Sorry, we're closed Opens Selasa at 9:00 am

Tahun: 2025

Rekonstruksi Produksi Beras PT Padi Indonesia Maju, Satgas Pangan Polri Temukan Pelanggaran Standar Mutu

Serang, Jejak - Indonesia.id | Satgas Pangan Polri menggelar rekonstruksi lapangan terkait produksi beras yang diduga tidak sesuai standar mutu di PT Padi Indonesia Maju, Kawasan Industri Terpadu Wilmar, Serang, Banten. Kegiatan ini dilakukan untuk memastikan proses produksi berjalan sesuai ketentuan dan memenuhi standar kualitas pangan nasional.

Dalam kesempatan tersebut, Dirtipideksus Bareskrim Polri BJP Helfi Assegaf, sekaligus Kasatgas Pangan Polri, menjelaskan bahwa proses produksi di PT Padi Indonesia Maju melibatkan mesin otomatis dengan kapasitas produksi mencapai sekitar 300 ton beras per hari. Mesin-mesin tersebut meliputi pengering gabah, pemecah kulit gabah, pemulus beras, pemisah warna, pemisah beras utuh dan pecah, serta mesin pengemas dengan timbangan otomatis.

“Proses produksi memakan waktu sekitar 20 jam dari bahan baku hingga pengemasan, dengan pengawasan ketat melalui ruang kendali dan laboratorium yang terintegrasi. Setiap dua jam seharusnya dilakukan uji sampling oleh Quality Control (QC) untuk memastikan kualitas produk,” ujar Helfi.

Namun, pengawasan tersebut belum berjalan optimal. Satgas menemukan bahwa uji sampling QC hanya dilakukan satu hingga dua kali, jauh dari frekuensi ideal yang diatur dalam SOP. Akibatnya, produk akhir masih mengandung sisa menir, walaupun jumlahnya kecil, yang seharusnya dapat diminimalisir.

“Meski produksi menggunakan sistem otomatis, hasil 100 persen sempurna sulit dijamin. Temuan sisa menir ini menjadi catatan penting dan PR bagi manajemen untuk segera melakukan perbaikan agar produk akhir benar-benar bersih dan sesuai dengan label beras premium yang dipromosikan,” tegas Helfi.

Selain itu, Satgas juga menyoroti soal berat kemasan beras yang secara sengaja ditambah 200 gram per karung 25 kg untuk menghindari penolakan oleh sistem otomatis di mesin pengemas. Hal ini menandakan perlunya pengawasan lebih ketat agar konsumen mendapatkan produk dengan bobot yang tepat.

Lebih jauh, Helfi menyatakan bahwa dari 22 orang petugas QC, hanya satu yang telah tersertifikasi. Kondisi ini menjadi tanggung jawab manajemen untuk segera melakukan pelatihan dan sertifikasi demi menjaga mutu produksi.

“Tiga orang terkait kasus ini saat ini tidak berada di lokasi dan tengah menjalani proses hukum. Namun operasional dan distribusi perusahaan tetap berjalan normal,” pungkas Helfi.

Rekonstruksi lapangan ini juga menjadi bagian dari pengawasan berkelanjutan terhadap seluruh produsen beras di Indonesia guna menjaga kualitas dan keamanan pangan nasional. (red)

Kapolresta Banyuwangi Turunkan Personil Kawal Aksi Demo Sopir Truk di ASDP Ketapang

Banyuwangi, Jejak - Indonesia.id | Puluhan sopir truk dari berbagai daerah di Jawa Timur menggelar unjuk rasa di depan gerbang PT ASDP Ketapang, Banyuwangi, Rabu (6/8/2025). Mereka membentangkan bendera merah putih sepanjang 500 meter sebagai bentuk protes terhadap lambatnya pelayanan dan dugaan manipulasi antrian penyeberangan di Selat Bali.

Aksi ini mendapat pengawalan ketat dari jajaran Polresta Banyuwangi. Kapolresta Kombes Pol Rama Samtama Putra turun langsung bersama Wakapolres, Kasat Lantas, personel Perintis Presisi, Polsek KP3 Tanjungwangi, serta seluruh Polsek jajaran Banyuwangi untuk mengamankan jalannya demonstrasi agar tetap kondusif.

Koordinator aksi, Angga Firdiansyah, menegaskan bahwa para sopir menuntut keadilan terkait sistem antrian truk yang dinilai kacau. “Kami sudah terlalu sering dirugikan. Yang antri berjam-jam justru sering disalip kendaraan lain yang masuk tanpa prosedur,” tegasnya di tengah orasi.

Kapolsek KP3 Tanjungwangi, AKP Bambang, menyatakan bahwa kepolisian siap mengawal aksi dengan humanis namun tetap tegas jika ada potensi gangguan. “Kami pastikan keamanan tetap terjaga, aspirasi juga tersampaikan,” katanya.

Sementara pihak PT ASDP Ketapang belum memberikan pernyataan resmi. Namun situasi di pelabuhan sempat terganggu karena aksi para sopir menyebabkan antrean kendaraan mengular di sekitar kawasan penyeberangan.

