pejalan kaki dan kendaraan roda dua, sementara kendaraan roda empat tidak dapat melintas," kata AKP Nuryadi.

Di lokasi terpisah, Kapolres Ponorogo, AKBP Andin Wisnu Sudibyo mengatakan pihaknya juga telah berkoordinasi dengan instansi terkait dan Dinas Bina Marga untuk membangun jembatan darurat dari plat besi baja.

Jembatan darurat yang akan dibangun memiliki panjang 32 meter dengan tambahan sayap masing-masing 2 meter, sehingga total panjang mencapai 36 meter, dan lebar 1,2 meter.

"Pembangunan jembatan darurat tersebut ditargetkan rampung dalam waktu dua minggu ke depan agar segera dapat digunakan masyarakat dan memulihkan kembali akses vital antar dua desa,"pungkas Kapolres AKBP Andin Wisnu Sudibyo. (*)

Pusdik Brimob Gelar Aksi Bersih Pantai Pasir Putih Situbondo, Tindak Lanjuti Arahan Presiden RI

SITUBONDO || Jejak-indonesia.id – Atas perintah Presiden Republik Indonesia yang disampaikan dalam Rapat Koordinasi Nasional Pemerintah Pusat dan Daerah di Sentul pada Senin (2/2), Kepolisian Negara Republik Indonesia melalui Kalemdiklat Polri dan Dankor Brimob Polri menginstruksikan jajaran pendidikan Brimob untuk menindaklanjuti arahan tersebut dalam bentuk aksi nyata di lapangan.

Menindaklanjuti hal tersebut, Pusat Pendidikan Brigade Mobil (Pusdik Brimob) Polri menggelar aksi bersih-bersih pantai di kawasan wisata Pantai Pasir Putih, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur. Kegiatan tersebut dilaksanakan di sela latihan dan pembinaan ketahanan fisik para siswa Pendidikan Pengembangan Spesialisasi (Dikbangspes) Dasar Brimob Angkatan IV Tahun 2026 yang tengah melaksanakan latihan renang laut.

Dengan penuh semangat, disiplin, dan rasa tanggung jawab, para instruktur bersama para siswa menyisir area pantai, mengumpulkan sampah, serta menjaga kebersihan kawasan wisata demi kenyamanan masyarakat dan wisatawan. Aksi tersebut menjadi wujud nyata kepedulian Polri terhadap kelestarian lingkungan hidup sekaligus implementasi arahan Presiden RI agar seluruh elemen bangsa terlibat aktif menjaga kebersihan dan kelestarian alam.

Kabag Penum Divhumas Polri Kombes Pol. Erdi A. Chaniago menegaskan bahwa kegiatan tersebut mencerminkan nilai-nilai pengabdian yang ditanamkan kepada setiap personel Polri sejak masa pendidikan.

“Kegiatan bersih-bersih pantai ini merupakan implementasi nyata arahan Presiden Republik Indonesia agar seluruh komponen bangsa berperan aktif menjaga lingkungan. Melalui Kalemdiklat Polri dan Korps Brimob Polri, para siswa Brimob tidak hanya dibentuk tangguh secara fisik dan mental, tetapi juga ditanamkan kepedulian sosial serta tanggung jawab terhadap kelestarian lingkungan,” ujar Kombes Pol. Erdi A. Chaniago.

Ia menambahkan bahwa Polri berkomitmen mendukung setiap program pemerintah yang bertujuan menjaga kelestarian alam dan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya kebersihan lingkungan.

“Bhayangkara sejati bukan hanya sigap dalam tugas operasional, tetapi juga hadir di tengah masyarakat dengan membawa manfaat. Kepedulian terhadap lingkungan merupakan bagian dari pengabdian Polri kepada bangsa dan negara,” tambahnya.

Melalui kegiatan tersebut, diharapkan para siswa Brimob semakin tertanam nilai-nilai disiplin, kepedulian, serta semangat pengabdian kepada masyarakat dan lingkungan. Aksi bersih pantai ini juga diharapkan dapat menginspirasi masyarakat sekitar untuk bersama-sama menjaga kebersihan kawasan wisata demi kenyamanan bersama serta kelestarian bumi pertiwi.

