We're open Closes at 5:00 pm

Bulan: Januari 2026

Langkah Pasti Lapas Banyuwangi Melalui Transformasi Kinerja Berbasis Mitigasi dan Program Terukur

BANYUWANGI || jejak-indonesia.id - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banyuwangi melakukan langkah strategis dalam mentransformasi pola kerja organisasi. Melalui rapat dinas yang digelar di Aula Sahardjo, seluruh jajaran pegawai dikumpulkan untuk menyatukan visi terkait penguatan mitigasi risiko dan pencapaian program kerja yang terukur untuk tahun 2026, Kamis (22/1).

Kepala Lapas Banyuwangi, I Wayan Nurasta Wibawa, menegaskan bahwa transformasi kinerja ini diawali dengan penguatan pemahaman terhadap 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas). Wayan secara spesifik membedah poin ke-6 hingga poin ke-11 sebagai acuan utama dalam pelaksanaan tugas di lapangan.

“Paham program adalah kunci. Kami ingin seluruh pegawai tidak hanya bekerja rutin, tetapi memahami dasar dan tujuan dari setiap kebijakan kementerian agar pelayanan yang diberikan kepada masyarakat maupun warga binaan dapat terus meningkat secara signifikan,” ujar Wayan

Untuk mendukung langkah pasti tersebut, Kalapas mewajibkan internalisasi Core Value PRIMA sebagai landasan etika kerja. Dengan nilai-nilai tersebut, setiap pegawai diharapkan mampu menyelesaikan target kinerja secara tepat waktu dan bertanggung jawab.

Aspek mitigasi risiko menjadi bahasan krusial dalam rapat ini sebagai upaya preventif organisasi. Wayan menjelaskan bahwa kemampuan pegawai dalam mengidentifikasi, mengevaluasi, dan mengurangi probabilitas ancaman adalah standar baru dalam menjaga stabilitas organisasi.

“Kita harus mampu memitigasi risiko sebelum menjadi kendala nyata. Jika mitigasi berjalan baik, maka pelaksanaan kinerja organisasi tidak akan terhambat oleh gangguan-gangguan yang sebenarnya bisa kita antisipasi sejak dini,” ungkapnya.

Sejalan dengan semangat transformasi, integritas pegawai menjadi pilar yang tidak bisa ditawar. Dalam rapat tersebut ditegaskan kembali bahwa tidak ada ruang toleransi bagi pegawai yang melanggar aturan. Kedisiplinan tinggi menjadi syarat mutlak untuk mewujudkan resolusi kinerja tahun 2026.

“Laksanakan tugas sesuai dengan SOP dan aturan yang berlaku, setiap pelanggaran akan ditindak tegas,” pungkasnya.

Kapolresta Malang Kota Tegaskan Komitmen Pendampingan Bagi Keluarga Korban Kanjuruhan

MALANG || jejak-indonesia.id – Kapolresta Malang Kota Kombes Pol. Putu Kholis Aryana didampingi Ketua Bhayangkari Cabang Kota Malang Ny. Uthe Putu Kholis, bersama seluruh Pejabat Utama (PJU) Polresta Malang Kota Polda Jatim silaturahmi dengan keluarga korban Kanjuruhan yang berdomisili di Kota Malang, (Rabu, 21/01/2026).

Silaturahmi yang bertempat di Ballroom Sanika Satya Wada Polresta Malang Kota itu diikuti sekitar 32 keluarga korban.

Hal ini menjadi wujud komitmen Kombes Pol. Putu Kholis sejak menjabat sebagai Kapolres Malang hingga kini memimpin Polresta Malang Kota untuk terus mendampingi dan menjaga hubungan emosional dengan keluarga korban insiden Kanjuruhan.

Selain sebagai ajang mempererat komunikasi, kegitan silaturahmi itu menjadi ruang dialog aspirasi, harapan keluarga korban dan institusi Kepolisian agar lebih baik lagi kedepannya.

Kombes Pol. Putu Kholis menyampaikan bahwa silaturahmi tersebut merupakan panggilan moral institusi dan pribadi untuk terus hadir di tengah keluarga korban.

Ia menegaskan bahwa Polresta Malang Kota Polda Jatim ingin menjadi rumah yang menaungi serta mendampingi keluarga korban.

