Sorry, we're closed Opens Rabu at 9:00 am

Bulan: Januari 2026

PWI Banyuwangi Bangun Komunikasi Awal dengan Kapolresta, Dorong Informasi Sehat dan Kondusif

BANYUWANGI || jejak-indonesia.id – Upaya memperkuat hubungan kemitraan antara insan pers dan kepolisian terus dilakukan. Pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Banyuwangi menggelar silaturahmi bersama Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol Rofiq Ripto Himawan, Rabu (21/1/2025) siang.

Pertemuan yang berlangsung di Mapolresta Banyuwangi tersebut menjadi ajang perkenalan sekaligus komunikasi awal, mengingat Kombes Pol Rofiq Ripto Himawan baru menjabat sebagai Kapolresta Banyuwangi.

Ketua PWI Banyuwangi Budi Wiriyanto menyampaikan bahwa sinergi antara pers dan Polri menjadi hal penting, terutama dalam menjaga kualitas informasi di tengah pesatnya perkembangan media digital.

“PWI sebagai organisasi pers tertua di Indonesia memiliki tanggung jawab untuk terus membangun kolaborasi strategis, termasuk dengan Polresta Banyuwangi,” ujar Budi.

Ia menambahkan, momentum silaturahmi ini dinilai tepat karena berdekatan dengan peringatan Hari Pers Nasional (HPN), sekaligus menjadi ruang diskusi terkait tantangan dunia jurnalistik saat ini.
Budi menilai, kecenderungan masyarakat yang lebih banyak mengonsumsi informasi dari media sosial perlu disikapi secara serius. Pasalnya, tidak semua konten digital memiliki kejelasan sumber dan kebenaran informasi.

“Kami sepakat bahwa masyarakat harus mendapatkan informasi yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan. Ini menjadi tugas bersama,” jelasnya.

Sebagai tindak lanjut, PWI Banyuwangi berencana menyelenggarakan kegiatan dialog dan literasi pers dengan melibatkan wartawan se-Banyuwangi serta menghadirkan narasumber dari Dewan Pers.

“Tujuannya untuk menguatkan kembali pemahaman wartawan terhadap kode etik jurnalistik agar kualitas pemberitaan tetap terjaga,” katanya.

Sementara itu, Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol Rofiq Ripto Himawan menegaskan bahwa peran media sangat strategis dalam membentuk opini publik dan menjaga stabilitas daerah.

Menurutnya, produk jurnalistik yang profesional dan berimbang dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat serta mendukung terciptanya situasi keamanan dan ketertiban.

“Saya berharap rekan-rekan media, khususnya yang tergabung dalam PWI, dapat terus berkontribusi melalui pemberitaan yang edukatif, konstruktif, dan menyejukkan,” ujarnya.

Kapolresta juga menilai bahwa peran Polri dan pers memiliki kesamaan visi sebagai pilar penjaga keamanan sosial dan peradaban masyarakat.

“Silaturahmi ini diharapkan menjadi langkah awal yang baik untuk membangun kerja sama berkelanjutan demi Banyuwangi yang aman, tertib, dan kondusif,” pungkasnya.
(***)

Kapolda Jambi Irjen Pol. Krisno H. Siregar terima anugerah Gelar Lembaga Adat Melayu Jambi

JAMBI || jejak-indonesia.id - Kapolda Jambi, Irjen Pol. Krisno H. Siregar, S.I.K., M.H., resmi menerima gelar adat Melayu Jambi “Adipati Utamo Siginjai Sakti” yang dianugerahkan oleh Lembaga Adat Melayu (LAM) Provinsi Jambi pada Rabu, (21/01/2026)

Gelar terbebut diberikan sebagai bentuk penghormatan atas dedikasi dan pengabdiannya dalam menjaga keamanan serta ketertiban masyarakat di Provinsi Jambi.

Kegiatan yang dilaksanakan di Balairungsari LAM Jambi dihadiri langsung oleh Gubernur Provinsi Jambi H. Al Haris, Wakil Gubernur H. Abdullah Sani, Ketua Umum LAM Jambi Hasan Basri Agus, Kapolda Jambi Irjen Pol. Krisno H. Siregar,Danrem 042/Gapu Brigjen TNI Heri Purwanto, Kajati Jambi Sugeng Hariadi, Ketua DPRD Provinsi Jambi M. Hafiz Fattah, Kabinda Jambi Marsma TNI Dwiana Pilihanto, Ketua Pengadilan Tinggi Jambi Dr. Ifa Sudewi, Ketua Pengadilan Tinggi Agama Jambi Dr. H. Chazim Maksalina, Sekda Provinsi Jambi H. Sudirman, Ketua MUI Provinsi Jambi, para pejabat OPD dan PJU lingkup Provinsi Jambi.