Sambut Ramadan dengan Hati Bersih, DWP Lapas Banyuwangi Gelar Pengajian dan Doa Bersama

BANYUWANGI || Jejak-indonesia.id - Menyongsong datangnya bulan suci Ramadan 1447 H, Dharma Wanita Persatuan (DWP) Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banyuwangi menggelar kegiatan pertemuan rutin yang dirangkai dengan pengajian dan doa bersama. Kegiatan yang berlangsung khidmat ini dipusatkan di Aula Sahardjo Lapas Banyuwangi, Sabtu (7/2).

Acara ini dihadiri langsung oleh Ketua DWP Lapas Banyuwangi, Ny. Merlin Nurasta, beserta seluruh jajaran pengurus dan anggota. Mengusung tema pembersihan hati dan penguatan spiritual, pertemuan ini bertujuan untuk mempersiapkan mental serta iman para anggota dalam menjalankan ibadah puasa.

Dalam sambutannya, Ketua DWP Lapas Banyuwangi, Merlin Nurasta, menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar rutinitas organisasi, melainkan momentum penting untuk mempererat tali silaturahmi sekaligus menyucikan diri.

"Pertemuan kali ini terasa lebih istimewa karena kita berada di ambang bulan suci Ramadan. Saya berharap melalui pengajian dan doa bersama ini, kita dapat menyambut bulan puasa dengan hati yang bersih, tulus, dan penuh semangat untuk meningkatkan kualitas ibadah, baik dalam keluarga maupun mendukung tugas suami," ujar Merlin.

Lebih lanjut, Merlin menekankan pentingnya peran istri petugas pemasyarakatan dalam menjaga keharmonisan rumah tangga, terutama saat memasuki bulan penuh keberkahan. Menurutnya, ketenangan spiritual seorang istri akan berdampak positif pada performa kerja suami di lingkungan Lapas.

Selain mendengarkan tausiyah singkat mengenai keutamaan Ramadan, para anggota DWP juga melaksanakan doa bersama untuk keselamatan dan kelancaran tugas jajaran Lapas Banyuwangi.

Kegiatan ditutup dengan sesi ramah tamah dan diskusi ringan mengenai program kerja DWP untuk bulan-bulan mendatang. Dengan terselenggaranya pengajian ini, DWP Lapas Banyuwangi berkomitmen untuk terus menghadirkan kegiatan yang tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga menyentuh aspek religiusitas anggotanya.

Kapolsek Bosar Maligas Gelar Rakor Ketahanan Pangan Bersama PTPN IV, Pastikan Hasil Panen Jagung Diserap BULOG

SIMALUNGUN || Jejak-indonesia.id - Ketahanan pangan bukan hanya urusan petani, tapi juga tanggung jawab semua pihak termasuk kepolisian. Polsek Bosar Maligas membuktikannya dengan menggalang rapat koordinasi bersama PTPN IV Mayang, para pangulu, kelompok tani, dan BULOG untuk memastikan hasil panen jagung tersalurkan dengan baik dan menguntungkan petani.

Kepala Kepolisian Sektor Bosar Maligas, IPTU Sonni G Silalahi, SH, saat dikonfirmasi Sabtu pagi, 7 Februari 2026, sekitar pukul 10.00 WIB, menjelaskan pentingnya koordinasi lintas sektor dalam program ketahanan pangan. "Kami menggelar rapat koordinasi pada Selasa, 3 Februari 2026, pukul 09.30 WIB di Kantor Manager PTPN IV Mayang. Ini untuk memastikan panen jagung yang akan dilaksanakan berjalan lancar dan hasilnya diserap dengan harga yang adil," ujar Kapolsek membuka penjelasannya.

Rapat koordinasi yang berlangsung di Nagori Mayang, Kecamatan Bosar Maligas ini melibatkan berbagai stakeholder penting. "Hadir dalam rapat ini Manager PTPN IV Mayang Ir. Panuturan Marpaung, para pangulu dari nagori-nagori di sekitar areal perkebunan PTPN IV Mayang, para kelompok tani, dan yang paling penting pihak BULOG yang akan menyerap hasil panen," ungkap Kapolsek merinci peserta.