“Kami mengundang keluarga korban, khususnya yang berdomisili di Kota Malang, agar menjadikan Polresta Malang Kota menjadi rumah yang bisa menaungi, membersamai, dan selalu hadir bagi keluarga korban Kanjuruhan,” ungkap Kombes Pol. Putu Kholis.

Silaturahmi penuh haru ini, mengingatkan kembali kedekatan Kombes Pol. Putu Kholis dengan keluarga korban, hingga saat ini terus dipupuk dengan baik, ini sebagai komitmen dan kelanjutan dari nilai-nilai kepemimpinan sebelumnya.

“Kami meyakini Bapak dan Ibu pernah berinteraksi dengan jajaran Polresta Malang Kota pada masa kepemimpinan Kombes Pol. Budi Hermanto. Nilai-nilai itulah yang terus kami lanjutkan agar pasca tragedi Kanjuruhan, kami bertugas dengan pendekatan yang lebih humanis dan membersamai keluarga korban,” ungkapnya.

Pertemuan yang mengedepankan sisi kepedulian dan kemanusiaan ini, juga dihadiri pengamat kepolisian Bambang Rukminto, para PJU Polresta Malang Kota, serta keluarga hingga perwakilan keluarga korban Kanjuruhan.

Menurut Kombes Putu Kholis, pertemuannya menjadi bentuk tanggung jawab moral yang melibatkan seluruh unsur, mulai dari PJU, Kapolsek, hingga Bhayangkari, agar memiliki empati dan nuansa kebatinan yang sama dalam mendukung keluarga korban.

“Silaturahmi ini sebagai dorongan dan kewajiban moral bagi kami, baik secara pribadi maupun sebagai institusi, Kami mengajak para pejabat utama memiliki kesamaan niat, empati, dan kepedulian dalam membersamai keluarga korban Kanjuruhan,” tegas Kombes Putu Kholis.

Sementara disesi interaksi, Kapolresta Malang Kota memberikan kesempatan kepada perwakilan keluarga korban untuk menyampaikan uneg-uneg, harapan, masukan, serta keluhannya.

Jajaran Polresta Malang Kota Polda Jatim siap memfasilitasi kebutuhan yang masih dalam kewenangan kepolisian maupun menjembatani dengan instansi terkait.

“Kami siap mendukung dan memfasilitasi, mulai dari pendampingan bagi putra-putri keluarga korban yang berminat mengikuti seleksi anggota Polri, dukungan layanan kesehatan, penjajakan beasiswa pendidikan, hingga fasilitasi penyampaian aspirasi kepada Pemerintah Kota Malang dan OPD terkait,”pungkas Kombes Putu Kholis.

Selain itu, Polresta Malang Kota Polda Jatim juga memberikan kemudahan layanan administrasi kepolisian seperti SIM melalui Satlantas, SKCK melalui Intelkam, serta dukungan kewilayahan melalui para Kapolsek untuk membantu kebutuhan sosial kemasyarakatan keluarga korban di masing-masing wilayah.

Dengan penuh rasa hormat Kombes Pol Putu Kholis menyampaikan, bagi keluarga korban yang belum sempat hadir karena keterbatasan pekerjaan atau kondisi tertentu, ia akan menitipkan ke Kapolsek jajaran untuk silaturahmi langsung ke rumah serta menyampaikan tali asih dari Polresta Malang Kota sebagai bentuk kepedulian.

Kegiatan silaturahmi ditutup dengan doa bersama untuk para almarhum dan almarhumah korban Tragedi Kanjuruhan agar mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa, sekaligus menjadi penguat batin bagi keluarga yang ditinggalkan.

Melalui kegiatan ini, Polresta Malang Kota Polda Jatim menegaskan komitmen untuk terus menjaga soliditas, memperkuat pendekatan kemanusiaan, serta membangun hubungan baik dengan keluarga korban Kanjuruhan.

Dengan demikian kehadiran Polri benar-benar dirasakan sebagai pelindung, pengayom, dan sahabat masyarakat. (*)

Polda Jatim Peringati Isra’ Mi’raj Pertebal Iman dan Taqwa

SURABAYA || jejak-indonesia.id – Polda Jawa Timur menggelar peringatan Isra Mi'raj Nabi Besar Muhammad SAW 1447 Hijriah/2026 M di masjid Polda Jatim, Kamis (22/1/2026).