Para sopir mengancam akan kembali turun aksi dalam skala lebih besar apabila tuntutan mereka diabaikan. Mereka mendesak pemerintah pusat mengevaluasi total sistem penyeberangan agar lebih adil dan transparan.

(Redaksi)

Kapolda Jambi Melakukan Peninjauan Dapur MBG (Makan Bergizi Gratis) di SPPG Polres Bungo

Jambi, Jejak - Indonesia.id | Pada hari Rabu tanggal 06 Agustus 2025 dilaksanakan Kegiatan Peninjauan Dapur MBG (Makan Bergizi Gratis) di SPPG Polres Bungo Oleh Kapolda Jambi Irjen Pol Drs. Krisno H. Siregar, S.I.K.,M.H Beserta Rombongan

Kedatangan Kapolda Jambi Irjen Pol Drs. Krisno H. Siregar, S.I.K.,M.H Beserta Rombongan disambut langsung oleh Bupati Bungo H. Dedy Putra. S.H.,M.Kn, Kapolres Bungo Akbp Natalena Eko C. S.Kom, M.Si, Wakil DPRD Kab. Bungo Darwandi. S.H, Para PJU Polres Bungo dan Forkompinda Kab. Bungo.

Selanjutnya Kapolda Jambi Irjen Pol Drs. Krisno H. Siregar, S.I.K.,M.H Beserta Rombongan menuju Asrama Perwira Pal 9 Peninjauan Dapur MBG (Makan Bergizi Gratis) di SPPG Polres Bungo.

Di Asrama Perwira Pal 9 Polres Bungo dilaksanakan kegiatan *Ground Breaking Peletakan Batu Pertama Dapur Sehat Bergizi Polres Bungo*

Dalam kegiatan tersebut Ketua Pelaksana Akbp Natalena Eko Cahyono. S.kom, M.Si menyampaikan perkembangan pembangunan SPPG Polda Jambi tahap operasonal 1 SPPG, tahap pembangunan 7 SPPG, tahan persiapan ground breaking 5 SPPG, tahap verifikasi mitra BGN 3 SPPG l, jadi total semua 16 SPPG

Dengan ini rincian 5 SPPG Polres Jajaran Polda Jambi yang melakukan ground breaking, SPPG Polres Bungo untuk jumlah penerima manfaat sebanyak 3346 orang dari 17 sekolah. SPPG Polda Jambi yang telah operasional selama delapan hari dengan penerima manfaat 3.367 orang yang terdiri 16 sekolah sampai saat ini tidak ada kendala dalam proses pencairan pengajuan proposal

Selanjutnya dalam sambutan Pemerintah Kabupaten Bungo yang disampaikan Bupati Bungo menyatakan kesiapan penuh dalam menyukseskan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas oleh Pemerintah Pusat. Sebagai langkah awal, Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Bungo telah melakukan pendataan dan perencanaan strategis guna memastikan program ini berjalan lancar dan tepat sasaran.

Dengan komitmen kuat dari pemerintah daerah, Program Makan Bergizi Gratis di Kabupaten Bungo diyakini akan menjadi langkah nyata dalam menciptakan generasi yang lebih sehat dan berkualitas_

Dimana Kapolda Jambi dalam sambutannya mengucapkan terima kasih banyak kepada Seluruh jajaran dan Pemerintah Kab. Bungo dalam antusiasnya yang sangat tinggi dalam mendukung Ground Breaking Peletakan Batu Pertam Dapur Sehat Bergizi Polres Bungo

Untuk saat ini sudah ada 13 SPPG dan 1 sudah beroperasional semua harus memenuhi standar dari pemerintah yang mengelola dan petunjuk-petunjuk standar dari Ahli Gizi.

Terkait dengan menu MBG ini kita harus bersosialisasi jugak dengan anak-anak menu apa saja yang mereka inginkan sehingga tidak terjadi menonton terkait dengan menu MBG ini dan hal ini kepala SPPG yang menentukan_

kecepatan kesiapan menu kepada para penerima manfaat MBG, harus sesui dengan waktu kegiatan sekolah.

Dimana Kepala SPPG berperan yang sangat penting dalam kesuksesan dan kelancaran MBG ini, Kapolda Jambi menyampaikan aprisiasi kepada seluruh jajaran yang telah mendukung kegiatan MBG dan Kita harus bangga dalam pembukaan SPPG kemaren oleh Bapak Kapolri cuma SPPG kita yang paling lengkap dari semua peserta_

Selain itu juga Kapolda Jambi ucapkan terima kasih kepada semua jajaran, baik dari pemerintah dan stakholder yang lain mari kita sama-sama berkomitmen mendukung MBG demi masyarakat untuk Indonesia Maju dan Indonesia Sehat. (red)

Kunker ke Polres Karangasem, Kapolda Bali : Tingkatkan Kinerja Pelayanan Kepada Masyarakat

Karangasem, Jejak - Indonesia.id | Didampingi Ketua Bhayangkari Daerah Bali, Ny. Didit Daniel Adityajaya dan Pejabat Utama (PJU) Polda Bali, Kapolda Bali, Irjen Pol. Daniel Adityajaya, S.H., S.I.K., M.Si. melaksanakan Kunjungan Kerja (Kunker) ke Polres Karangasem, Rabu (6/8/2025).