Adapun gelar adat (jabatan) yang dianugerahkan yaitu Kapolda Jambi dengan gelar Adipati Utamo Siginjai Sakti, Danrem 042/Gapu dengan gelar Adipati Utamo Sijimat Batuah, Kajati Jambi dengan gelar Adipati Utamo Setimang Jayo, Ketua DPRD Provinsi Jambi dengan gelar Adipati Utamo Setio Puro, Kabinda Jambi dengan gelar Adipati Utamo Selisik Negeri, Ketua Pengadilan Tinggi Jambi dengan gelar Adipati Utamo Ratin Undang, Ketua Pengadilan Tinggi Agama Jambi dengan gelar Adipati Utamo Setio Hakam, serta Sekda Provinsi Jambi dengan gelar kehormatan Adipati Utamo Tanggo Rajo.

Rangkaian kegiatan diawali dengan prosesi penjemputan para penerima gelar adat dari Rumah Dinas Gubernur Jambi. Rombongan disambut dengan kompangan serta atraksi pencak silat, sebelum dilanjutkan dengan prosesi resmi penganugerahan gelar adat.

Prosesi penganugerahan gelar adat berlangsung dalam suasana khidmat dengan prosesi adat Melayu Jambi yang sarat nilai budaya, tradisi, dan kearifan lokal. Pada acara tersebut, Kapolda Jambi tampak mengenakan pakaian adat Melayu lengkap sebagai wujud penghormatan terhadap adat istiadat serta jati diri masyarakat setempat.

Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk penghormatan masyarakat adat kepada Kapolda Jambi yang dinilai berhasil memperkuat hubungan antara institusi kepolisian dan masyarakat adat setempat, serta berkontribusi dalam menjaga stabilitas keamanan di Bumi Sepucuk Jambi Sembilan Lurah.

“Gelar adat ini bukan sekedar kehormatan pribadi, tetapi juga menjadi pengingat dan motivasi bagi saya untuk terus mengabdi kepada masyarakat Jambi dengan menjunjung tinggi nilai adat, hukum, serta kearifan lokal.”

Binter Humanis Papua Satgas Yonif 521/DY Semangat kebersamaan Kasih Sayang dan kepedulian di Tanah Papua

Yahukimo || jejak-indonesia.id – Binter Humanis Papua adalah program Pembinaan Teritorial (Binter) TNI di Papua yang menggunakan pendekatan humanis untuk mempererat hubungan dengan masyarakat, membantu kesejahteraan melalui kegiatan sosial, mendukung pembangunan, serta menjaga keamanan wilayah agar Papua lebih stabil dan maju.

Satgas Yonif 521/DY aktif melakukan Binter humanis ini, dengan membagikan sembako dan anjangsana, sebagai wujud kehadiran TNI yang peduli dan bersinergi dengan rakyat dengan berbagi bersama dengan anak Papua. (21/1/2026)

Kegiatan sederhana ini menjadi momen penting dalam mempererat hubungan antara TNI dan warga, sekaligus menunjukkan bahwa kebersamaan dapat tumbuh lewat hal-hal yang paling dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Makanan seperti kue bukan sekedar santapan, melainkan simbol persaudaraan, Personel TNI bersama anak Papua saling tegur sapa canda dan tawa, Anak-anak terlihat riang, dan berbagi cerita di tengah tawa ringan yang mengalir.

Danpos Kurima, Lettu Inf Dany Rizki Hardiyanto, S.Tr.Han., menyampaikan bahwa kegiatan berbagi bersama ini merupakan bentuk nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat.

“Melalui kegiatan sederhana seperti berbagi kasih ini, kami ingin menunjukkan bahwa TNI hadir tidak hanya untuk menjaga keamanan, tetapi juga untuk merajut persaudaraan dengan masyarakat.

Komandan Satgas Yonif 521/DY Letkol Inf Rahadyan Surya Murdata,S.E,M.I.P,
Binter Humanis Papua adalah upaya TNI untuk hadir di tengah masyarakat dengan pendekatan persuasif dan membangun demi terciptanya Papua yang aman dan sejahtera.

Kunjungan ke tokoh masyarakat untuk menjalin komunikasi dan silaturahmi, Rutin dilakukan untuk meringankan beban ekonomi masyarakat.

Kegiatan ini melibatkan interaksi langsung dengan anak-anak kampung melalui kegiatan edukasi, bermain, berbagi, dan membangun ikatan emosional yang kuat sebagai strategi TNI untuk menunjukkan wajah humanisnya dan membangun hubungan yang harmonis dengan masyarakat Papua, dimulai dari generasi muda agar kelak memiliki wawasan kebangsaan yang lebih baik.

*Prajurit Macan Kumbang Berhasil (Yonif 521/DY)*

Kapolres Malang Silaturahmi ke Ulama, Perkuat Sinergi Jaga Kamtibmas

MALANG || jejak-indonesia.id – Mengawali tugas sebagai Kapolres Malang yang baru, AKBP Muhammad Taat Resdi menggelar silaturahmi bersama para ulama di Kabupaten Malang.K egiatan ini dilakukan sebagai upaya memperkuat sinergi antara kepolisian dan tokoh agama dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Silaturahmi diawali dengan kunjungan ke kediaman KH Romo Suroso di Pondok Pesantren Darul Mustofa, Gondanglegi pada Senin (20/1/2026).

Pertemuan tersebut berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan.