Dalam peringatan kali ini, Polda Jatim mengambil tema “Isra Mi'raj Nabi Besar Muhammad SAW Memperteguh Keimanan dan Ketakwaan Personel Polri untuk Masyarakat dalam Aksi Kemanusiaan dan Kepedulian Sosial.”

Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Drs. Nanang Avianto, M.Si dalam sambutannya yang diwakilkan Karo SDM Kombes Pol Sih Harno, S.H, M.H mengatakan, peringatan Isra' Mi'raj menjadi momentum penting untuk memperkuat keimanan, ketakwaan, serta pembinaan mental dan spiritual anggota Polri dalam menjalankan tugas.

“Isra' Mi'raj bukan sekadar peristiwa sejarah, namun sarat nilai dan hikmah yang harus kita implementasikan dalam kehidupan sehari-hari, baik sebagai insan Bhayangkara maupun sebagai anggota masyarakat,” ujar Kombes Sih Harno.

Kombes Sih Harno mengatakan semangat Isra Mi'raj tetap relevan dalam mendukung transformasi Polri menuju Polri yang Presisi.

Menurutnya, nilai-nilai spiritual yang terkandung di dalamnya diharapkan mampu membentuk karakter personel Polri yang berintegritas, humanis, dan berorientasi pada pelayanan masyarakat.

“Kegiatan keagamaan seperti ini bertujuan untuk mempertebal iman dan takwa sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia Polri agar mampu memberikan pengabdian terbaik bagi masyarakat, bangsa, dan negara,” tegas Kombes Sih Harno.

Ia juga mengajak seluruh personel Polda Jatim menjadikan peringatan Isra Miraj sebagai sarana introspeksi diri serta memperkuat kepedulian sosial dan aksi kemanusiaan dalam pelaksanaan tugas kepolisian.

Peringatan Isra Miraj tersebut diisi dengan tausiah oleh Ir. K.H. Misbahul Huda, MBA, Pengasuh Yayasan Mambaul Huda Surabaya, yang mengulas hikmah perjalanan spiritual Nabi Muhammad SAW serta relevansinya dalam kehidupan dan pengabdian aparat negara. (*)

Rumah Terendam, Tugas Tetap Jalan: Trauma Healing Mabes Polri Hadir untuk Personel Polres Aceh Tamiang

Aceh Tamiang || jejak-indonesia.id — Tim Trauma Healing Mabes Polri melaksanakan kegiatan Trauma Healing dan pendampingan bagi personel Polres Aceh Tamiang, Rabu (21/1/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pemulihan kondisi psikologis personel Polri pascabencana hidrometeorologi yang melanda wilayah Aceh.

Kepala Tim Trauma Healing Mabes Polri, AKBP Astiadi Prahastomo, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan membantu memulihkan kondisi psikologis personel, khususnya di jajaran Polres Aceh Tamiang.

“Kegiatan ini atas inisiasi Bapak Kapolres Aceh Tamiang dan jajaran, serta sebagai bentuk kepedulian kami dari Biro Psikologi SSDM Polri untuk memulihkan kondisi psikologis seluruh jajaran Polda Aceh, khususnya jajaran Polres Aceh Tamiang,” ujarnya.

Ia menambahkan, melalui kegiatan Trauma Healing dan pendampingan ini diharapkan personel dapat kembali lebih rileks, memiliki ketahanan mental yang lebih baik, serta siap menghadapi tugas-tugas ke depan.

“Diharapkan setelah kegiatan ini, seluruh jajaran, terutama Kapolsek dan perwira utama, dapat lebih rileks, memiliki ketahanan mental yang lebih baik dalam menghadapi tugas-tugas ke depannya, serta mendukung pemulihan kondisi pascabencana hidrometeorologi,” tambahnya.

Salah satu peserta kegiatan, Kapolsek Seruai Polres Aceh Tamiang AKP Teuku Davean, mengungkapkan bahwa dirinya turut terdampak langsung oleh bencana banjir yang terjadi di wilayah tersebut.

“Rumah saya terdampak banjir. Untuk sementara rumah belum bisa ditinggali karena masih dalam keadaan berlumpur dan masih tahap pembersihan,” ungkapnya.