Manager PTPN IV Mayang, Ir. Panuturan Marpaung, menjelaskan latar belakang kerja sama penanaman jagung di areal PTPN. "Kami membuka areal kebun kami untuk ditanami jagung oleh kelompok-kelompok tani di sekitar perkebunan. Ini adalah program kemitraan antara PTPN dengan masyarakat sekitar. Mereka garap lahan, kami fasilitasi, hasilnya untuk mereka," kata Manager Panuturan menjelaskan skema kerjasama.

"Luas lahan yang kami buka untuk penanaman jagung cukup signifikan. Kami berharap hasil panennya nanti bisa membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar perkebunan," tambah Ir. Panuturan dengan optimisme.

Kepala Unit Patroli Polsek Bosar Maligas, IPTU Jaya Tarigan, yang juga hadir dalam rapat, menjelaskan peran polisi dalam koordinasi ini. "Polisi berperan sebagai fasilitator dan jembatan antara petani dengan pihak-pihak yang terlibat. Kami memastikan tidak ada pihak yang dirugikan, terutama petani sebagai pihak yang paling lemah," ungkap Kanit Patroli menjelaskan fungsi kepolisian.

Yang menarik, Kapolsek dalam rapat tersebut memberikan arahan tegas kepada para petani. "Saya sampaikan kepada para petani yang bernaung di kelompok tani yang menanam jagung di areal PTPN IV Mayang agar menjual hasil panennya kepada pihak pemerintah, dalam hal ini BULOG. Jangan dijual ke tengkulak," kata IPTU Sonni dengan tegas.

Salah seorang ketua kelompok tani yang hadir, yang tidak ingin disebutkan namanya, memberikan tanggapan positif. "Kami sangat terbantu dengan arahan Kapolsek. Selama ini kami sering bingung harus jual kemana hasil panen. Kalau ada jaminan BULOG akan beli, kami tenang karena harganya pasti lebih baik daripada tengkulak," ungkap ketua kelompok tani dengan lega.

Bhabinkamtibmas AIPTU John Mestika, yang sejak awal terlibat mendampingi program penanaman jagung, menjelaskan kondisi di lapangan. "Jagung yang ditanam di areal PTPN IV Mayang sudah mendekati masa panen. Kondisinya bagus, hasil diperkirakan memuaskan. Kami terus pantau perkembangannya," kata Bhabinkamtibmas memberikan update.

"Tugas saya sebagai Bhabinkamtibmas adalah menjembatani antara masyarakat dengan berbagai pihak. Dari penanaman sampai panen, bahkan sampai penjualan, kami dampingi terus. Ini bagian dari Polmas (Polisi Masyarakat) yang kami jalankan," tambah AIPTU John menjelaskan perannya.

Perwakilan BULOG yang hadir dalam rapat memberikan komitmen penyerapan. "BULOG siap menyerap hasil panen jagung dari para petani dengan harga yang sesuai HPP (Harga Pembelian Pemerintah). Kami apresiasi Polsek Bosar Maligas yang memfasilitasi koordinasi ini," kata perwakilan BULOG memberikan kepastian.

Para pangulu nagori di sekitar PTPN IV Mayang juga menyambut baik koordinasi ini. Salah satu pangulu yang hadir menyatakan, "Kami sebagai pemerintah nagori sangat mendukung program ini. Ini membuka lapangan kerja bagi warga kami dan meningkatkan ekonomi desa. Terima kasih kepada PTPN IV dan Polsek yang memfasilitasi," ungkap pangulu dengan apresiasi.

Kapolsek Bosar Maligas menekankan bahwa koordinasi seperti ini akan terus dilakukan. "Ini bukan rapat yang sifatnya seremonial. Kami akan terus monitor pelaksanaannya. Dari persiapan panen, pelaksanaan panen, sampai penjualan ke BULOG, kami akan kawal," kata IPTU Sonni dengan komitmen tinggi.