AKBP Muhammad Taat Resdi menegaskan peran ulama sangat penting dalam menjaga stabilitas dan kondusivitas wilayah, khususnya melalui pendekatan keagamaan dan sosial di tengah masyarakat.

“Kami tidak bisa bekerja sendiri. Dukungan para ulama dan tokoh masyarakat sangat kami butuhkan untuk bersama-sama menjaga Kabupaten Malang tetap aman dan damai,” ujar AKBP Taat, Rabu (21/1).

Menurutnya, sinergi Polri dan ulama menjadi kunci dalam mencegah berbagai potensi gangguan kamtibmas, mulai dari konflik sosial hingga penyalahgunaan narkoba.

“Kami ingin memastikan Polri selalu hadir dan terbuka untuk berkolaborasi dengan para ulama dan masyarakat demi menjaga situasi yang aman dan harmonis di Kabupaten Malang,” pungkas AKBP Taat.

Sementara itu Pengasuh Pondok Pesantren Darul Mustofa KH Romo Suroso menyambut baik silaturahmi tersebut dan menyatakan kesiapan mendukung tugas kepolisian di wilayah Kabupaten Malang.

“Kami siap bersinergi dengan Polri untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat,” kata KH Romo.

Usai dari Gondanglegi, silaturahmi Kapolres Malang dilanjutkan ke Pondok Pesantren An-Nur 1 Bululawang menemui DR KH Ahmad Fahrur Rozi, serta ke Ponpes An-Nur 2 Bululawang bertemu KH Fathul Bahri.

Polres Malang Polda Jatim berharap komunikasi dan kerja sama dengan para ulama terus terjalin guna menciptakan situasi kamtibmas yang aman, sejuk, dan kondusif di Kabupaten Malang. (*)

BPOM Apresiasi Standar Keamanan Pangan SPPG Polri, Makanan Diuji Setara Hidangan VIP

JAKARTA || jejak-indonesia.id — Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Republik Indonesia, Prof. dr. Taruna Ikrar, M.Biomed., Ph.D., memberikan apresiasi tinggi terhadap penerapan standar keamanan pangan di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polri. Hal tersebut disampaikan saat melakukan kunjungan dan pengecekan langsung terhadap proses pengolahan makanan bergizi gratis yang disiapkan di dapur SPPG Polri Cipinang.

Prof. Taruna menegaskan bahwa penilaian BPOM dilakukan secara objektif, termasuk menilai aspek kebersihan dan tahapan produksi makanan. “Saya melihat penilaian kami secara objektif. Kita saksikan secara objektif, dan teman-teman juga melihat kebersihannya,” ujarnya.

Menurutnya, terdapat satu keunggulan yang melampaui standar yang telah ditetapkan, yakni adanya screening atau pengecekan terakhir sebelum makanan dibagikan. “Ada pengecekan kimiawinya, seperti arsen, formalin, dan sebagainya. Itu nilai plus,” jelas Prof. Taruna.

Lebih lanjut, ia menilai pengetesan makanan yang dilakukan SPPG Polri sebagai nilai tambah yang sangat signifikan. “Kelebihan yang kita temukan adalah adanya pengetesan makanan, meskipun pengetesan tersebut belum diwajibkan dalam standar kami,” katanya. Ia menjelaskan bahwa proses pengujian tersebut membutuhkan biaya besar, mulai dari tes kits, reagen, sampel, hingga tenaga ahli.

“Proses ini setara dengan pengetesan makanan untuk tamu VIP. Biasanya, jika presiden atau tamu VIP datang, makanan akan dites terlebih dahulu. Di sini, sebelum makanan sampai ke anak-anak sebagai penerima manfaat, makanan tersebut diuji layaknya makanan VIP. Anak-anak kita diperlakukan seperti VIP,” tutur Prof. Taruna.

Sementara itu, Kepala Satgas MBG Polri, Irjen. Pol. Nurworo Danang, S.I.K., menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kunjungan langsung Kepala BPOM RI ke SPPG Polri. “kami mengucapkan terima kasih atas kunjungan Bapak Kepala BPOM Republik Indonesia. Ini menjadi kebanggaan dan kehormatan bagi kami,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa kunjungan tersebut merupakan bagian dari komitmen Polri dalam mendukung dan menyukseskan program pemerintah, khususnya program Makan Bergizi Gratis (MBG). Sesuai arahan Kapolri, seluruh SPPG Polri diwajibkan menjalankan proses produksi makanan dengan memenuhi standar Badan Gizi Nasional serta prinsip tata kelola yang baik.

“Kami berharap kualitas makanan yang diproduksi oleh SPPG Polri di seluruh Indonesia memiliki kualitas terbaik, sehingga dapat meningkatkan asupan gizi dan kualitas hidup anak-anak sebagai generasi penerus bangsa,” kata Irjen. Danang. Menurutnya, program ini merupakan bagian dari upaya menyiapkan generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045, sekaligus bentuk sinergi seluruh kementerian dan lembaga dalam mendukung program prioritas Presiden Prabowo.

error: Content is protected !!