Kedatangan Kapolda Bali di Polres Karangan disambut langsung oleh Kapolres karangasem AKBP. Joseph Edward Purba, S.H., S.I.K., M.H., dan Pejabat Utama Polres Karangasem beserta Kapolsek jajaran.

Dalam sambutannya, Kapolda Bali menekankan pentingnya peningkatan kinerja serta pelayanan terhadap masyarakat, khususnya dalam hal menjaga keamanan dan ketertiban.

"Citra Polri bukan dibangun dari banyaknya iklan Promosi, namun dari kehadiran dan tindakan nyata yang bermanfaat setiap hari, tingkatkan kinerja serta pelayanan terhadap masyarakat sehingga menjadi Polisi yang dicintai dan dibanggakan oleh masyarakat," kata Kapolda Bali.

Irjen Pol. Daniel Adityajaya, S.H., S.I.K., M.Si. juga menekankan kepada personel Polres Karangasem untuk meningkatkan intensitas patroli, khususnya pada jam-jam dan lokasi yang rawan terjadinya tindak kejahatan.

"Tingkatkan kehadiran Polisi di tengah masyarakat, terutama di titik-titik rawan. Patroli yang tepat sasaran akan memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat,” ujar Kapolda Bali.

Di akhir kegiatan Kapolda Bali berkesempatan menyerahkan tali asih kepada personel Polres Karangasem yang sedang mengalami sakit, sebagai wujud empati dan dukungan moril dari pimpinan kepada anggotanya. (red)

Rekonstruksi Produksi Beras PT Padi Indonesia Maju, Satgas Pangan Polri Temukan Pelanggaran Standar Mutu

SERANG BANTEN || jejakindonesia.id – Satgas Pangan Polri menggelar rekonstruksi lapangan terkait produksi beras yang diduga tidak sesuai standar mutu di PT Padi Indonesia Maju, Kawasan Industri Terpadu Wilmar, Serang, Banten. Kegiatan ini dilakukan untuk memastikan proses produksi berjalan sesuai ketentuan dan memenuhi standar kualitas pangan nasional.

Dalam kesempatan tersebut, Dirtipideksus Bareskrim Polri BJP Helfi Assegaf, sekaligus Kasatgas Pangan Polri, menjelaskan bahwa proses produksi di PT Padi Indonesia Maju melibatkan mesin otomatis dengan kapasitas produksi mencapai sekitar 300 ton beras per hari. Mesin-mesin tersebut meliputi pengering gabah, pemecah kulit gabah, pemulus beras, pemisah warna, pemisah beras utuh dan pecah, serta mesin pengemas dengan timbangan otomatis.

“Proses produksi memakan waktu sekitar 20 jam dari bahan baku hingga pengemasan, dengan pengawasan ketat melalui ruang kendali dan laboratorium yang terintegrasi. Setiap dua jam seharusnya dilakukan uji sampling oleh Quality Control (QC) untuk memastikan kualitas produk,” ujar Helfi.

Namun, pengawasan tersebut belum berjalan optimal. Satgas menemukan bahwa uji sampling QC hanya dilakukan satu hingga dua kali, jauh dari frekuensi ideal yang diatur dalam SOP. Akibatnya, produk akhir masih mengandung sisa menir, walaupun jumlahnya kecil, yang seharusnya dapat diminimalisir.

“Meski produksi menggunakan sistem otomatis, hasil 100 persen sempurna sulit dijamin. Temuan sisa menir ini menjadi catatan penting dan PR bagi manajemen untuk segera melakukan perbaikan agar produk akhir benar-benar bersih dan sesuai dengan label beras premium yang dipromosikan,” tegas Helfi.

Selain itu, Satgas juga menyoroti soal berat kemasan beras yang secara sengaja ditambah 200 gram per karung 25 kg untuk menghindari penolakan oleh sistem otomatis di mesin pengemas. Hal ini menandakan perlunya pengawasan lebih ketat agar konsumen mendapatkan produk dengan bobot yang tepat.

Lebih jauh, Helfi menyatakan bahwa dari 22 orang petugas QC, hanya satu yang telah tersertifikasi. Kondisi ini menjadi tanggung jawab manajemen untuk segera melakukan pelatihan dan sertifikasi demi menjaga mutu produksi.

“Tiga orang terkait kasus ini saat ini tidak berada di lokasi dan tengah menjalani proses hukum. Namun operasional dan distribusi perusahaan tetap berjalan normal,” pungkas Helfi.

Rekonstruksi lapangan ini juga menjadi bagian dari pengawasan berkelanjutan terhadap seluruh produsen beras di Indonesia guna menjaga kualitas dan keamanan pangan nasional.

error: Content is protected !!