Kanit Patroli IPTU Jaya Tarigan menambahkan bahwa Polsek Bosar Maligas siap mengawal proses penjualan agar tidak ada pihak yang curang. "Kami akan pastikan timbangan jujur, harga sesuai, dan petani mendapat haknya. Kalau ada yang coba-coba main curang, kami siap tindak," ungkap Kanit Patroli dengan tegas.

Rapat koordinasi berlangsung sekitar dua jam dan menghasilkan beberapa kesepakatan penting. "Kami sepakat jadwal panen, mekanisme penjualan ke BULOG, dan komitmen semua pihak untuk saling mendukung. Ini adalah win-win solution untuk semua," kata Kapolsek menjelaskan hasil rapat.

Manager PTPN IV Mayang juga menyampaikan komitmennya. "PTPN IV akan terus mendukung program ketahanan pangan. Ke depan, kami akan buka lebih banyak lagi areal untuk kemitraan dengan petani. Ini bagian dari tanggung jawab sosial kami," ungkap Ir. Panuturan Marpaung.

Di akhir keterangannya, Kapolsek menyampaikan harapannya. "Kami berharap koordinasi seperti ini bisa menjadi model untuk program-program ketahanan pangan lainnya. Dengan sinergi yang baik antara polisi, BUMN, pemerintah desa, dan masyarakat, ketahanan pangan bukan lagi mimpi tapi kenyataan," pungkas IPTU Sonni G

Silalahi menutup keterangannya dengan optimisme tinggi akan keberhasilan program ketahanan pangan di wilayah Polsek Bosar Maligas, Kabupaten Simalungun.

Pimpin Aksi Bersih Pantai Pangandaran, Kapolda Jabar Ajak Masyarakat Jangan Buang Sampah Sembarangan

Pangandaran || Jejak-indonesia.id – Kapolda Jawa Barat, Irjen Pol. Dr. Rudi Setiawan, S.I.K., S.H., M.H., memimpin langsung aksi bersih-bersih di kawasan Pantai Barat Pangandaran, Kabupaten Pangandaran pada Jumat (6/2/2026). Kegiatan ini menjadi bentuk nyata kepedulian bersama dalam menjaga kelestarian lingkungan pesisir serta meningkatkan kualitas destinasi wisata unggulan di Jawa Barat.

Aksi lingkungan ini melibatkan ribuan peserta, termasuk Kapolres Pangandaran, Bupati Pangandaran Citra Pitriyami, serta mantan Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Susi Pudjiastuti. Hadir pula unsur Forkopimda dan berbagai elemen masyarakat yang bahu-membahu menyisir area pantai dari sampah.

Meski secara umum kondisi pantai dinilai cukup bersih, Kapolda Jabar menyoroti masih ditemukannya sampah plastik dan puntung rokok yang berserakan. Menurutnya, limbah tersebut berpotensi merusak ekosistem lingkungan dan memperburuk citra Pangandaran sebagai tujuan wisata internasional.

“Pantainya sudah cukup bersih, namun kami masih menemukan puntung rokok yang dibuang sembarangan. Ini harus menjadi perhatian kita bersama. Kebiasaan membuang sampah sembarangan harus dihentikan melalui kesadaran kolektif,” tegas Irjen Pol. Rudi Setiawan di sela-sela kegiatan.

Senada dengan Kapolda, Susi Pudjiastuti memberikan pesan tegas agar masyarakat memiliki kesadaran mandiri dalam menjaga kebersihan tanpa harus menunggu teguran. Sementara itu, Bupati Pangandaran Citra Pitriyami secara khusus mengimbau para wisatawan dan masyarakat, terutama perokok aktif, untuk lebih disiplin dalam membuang sampah pada tempat yang telah disediakan.

Aksi bersih pantai ini diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi mampu menumbuhkan budaya peduli lingkungan yang berkelanjutan. Dengan lingkungan yang bersih, nyaman, dan bermartabat, daya tarik wisata Pangandaran diharapkan terus meningkat bagi wisatawan domestik maupun mancanegara.

error: Content is protected !!