Ia menilai kegiatan trauma healing tersebut sangat bermanfaat bagi personel yang terdampak, baik secara fisik maupun psikologis.

“Kegiatan trauma healing ini bagi saya sangat bermanfaat dan bisa menambah semangat saya dalam melaksanakan dinas. Bahkan, kami juga menyarankan apabila memungkinkan agar kegiatan seperti ini dapat dibuat untuk episode-episode selanjutnya,” pungkasnya.

Melalui kegiatan ini, Polri menegaskan komitmennya tidak hanya dalam penanganan bencana secara operasional, tetapi juga dalam memperhatikan kesehatan mental personel sebagai bagian penting dari kesiapsiagaan dan profesionalisme Polri dalam melayani masyarakat.

Polda Kepri Peringati Isra Mi’raj 1447 H., Momentum Berkokoh Imam Dan Integritas Personel

BATAM || jejak-indonesia.id - Polda Kepri melaksanakan kegiatan Peringatan Isra Mi’raj Nabi Besar Muhammad SAW 1447 H/2026 M yang diawali dengan Pembinaan Rohani dan Mental (Binrohtal) rutin di Masjid Al Halim Polda Kepri, Kamis (22/1/2026).

Kegiatan yang berlangsung khidmat ini menjadi momentum spiritual bagi seluruh personel untuk memperteguh keimanan, ketakwaan, serta meningkatkan kepedulian sosial dalam pengabdian kepada masyarakat.

Hadir dalam kegiatan ini Kapolda Kepri Irjen Pol Asep Safrudin, S.I.K., M.H., Irwasda Polda Kepri Kombes Pol Tato Pamungkas Suyono, S.I.K., M.Si., para Pejabat Utama Polda Kepri, Ketua Bhayangkari Daerah Kepri Ny. Detta Asep Safrudin, serta seluruh personel Polda Kepri. Hadir pula penceramah, Ustadz Ridlun Artol, M.Pd., yang memberikan tausiyah kepada seluruh jamaah.

Dalam sambutannya, Kapolda Kepri Irjen Pol Asep Safrudin, S.I.K., M.H., menegaskan bahwa peringatan hari-hari besar keagamaan, khususnya Isra Mi’raj, bukan sekadar seremonial, melainkan momentum penting untuk memperkuat keimanan dan ketakwaan seluruh personel Polri.

“Kegiatan ini adalah agenda rutin yang harus kita ikuti karena terdapat makna mendalam di setiap peringatan hari besar keagamaan. Isra Mi’raj merupakan peristiwa luar biasa yang sarat hikmah untuk mempertebal keimanan kita semua,” ujar Kapolda Kepri.

Kapolda Kepri juga mengingatkan bahwa peringatan Isra Mi’raj tahun ini mengusung tema “Isra Mi’raj Nabi Besar Muhammad SAW Memperteguh Keimanan dan Ketakwaan Personel Polri untuk Masyarakat dalam Aksi Kemanusiaan dan Kepedulian Sosial.”

"Keimanan kepada Allah SWT dan Rasul-Nya harus tercermin dalam sikap dan perilaku personel Polri, khususnya dalam meningkatkan kepedulian sosial kepada masyarakat.

“Dengan kita beriman kepada Allah dan Rasul, tentunya akan menambah rasa sosial kita kepada masyarakat. Saya selalu mendapatkan laporan tentang pekerjaan rekan-rekan sekalian dalam melaksanakan kegiatan sosial yang luar biasa, dan saya harapkan hal ini dapat terus dipertahankan,” tegas Kapolda Kepri.

Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh personel Polda Kepri semakin memperkokoh nilai-nilai spiritual, meningkatkan integritas, serta terus hadir memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dengan semangat kemanusiaan dan kepedulian sosial.

*Polri Untuk Masyarakat*

Bidang Humas Polda Kepri

Kombes. Pol. Dr. Nona Pricillia Ohei, S.I.K., S.H., M.H.
Kabidhumas Polda Kepri

E-Mail: humaspoldakepri1@gmail.com
Telp/Fax: 0778-7760038
Twitter: @poldakeprihumas
FB: Humas Polda Kepri
IG: @humaspoldakepri

error: Content is protected !!